Fotografi Fashion: Pengertian, Jenis, Tips dan Cara

Jadi fotografer fashion tidak mudah. Karena fotografer harus bisa menghasilkan karya yang epik dan menarik.

Selain penguasaan yang baik atas materi fashion photography, pemahaman tren fashion yang sedang berkembang juga penting.

Apalagi jika fotografer buka jasa fotografi fashion dimana setiap foto yang dibuat harus sesuai keinginan redaksi, promoter atau klien. Plus, harus sesuai sama tren fashion yang sedang hype.

Apalagi perkembangan dunia fashion yang makin cepat dan masif akhir-akhir ini. Perkembangan itu tidak saja dipengaruhi style dari luar tapi juga dari dalam.

Perkembangan ini kemudian mengingatkan kenangan fotografi masa lalu, 10 tahun silam misalnya, dimana fashion sering berkaitan sama branding dan bukan genre.

Tapi apa sih yang dimaksud dengan fotografi fashion atau fashion photography? Apa saja jenis fotografi fashion? Bagaimana konsep fotografi fashion?

Termasuk teknik fotografi fashion, jenis fotografi fashion sampai perbedaannya dengan glamour photography. Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Berikut artikelnya untuk anda.

Apa itu Fotografi Fashion?

Fotografi Fashion

Fotografi fashion adalah subgenre dari fotografi komersial yang fokus untuk mengambil foto pakaian dan item fashion lainnya.

Mayoritas hasil foto digunakan untuk tujuan komersial atau periklanan seperti untuk ditempatkan di billboard atau di majalah.

Dalam praktiknya, aliran ini biasa melibatkan model yang mengenakan fashion dan item yang diinginkan.

Yang paling menantang pada profesi ini adalah soal bagaimana harus menghasilkan karya yang benar-benar punya nilai tawar di masyarakat.

Disisi lain, hasil fotografi fashion itu bukan murni karya pribadi atau perorangan seperti misalnya karya fotografer itu sendiri, melainkan karya bersama.

Mulai dari stylish atau make up artist, digital retoucher dan semua pihak yang terlihat didalamnya.

Sebenarnya, fotografi fashion sudah ada sejak alat fotografi mulai populer digunakan dan terus berubah seiring perkembangan zaman.

Dengan demikian, aliran ini harus terus memahami tren baru, menciptakan tren baru, mengkombinasikan tren masa lalu dan masa depan.

Baca Juga:

Intinya, fashion photography adalah sebuah foto yang dibuat khusus untuk menunjukan atau menampilkan pakaian dan aksesoris,

Biasanya dimaksud untuk mendokumentasikan dan menjual aksesoris dan pakain tersebut. Bahkan, bisa membentuk gaya fashion baru yang kemudian disebut fashionable.

Meski demikian, aliran atau gaya fotografi satu ini kadang-kadang disebut fana dan kepentingan pengambilan foto sering dipertanyakan.

Dibalik pro dan kontranya tersebut, bidang ini tetap bisa dijadikan salah satu profesi yang cukup menjanjikan.

Artinya, tidak ada salahnya jika terjun ke bidang ini, langsung ataupun tidak langsung. Asalkan mengikuti tips dan cara yang akan saya ulas di poin berikutnya.

Aliran dalam fotografi fashion

Sejauh ini, fotografi fashion terbagi dalam beberapa jenis mulai dari katalog fotografi sampai editorial. Berikut artikelnya:

1. Katalog fotografi

Fotografi katalog atau catalog photography adalah bentuk paling sederhana aliran fotografi fashion yang ada sekarang.

Mengapa demikian? Karena mayoritas foto yang dihasilkan punya hubungan erat dengan pakaian. Dan katalog fotografi fokus pada pakaian itu sendiri.

Disisi lain, banyak fotografer fashion yang mulai dari subgenre satu ini sebelum lanjut ke subgenre lain, fotografi mode misalnya.

Lantas, apakah katalog fotografi itu sama dengan fotografi produk? Secara umum tidak, secara khusus Ya.

Mengapa? Karena satu-satunya yang membedakan antara fotografi katalog dan fotografi produk ada pada model.

Meski demikian, fokusnya tetap sama yakni pakaian. Untuk latar belakang foto biasanya polos putih atau abu-abu.

Dan ada aksesoris minimal dan alat peraga lainnya yang dilibatkan. Model biasanya hanya berdiri tegak untuk memperlihatkan pakaian yang ia kenakan.

Walau ada juga yang melakukan beberapa pose berbeda untuk memperlihatkan fitur dari pakaian yang dianggap menarik seperti saku atau jahitan.

Masalah terbesar dalam fotografi katalog ada pada pencahayaan. Jadi, wajib untuk melibatkan pencahayaan yang baik tanpa menghilangkan tekstur dan warnanya.

Untuk itu, sebaik mungkin untuk hindari pakai lampu dalam ruangan atau melakukan sesi pemotretan di malam hari.

Keadaan ini pun melahirkan satu ciri khas penting dari fotografi katalog priduk yakni lookbook yang menggabungkan antara dua genre.

Yakni fotografi gaya hidup atau lifestyle photography dan melibatkan model yang mengenakan pakai di lokasi otentik dalam kehidupan sehari-hari.

2. High Fashion Photography

Berikutnya ada high fashion photography yang bisa didefinisikan sebagai fashion fotografi untuk sampul majalah atau buletin fashion.

Sesi pemotretan genre ini tetap melibatkan model terkenal, dengan pakaian yang kadang dianggap berlebihan dan tidak realistis.

Ini termasuk semua elemen yang terlibat didalamnya mulai dari gaya rambut yang tak biasa, pakaian yang agak nyetrik sampai lokasi foto tak lazim.

Dan style ini punya tantangan sendiri bagi fotografer. Mulai dari pemilihan set lokasi, pencahayaan, modelnya, gaya rambut dan lain sebagainya.

Jadi, keputusan sepenuhnya ada di tangan fotografer sebab harus bisa menyatukan kesan glamor dan unik sekaligus.

Karena itu, mayoritas fotografer hanya ingin menampilkan suasana hati untuk mendapatkan hasil yang bagus.

3. Street Fashion Photography

Fotografi mode jalanan atau street fashion photography, yang kadang juga disebut urban fashion, merupakan kebalikan dari high fashion yang sudah saya ulas diatas.

Subgenre dari aliran ini pun ada banyak seperti alternative fashion-grunge dan hip-hop yang kemudian melahirkan street fashion mainstream.

Apa yang ditampilkan dalam jenis fotografi fashion satu ini cukup beragam namun mayoritas produknya berupa pakaian yang dikenakan sehari-hari.

Seperti jeans, kameja, hoodies dan lain sebagainya. Intinya, yang ditampilkan itu adalah gaun yang biasa dikenakan sehari-hari dan memperlihatkan kenyamanan saat dikenakan.

Karena ambilnya dari di jalanan, biasanya fotografer mengambil set lokasi di jalan tanpa atau dengan menggunakan model.

Tapi, jika ambilnya random, harus hati-hati dalam mengambil foto dan pastikan anda dapat izin dari orang yang diambil fotonya.

Bahkan, dalam beberapa kasus, jika foto tersebut digunakan untuk tujuan komersial, diperlukan dokumen model release atau mungkin property rilis.

4. Editorial Fashion Photography

Terakhir ada fotografi mode editorial atau editorial fashion photography yang fokus untuk menceritakan kisah fashion.

Biasanya, aliran ini dapat dengan mudah ditemukan dalam publikasi di majalah, surat kabar atau media massa lainnya.

Artinya, foto tersebut dilengkapi dengan teks, yang menampilkan berbagai pesan, subjek dan item fashion secara kronologis dari waktu ke waktu.

Tips dan Cara Jadi Fotografer Fashion Yang Baik dan Benar

Jika mau jadi fotografer fashion, ada beberapa tips yang bisa dicoba. Berikut diantaranya:

1. Tahu tren fashion apa yang sedang berkembang

fotografer fashion
via pinterest.com

Mengetahui tren fashion apa yang sedang berkembang merupakan kemampuan paling dasar yang harus dimiliki fotografer fashion.

Ini penting sebab fotografer fashion harus tahu fashion. Kan gak mungkin mau fokus ke genre satu ini sementara anda tidak suka fashion dan tidak tahu trennya.

Selain tren, anda juga harus tahu konsepnya gimana dan pesan apa yang disampaikan dari tren yang berkembang.

Soal pengetahuan paling detail mungkin adalah kondisi bajunya, corak yang digunakan, tema pakaian dan poin teknis lain.

Selain pengetahuan soal tren, mengetahui tren yang akan berkembang 3-6 bulan ke depan juga penting. Disinilah tantangan sebenarnya jadi fotografer fashion.

Oleh karena itu, rajin-rajinlah cari inspirasi dengan cara ikut fashion week baik yang diselenggarakan secara lokal atau internasional.

Sebab dari acara-acara macam inilah anda bisa tahu warna yang akan tren ke depan, modelnya gimana, corak pakaian dan lain sebagainya.

2. Tahu teknik dasar fotografi

fashion fotografi
via steves-digicams.com

Selain tahu tren fashion, penguasaan soal teknik-teknik dasar fotografi juga penting. Ini esensial sekali.

Namun, pengetahuan itu tak cukup berhenti sampai pada satu titik saja. Oleh karena itu, kembangkan pengetahuan tersebut lagi dan lagi.

Dari sini anda bisa mengevaluasi pengetahuan anda sudah sampai dimana. Misalnya pengetahuan soal equipment yang digunakan, lighting outoor, lighting indoor dan lain sebagainya.

Termasuk juga bagaimana mengatur studio yang available life, bagaimana mengatur kamera saat lighting yang minim sehingga bisa disesuaikan dengan lensa yang digunakan.

Maksudnya adalah, skill fotografi anda harus terus diasah. Sehingga anda bisa dengan mudah menyesuaikan dengan macam-macam kondisi. Inilah pentingnya belajar lagi dasar-dasar fotografi.

3. Networking yang baik dengan semua orang

fotografer fashion
via tropicpic.com

Dalam kehidupan, networking atau jaringan sangat penting, begitu juga dalam dunia fotografi, terlebih jika anda cita-citanya mau jadi fotografer fashion.

Artinya, anda harus bangun jaringan dengan siapapun, termasuk dengan model, promotor dan semua orang yang terlibat didalamnya.

Networking yang baik juga akan membantu anda untuk mengasah skill, sekaligus untuk bisa sharing tentang fotografi dan bagaimana ekspektasi mereka terhadap sebuah foto.

Di tahap ini juga, dengan networking anda bisa mengukur kemampuan anda dengan para fotografer yang menggeluti bidang yang sama.

4. Bisa kerjasama dengan tim

fotografer fashion
via beritasatu.com

Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan orang lain. Setiap manusia sudah di desain oleh Tuhan untuk menjadi mahluk sosial.

Begitu juga saat menjadi fotografer fashion. Untuk genre yang ini, anda tidak mungkin bisa dilakukan sendirian tanpa bantuan orang lain.

Mulai dari atur settingan kamera, lighting, stylish atau make up artist, hingga sesi fotografi. Yang berarti anda harus bisa bekerja sama dengan orang lain.

Biasanya juga, untuk majalah fashion, dari ujung rambut sampai ujung kuku sudah ada orang ngatur. Tugas anda hanyalah membuat konsep, mengatur model lalu cekrek.

Dengan kata lain, anda harus bisa bekerja dengan tim. Pintar-pintarlah berkomunikasi dan berdialog dengan mereka, agar konsep yang diusung sesuai dengan harapan semua orang.

5. Punya konsep yang jelas tentang foto dari awal sampai akhir

fotografer fashion
via bhphotovideo.com

Menurut saya pribadi, konsep yang diangkat dalam fotografi fashion sangat krusial sekali. Oleh karena itu, pikirkan konsepnya dari awal sampai akhir dengan matang.

Karena menjadi seorang fotografer fashion, pekerjaannya bukan hanya ngambil foto saja lalu selesai. Tidak sesederhana itu.

Sebelum ambil foto, anda harus meeting dulu sama tim untuk diskusikan konsep foto, setelah itu ketemu sama stylishnya, sama promoter, redaktur, digital retoucher dan semua yang terlibat.

Dari sini tim bisa tahu temanya apa, model bisa tahu posenya gimana, baju yang dipakai, keinginan klien dan lain sebagainya.

Pada tahap konsep ini juga anda harus bicarakan soal lokasi, mungkin juga soal ijin penggunaan lokasi untuk sesi foto, hingga logistik yang mungkin dibutuhkan.

Jadi, saat saat proses pengambil foto berlangsung hingga selesai, semua orang happy. Tidak ada yang badmood dan tidak ada yang merasa dicurangi.

Yang hendak saya katakan adalah, pekerjaan anda bukan cuma motret saja. Prosesnya sangat panjang, bahkan memakan waktu.

Semua elemen ini kemudian terakumulasi menjadi konsep yang akan dieksekusi jadi sebuah foto yang menarik.

Jadi sebenarnya fotografer fashion itu tidak sekedar cekrek sana cekrek sini, selesai. Alias tidak sekedar ambil foto saja.

6. Punya portofolio sehingga promoter percaya dengan kemampuan

fotografer fashion
via bangkokpost.com

Salah satu hal penting yang harus dimiliki fotografer adalah portofolio sekalipun fotografer sudah kerja dibawah satu agensi foto.

Mengapa portofolio itu penting? Karena disinilah anda tunjukan segala karya atau hasil foto dan spesialisasi yang diambil.

Portofolio juga membantu anda untuk cari pekerjaan baru apabila sudah tak nyaman lagi dengan pekerjaan lama.

Bentuknya bisa berupa portofolio cetak atau pakai blog. Untuk blog, agar lebih profesional, baiknya beli domain dan hosting sendiri.

7. Pandai komunikasi dengan stylish

fotografer fashion
via london.bridestory.com

Menurut saya pribadi, agar hasil foto sesuai harapan semua pihak, komunikasi dengan stylish atau make up artist paling penting.

Disini, anda bisa susun konsep yang hendak diangkat pada foto. Yang berarti, anda akan duduk, berembuk lalu diskusi sama stylish.

Stylish juga bukan cuma satu orang, ada banyak orang. Yang berarti, pesan dan konsep itu harus matang. Dan

orang-orang yang terlibat didalamnya tahu dan mengerti tentang apa yang dibicarakan dan bagaimana harus mengerjakannya.

Komunikasi macam biasanya agak eksklusif alias terbatas pada stylish saja. Kedepannya, anda juga harus bisa berkomunikasi dengan setiap orang, terutama orang yang terlibat langsung saat sesi foto berlangsung.

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, menjadi fotografer fashion tidak sekedar motret saja. Ada proses yang harus anda lalui dan lakukan.

Setiap proses situ secara langsung bisa mematangkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki sebagai fotografer fashion.

Disisi lain, setiap elemen yang sudah saya bahas diatas merupakan akumulasi yang harus dipraktekan langsung.

Demikian artikel tentang definisi fotografi fashion, termasuk jenis, tips dan cara. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar