Begini Cara Mengetahui Gambar Sudah Di Edit Atau Belum

28 Likes Comment
cara mendeteksi gambar palsu

Ada beberapa alat detektor gambar palsu yang bisa anda gunakan untuk mengetahui apakah suatu gambar sudah di edit atau belum. 

Seiring dengan meningkatnya popularitas media sosial seperti Facebook dan Twitter, peredaran berita dan gambar palsu juga meningkat.

Dan ini jadi tantangan tersendiri bagi setiap orang yang ingin agar media sosial kesukaan mereka bebas dari berita palsu.

Kalau berita palsu mah agak mudah diidentifikasi, tinggal dilihat isi beritanya, alamat situsnya, pemilihan kata dan diksi, narasinya hingga penulisnya.

Tapi kalau gambar palsu? Agak sulit yah. Hal ini semakin diperparah dengan fakta bahwa gambar digital yang ada di internet sudah dianggap sebagai media komunikasi itu sendiri dan bukan hanya pelengkap informasi.

Sebagai contoh, meme yang sering anda lihat di Facebook atau Twitter. Meme adalah salah satu alat komunikasi monolog berbentuk gambar dengan pesan singkat, sederhana namun pengaruhnya cukup kuat.

Dan sebagian besar orang tahu kalau meme, dalam bentuk apapun, sudah di edit terlebih dahulu sebelum dibagikan.

Dengan demikian, keabsahan foto yang ada dibalik meme wajib atau perlu dipertanyakan terlebih dahulu.

Lantas, bagaimana dengan gambar digital yang tidak berisikan tulisan sama seperti meme? Tentu agak sulit.

Disisi lain, saat ini sudah tersedia banyak sekali alat pengeditan dengan berbagai fitur canggih dan kompatibel sama perangkat entah itu ponsel Android dan iOS, Dekstop, Mac dan lain sebagainya.

Dengan alat-alat pengeditan diatas, orang-orang bisa mengedit sebuah gambar atau foto pada tingkatan apa saja untuk tujuan apapun.

Itu belum lagi fakta bahwa rata-rata media sosial menghapus meta data gambar atau foto yang terupload di platform mereka untuk mengurangi ukurannya.

Dengan kata lain, para pengguna atau penerima informasi itu bisa saja percaya 100% bahwa foto yang mereka lihat itu asli.

Ini belum masuk sama karakteristik atau perilaku pengguna yang punya kecenderungan membagikan informasi viral terlebih yang sudah di share ribuan kali.

Agar anda tidak terjebak dalam pusaran itu, sebagai orang yang menyebarkan hoax, ada baiknya sebelum mengecek dulu apakah suatu gambar yang viral di media sosial itu asli atau palsu.

Untuk mengidentifikasi keaslian sebuah gambar atau foto bisa dilakukan dengan dua cara sederhana, yakni:

  • Dengan menggunakan tools tools reverse image search untuk mengidentifikasi kapan foto tersebut pertama kali di upload dan dimana
  • Jika belum berhasil bisa gunakan tools foto forensic untuk mendeteksi data-data EXIF dan metadata gambar

Poin terakhir inilah yang akan saya ulas di artikel ini. Yang mungkin bisa membantu untuk mengetahui keaslian foto atau gambar di media sosial dan di internet.

4 Cara mengetahui apakah suatu gambar atau foto sudah di edit atau belum dengan tools detektor gambar palsu

Nah untuk anda yang ingin mendeteksi keaslian sebuah gambar atau foto yang ada di internet atau media sosial, silahkan gunakan beberapa alat detektor gambar palsu dibawah ini.

Lantas, alat apa saja itu? Pasti penasaran kan? Berikut daftarnya untuk anda.

1. FotoForensics | Gratis | Website

cara mengetahui gambar editan atau tidak
via geckoandfly.com

FotoForensics salah satu tools terbaik yang memungkinkan anda mengidentifikasi keaslian suatu gambar atau foto.

Alat ini juga dapat digunakan dengan gratis, kapan saja dan dimana saja. Hanya saja, agar bisa menggunakan alat ini anda wajib punya koneksi internet.

Alias, sumber daya FotoForensics hanya bekerja apabila ada koneksi internet dan hanya tersedia versi sitenya.

Untuk mengidentifikasi gambar, FotoForensics menggunakan logaritma Eror Level Analysis [ELA] yang bekerja dengan cara mendecode gambar untuk melihat kemungkinan manipulasi.

Salah satu kelebihan logaritma ini adalah kemampuannya mendeteksi pada setiap area yang dipetakan dalam level kompresi yang berbeda.

Baca Juga : 4 Hal Yang Paling Dibutuhkan Oleh Seorang Fotografer

Sebagai contoh, apabila gambar yang hendak dianalisis menggunakan format JPEG, maka gambar itu harus memiliki tingkat kesalahan yang sama dengan format JPEG lain yang teridentifikasi asli.

Dengan demikian, jika ada bagian tertentu pada gambar yang tingkat kesalahannya berbeda dan cukup dominan, ada kemungkinan gambar itu sudah di edit.

Penggunaan alat ini pun cukup sederhana dimana anda hanya diminta untuk mengupload foto yang hendak di identifikasi untuk kemudian di analisis.

Anda juga bisa mengidentifikasi faktor-faktor lain selain kompresi, diantaranya:

  • Sisa-sisa kompresi
  • Metadata file
  • Ukuran
  • Tingkat blur
  • Dan lain sebagainya yang tidak teridentifikasi oleh mata telanjang

Jika belum mahir menggunakan alat ini anda bisa baca dulu tutorial dan metode analisis yang sudah disediakan oleh developer langsung di situsnya.

2. JPEGsnoop | Gratis | Website

cara mengetahui gambar editan
via geckoandfly.com

Selanjutnya adalah JPEGsnoop yang merupakan salah satu alat detektor gambar palsu offline yang memungkinkan anda mengidentifikasi keaslian gambar lebih detail lagi.

Alat ini mampu menteksi berbagai format gambar yang berbeda secara bersamaan seperti JPEG, Montion JPG, AVI dan format dari Photoshop.

Salah satu hal yang saya sukai dari tools ini adalah kemampuannya mengidentifikasi kamera yang digunakan saat foto itu diambil.

Artinya, tools ini dapat melacak EXIF metadata dan IPTC gambar atau foto sehingga bisa diketahui kamera yang digunakan saat foto diambil apakah menggunakan kamera profesional, DSLR dan kamera analog misalnya, atau kamera ponsel.

Disisi lain, anda juga bisa mengekstrak informasi tentang kualitas dan sifat-sifat kompresi gambar yang hendak diidentifikasi.

Baca Juga : 6 Derita Saat Jadi Fotografer di Kampung

Dari sinilah anda bisa tahu apakah gambar atau foto itu asli atau tidak. Sebab, setiap kamera digital punya tingkat kompresi yang berbeda sekalipun format yang digunakan sama.

JPEGSnoop juga menyiapkan beberapa informasi tambahan untuk melengkapi analisis yang dilakukan, seperti:

  • Matriks tabel kuantisasi [Chrominance dan luminance]
  • Subsampling chorma
  • Estimasi pengaturan kualitas format dalam format JPEG
  • Pengaturan skala resolusi JPEG
  • Tabel Huffman
  • EXIF Metadata
  • Makernotes
  • Histogram RGB
  • Dan lain sebagainya

Untuk diketahui, sebagian besar penanda gambar JFIF dan JPEG sudah di dukung oleh tools ini. Untuk mengidentifikasi penandanya silahkan aktifkan dekode VLC Huffman.

Dekode VLC Huffman ini memungkinkan anda mempelajari tingkat kompresi gambar termasuk kode sumbernya yang sangat bermanfaat dikemudian hari.

Karena kode sumber semacam ini memungkinkan anda memperbaiki foto dan gambar yang rusak pada tingkatan apa saja.

3. Ghiro | Gratis | Website

cara mengetahui gambar editan
via geckoandfly.com

Selanjutnya adalah Ghiro yang merupakan perangkat lunak sumber terbuka yang memungkinkan anda mendeteksi keaslian foto atau gambar digital.

Hanya saja, alat ini tidak secara otomatis akan melakukan analisis forensik pada foto atau gambar karena data-datanya harus dikumpulkan dulu dari berbagai perspektif.

Maksudnya gimana ya? Maksudnya ada pengaturan awal yang harus di input oleh anda agar tools ini bisa bekerja dengan baik.

Untuk diketahui, tools satu ini adalah salah satu tools foto forensik yang cukup populer di kalangan intelejen, kepolisian, pengadilan dan perusahaan swasta.

Sebab alat ini memiliki fitur khusus yang dengan level forensik yang sangat baik karena itulah banyak orang yang menggunakannya.

Meski demikian, basic program Ghiro sama seperti PhotoForensic karena menggunakan logartima Eror level Analysis [ELA] yang merupakan teknik analisis foto atau gambar dengan mengukur tingkat kesalahan kompresinya.

Karena, pada dasarnya, gambar yang asli punya tingkat kompresi yang unik sehingga apabila gambar itu sudah di edit ada kemungkinan level kompresinya sudah berbeda.

Sayangnya, Ghiro hanya mampu mengidentifikasi gambar atau foto berformat JPEG [termasuk JPG] dan PNG.

Selain itu, tools ini juga menyiapkan berbagai metode pengidentifikasian dengan format yang berbeda-beda, diantaranya:

a. Hash digest generation

Yang memungkinkan anda untuk menghitung nilai hash dalam bentuk apapun dan dalam skala apapun.

Biasanya, hash paling umum yang terdapat pada suatu gambar atau foto punya kode identifikasi yang unik namun selalu dimulai dengan kode sumber, seperti:

  • CRC32
  • MD5
  • SHA1
  • SHA224
  • SHA256
  • SHA384
  • SHA512
b. Pencocokan daftar hash

Setelah nilai hashnya diidentifikasi selanjutnya akan dicocokkan dengan daftar hash yang paling umum sebagaimana yang sudah saya jelaskan diatas.

Pengidentifikasian daftar hash ini sebenarnya menggunakan prinsip reverse image. Reverse image adalah metode memanfaatkan fitur pencarian gambar yang ada di mesin pencari, Google Image Search dan Bing Image Search misalnya.

Alat pencari gambar atau foto diatas menggunakan daftar hash untuk mencocokan dengan gambar yang dicari sebelum menampilkan hasil penelusuran.

c. Ekstraksi string

Ekstraksi string memungkinkan anda mengetahui string teks yang ada dibalik gambar untuk kemudian diekstraksi dan dianalisis.

Teknik analisisnya menggunakan string UNIX. Dengan teknik ini, ada kemungkinan anda mendapatkan url gambar awal yang ada di internet termasuk url produsen.

d. Tanda tangan [watermark]

Alat ini juga bisa membantu anda mengidentifikasi watermark pada foto apabila sebelumnya foto itu pakai watermark.

Biasanya sih, jika sebuah foto punya tanda tangan maka ia akan di crop atau dipotong terlebih dahulu sebelum digunakan.

Nah dengan alat ini anda bisa mengetahui kalau foto atau gambar tersebut punya watermark atau mungkin menggunakan identifikasi warna dominan yang juga dianggap sebagai watermark.

4. Forensically | Gratis | Website

detektor gambar gratis
via geckoandfly.com

Selanjutnya adalah Forensically yang fungsinya sama seperti tools yang sudah saya jelaskan diatas dan memungkinkan anda mendeteksi gambar atau foto palsu di internet dengan gratis.

Cara kerja alat ini agak berbeda dengan tools lain karena menggabungkan tiga metode analisis dasar yakni identifikasi gambar duplikat, analisis tingkat kesalahan [Eror level Analysis]dan ekstraksi meta data.

Baca Juga : Cara Melindungi Foto dan Gambar Karya Anda di Internet

Anda juga bisa mengidentifikasi detail lain pada foto yang seharusnya disembunyikan tapi tidak. Untuk mendeteksi sebuah gambar, alat ini menggunakan beberapa kode deteksi, diantaranya:

a. Deteksi klon

Dengan deteksi klon, Forensically mampu menyoroti bagian-bagian tertentu pada gambar yang mungkin sudah dicoret.

Dengan demikian, anda bisa mengetahui apakah gambar itu sudah di edit sebelumnya meskipun pengeditannya cuma sederhana seperti menambahkan garis kecil.

b. Analisis tingkat kesalahan

Forensically juga mampu membandingkan gambar asli dengan versi lain yang sudah dikompres. Ini bisa menjadi indikator bahwa foto telah diedit dengan software tertentu.

Analisis tingkat kesalahan paling mendasar adalah dengan mendeteksi warna gambar yang biasanya lebih gelap atau lebih terang dibandingkan gambar asli.

c. Noise Analysis

Dengan logartima denoising terbalik, anda bisa mengetahui noise atau sisa-sisa gambar termasuk juga filter median terpisah yang cukup akurat untuk mengisolasi warna tertentu.

Yang berarti, alat ini bisa berguna untuk mengidentifikasi tingkat manipulasi gambar dengan teknik apa saja entah itu airbrushing, deformasi, warping, prespektif cloning dan lain sebagainya dalam ukuran dan kualitas apa saja.

d. PCA

Logartima ini pada dasarnya akan berusaha melakukan analisis setiap komponen utama pada gambar dengan melihat sudut pandang berbeda pada gambar.

Tujuannya untuk melihat data-data gambar yang tersisa untuk mempermudah identifikasi tingkat manipulasi dan perubahan detail tertentu pada gambar atau foto.

Penutup

Selain empat tools diatas, ada satu alat yang menurut saya sangat bagus dengan kinerja yang cukup akurat yakni Izitru.

Hanya saja, tools ini sudah lama tidak di update dan fitur-fiturnya sudah dieksklusifkan karena berbagai alasan.

Untuk saat ini, sepanjang yang saya tahu, Izitru hanya digunakan oleh lembaga-lembaga tertentu termasuk perusahan-perusahaan forensik.

Demikian artikel tentang cara mengetahui apakah gambar sudah di edit atau belum. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *