Fotografi Light Trail: Settingan Dasar, Teknik dan Contoh

Sadar atau tidak, fotografi light trail termasuk salah satu genre fotografi paling susah dibuat dengan tantangan yang unik.

Mengapa demikian? Sebab untuk menghasilkan cahaya yang terlihat nyambung atau melayang, harus benar-benar paham bagaimana menggunakan kamera.

Artinya, anda harus tahu bagaimana mengatur shutter speed, ISO dan aperturenya dengan baik. Spot foto juga penting untuk diperhatikan.

Dan jika sudah berhasil dapat satu foto yang menarik, anda akan takjub dengan hasilnya mulai dari efek, warna dan komposisi yang muncul.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan fotografi light trail? Apa saja settingan dasar yang harus dilakukan saat ambil foto light trail atau jejak cahaya?

Apa saja tekniknya? Dan apa saja contoh fotografi light trail? Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Arti Fotografi Light Trail?

Fotografi Light Trail
Gambar via eternallycreative.com

Fotografi light trail atau foto jejak cahaya adalah jenis fotografi yang fokus untuk membuat eksposur panjang yang menyoroti pergerakan cahaya yang muncul.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, biasanya rana kamera akan terbuka dalam jangka waktu yang cukup lama, untuk mendapatkan lebih banyak cahaya.

Pada akhirnya, teknik ini memungkinkan fotografer menunjukkan bagaimana cara tersebut akan bergerak ke arah tertentu.

Baca Juga:

Dengan demikian, fotografi light trail bertujuan untuk menangkap sesuatu yang menciptakan cahaya di atasnya, yang saat bergerak, akan menciptakan jejak pada gambar.

Dan ini termasuk salah satu cara menciptakan seni dari lampu yang sedang bergerak. Misalnya, lampu belakang mobil, lampu depan, lampu jalan, lampu sepeda dan lain sebagainya.

Atau mungkin, jika ingin dapat hasil yang lebih baik, bisa menggerakan senter untuk membuat garis di udara, yang lebih dikenal dengan sebutan light painting atau lukisan cahaya.

Hanya saja, pengaplikasian paling umum dari fotografi jenis ini adalah jalanan padat kendaraan seperti di perkotaan atau di jalan raya pada umumnya.

Jika objeknya adalah benda bergerak seperti mobil, maka foto light trail bisa dipahami sebagai seni menangkap jalur iluminasi dari lampu kendaraan.

Settingan dasar untuk fotografi jejak cahaya

Fotografi Light Trail
Gambar via 500px.com

Sama seperti ambil genre fotografi lain, wedding photography misalnya, yang mana fotografer harus menyesuaikan pengaturan standar dari kamera.

Pengaturan standar itu apa saja? Ada banyak tapi yang paling sentral adalah ISO, Aperture dan Shutter Speed.

Dengan demikian, memahami bagaimana setiap pengaturan kamera diatas berfungsi dengan benar sebelum ambil foto jenis ini.

Yang semua pengaturan di atas bisa disebut sebagai settingan dasar fotografi jejak cahaya atau light trail, diantaranya:

  • ISO yang merujuk pada nilai sensitivitas cahaya dari sensor digital pada kamera DSLR atau Mirrorless. Makin tinggi ISO, makin banyak cahaya yang bisa ditangkap oleh kamera. Mayoritas kamera DSLR memiliki pengaturan ISO dari 100 hingga 1600 sementara kamera lain mungkin ada opsi nilai yang lebih tinggi. Dan jika tujuan anda mau ambil foto jejak cahaya, atur ke ISO paling rendah tapi dengan kecepatan rana yang panjang agar kamera bisa menangkap cahaya lebih banyak
  • Shutter Speed merujuk pada jumlah waktu rana dari kamera tetap terbuka dengan tujuan agar cahaya lebih banyak masuk lewat lensa lalu ke sensor kamera. Kecepatan ranah berkisar seperseribu pe detik. Dengan demikian, anda harus atur kecepatan rana yang lebih lambat, antara 5-60 detik, sehingga foto yang dibuat terdapat lebih banyak cahaya
  • Aperture yang mengacu pada komponen untuk mengontrol seberapa banyak cahaya yang diizinkan lensa masuk ke sensor kamera. Pada kamera film dan digital, aperture disebut dengan istilah f-stop dengan label mantara f/8 atau f/22. Biasanya, fotografer night trail akan mengatur aperture di angka f/16

Selain dua pengaturan diatas, ada juga beberapa settingan dasar yang harus diperhatikan agar hasil foto night trail menarik, diantaranya:

  • Mode manual yang banyak digunakan fotografer dengan tujuan untuk mengubah atau memanipulasi ISO, aperture dan shutter speed
  • Self-timer yang tersedia di mayoritas kamera DSLR. Dan sekalipun pengaturan shutter speed dan aperture fotografer jejak cahaya akan membiarkan cahaya masuk ke kamera untuk jangka waktu yang lebih lama tapi gerakan atau goncangan bisa membuat gambar buram. Karena itu, gunakan fungsi pengaturan waktu untuk menghindari hal ini, atau bisa pakai pelepas rana, yang memungkinkan anda mengaturnya dari jarak jauh
  • Mode bohlam yang bertujuan agar tombol rana tetap terbuka selama anda masih menginginkannya. Dan menggunakan mode ini sangat penting terutama saat ambil foto objek bergerak dengan cahaya konstan melewati titip pandang

Prinsip dasar fotografi light trail

Fotografi Light Trail
Gambar via 500px.com

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana fotografi jejak cahaya atau light trail adalah foto yang menghasilkan efek warna-warni kreatif.

Untuk ambil foto jenis ini, maka harus atur ke mode eksposur yang lama. Untuk tujuan itu, ada tiga prinsip dasar yang harus diperhatikan fotografer, diantaranya:

  • Harus atur manual kecepatan rana atau shutter speed ke level terendah dari kamera yang digunakan
  • Setelah itu, cahaya akan ditangkap oleh sensor dalam periode waktu tertentu yang, secara artifisial, periodenya sangat lama
  • Jika objek fotonya adalah kendaraan, maka kamera akan melacak setiap lampu yang terlihat sehingga tampak bergerak bergaris melintasi foto dan buka titik tetap yang berasal dari lampu depan atau belakang mobil

Tiga prinsip dasar diatas pada dasarnya sederhana. Meski demikian, ini cukup sulit dilakukan, terlebih jika anda belajar otodidak.

Tapi tak ada salahnya untuk dicoba. Selain memungkinkan anda bereksperimen dengan kamera, anda juga bisa tahu bagaimana set pengaturan kamera untuk aktivitas ini.

Perlengkapan yang digunakan

Fotografi Light Trail
Gambar via lottiesimpkinsgcsephotography.com

Sebelum ambil foto night trail, ada beberapa perlengkapan yang dibutuhkan fotografer, diantaranya:

1. Kamera

Untuk kamera, bisa pakai kamera DSLR atau Mirrorless atau kamera SLR digital yang mampu mengambil foto dalam mode manual.

Pada intinya, pastikan anda bisa mengatur settingan dasar seperti ISO, aperture dan Shutter Speed dari kamera yang akan digunakan.

2. Tripod

Selain kamera, perlengkapan lain yang wajib dimiliki adalah tripod. Mengapa penting? karena alat ini bisa membantu anda menjaga eksposur.

Lebih jauh lagi, anda tidak perlu pegang kamera dalam waktu lama yang bisa saja, saat aktivitas itu berlangsung, terjadi guncangan atau getaran dari tangan.

Disinilah pentingnya pakai tripod yang selain untuk alasan eksposur, juga bisa menghindari guncangan kamera sehingga hasil foto lebih stabil.

Intinya, semakin stabil posisi kamera semakin kecil kemungkinan foto yang dihasilkan buram yang pada akhirnya membuat kamera jadi lebih baik.

3. L-Bracket

L-Bracket adalah sekrup logam yang dipasang kamera ke tripod. Jadi, jangan lupa pakai peralatan ini karena tanpa alat kecil ini, tripod yang dibawa tidak akan berguna.

Dengan demikian, Bracket L memungkinkan anda memutar kamera dari orientasi lanskap ke potrait yang bisa mengurangi guncangan tak terduga.

4. Lensa Wide-angle

Untuk tujuan fotografi jejak cahaya atau night trail disarankan untuk pakai lensa khusus bertipe wide-angle atau lensa sudut lebar.

Lensa jenis ini memungkinkan anda mengambil lebih banyak cahaya atau foto dalam bingkai, sehingga komposisi foto terlihat lebih padat.

5. Peralatan opsional

Selain peralatan standar di atas, anda juga bisa pertimbangkan untuk menggunakan beberapa peralatan opsional lain.

Apa saja itu? Ada beberapa. Mulai dari Filter ND yang merupakan filter densitas netral atau neutral-density filter untuk menutupi lensa kamera.

Alat ini bisa membantu mengurangi intensitas cahaya yang ada entah itu polusi akibat kendaraan atau terlalu banyak pencahayaan yang ditangkap dari objek lain, bangunan misalnya.

Selain itu, bisa juga pertimbangkan untuk pakai Shutter remote untuk pengaturan rana dari jarak jauh.

Alat ini berfungsi sebagai remote TV yang memungkinkan anda mengontrol rana kamera tanpa harus menyentuh kamera.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan ditanyakan terkait postingan ini bakal diulas dalam bentuk QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Dimana lokasi yang cocok untuk ambil foto jejak cahaya?

Mayoritas fotografer lebih memilih mengambil set lokasi di jalanan padat kendaraan untuk ambil fotografi light trail.

Hanya saja, pastikan tidak ada objek bergerak lain selain dari kendaraan yang bergerak tersebut. Karena cahayanya yang akan digunakan sebagai objek foto.

2. Bagaimana cara memotret light trail dengan HP?

Jika tak punya kamera DSLR, anda juga bisa pakai kamera ponsel, meski ada sedikit perbedaan dari settingan dan penggunaan.

Untuk settingannya sama saja dimana pastikan kamera sudah di set ke mode manula. Jika ponsel tidak lagi support settingan ini, maka harus download aplikasi kamera pihak ketiga.

Selanjutnya tinggal atur segitiga eksposurnya sebagaimana yang sudah disebutkan diatas. Lalu cari tempat spot foto yang bebas gangguan.

Stabilitas kamera adalah kunci dari fotografi light trail atau light painting ini. Mengapa demikian? Karena jika terjadi getaran, maka cahaya yang ditangkap hilang dan kabur.

Untuk pengaturan segitiga eksposur standar, dimana shutter speed diatur ke level yang lebih rendah, setidaknya 30 detik.

Penutup

Sebenarnya, agak sulit untuk ambil foto light trail apalagi jika ada banyak objek selain kendaraan yang muncul sampai getaran yang tiba-tiba terjadi.

Disisi lain, proses yang sama juga berlaku saat membuat lukisan cahaya, untuk menghasilkan cahaya bergaris menggunakan dioda pemancar cahaya atau LED.

Tapi ini kembali ke kreativitas fotografer itu sendiri. Karena objeknya ada banyak termasuk itu kendaraan, lampu LED, senter dan lain sebagainya.

Demikian artikel tentang pengertian fotografi light trail termasuk settingan dasar, teknik dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

5 pemikiran pada “Fotografi Light Trail: Settingan Dasar, Teknik dan Contoh”

  1. Template yang ini bisa didapat di mana ya, apa tersedia untuk versi blogspot? Saya suka template blognya.

    Balas
    • Maaf mas, template ini khusus wordpress

      Balas
  2. Mantap mas, sangat membantu artikelnya

    Balas

Tinggalkan komentar