Fotografi Forensik Adalah: Pengertian, Jenis, Klasifikasi, Metode dan Penerapan

Banyak yang bilang kalau fotografi forensik adalah salah satu cabang atau genre dalam dunia fotografi. Apakah benar demikian?

Memangnya, fotografi forensik ini menggunakan kamera dalam aktivitasnya? Apakah prinsip fotografi diterapkan? Tujuannya untuk apa?

Sebagai salah satu prosedur dalam odontologi forensik modern yang membantu proses investigasi tentu saja fotografi forensik adalah genre fotografi.

Mengapa? Karena dalam prosesnya menggunakan kamera dan menerapkan prinsip fotografi untuk tujuan yang spesifik.

Yakni untuk menggunakan foto tersebut sebagai bukti dan berkas guna melengkapi proses penyidikan dan penuntutan di pegadilan.

Jadi, dalam suatu kasus, peran fotografer forensik ini sangat penting begitu juga dengan hasil foto yang diambil.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan fotografi forensik? Apakah sama dengan fotografi TKP? Apa saja jenis dan klasifikasinya?

Penasaran jawaban dari beberapa pertanyaan dasar diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Apa itu Fotografi forensik?

Fotografi forensik atau forensic photography adalah suatu kegiatan merekam bukti material selama proses penyidikan dan investigasi untuk satu perkara.

Istilah ini punya penyebutan yang berbeda di berbagai negara mulai dari forensic imaging sampai crime scene photography.

Di Indonesia, lazim disebut fotografi Tempat Kejadian Perkara [TKP] atau foto forensik dengan definisi dan tujuan yang kurang lebih sama.

Lewat aktivitas fotografi tersebut, penyidik atau petugas berwenang akan menggunakan hasil foto sebagai salah satu berkas pelengkap untuk penuntutan di pengadilan.

Aktivitas ini mencakup pengambilan foto tempat kejadian perkara [TKP] atau aktivitas lainnya selama penyidikan berlangsung.


Baca Juga:


Seperti penggeledahan, pencarian barang bukti, rekonstruksi kejadian, foto korban dan barang bukti yang terkait.

Biasanya, aktivitas ini melibatkan fotogrametri atau fotografi skala stereofotogramentri, makrofotografi, fotografi panorama dan lain sebagainya.

Termasuk juga fotografi identifikasi wajah secara full face dan profiling serta fotoreproduksi dokumen pelengkap.

Teknik investasi dalam proses fotografi forensik ini melibatkan makrofotografi inframerah, ultraviolet, sinar-X, sinar gamma, holografi dan lain sebagainya.

Intinya, fotografi forensik atau foto forensik adalah suatu cara merekam bukti material yang, di beberapa negara, dari standar operasional prosedur penyidikan.

Dalam sejarah, penerapatan ilmu fotografi pada dunia forensik sudah dimulai sejak abad ke-19 oleh Alphonse Bertillon.

Bertillon sendiri merupakan Perwira Polisi di Prancis yang pertama kali menggunakan instrumen penelitian biometrik wajah.

fotografi forensik
Alphonse Bertillon [1853-1914] via independent.co.uk

Didalamnya melibatkan berbagai ilmu seperti antropologi dan antropomentri untuk penegakan hukum.

FYI, antropomentri adalah ilmu pertama yang secara langsung digunakan oleh Polisi atau pejabat berwenang dalam menegakkan undang-undang.

Berkat penerapan inilah Bertillon dianggap sebagai fotografer forensik pertama di dunia, yang prosesnya tak jauh beda seperti sekarang ini, perlatannya saja yang beda.

Yang mana, ia akan mendekati TKP seperti penyidik lainnya, mengambil beberapa foto jarak dekat atau jarak jauh termasuk dari atas, bawah, kiri dan kanan korban.

Sampai sekarang, fotografi forensik telah digunakan untuk membantu menyidik suatu perkara sampai pelakunya di adili dengan hukuman yang sesuai.

Jenis fotografi forensik

Jenis, dalam konteks ini, saya artikan sebagai bagian-bagian atau aliran dalam fotografi forensik. Dan secara umum, ia terbagi dalam dua jenis, yakni:

1. Fotografi Autopsi

Fotografi autopsi yang kadang juga disebut fotografi otopsi, adalah proses mendokumentasikan pemeriksaan tubuh korban lewat pembedahan.

Dengan begitu, dokter bisa mengetahui penyebab kematian korban, penyakit dan penyebab lainnya yang bisa diidentifikasi.

2. Fotografi TKP

Fotografi TKP adalah proses mendokumentasikan tempat kejadian perkara entah itu ditengah jalan, di gedung, di dalam kamar atau di tempat lainnya.

Klasifikasi fotografi TKP

Berbeda dengan dengan jenis yang sudah saya ulas di atas. Dimana, klasifikasi, dalam konteks ini, merujuk pada proses pengambilan foto di TKP.

Dan secara umum, ada tiga klasifikasi dalam proses pengambilan foto forensik, diantaranya:

a. Foto ikhtisar

Foto ikhtisar adalah foto yang bisa memberikan gambaran umum [overviews] tentang tempat kejadian perkara.

Mulai dari bagian luar bangunan tempat kejadian, pintu masuk, pintu keluar serta objek yang terkait lainnya.

Bisa foto orang-orang yang sedang menonton saat olah TKP dilakukan, siapa tahu ada dari mereka yang berstatus saksi, atau mungkin, pelakunya.

Intinya, foto ini mencakup semua gambaran umum ruangan dan bangunan, yang bisa diambil dari atas dan bawah serta setiap sudut ruangan.

b. Foto mid-range

Foto mid-rage dilakukan untuk mengambil foto bukti-bukti yang ada disekitar tempat kejadian atau mungkin di sekitar korban.

Disebut mid-range karena jarak pengambilan foto antara korban dan bukti cukup dekat, termasuk juga dengan fotografer itu sendiri.

c. Foto close-up

Terakhir ada foto close-up dimana fotografer mendokumentasikan semua bukti yang ada dengan gambar close-up.

Termasuk didalamnya mengidentifikasi tanda seperti bekas luka, cakaran, gigitan atau tanda-tanda kekerasan lainnya.

Dalam beberapa kasus, ada kemungkinan fotografer harus menempatkan penggaris untuk menetapkan panjang bekas luka.

Terakhir, fotografer forensik harus mengarsipkan foto tersebut dengan baik dan wajib diberikan nomor, filter waktu dan tanggal, lokasi dan deskripsi objek.

Namun semuanya sudah jauh lebih mudah berkat hadirnya foto digital entah Mirorless atau DLSR karena bisa menyimpan berbagai informasi penting saat pengambilan foto berlangsung.

Metode forensic imaging

Metode, dalam konteks ini, mengacu pada foto yang bisa diambil fotografer forensik terkait dengan objek yang diambil.

Misalnya, dalam kasus penembakan atau peluru nyasar, maka yang di foto adalah dari tubuh korban, selonsong peluru, pecahan kaca dan lain sebagainya.

Untuk tujuan kelengkapan dokumen penuntutan, kemungkinan diminta juga untuk foto luka korban yang masih hidup termasuk dokumentasi saksi.

Artinya, proses pengambilan fotonya harus sesuai dengan prosedur yang berlaku dan dokumentasinya sangat detail.

Dengan demikian, fotografer harus metodis alias tidak boleh menyelepelekan bukti apapun atau mungkin ambil foto yang tidak terkait dengan kejadian.

Prinsip dan Prosedur Fotografi Forensik

Tentu saja ada aturan yang harus diikuti untuk mendapatkan foto TKP yang sesuai prinsip dan prosedur yang berlaku.

Aturan ini mungkin berbeda antar negara, tapi mayoritas menggunakan prinsip dan prosedur standar dibawah ini:

  • Pertama, mengamankan TKP setelah kejadian diketahui. Artinya, TKP ini harus diamankan agar bentuknya sebagaimana adanya tanpa perubahan sedikitpun
  • Kedua, melakukan evaluasi kondisi seperti cahaya dan cuaca agar pengaturan atau setting kamera sesuai dengan kondisi yang ada
  • Memotret objek penting di sekitar korban termasuk indikasi atau tanda-tanda yang mungkin jadi penyebab kematian, lokasinya, luka dan kondisi korban pasca ditemukan dan bukti-bukti yang terkait dengannya
  • Menambahkan penanda bukti untuk mengurai setiap bukti yang ditemukan untuk digunakan saat rekonstruksi kejadian nantinya
  • Penggunaan teknik pencitraan khusus seperti laser, lampu biru atau hijau dan filter warna untuk mendeteksi sidik jari, bekas gigitan sampai jejak kaki

Peralatan Dasar untuk Fotografi TKP

Lantas, apa saja perlatan yang digunakan dalam fotografi forensik? Disesuaikan sih sama keadaan yang ada dengan pertimbangan cuaca, lokasi dan TKP.

Hanya saja, umumnya fotografer forensik akan menggunakan peralatan-peralatan seperti:

  • Lensa biasa, lensa sudut lebar dan lensa jarak dekat
  • Filter, Flash elektronik dan kabel jarak jauh untuk sinkronisasi lampu kilat elektronik
  • Cadangan Kamera, baterai, flash sampai memory card
  • Tripod, Film, panduan buku manual kamera dan flash
  • Buku catatan dan pena, penggaris, kartu indeks, spidol dan senter

Perlengkapan diatas adalah standar. Jadi diesuaikan sama kebutuhan, jenis kasus yang ditangani dan pertimbangan lain.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini akan saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa saja foto yang harus diambil saat melakukan aktivitas fotografi forensik?

Ada banyak mulai dari foto tempat kejadian perkara, lokasi di sekitar lokasi, bukti-bukti yang ada di lokasi, foto korban dan lain sebagainya. Soal ini sudah saya singgung dibagian atas.

2. Apa perbedaan fotografi forensik dan genre fotografi lain, fotografi makro atau human interest photography misalnya?

Fotografi forensik dilakukan untuk merekam atau mendokumentasikan semua hal yang berkaitan dengan suatu kejadian untuk tujuan penuntutan.

Hasil foto tersebut nantinya akan digunakan sebagai berkas dan dokumentasi bukti pelaku dan korban.

Nantina, dokumentasi tersebut akan dijadikan sebagai salah satu berkas dalam pelimpahan kasus ke Kejaksaan dan pengadilan dalam rangka penuntutan terlebih jika pelakunya sudah ditangkap.

Artinya, dari segi tujuan pengambilan foto, fungsi foto dan metodenya berbeda dengan jenis atau aliran fotografi lain seperti human interest photography.

3. Apa sih kegunaan fotografi forensik?

Kegunaan fotografi forensik sudah saya sebutkan diatas, secara tidak langsung. Agar lengkap, biar saja jelaskan lebih lanjut.

Secara umum, ada dua kegunaan fotografi TKP. Pertama, untuk mendokumentasikan tempat kejadian perkara secara langsung dan semua hal yang terkait dengan korban.

Kedua untuk digunakan oleh hakim sebagai barang bukti dan acuan saat pengambilan keputusan di persidangan yang sah.

4. Apa saja konsep dalam fotografi forensik?

Konsep fotografi bisa diartikan sebagai fokus dalam pengambilan fotonya. Sebagian juga sudah saya sebutkan diatas.

Dimana, fotografer forensik harus fokus pada subjek atau korban, jarak atau skala dengan barang bukti di sekitar korban dan referensi objek dengan bangunan lain.

Artinya, yang jadi fokus utama dalam fotografi TKP adalah TKP itu sendiri. Subjek utamanya adalah korban dan skala untuk membantu memvisualisasikan semua hal yang terkait.

5. Apa saja bukti dalam fotografi forensik?

Untuk bukti fotografi forensik ada banyak dan terbagi dalam beberapa bentuk mulai dari bukti biologis, bukti kimia, bukti motif dan bukti yang sudah terekam.

Semua bukti diatas juga harus berlandaskan analisis barang bukti fisik mencakup corpus delicti, modus operandi, keterkaitan, jenis kekerasan dan lain sebagainya.

7. Apa yang dimaksud dengan fotogramentri?

Soal fotogrametri sudah saya ulas di postingan ini termasuk definisi, jenis dan keterkaitannya dengan genre fotografi khusus lainnya termasuk fotografi forensik.

8. Apa perbedaan crime scene photography atau fotografi TKP dan fotografi forensik?

Secara umum, perbedaannya tidak terlalu signifikan. Meski demikian, ada beberapa orang yang mendefinisikannya secara berbeda.

Misalnya, fotografi TKP atau crime scene adalah kegiatan fotografi yang dilakukan hanya di tempat kejadian perkara saja.

Sementara, fotografi forensik mencakup aspek-aspek teknis lain seperti saat outopsi dan tidak termasuk fotografi TKP.

Ada juga yang berpendapat kalau fotografi forensik juga mencakup fotografi TKP. Intinya, dua istilah diatas terkait satu dengan yang lain.

9. Apa perbedaan foto forensik dan fotografi forensik?

Foto forensik adalah hasil dari kegiatan fotografi forensik yang dilakukan fotografer yang ditunjuk atau dilakukan oleh petugas berwenang langsung.

Sementara, fotografi forensik adalah ilmu yang dalam penerapannya menggunakan ilmu fotografi untuk tujuan penyidikan suatu kejadian.

Penutup

Jadi, fotograf forensik punya kaitan dengan hukum karena bisa memberikan catatan visual yang akurat tentang suatu kejadian, kecelakaan misalanya.

Kegiatan ini juga bisa membantu penyelidikan perkara atau proses hukum saat penununtan terjadi di pengadilan.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini bisa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang fotografi forensik adalah: pengertian, klasifikasi, metode dan tujuan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar