Fotografi Landscape: Pengertian, Sejarah, Tujuan, Jenis dan Contoh

Fotografi landscape lahir dari hubungan erat antara manusia, alam dan seni sebab ketiganya tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.

Mengapa demikian? Pertama, karena manusia bergantung penuh pada alam dan mayoritas karya seni yang dihasilkan terinspirasi darinya.

Disisi lain, meskipun interaksi manusia dengan alam terjadi setiap detiknya, tapi kekaguman manusia terhadapnya selalu muncul.

Dan ini tersirat dalam banyak hal termasuk dalam fotografi. Karena itulah, ada aliran fotografi yang secara khusus mengabadikan pemandangan alam.

Dalam praktiknya kemudian, fotografi lanskap melahirkan banyak sekali subgenre, termasuk fotografi alam dan alam liar.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang cari teknik fotografi landscape, contoh landscape, ciri-ciri fotografi lanskap dan pertanyaan lain sejenis, simak artikel ini sampai habis.

Pengertian fotografi Landscape

Pada awalnya, istilah landscape mengacu pada lukisan yang mempresentasikan pemandangan alam yang luas.

Kata ini sendiri diserap dari bahasa Belanda, landschap atau lanskap dalam bahasa Indonesia yang dalam pengertian sekunder merujuk pada wilayah.

Secara etimologis, landschap diambil dari dua kata yakni Land yang berarti tanah dan schap yang berarti kondisi.

Dengan demikian, lanskap adalah suatu kondisi tanah yang ketika diadopsi dalam fotografi menjadi pemandangan.

Disisi lain, dalam seni lukis, landscape punya arti non-artistik, yang merujuk pada bidang tanah dengan karakteristik tertentu yang membedakannya dengan yang lain.

Baca Juga:

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan fotografi lanskap? Fotografi lanscape adalah genre fotografi yang objeknya fokus pada pemandangan alam luas.

Ciri utama dari fotografi jenis ini ada pada bentuk fotonya yang horizontal dan bukan vertikal serta menampilkan semua fitur yang kelihatan dari alam yang punya daya tarik estetika.

Intinya, fotografi landscape adalah seni menangkap foto atau gambar dengan fokus utama ke objek alam yang maha luas.

Dengan demikian, fotografi landscape pada dasarnya hanya menangkap keindahan alam dan wilayah terbuka saja.

Pada akhirnya, foto yang diambil akan membawa audiens ke dalam satu pemandangan yang ketika dilihat akan mempengaruhi emosi dan perspektif.

Sejarah singkat fotografi landscape

Fotografi landscape
Foto pertama di dunia karya Joseph Nicéphore Niépce via lifepixel.com

Ketertarikan manusia terhadap alam sudah ada jauh sebelum teknologi fotografi muncul. Ini terlihat dari banyaknya lukisan pemandangan yang dibuat.

Lukisan-lukisan tersebut jadi tanda atau bukti bahwa potret pemandangan telah jadi objek inspirasi utama para seniman.

Pada abad ke-19, setelah kamera mulai ditemukan, lanskap jadi subjek pertama dan sempurna bagi fotografi karena posisi dan sifatnya yang statis.

Hanya saja, agak sulit menentukan kapan dan dimana fotografi landscape mulai diadopsi. Dari berbagia catatan, diketahui kalau foto lanskap diambil antara tahun 1826-1827.

Ini terlihat dari foto buatan Nicéphore Niépce, yang sampai hari ini dianggap sebagai foto pertama di dunia.

Dan kebetulan, foto itu adalah foto landscape. Dan ini semakin memperkuat bukti bahwa, pemandangan selalu dan akan selalu jadi objek utama fotografi.

Berikutnya pada tahun 1904, fotografi lanskap mulai dikenal secara luas setelah Edward Steichen mempublikasikan fotonya yang berjudul Moonlight: The Pond.

Fotografi landscape
Gambar The Pond: Moonlight karya Edward Steichen via wikipedia.org

Hanya saja, aktivitas ini mulai populer pada abad ke-20 setelah fotografer kenaaman Amerika, Ansel Adams mempublikasikan foto-foto karyanya yang sebagian besar tentang alam.

Dan setelah internet ditemukan, penggunaan kata landscape telah meningkat dari waktu ke waktu. Dan ada beberapa alasan mengapa kata ini populer, diantaranya:

  • Manusia tinggal dekat dengan alam baik yang buatan atau yang alami
  • Manusia, secara tidak sadar, suka warna-warna indah yang sering terlihat dalam foto pemandangan
  • Kata landscape sering diidentifikasi sebagai subjek dan bukan objek
  • Fotografi landscape lebih bergantung pada seni dan kreativitas dibanding peralatan
  • Tidak diperlukan peralatan khusus, kecuali kamera, lensa serta tripod jika diperlukan

Lantas, apakah fotografi landscape merupakan genre fotografi? Tentu saja. Dan ini merupakan satu atau beberapa bagian yang sudah saya bahas disini.

Tujuan fotografi landscape

Mengapa fotografi landscape ini ada? Apa tujuannya? Secara umum, ada 4 tujuan fotografi lanskap, diantaranya:

1. Menceritakan sebuah kisah

Sebuah kisah, dalam konteks ini, mengacu pada hubungan antara fotografer, gambar yang dihasilkan, pemandangan dan audiens.

Pada akhirnya, hubungan tersebut akan membentuk kenangan atau kisah sendiri yang memorial dan mudah diingat.

2. Menampilkan pemandangan alam luas

Seperti yang ada di atas dimana pemandangan alam yang luas dan bebas selalu dan akan selalu jadi objek fotografi landscape.

Karena merupakan objek, maka alam harus ditunjukkan sebagaimana adanya tanpa ada pengaturan sedikitpun.

3. Menunjukkan emosi dan perspektif dalam satu waktu

Emosi dan perspektif yang ditunjukkan dalam fotografi landscape harus ditunjukkan dalam satu waktu yakni lewat foto.

Dengan demikian, fotografi tersebut harus dibuat sebagus mungkin yang pada akhirnya bisa menunjukkan kondisi sebagaimana adanya.

4. Representatif

Karena menampilkan alam dengan kesan yang luas, maka fotografi landscape juga bertujuan untuk menciptakan gaya representasional.

Dalam konteks ini, maka foto akan ditampilkan sebagaimana adanya di kehidupan nyata, dengan tambahan atau penyesuaian sedikit.

Jenis dan Contoh fotografi lanskap

Secara umum, ada beberapa jenis fotografi landscape mulai dari fotografi alam, urban atau perkotaan sampai kesan yang dihasilkannya.

Kesan tersebut mulai dari representatif dari alam dan juga impresi. Berikut penjelasannya:

1. Fotografi alam

Fotografi Landscape
Gambar via ephotozine.com

Fotografi alam atau nature photography adalah aliran dalam fotografi landscape dengan fokus utama pada alam.

Hanya saja, kata alam ini bisa mencakup segala hal baik yang ada didalam bumi dan di luar bumi termasuk bangunan urban di perkotaan.

Agar spesifik, artikan saja kata alam ini sebagai pemandangan hutan, pepohonan, sabana luas, pegunungan dan lain sebagainya.

2. Urban photography

Fotografi Landscape
Gambar via borneodigital.id

Dalam konteks fotografi landscape, urban photography disebut fotografi landscape urban yang memperlihatkan keadaan atau pemandangan alam perkotaan.

Karena memperlihatkan suatu keadaan yang terus berubah, maka atmosfer tentang perkotaan harus benar-benar dilibatkan.

Apakah itu hiruk-pikuk pekerja kantoran, lalu lintas kendaraan bermotor, gedung-gedung pencakar langit, sisi lain kehidupan perkotaan dan lain sebagainya.

Urban photography sendiri terbagi dalam beberapa sub bagian atau sub genre, diantaranya:

  • Cityscape yang merujuk pada pemandangan perkotaan dalam artian yang lebih kompleks namun fokus pada kemegahan, kemewahan dan keramaian
  • Arsitektur yang fokus pada bangunan-bangunan di daerah perkotaan dan aktivitas didalamnya
  • Candid street yang merujuk pada aktivitas atau kegiatan manusia yang tinggal di wilayah perkotaan dalam konteks city landscape

3. Foto lanskap impressi

Fotografi Landscape
Gambar via visualwilderness.com

Fotografi landscape impresi merupakan istilah subjektif, yang menunjukkan sisi seni atau artistik dari foto landscape itu sendiri.

Mengapa demikian? Karena tiap fotografer punya emosi sendiri-sendiri saat mengambil satu foto begitu juga dengan audiens yang melihatnya.

Jadi, apa sih yang dimaksud dengan foto landscape impresi? Ini merupakan representasi visual dari landscape dalam artian seni.

Dan ia bisa berarti apa saja. Jika objek utamanya adalah alam, entah itu hutan belantara atau perkotaan, maka ia masuk kategori ini.

4. Landscape representatif

Fotografi Landscape
Gambar via needpix.com

Fotografi landscape representatif ini mirip dengan foto impresi diatas namun dalam konteks yang lebih teknis.

Misalnya, fotografer yang ambil foto bangunan dan aktivitas didalamnya dengan memperlihatkan keadaan sesungguhnya dari bangunan atau manusia itu sendiri.

Jadi, tidak ada perubahan dari segi tampilan, furniture, arsitektur dan lain sebagainya. Jadi, untuk dapat foto jenis ini, kemampuan fotografi dan representatif diperlukan.

Jika dilihat lebih jauh lagi, fotografi representatif ini terbagi dalam beberapa subgenre, diantaranya:

  • Foto lanskap abstrak yang menampilkan gaya abstrak dengan tetap menggunakan bentuk dan warna sebagai elemen utama dari foto. Tujuannya untuk menunjukan pemandangan yang realistis. Karena itu, fotografi landscape abstrak kadang dikategorikan sebagai karya seni rupa. Misalnya, refleksi atau riak dalam air atau gambar yang diambil dengan gerakan kamera yang disengaja adalah contoh dari foto landscape.
  • Fotografi Lanskap Pedesaan yang menunjukkan hubungan manusia dengan alam dalam simbol paling sederhana dengan atau tanpa melibatkan manusia tapi, lewat gambar tersebut, audiens bisa tahu kalau pasti ada manusia yang tinggal
  • Fotografi Hamparan Laut atau Seascapes yang merujuk pada foto landscape khusus yang representatif pada satu objek yakni laut dan bagian-bagiannya termasuk pantai, bentangan lautan dan seterusnya
  • Fotografi Lanskap Dokumentasi tentang lingkungan yang menunjukkan kalau alam tersebut masih benar-benar perawan, tanpa ada pengaruh manusia didalamnya.

Dalam bahasa artistik, lanskap dokumentasi dianggap sebagai foto landscape yang sesungguhnya meski bergantung pada objek foto apakah alam sepenuhnya atau melibatkan manusia.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan ditanyakan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa beda fotografi landscape dan fotografi alam?

Istilah landscape cukup luas termasuk pegunungan, perbukitan, lautan, perkotaan, pedesaan dan lain sebagainya.

Intinya, jika ingin mengidentifikasi perbedaan fotografi landscape dan fotografi alam, penting untuk melihat lebih dekat objeknya.

Artinya, apabila objeknya fokus pada alam tanpa ada unsur manusia didalamnya maka ia bisa dikategorikan nature photography dalam arti yang lebih teknis.

2. Apa perbedaan fotografi lanskap dan wildlife photography atau alam liar?

Untuk diketahui, wildlife photography atau fotografi alam liar adalah subgenre dari fotografi alam. Dan fotografi alam, merupakan bagian dari fotografi landscape.

Artinya, fotografi alam liar juga merupakan bagian dari lanskap fotografi tapi fokus pada kehidupan satwa atau hewan liar di habitatnya.

3. Apa saja yang tidak termasuk bagian dari fotografi lanskap?

Ada banyak misalnya, fotografi landscape bukan merupakan fotojurnalistik dan bukan juga foto dokumentasi.

Mengapa demikian? Karena landscape dibuat tidak untuk tujuan tertentu melainkan hanya foto yang memperlihatkan pemandangan alam dengan cara biasa.

4. Apa saja tantangan dan peralatan yang dibutuhkan saat fotografi landscape?

Tergantung angle yang dipilih. Misalnya, jika ingin ambil foto pemandangan luas yang menggabungkan alam dan lautan, mungkin harus ambil di foto ketinggian.

Dan ada dua hal yang dibutuhkan pertama drone. Jika tidak punya drone, tentu harus ambil foto di pegunungan.

Selain itu, karena objeknya alam, maka harus siap kerja di luar ruangan, dengan cara alami, dengan pencahayaan alami dan unsur-unsur lainnya.

Sementara, peralatan yang dibutuhkan cukup standar mulai dari kamera, memory card, baterai cadangan dan seterusnya.

Hanya saja, jika mau foto hutan belantara, mungkin harus siapkan beberapa perlengkapan tambahan seperti tongkat, tali, kotak P3K dan peralatan penunjang lainnya.

Penutup

Seperti yang sudah disebutkan diatas dimana lanskap fotografi adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan hasil fotografi alam dan hubungannya dengan manusia.

Meski secara umum dianggap sebagai fotografi yang khusus mengabadikan keindahan alam bebas, perkotaan dan lain sebagainya.

Pendapat tersebut memang tidak salah tapi tidak sepenuhnya benar. Mengingat istilah landscape juga bisa digunakan pada berbagai hasil foto dengan genre berbeda.

Hanya saja, semua kembali ke preferensi fotografer dan fokusnya kemana. Karena sekalipun disebut fotografi landscape tapi kalau fokusnya ke hewan liar, maka bisa disebut wildlife photography,

Demikian artikel tentang pengertian fotografi landscape termasuk sejarah, tujuan, jenis dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar