Fotografi Fashion: Pengertian, Jenis, Tips dan Cara

Jadi fotografer fashion tidak mudah. Karena fotografer harus bisa menghasilkan karya yang epik dan menarik. Artinya, penting untuk memahami pengertian fotografi fashion itu seperti apa.

Artinya, setiap foto yang dibuat harus sesuai keinginan redaksi, promoter atau klien. Plus, harus sesuai sama tren fashion yang sedang hype.

Saat ini perkembangan dunia fashion berlangsung cepat dan masif. Perkembangan itu tidak saja dipengaruhi dari dalam tetapi juga dari luar.

Misalnya, tren fashion Indonesia yang cenderung dipengaruhi oleh tren milenial, vintage , bohemian dan gaya ala-ala Korea.

Perkembangan ini kemudian mengingatkan banyak fotografer masa lalu, setidaknya 10 tahun silam, tentang branding dan juga genre fotografi yang diambil.

Yang paling menantang pada profesi ini adalah soal bagaimana harus menghasilkan karya yang benar-benar punya nilai tawar di masyarakat.

Sebenarnya juga, hasil fotografi fashion itu bukan murni karya pribadi atau perorangan seperti misalnya sang fotografer itu sendiri, melainkan sebuah karya bersama.

Mulai dari stylish atau make up artist, digital retoucher dan juga sang fotografer. Namun karya itu tetap di pampang diatas majalah, yang berarti karya tersebut adalah karya atas nama majalah.

Menjadi fotografer fashion untuk majalah berarti sudah menjadi karyawan tetap dan bukan fotografer kontributor atau freelancer.

Fotografer majalah fashion juga akan sering berurusan dengan model, artis, promotor, pihak redaksi dan semua orang yang terlibat.

Untuk itu, harus ada kemampuan-kemampuan dasar yang wajib dimiliki. Semua kemampuan itu akan diulas pada artikel kali ini.

Apa itu Fotografi Fashion?

Fotografi fashion adalah subgenre dari fotografi komersial yang fokus untuk mengambil foto pakaian dan item fashion lainnya.

Mayoritas hasil foto digunakan untuk tujuan komersial atau periklanan seperti untuk ditempatkan di billboard atau di majalah.

Selain itu, dalam praktiknya, aliran ini biasa melibatkan model yang mengenakan fashion dan item yang diinginkan.

Sebenarnya, fotografi fashion sudah ada sejak alat fotografi mulai populer digunakan dan terus berubah seiring perkembangan zaman.

Dengan demikian, aliran ini harus terus memahami tren baru, menciptakan tren baru, mengkombinasikan tren masa lalu dan masa depan.

Intinya, fotografi fashion adalah sebuah foto yang dibuat khusus untuk menunjukan atau menampilkan pakaian dan aksesoris,

Biasanya dimaksud untuk mendokumentasikan dan menjual aksesoris dan pakain tersebut. Bahkan, bisa membentuk gaya fashion baru yang kemudian disebut fashionable.

Meski demikian, aliran atau gaya fotografi satu ini kadang-kadang disebut fana dan kepentingan pengambilan foto sering dipertanyakan.

Dibalik pro dan kontranya tersebut, bidang ini tetap bisa dijadikan salah satu profesi yang cukup menjanjikan dan hype.

Artinya, tidak ada salahnya jika terjun ke bidang ini, langsung ataupun tidak langsung. Asalkan mengikuti tips dan cara yang akan saya ulas di poin berikutnya.

Aliran dalam fotografi fashion

Sejauh ini, fotografi fashion terbagi dalam beberapa jenis mulai dari katalog fotografi sampai editorial. Berikut artikelnya:

1. Katalog fotografi

Fotografi katalog atau catalog Photography adalah bentuk paling sederhana dari 4 gaya fotografi fashion sekarang. Tujuannya adalah untuk menjual pakaian dan fokusnya pada pakain itu sendiri.

Mayoritas fotografer fashion biasanya mulai dari subgenre ini sebelum lanjut ke subgenre lain, fotografi mode jalanan misalnya.

Lantas, apakah katalog fotografi itu sama dengan fotografi produk? Secara umum tidak, secara khusus Ya.

Mengapa? Karena satu-satunya yang membedakan antara fotografi katalog dan fotografi produk ada pada keberadaan modelnya.

Meski demikian, fokusnya tetap sama yakni pakaian. Untuk latar belakang foto biasanya polos putih atau abu-abu.

Dan ada aksesoris minimal dan alat peraga lainnya yang dilibatkan. Model biasanya hanya beridir tegak untuk mememperlihatkan pakaian yang ia kenakan.

Walau ada juga yang melakukan beberapa pose berbeda untuk memperlihatkan fitur dari pakaian yang dianggap menarik seperti saku atau jahitan.

Masalah terbesar dalam fotografi katalog ada pada pencahayaan. Jadi, wajib untuk melibatkan pencahayaan yang baik tanpa menghilangkan tekstur dan warnanya.

Untuk itu, sebaik mungkin untuk hindari pakai lampu dalam ruangan atau melakukan sesi pemotretan di malam hari.

Keadaan ini pun melahirkan satu ciri khas penting dari fotografi katalog priduk yakni lookbook yang menggabungkan antara dua genre.

Yakni fotografi gaya hidup atau lifestyle photography dan melibatkan model yang mengenakan pakai di lokasi otentik dalam kehidupan sehari-hari.

2. High Fashion Photography

Berikutnya ada High Fashion Photography yang banyak muncul di sampul majalah fashion atau buletin harian.

Namun, dari sudut pandang fotografer, sesi pemotretannya harus melibatkan model terkenal dalam pose, yang kadang dianggap sedikit berlebihan dan tidak realistis.

Ini termasuk semua elemen yang terlibat didalamnya mulai dari gaya rambut yang tak biasa, pakaian yang agak nyetrik sampai lokasi yang tak lazim.

Dan style ini punya tantangan sendiri bagi fotografer. Mulai dari pemilihan set lokasi, pencahayaan, modelnya, gaya rambut dan lain sebagainya.

Jadi, keputusan sepenuhnya ada di tangan fotografer sebab harus bisa menyatukan kesan glamor dan unik sekaligus.

Karena itu, mayoritas fotografer hanya ingin menampilkan suasana hati untuk mendapatkan hasil yang bagus.

3. Street Fashion Photography

Fotografi Mode Jalanan atau Street Fashion Photography, yang kadang juga disebut urban fashion, merupakan kebalikan dari high fashion yang sudah saya ulas diatas.

Subgenre dari aliran ini pun ada banyak seperti alternative fashion-grunge dan hip-hop yang kemudian melahirkan street fashion mainstream.

Apa yang ditampilkan dalam jenis fotografi fashion satu ini cukup beragam namun mayoritas produknya berupa pakaian yang dikenakan sehari-hari.

Seperti jeans, kameja, hoodies dan lain sebagainya. Intinya, yang ditampilkan itu adalah gaun yang biasa dikenakan sehari-hari dan pemakainya nyaman.

Karena ambilnya dari di jalanan, biasanya fotografer mengambil set lokasi di jalan tanpa atau dengan menggunakan model.

Tapi, jika ambilnya random, harus hati-hati dalam mengambil foto dan pastikan anda dapat izin dari orang yang diambil fotonya.

Bahkan, dalam beberapa kasus, jika foto tersebut digunakan untuk tujuan komersial, diperlukan dokumen model release.

4. Editorial Fashion Photography

Terakhir ada Fotografi Mode Editorial atau Editorial Fashion Photography yang fokus untuk menceritakan kisah fashion.

Biasanya, aliran ini dapat dengan mudah ditemukan dalam publikasi di majalah, surat kabar atau media massa lainnya.

Artinya, foto tersebut dilengkapi dengan teks, yang menampilkan berbagai pesan, subjek dan item fashion.

Tips dan Cara Jadi Fotografer Fashion untuk majalah

Dalam artikel kali ini akan diulas tentang 7 tips menjadi fotografer fashion, terutama untuk anda yang sedang bergelut dibidang tersebut.

Tips-tips ini cenderung sederhana dan mungkin bisa membantu anda saat melakoni pekerjaan impian tersebut. Lalu apa saja tipsnya? Pasti penasaran kan? Berikut disajikan artikelnya untuk anda.

1. Tahu tren fashion apa yang sedang berkembang

fotografer fashion
via pinterest.com

Soal ini sudah pasti dong. Gak mungkin kan anda mau jadi fotografer fashion sementara anda sendiri tidak paham tentang fashion.

Sebagai fotografer fashion, anda juga harus tahu tren fashion apa yang sedang berkembang saat ini, bagaimana konsepnya dan apa pesan yang diusung dari gaya tersebut.

Soal pengetahuan paling detail mungkin adalah kondisi bajunya, corak yang digunakan, tema yang hendak ditunjukkan dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Dan, ada satu hal yang paling penting disini, yakni mengetahui tren fashion apa yang bakal terjadi 3-6 bulan ke depan. Disinilah tantangan sebenarnya seorang fotografer fashion.

Oleh karena itu, rajin-rajinlah cari inspirasi. Kalau memungkinkan anda bisa ikut fashion week baik yang diselenggarakan secara lokal atau internasional.

Sehingga, anda bisa melihat tren fashion kedepannya. Dari sini mungkin anda bisa tahu warna yang bakalan tren, modelnya gimana dan lain sebagainya.

2. Tahu tentang teknik dasar fotografi

fashion fotografi
via steves-digicams.com

Gak mungkin juga seorang fotografer fashion gak paham soal teknik-teknik dasar dalam dunia fotografi. Ini esensial sekali ya.

Namun, pengetahuan itu tak cukup berhenti sampai pada satu titik saja. Oleh karena itu, kembangkan pengetahuan tersebut lagi dan lagi.

Dari sini anda bisa mengevaluasi pengetahuan anda sudah sampai dimana. Misalnya pengetahuan soal lighting, equibment, lighting outoor dan indoor.

Termasuk juga bagaimana mengatur studio yang available life, bagaimana mengatur kamera saat lighting yang minim sehingga bisa disesuaikan dengan lensa yang digunakan.

Maksudnya adalah, skill fotografi anda harus terus diasah. Sehingga anda dapat dengan mudah menyesuaikan dengan macam-macam kondisi. Inilah pentingnya belajar lagi dasar-dasar fotografi.

3. Mampu membentuk networking yang baik dengan semua relasi

fotografer fashion
via tropicpic.com

Dalam kehidupan, networking atau jaringan sangat penting, begitu juga dalam dunia fotografer, terlebih jika anda menjadi seorang fotografer fashion untuk majalah.

Atau mungkin, jika anda belum terikat dengan suatu majalah dan ingin menjadi kontributor, kembangkan networking ini juga.

Disini anda harus bisa membuat jaringan dengan siapapun, termasuk dengan model, promotor dan semua orang yang terlibat didalamnya.

Networking yang baik juga akan membantu anda untuk mengasah skill anda, sekaligus untuk bisa sharing tentang fotografi dan bagaimana ekspektasi mereka terhadap sebuah foto.

Di tahap ini juga, dengan networking anda bisa mengukur kemampuan anda dengan para fotografer yang menggeluti bidang yang sama dengan anda.

4. Bisa kerjasama dengan tim

fotografer fashion
via beritasatu.com

Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan orang lain. Setiap manusia sudah di desain oleh Tuhan untuk menjadi mahluk sosial.

Begitu juga saat menjadi fotografer fashion. Untuk genre yang ini, anda tidak mungkin bisa melakukannya sendirian.

Misalnya, mulai dari ngatur-ngatur kamera, lighting, stylish atau make up artist, hingga sesi fotografi. Yang berarti anda harus bekerja sama dengan orang lain.

Biasanya juga, untuk majalah fashion, dari ujung rambut sampai ujung kuku sudah ada orang ngatur. Tugas anda hanyalah membuat konsep, mengatur model lalu cekrek.

Dengan kata lain, anda harus bisa bekerja dengan tim. Pintar-pintarlah berkomunikasi dan berdialog dengan mereka, agar konsep yang diusung sesuai dengan harapan semua orang.

5. Punya konsep yang jelas tentang foto dari awal sampai akhir

fotografer fashion
via bhphotovideo.com

Menurut saya pribadi, konsep yang diangkat dalam fotografi fashion sangat krusial sekali. Oleh karena itu, pikirkan konsepnya dari awal sampai akhir dengan matang.

Karena menjadi seorang fotografer fashion, pekerjaannya bukan hanya ngambil foto saja lalu selesai. Enggak sesimple itu, guys.

Sebelum mengambil foto, anda harus meeting untuk diskusikan tentang konsep foto, setelah itu ketemu sama stylishnya, sama promoter, redaktur, digital retoucher dan orang lain yang mungkin terlibat.

Dari sini orang-orang di tim anda bisa tahu temanya apa, model bisa tahu posenya gimana, soal baju, keinginan klien dan lain sebagainya.

Pada tahap konsep ini juga anda harus bicarakan soal lokasi, mungkin juga soal ijin penggunaan lokasi untuk sesi foto, hingga logistik yang mungkin dibutuhkan.

Jadi, saat saat proses pengambil foto berlangsung hingga selesai, semua orang happy. Enggak ada yang badmood dan gak ada yang merasa dicurangi.

Yang hendak saya katakan adalah, pekerjaan anda bukan cuma motret saja. Prosesnya sangat panjang, bahkan memakan waktu.

Semua elemen ini kemudian terakumulasi menjadi konsep yang akan dieksekusi menjadi sebuah gambar.

Jadi sebenarnya fotografer fashion itu tidak sekedar cekrek sana cekrek sini, selesai. Alias tidak sekedar ngambil foto saja.

6. Ada portofolio sehingga promoter percaya dengan kemampuan

fotografer fashion
via bangkokpost.com

Yang terakhir dan yang paling penting adalah buatlah portofolio. Meskipun anda sudah bekerja dibawah agensi, portofolio juga tetap dibutuhkan.

Ini bisa membantu anda untuk menunjukan segala karya yang sudah anda hasilkan, serta spesialisasi yang diambil.

Portofolio juga membantu anda untuk mencari pekerjaan baru apabila anda sudah tidak nyaman dengan pekerjaan lama anda.

Anda bisa membuat portofolio cetak atau menggunakan blog. Untuk blog, sebaiknya anda beli domain sendiri, karena ini bisa membuat portofolio anda terkesan lebih professional.

7. Pandai komunikasi dengan stylish

fotografer fashion
via london.bridestory.com

Menurut saya pribadi, agar hasil foto sesuai harapan semua pihak, komunikasi dengan stylish atau make up artist adalah intinya.

Disini, anda bisa susun konsep yang hendak diangkat pada foto. Yang berarti, anda akan duduk, berembuk atau berdiskusi dengan stylish.

Stylish juga bukan cuma satu orang, ada banyak orang. Yang berarti, pesan dan konsep itu harus matang. Dan orang-orang yang terlibat didalamnya tahu dan mengerti tentang apa yang harus dikerjakan.

Komunikasi macam biasanya agak eksklusif alias terbatas pada stylish saja. Kedepannya, anda juga harus bisa berkomunikasi dengan setiap orang, terutama orang yang terlibat langsung pada proses pengambilan foto.

Karena biasanya fotografer fashion itu bekerja sama dengan tim. Jangan lupa duduk dan diskusikan dengan mereka tentang konsep anda dan sesuaikan dengan keinginan radaktur majalah.

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, menjadi fotografer fashion tidak sekedar motret saja. Ada proses yang harus anda lalui dan lakukan.

Setiap proses situ secara langsung bisa mematangkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki sebagai fotografer fashion.

Disisi lain, setiap elemen yang sudah saya bahas diatas merupakan akumulasi yang harus dipraktekan langsung.

Demikian artikel tentang definisi fotografi fashion, termasuk jenis, tips dan cara. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar