Fotografi Komersial: Pengertian, Jenis, Tips dan Cara

Ada beberapa skill yang wajib dimiliki terlebih untuk anda yang ingin fokus ke genre fotografi komersial.

Selain pemahaman yang baik soal teknik dasar fotografi, juga harus punya kemampuan manajemen tim dan bisa komunikasi dengan baik sama klien.

Beberapa dari anda mungkin pernah melihat papan billboard berisikan gambar tentang suatu produk atau layanan tertentu.

Atau mungkin, gambar-gambar iklan yang anda lihat misalnya di kemasan produk, iklan di internet atau di media sosial.

Semua hal tersebut merupakan foto atau gambar iklan komersial yang dibuat dengan tujuan untuk mempromosikan dan memperkenalkan satu produk atau layanan dari perusahaan.

Dan hari ini, tren fotografi iklan komersial sudah sangat berkembang. Perubahan demi perubahan terjadi, bahkan sangat cepat.

Beda dengan dulu, saat internet belum dikenal manusia. Mungkin sifatnya masih eksklusif dan terbatas pada kolom advertorial pada koran atau majalah serta billboard.

Artinya, fotografi iklan komersial sudah ada dimana-mana. Entah itu didepan kedai kopi, di dekat ATM, persimpangan jalan dan mungkin di kamar mandi umum.

Dan perannya sangat bermanfaat, terlebih dalam hal pemasaran. Karena, fotografi komersial bisa mendorong konversi produk atau layanan secara drastis.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan fotografi iklan komersial? Apakah definisinya sama dengan Commercial Photography?

Hal apa saja yang perlu diperhatikan saat melakukan pemotretan komersial? Bagaimana sejarah fotografi komersial? Apa saja teknik fotografi komersial?

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Apa itu fotografi komersial?

Fotografi iklan komersial yang kadang juga disebut Commercial Photography adalah kegiatan fotografi yang hasil fotonya digunakan untuk mempromosikan produk dan layanan.

Karena orientasi hasilnya demikian, maka genre fotografi satu ini bisa diartikan sebagai fotografi iklan atau advertising photography.

Artinya, fotografer iklan komersial mengambil gambar produk atau subjek untuk tujuan komersial dan pemasaran.

Dalam sesi foto komersial, fotografer biasanya bekerja sesuai dengan permintaan klien, pedoman merk dan citra produk.

Dengan begitu, sebagai fotografer komersial, anda harus mengambil foto produk atau individu yang akan digunakan nantinya dalam penjualan produk atua layanan.

Artinya, proses fotografi yang dilakukan bisa sangat varaitif. Misalnya, ambil foto model, ambil foto produk, melengkai materi advertising dan lain seabgainya.

Disisi lain, agak sulit untuk menjelaskan definisi yang sebenarnya dari fotografer komersial karena istilah komersial cakupannya sangat luas.

Intinya, fotografi komersial adalah genre fotografi yang fokus untuk mengambil foto yang ditujukan untuk tujuan periklanan.

Ambil contoh Ansel Easton Adams, salah satu founding father di bidang fotografi. Mayoritas orang kenal beliau sebagai fotografer lanskap.

Itu tidak salah. Tapi, Adams juga kerja di Departemen Dalam Negeri AS untuk mengambil foto taman nasional yang mana, foto tersebut digunakan untuk tujuan periklanan.

Artinya, cukup tepat juga jika menyebut kalau Ansel Adams ini adalah fotografer komersial juga karena hasil hasil fotonya.

Poin utama yang membedakan foto komersial dengan genre lain adalah niat di balik proses pengambilan foto tersebut.

Disisi lain, bagi saya pribadi, fotografi iklan komersial adalah segala sesuatu yang menunjukan pada kegiatan merekam, termasuk mengambil foto menggunakan kamera untuk tujuan komersial.

Sementara, para pelakunya, yang kemudian disebut fotografer iklan komersial adalah individu atau kelompok yang terlibat langsung dalam proses pembuatan foto iklan komersial.

Mulai dari make up artist yang bertugas sebagai stylish, digital image retouching, klien dan fotografer itu sendiri.

Jenis fotografi Komersial

Secara umum, fotografi komersial terbagi dalam beberapa macam atau jenis yang disesuaikan sama tujuan pembuatan foto dan fokusnya, seperti:

1. Fotografi fashion

Fashion fotografi adalah genre fotografi yang punya hubungan erat dengan dunian fashion. Termasuk didalamnya pengambilan foto untuk sampul majalah.

Atau mungkin pemotretan pakaian untuk toko online dan lain sebagainya. Sepanjang ia masih punya hubungan sama fashion, maka ia masuk kategori ini.

2. Fotografi portrait

Fotografi portrait atau portret fotografi adalah gaya fotografi yang fokus pada subjek manusia, yang juga banyak digunakan secara komersial.

Contoh paling sederhana adalah foto di situs microstock yang menggambarkan orang lagi kerja, merenung, berbicara, marah dan lain sebagainya.

Tiap foto tersebut bisa digunakan untuk gambar di situs web bisnis atau untuk tujuan pemasaran lainnya, iklan di Facebook misalnya.

Bahkan, dengan menggunakan foto portrait tersebut, calon konsumen dapat dengan mudah mengaitkan produk dengan seseorang sekalipun orang tersebut tidak mereka kenal.

3. Fotografi produk

Perusahaan biasanya gunakan fotografi produk untuk mempromosikan fitur dan manfaat spesifik dari satu produk dan layanan.

Artinya, fotografer produk harus mengambil foto produk dengan cara yang paling fotogenik yang bisa mendorong konversi dan brand awareness.

4. Fotografi makanan

Fotografi makanan adalah jenis fotografi umum yang melibatkan pengambilan foto tekstur makanan yang diinginkan untuk kemasaran produk atau daftar menu.

Artinya, food fotografi termasuk dalam kategori fotografi iklan komersial terlebih jika dibuat secara komersial dan untuk keperluan periklanan.

5. Fotografi arsitektural

Fotografrasi arsitektur komersial adalah suatu proses, cara dan hasil pemotretan bangunan dan struktur lain untuk menceritakan sebuah kisah.

Perusahaan biasanya pakai foto-foto ini untuk brosur, pemasaran di situs web, promosi di koran sampai untuk portofolio.

Meski demikian, cakupannya lebih luas dimana fotografer bisa ambil foto objek bangunan apa saja seperti jembatan, terowongan atau jenis konstruksi lainnya.

6. Fotografi interior

Fotografi interior fokus pada penyorotan desain interior yang luar biasa untuk menampilkan desain unik dari sebuah desain.

Dengan demikian, fotografi real estate juga masuk dalam ktegori ini karean menampilakn rumah atau ruangan dalam bentuk foto untuk diberikan kepada calon pembeli.

Contoh produk fotografi komersial

Fotografi dapat digunakan untuk tujuan komersial guna membantu mempromosikan atau menjual produk, acara, layanan dan lain sebagainya.

Itulah yang kemudian jadi contoh fotografi iklan komersial itu sendiri. Agar jelas, berikut disajikan 4 contoh fotografi komersial, diantaranya:

1. Promosi hiburan atau entertainment promotion

Promosi hiburan adalah bagian dari pemasaran untuk acara televisi atau film termasuk di media periklanan lain, reklame misalnya.

Biasanya, setiap acara TV mengalokiasikan bid untuk iklan dan sebagian dari iklan tersebut mencakup papan iklan promosi yang ditempatkan di lokasi tertentu.

Tujuannya tak lain adalah untuk menyakinkan penonton agar menonton acara baru tersebut atau pergi ke bioskop untuk menyaksikan film yang dibuat.

2. Brosur perjalanan atau travel brochures

Pamflet perjalanan bisa membuat suatu tempat terlihat seperti tempat liburan yang ideal dan ini bisa jadi salah satu pertimbangan saat traveling.

Artinya, foto-foto didalam brosur itu secara tidak langsung mendorong agar orang yang melihatnya segera berkunjung ke tempat tersebut.

3. Kemasan produk atau product packaging

Hasil fotografi juga digunakan dalam kemasan produk yang didalamnya melibatkan pengambilan gambar produk paling menarik.

Karena merupakan gambar yang paling menarik, maka ia kemudian digunakan untuk gambar pada kemasan guna menarik minat orang untuk membelinya.

4. Sampul buku atau book covers

Mayoritas sampul buku saat ini, produk dasarnya juga berasal dari fotografi. Artinya, penerbit bisa gunakan satu atau lebih foto untuk digunakan sebagai sampul.

Dan apabila buku tersebut dijual secara komersial, maka foto tersebut layak dimasukkan dalam kategori fotografi komersial.

5 Tips Menjadi Fotografer Iklan Komersial

Nah tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 5 tips menjadi fotografer iklan komersial. Tips apa saja itu? Ini dia daftarnya:

1. Pilih satu spesialisasi saja

fotografer iklan komersial
via clickbooq.com

Mungkin beberapa dari anda tidak mengetahui bahwa fotografi iklan komersial itu mencakup semua genre fotografi yang anda mulai dari lanscape, food, portrait, fashion dan seterusnya.

Wedding fotografer juga termasuk komersial fotografi karena menjual hasil karya berupa foto kepada pelanggan dan pelanggan kemudian membayar sejumlah uang atas karya tersebut. Hanya saja, target bisnis wedding fotografi lebih ke perorangan alias mereka yang bakalan menikah.

Baca Juga : 6 Manfaat Membuat Foto Produk Yang Unik dan Menarik

Dan akibat perkembangan ilmu fotografi yang begitu luas, spesialisasi sangat dibutuhkan. Karena pada dasarnya, semua orang ingin terjun ke semua jenis atau genre fotografi.

Kalau anda ingin melakukan hal yang spesifik dan spesial, fokus pada satu genre fotografi saja. Seperti misalnya, fotografi iklan komersial.

Setelah itu, silahkan buat portofolio anda baik portofolio cetak ataupun online. Dari sini, orang-orang bisa melihat hasil karya anda yang mungkin, salah satu dari mereka akan menjadi klien anda.

2. Menguasai teknik dasar fotografi

Setelah memilih spesialisasi fotografi langkah selanjutnya adalah menguasai teknik-teknik dasar fotografi. Ini penting sekali.

Dulu, mungkin orang-orang tidak percaya dengan teknik. Namun sekarang tidak lagi. Dan ingat, anda tidak boleh egois dalam belajar.

Baca Juga : Cara Membuat Foto Produk Yang Unik dan Menarik

Apalagi jika anda sudah berkeluarga dan menggunakan kamera sebagai sumber penghasilan utama untuk menghidupi banyak orang.

Teknik fotografi ini mendasar dan penting sekali. Karena dengan mengetahui teknik yang baik anda bisa mewujudkan ekspresi dan imajinasi anda ke dalam sebuah foto yang diinginkan oleh klien.

Untuk menguasai teknik fotografi, setidaknya ada 4 elemen utama yang harus anda pelajari, antara lain:

a. Lighting

Lighting atau pencahayaan ini berhubungan dengan kondisi pencahayaan dimana anda mengambil foto.

Namun, lighting juga dipengaruhi oleh shutter speed, ISO dan juga lensa yang digunakan.

Karena sebagian besar fotografi iklan komersial dilakukan didalam ruangan maka baiknya anda tahu persis cahaya yang ada.

Sesuaikan dengan permintaan klien. Apabila ia menginginkan gambar yang agak sedikit gelap atau terang maka silahkan buat foto seperti itu.

b. kamera

Perlu anda ingat, kamera termahal bukan satu jaminan bahwa foto yang anda hasilkan itu akan bagus.

Meskipun anda menggunakan kamera tercanggih keluaran terbaru hal itu tidak akan pernah bisa mewujudkan layout yang diinginkan.

Terutama disisi klien anda. Oleh karena itu, anda bisa menggunakan kamera biasa saja yang akan mendukung pekerjaan anda.

c. komposisi

Berbicara mengenai komposisi sebenarnya kita membicarakan mengenai shutter speed, ISO dan mungkin juga lensa yang digunakan.

Semua hal ini akan mempengaruhi pada hasil foto yang anda buat. Oleh karena itu, pelajarilah teknik komposisi yang baik.

d. lensa

Yang terakhir adalah lensa kamera. Baiknya, anda menggunakan kamera yang memungkinkan untuk diganti lensanya sesuai dengan kebutuhan fotografi saat itu.

Karena memang, fotografi iklan komersial selalu melibatkan dimensi dan subjek yang berbeda, maka siapkan berbagai varian lensa yang bisa mendukung kinerja anda.

3. Asah jiwa kepemimpinan

fotografer iklan komersial
via shawntalbot.com

Mengapa sih harus mengasah jiwa kepemimpinan? Karena biasanya, untuk terjun ke bisnis fotografi iklan komersial sudah wajib bekerja sama dengan tim.

Dimana, anda sebagai seorang fotografer akan memimpin sebuah tim yang memungkinkan anda untuk mewujudkan konsep menjadi sebuah foto yang disukai klien.

Baca Juga : Cara Agar Bisa Menang Lomba Fotografi

Ini berhubungan erat dengan team working, dimana anda harus bisa mengakomodir tim termasuk membuat klien tenang.

Istilahnya, proyek yang sedang anda tangani ini dilakukan oleh orang yang tepat. Dan semua hal ini akan bersinergi untuk menghasilkan sebuah karya fotografi yang dapat di komersialkan.

Mungkin juga, beberapa proyek yang anda tangani tidak sesuai dengan ekspektasi. Dan ini wajar. Karena tidak semua proyek akan berjalan dengan mulus.

4. Manajemen team work

fotografer iklan komersial
via bethhallphotography.com

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, fotografi iklan komersial selalu dan selalu melibatkan tim. Sehingga, anda harus tahu persis bagaimana cara memanajamen team work.

Biasanya, untuk iklan komersial lebih banyak melibatkan orang mulai dari produser, make up artist, workdrop, image retoucher dan lain sebagainya.

Yang berarti, anda tidak akan bisa berjalan sendirian. Sebab, ini adalah bisnis anda, yang merupakan sumber penghasilan anda dan tim anda. Pastikan juga mereka bekerja sesuai dangan tupoksinya [tugas pokok dan fungsi] serta profesional.

5. Asah skill komunikasi

fotografer iklan komersial
via luerzersarchive.com

Sebenarnya, mengasah kemampuan berkomunikasi tidak saja untuk fotografi iklan komersial tetapi juga semua jenis bisnis entah itu di bidang fotografi atau bukan.

Yang berarti, anda harus pintar berkomunikasi dengan siapapun. Jadi, meskipun anda bisa dan mampu menghasilkan foto yang bagus tetapi belum tentu itu disukai oleh klien anda.

Oleh karena itu, anda harus berkomunikasi dengan mereka untuk memahami apa yang di inginkan klien, termasuk juga menjelaskan konsep dan waktu yang dibutuhkan.

Jadi anda harus tanggap dan selalu berdialog dengan klien dan tim kerja anda. Komunikasi itu tidak saja soal bagaimana berbicara nyambung tetapi peka terhadap situasi di sekeliling.

Oh iya, sebelum melaksanakan sesi fotografi baiknya anda melakukan pre-producting meeting. Dimana, klien menjelaskan konsep kepada anda, lalu anda menjelaskan kepada tim tentang konsep tersebut.

Disini, silahkan anda mempresentasikan ide anda. Biasanya juga, saat sesi pemotretan klien akan datang untuk melihat prosesnya atau, mereka biasanya akan melihat hasilnya sebelum sepakat.

Sehingga, jika anda yang kurang, tidak sesuai dengan harapan, anda harus berusaha memperbaikinya sampai foto tersebut berhasil disetujui oleh klien. Jadi tidak boleh sembarangan ya.

Penutup

Sebagai salah satu genre fotografi yang paling berkembang saat ini, fotografi iklan komersial memiliki tantangan tersendiri baik untuk pelaku ataupun pelanggan.

Tren ini juga cepat sekali berubah terutama disisi pengguna atau pihak ketiga diluar klien atau fotografer.

Jika sebuah foto iklan komersial berhasil menyita perhatian orang selama beberapa detik maka tujuan dari fotografi iklan komersial ini berhasil.

Demikian artikel tentang fotografi komersial: pengertian, jenis, tips dan cara. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar