5+ Hal Yang Paling Dibutuhkan Sebelum Jadi Fotografer Profesional

17 Likes Comment
4+ Hal Yang Paling Dibutuhkan Sebelum Jadi Fotografer Profesional

Sebenarnya ada banyak hal yang mungkin dibutuhkan oleh anda yang pengen jadi fotografer profesional. Beberapa diantaranya akan saya ulas di artikel ini.

Sebagai suatu seni menangkap cahaya, perkembangan fotografi cukup masif akhir-akhir ini baik dari sisi bisnis, peminat dan juga penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Perkembangan ini pada akhirnya mengarah pada satu bentuk kesadaran baru dimana setiap orang bisa menjadi fotografer, entah itu amatiran atau profesional.

Disisi lain, ada satu streotip yang terus bertahan ditengah masyarakat bahwasanya, untuk jadi fotografer profesional seseorang harus punya studio foto sendiri.

Bagi saya pribadi, ini enggak terlalu benar. Alasannya sederhana, semua orang punya kesempatan untuk jadi seorang fotografer profesional, cepat atau lambat.

Hanya saja kembali ke individu masing-masing, apakah ia serius mau menjadi seorang profesional ata tidak.

Dengan kata lain, pengetahuan soal fotografi dan penggunaan kamera adalah hal pertama dan mendasar yang harus ada.

Disamping itu, meski semua orang punya kesempatan yang sama, tapi enggak semua orang bisa membuat foto yang bagus, menarik dan bisa menggerakkan emosi banyak orang.

Untuk menghasilkan sebuah karya foto yang menggerakkan banyak orang, setidaknya ada empat kriteria, diantaranya:

  • Foto tersebut harus bisa mempengaruhi emosi setiap orang yang melihatnya
  • Foto itu berdampak ke personal atau kelompok masyarakat
  • Bisa dijadikan sebagai bukti otentik
  • Menjadi pengingat atas suatu momen secara kontekstual

Setiap hari ada jutaan foto yang dihasilkan kamera. Sebagian besar foto tersebut pada akhirnya di hapus, dibuang atau dibakar karena enggak menarik.

Beberapa diantaranya, yang dianggap bagus, akan dijadikan sampul majalah, diikutkan lomba atau pameran foto, di jual secara komersil atau dipajang di rumah.

Foto-foto yang tidak terpakai tentu lebih banyak dari foto yang dianggap bagus itu. Makanya, banyak orang yang kemudian berusaha untuk bisa menghasilkan foto yang keren dan menarik.

5+ Hal Yang Paling Dibutuhkan Sebelum Jadi Fotografer Profesional

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 5 hal yang paling dibutuhkan sebelum jadi fotografer profesional.

Hal-hal apa saja itu? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Minat dan Hobi

minat menjadi fotografer
via istockphoto.com

Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap dunia fotografi. Sementara, hobi adalah kegemaran atau kesenangan istimewa pada waktu senggang.

Gairah semacam ini terus mengusik dan harus dituruti. Dengan demikian, ini adalah poin paling pertama yang harus ada dalam diri seorang fotografer.

Terlebih yang ingin menjadi fotografer profesional. Tanpa minat dan hobi, mungkin anda hanya akan jadi fotografer dadakan, amatir tanpa pernah punya kesempatan untuk menghasilkan foto yang bagus dari kamera anda.

Oleh karena itu, sebelum menjadi seorang fotografer atau sebelum memutuskan terjun ke dunia fotografi secara profesional sebaiknya ketahui minat anda terlebih dahulu.

Jika sudah, langkah selanjutnya adalah memutuskan genre fotografi apa yang bakal ditekuni. Apakah fotografi makro, lanskap, portrait hingga photojournalist.

2. Kamera

kamera terbaik
via wired.com

Untuk jadi fotografer profesional tentu anda harus punya peralatan fotografi. Setidaknya anda harus punya kamera.

Untuk kamera, saran saya, ada baiknya anda memilih kamera dengan lensa yang dapat ditukar. Alasannya sederhana, karena hal ini bisa membantu anda untuk bereksperimen pada setiap genre fotografi yang ada.

Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengetahui passion dan kecintaan pada genre yang nantinya akan digeluti secara profesional.

3. Lensa

lensa kamera
via 3dinsider.com

Lensa adalah faktor penting berikutnya yang harus dipertimbangkan dengan matang. Untuk kegiatan fotografi standar, anda bisa beli lensa zoom standar 24-70 mm. 185 mm juga boleh.

Kalau anda mau menggeluti fotografi makro, silahkan pilih lensa utama dengan ukuran 35 mm, 50 mm atau 85 mm.

Untuk olahraga, anda bisa gunakan lensa telefoto. Untuk fotografi mikro, bisa gunakan lensa foto khusus.

Bagi saya pribadi, lensa lebih penting dibanding aksesoris fotografi lain, apalagi yang enggak terlalu prioritas.

Alasannya? Karena lensalah yang akan menentukan apakah foto yang dihasilkan itu bagus atau tidak. Meski konteks ini tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal saja.

Lensa juga yang akan membedakan antara anda sebagai fotografer profesional dan yang bukan profesional.

4. Aplikasi pasca-pemrosesan

via befunky.com

Ada foto yang harus di edit dulu agar hasilnya lebih bagus. Terlebih yang menggunakan foto tersebut untuk tujuan komersial, fotografi fashion contohnya.

Genre tersebut memang harus melalui pasca-pemrosesan dimana harus di edit dulu oleh seorang digital retoucher.

Untuk tujuan ini, anda bisa memanfaatkan aplikasi pengeditan foto yang jumlahnya sangat banyak saat ini.

Tidak apa-apa sih jika anda menggunakan software standar yang khusus mengatur filter dan efek atau mungkin juga perangkat lunak pengeditan foto langsung dari kamera.

Hanya saja, agar hasilnya lebih baik, sebaiknya gunakan aplikasi pengeditan foto yang profesional seperti Adobe Lightroom dan Photoshop.

Meski dua software diatas berbayar namun kualitas pengeditan dan fiturnya lebih bagus ketimbang yang standar.

Untuk versi premium, harga yang ditawarkan cukup murah dimana anda harus merogoh kocek sekira $10 per bulan.

Anda juga bisa membeli software pengeditan foto khusus dari penyedianya langsung agar lebih eksklusif.

Apapun aplikasi pengeditan yang dipilih, usahakan anda tahu menggunakannya. Kalau belum, silahkan pelajari dulu sampai mahir.

5. Kebutuhan lain

Agar kesan profesional semakin terlihat, anda bisa beli atau siapkan peralatan-peralatan fotografi lain yang mungkin dibutuhkan, seperti:

  • Tripod. Tripod adalah penyangga kamera yang terdiri atas tiga buah kaki berbentuk batang yang membantu fotografer agar bisa mengambil foto lebih bagus lagi
  • Tas. Tas adalah tempat mengisi kamera atau perlengkapan lain. Tapi jangan gunakan tas sembarangan ya. Saran saya, baiknya gunakan tas bahu untuk fotografi jalanan, tas bergulir untuk fotografi studio, ransel hiking teknis untuk fotografi lanskap dan lain sebagainya
  • Kartu memori. Anda bisa gunakan kartu memori berukuran 32-64 GB atau lebih. Selain itu, pilihlah kartu yang prosesnya cepat [diukur dalam MB/detik] terlebih jika anda cenderung mengambil foto yang banyak dalam waktu singkat sehingga ada kemungkinan ruang memori bakal lebih cepat habis
  • Baterai cadangan. Nah ini juga perlu disiapkan terlebih jika kamera yang digunakan hanya punya satu baterai saja. Anda bisa pilih baterai off-brand yang harganya cenderung lebih murah atau baterai original
  • Filter polarisasi. Filter ini sangat dibutuhkan oleh anda terlebih yang ingin fokus ke genre fotografi lanskap. Usahakan untuk tidak menggunakan polarizer yang off-brand atau yang murah karena bisa merusak kualitas gambar. Saran saya, gunakan filter B+W Kaesmann yang sesuai dengan ukuran lensa anda karena filter ini sudah sangat populer dikalangan fotografer
  • Flash. Untuk saat ini, harga lampu kilat cukup mahal. Dan mungkin juga anda harus membeli pemancar dan penerima secara terpisah terlebih jika letak flashnya ada di luar kamera. Jadi silahkan sesuaikan saja sama kebutuhan
  • Monitor. Sebaiknya gunakan monitor IPS saja yang memungkinkan anda mengedit foto dengan mudah
  • Kain microfiber. Tujuan kain microfiber ini untuk menjaga bagian depan lensa agar tetap bersih. Anda juga bisa gunakan blower roket untuk menghilangkan debu di sensor kamera
  • Dan aksesoris fotografi lain seperti rilis rana jarak jauh dari GPS ke printer dan lain sebagainya. Jika aksesoris semacam ini belum terlalu dibutuhkan, jangan langsung beli ya

Nah kira-kira itu beberapa kebutuhan oposional seorang fotografer. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan dan ingat, belilah dari penyedia resminya.

Jika anda tergiur sama harga yang murah namun kualitasnya jauh dibawah standar, anda yang bakal rugi sendiri.

Penutup

Intinya, jangan terlalu memaksakan diri. Menjadi seorang fotografer profesional tidak semudah membalik telapak tangan.

Ada banyak hal yang harus dimiliki dan dikuasai. Hal-hal itulah yang nantinya akan membedakan anda dengan fotografer non-profesional lain.

Demikian artikel tentang 5+ hal yang paling dibutuhkan sebelum jadi fotografer profesional. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *