Fotografi Boudoir: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh

Fotografi Boudoir atau boudoir photography adalah genre fotografi yang fokus mengabadikan pose seksi, sensual dan menantang.

Meski begitu, secara etimologis, istilah ini lebih condong ke proses pengambilan foto di dalam kamar tidur.

Karena merujuk pada kamar, yang merupakan lokasi privat, maka pose yang dibentuk dari aliran foto satu ini sangat intim.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan fotografi boudoir? Apakah sama dengan fotografi model atau fashion?

Mengapa settingan tempatnya hanya di kamar atau ruang ganti pakaian? Apa saja ciri-cirinya? Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel ini sampai habis.

Apa itu Fotografi Boudoir?

Seperti yang sudah disebutkan diatas dimana boudoir photography adalah sesi pengambilan foto perempuan didalam kamar tidur atau private room lainnya.

Boudoir sendiri berasal dari bahasa Prancis, yang mengacu pada ruang ganti pribadi wanita atau woman’s private dressing room.

Artinya, ruangan privat ini adalah tempat dimana semua kegiatan intim berlangsung, yang punya daya tarik sendiri secara fotografis.

Disisi lain, bagi beberapa orang, fotografi boudoir punya kaitan erat sama fotografi fashion dan fotografi glamor meski tiga istilah diatas punya banyak perbedaan.

Baca Juga:

Mulai dari subjek foto yang mayoritas diisi wanita. Pria juga bisa, sepanjang ia bisa mengeksplorasi sisi lain dari kepribadiannya.

Tujuan pengambilan foto tak lain adalah untuk membentuk sensualitas lewat foto untuk digunakan sesuai kebutuhan.

Karena itu, dalam sesi pengambilan foto jenis ini, subjek biasanya hanya pakai pakian dalam dengan pose menggoda.

Tidak seperti genre lainnya, subjek boudoir fotografi seringkali bukan model profesional. Artinya, siapapun bisa buat foto jenis ini.

Intinya, boudoir photography adalah aliran fotografi yang fokus untuk menonjolkan atau memperlihatkan sisi sensual dari tubuh seseorang.

Tujuan boudoir photography

fotografi boudoir
via sasserstillsboudoir.com

Tujuan sesi pengambilan foto satu ini bergantung sama kegunaan foto tersebut. Apakah untuk pasangan, untuk iklan dan lain sebagainya.

Hanya saja, secara umum, tujuan fotogarafi boudoir terbagi dalam beberapa bentuk, diantaranya:

1. Memperlihatkan sisi lain dari kepribadian

Paling pertama adalah untuk memperlihatkan sisi lain dari tubuh atau bagian tubuh untuk berbagai tujuan.

Misalnya, untuk tujuan pengobatan, untuk belajar meningkatkan kepercayaan diri atau untuk mengetahui lekuk tubuh yang dianggap menarik.

2. Menarik perhatian dari pasangan

Hasil foto boudoir juga bisa digunakan sebagai hadiah kepada pasangan atau hadiah atas hubungan mereka yang spesial.

Misalnya, pasangan yang akan menikah, ulang tahun pernikahan dan lain sebagainya. Tujuan ini juga masih punya kaitan sama poin berikutnya.

3. Untuk kesenangan

Jika foto diambil sendiri dan tidak diberikan kepada siapapun, tentu saja tujuan foto boudoir adalah untuk kesenangan semata.

Misalnya, untuk memperlihatkan bentuk tubuh, meningkatkan kepercayaan diri atau untuk alasan khusus lain yang sifatnya personal.

4. Media promosi

Selain tiga alasan diatas, genre satu ini juga sudah diperluas penggunaannya. Dimana, banyak brand pakaian dalam, bra dan sejenisnya mengadopsi pendekatan ini saat promosi.

Bahkan lebih jauh lagi yang mana foto boudoir digunakan sebagai cover film biru, film JAV atau film sejenisnya untuk menarik minat penonton.

Kalau sering nonton film seperti itu, pasti pernah lihat cover dimana bintang filmnya berpose dengan sensual di kamar tidur atau tempat lainnya.

Ciri-ciri Boudir fotografi

Secara umum, ciri-ciri foto boudoir hanya terbagi dalam tiga bentuk, yakni:

  • Sesi pemotretan atau pengambilan foto dilakukan di tempat tidur
  • Model berpose dengan gaya menantang, intim dan sensual
  • Tidak menggunakan baju pada umumnya melainkan hanya pakaian dalam

Perlu diketahui, sekalipun ciri-cirinya demikian, tapi ada batasan dalam proses pengambilan foto boudoir.

Dimana, model tetap menggunakan pakain untuk menutupi area-area vital mereka. Inilah yang membedakan dengan cover film biru yang kadang subjeknya tak pakai sehelai benang pun.

Jenis dan contoh Pose Boudoir Fotografi

Sebelum proses pengambilan foto, biasanya harus menentukan bagian tubuh mana yang ingin diperlihatkan dalam foto.

Agar jelas, berikut beberapa jenis dan contoh pose boudoir fotografi paling umum dilakukan, diantaranya:

1. Berbaring di tempat tidur

Fotografi Boudoir
Gambar via stephanietolandphotography.com

Jika ingin dapat hasil foto yang jauh lebih intim, sekaligus untuk meningkatkan kesan sensualitas yang tinggi, pose satu ini layak di pilih.

2. Pose dengan kursi sebagai penyangga

Fotografi Boudoir
Gambar via tigzrice.com

Biasanya, subjek foto atau model akan berpose dengan kursi yang digunakan sebagai penyangga dengan mata menatap kamera secara menggoda.

3. Tidur

Fotografi Boudoir
Gambar via pbpassoc.com

Jika posenya dibuat sedemikian rupa, maka subjek akan menampilkan daya tarik atau perhatian audiens ke wajah yang dianggap paling menarik.

4. Bersandar

Fotografi Boudoir
Gambar via gracepulver.com

Pose terakhir yang juga populer adalah bersandar di tembok atau di tempat lain yang seolah-olah menunjukkan bahwa pusat dari foto adalah model itu sendiri.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan ditanyakan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa perbedaan fashion fotografi dan fotografi boudoir?

Bicara soal fashion fotografi secara tidak langsung akan berbicara soal genre atau proses pengambilan foto untuk iklan komersial.

Artinya, apabila foto boudoir digunakan untuk dua tujuan itu, seperti dalam kasus iklan dan promosi pakaian dalam untuk wanita, lingerie misalnya, masuk kategori ini.

Mengapa? Karena fotografi fashion mencakup foto busana, katalog produk, merek, iklan, portofolio model, foto editorial dan lain sebagainya.

Dengan demikian, akan melibatkan juga fotografi glamour, yang perbedaannya sama foto boudoir akan saya bahas dibawah.

Batasan fotografi fashion juga agak subjektif dan kabur terlebih jika berbicara aliran lain seperti foto portrait atau mungkin foto produk.

2. Apa bedanya glamour fotografi dengan fotografi boudoir?

Jika menggunakan pendekatan yang sama, fashion fotografi, glamour fotografi atau foto glamor serta foto boudoir agak sulit.

Mengapa? Karena batasannya sangat subjektif. Artinya, garis pemisah antar tiga genre atau aliran diatas cukup tipis.

Dengan demikian, perbedaannya bergantung penuh sama preferensi fotografer atau bagaimana ia mendefinisikan tiga istilah diatas.

Hanya saja, jika berbicara konsep foto glamour dan boudir, maka dua istilah itu menyiratkan makna yang berbeda.

Dimana, foto glamor dibuat semata untuk dilihat banyak orang yang menampilkan seseorang dengan pakaian menarik, kadang seksi juga.

Subjek foto menyadari dirinya di foto bahkan beberapa kali melakukan kontak mata dengan kamera. Artinya, sesi pengambilan foto glamour cenderung lebih formal.

Sementara, fotografi boudoir cenderung atau fokus ambil foto dimana subjek hanya pakai pakaian dalam nan minim. Disisi lain, hasil fotonya hanya dipakai untuk personal..

Tapi ini tidak berlaku jika foto tersebut digunakan untuk tujuan komersial, seperti untuk promosi produk lingerie atau cover film JAV.

Intinya, fotografi glamor cenderung menghasilkan foto yang seksi, dengan batasan emosi dan gaya yang lebih bersemangat.

Sementara, foto boudoir cenderung menghasilkan foto yang sensual, lembut, personal dan fokus pada detail tertentu.

Penutup

Sebenarnya, dari set lokasi yang digunakan, anda sudah bisa tahu apakah foto tersebut masuk kategori boudoir atau sebaliknya.

Dan ini merupakan salah satu genre fotografi yang cukup populer di kalangan muda-mudi Eropa dan Amerika.

Demikian artikel tentang definisi fotografi boudoir termasuk ciri-ciri, jenis dan contoh pose. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar