5+ Kesalahan Yang Sering Dilakukan Fotografer Pemula

14 Likes Comment
kesalahan fotografer pemula

Kalau dirunut secara detail, ada banyak sekali kesalahan yang biasanya dilakukan oleh fotografer pemula. Beberapa diantaranya akan saya ulas di artikel ini.

Sebenarnya ini adalah hal yang wajar mengingat kemampuan untuk mengambil foto yang bagus tidak semudah membalik telapak tangan.

Hanya saja, banyak fotografer pemula tidak terlalu memperhatikan detail-detail penting saat melakukan pemotretan makanya hasil fotonya tidak terlalu menarik.

Disinilah tahap paling penting untuk mempelajari kesalahan sekaligus melakukan evaluasi agar kedepannya kesalahan seperti itu tidak terjadi lagi.

Jika ada dari anda yang penasaran kesalahan-kesalahan itu, baca artikel ini sampai habis.

5+ Kesalahan Yang Sering Dilakukan Fotografer Pemula

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 5 kesalahan yang sering dilakukan fotografer pemula. Berikut daftarnya untuk anda:

1. Tidak cukup mengambil foto

Misalnya nih, anda lagi traveling atau jalan-jalan ke suatu lokasi yang menarik dan anda ingin mengambil foto lokasi tersebut.

Jadi anda mulai mengambil foto teman atau objek di lokasi tersebut secara acak dan bertahap.

Setelah mengambil satu foto anda lalu pindah lokasi baru lalu melakukan kegiatan yang sama, begitu seterusnya.

Hasil foto yang diambil tentu saja akan banyak dan anda bisa mengabadikan banyak objek yang berebda-beda.

Hanya saja, saat anda memilih foto mana yang terbaik untuk dicetak atau di posting di Instagram, anda tidak menemukannya,

Bukan karen semua foto tersebut baik tetapi karena anda kesulitan menentukan objek mana yang paling bagus.

Oleh karena itu, sebagai seorang fotografer, ada baiknya anda harus mau mengeksplorasi semua teknik fotografi saat mengambil foot.

Sebagai contoh jika anda mengambil objek dibawah pohon, anda kemudian foto sekali. Lokasinya bagus dan pencahayanya bagus. Agar lebih menarik, anda harus coba angle yang lain.

Anda bisa pilih low angle sehingga pohonnya terlihat menjulang ke atas dan megah. Selanjutnya anda bisa mencoba dari sisi kiri, memainkan komposisi dan perspektif yang berbeda-beda.

Dengan begitu anda mendapatkan foto satu objek dengan angle yang berbeda-beda. Dan secara tidak langsung, anda akan punya banyak foto berkualitas dan menarik.

Karena dari setiap banyak foto tersebut anda harus bisa memilih satu yang terbaik. Dan anda bisa menggunakannya menggunakan foto tersebut untuk dipajang di Instagram karena merupakan karya terbaik anda.

2. Foto yang tidak tajam

Mungkin banyak dari anda yang pernah mengalaminya. Misalnya, saat anda hendak mengambil foto lalu setelah lihat hasilnya anda kemudian bertanya-tanya mengapa fotonya goyang.

Banyak fotografer pemula yang sering melakukan kesalahan kecil seperti ini yang pada akhirnya membuat foto tidak menarik sama sekali.

Foto yang goyang biasanya dipengaruhi oleh shutterspeed. Hal ini dikarenakan saat anda mengambil foto, pencahayaan disekitarnya rendah atau minim.

Mungkin disebabkan kondisi saat mengambil foto yang terletak diluar ruangan [semi-indoor] atau didalam ruangan [in-indoor]. Karena memang kondisi itu cahayanya terkadang minim.

Oleh karena itu ada baiknya anda mengatur shutterspeednya lebih lambat. Dengan kata lain, anda wajib menggunakan shutterspeed yang benar.

Karena pada saat anda memotret terutama dengan handheld, misalnya dibawah 50mm biasanya agak goyang atau agak sedikit bergerak. Kecuali jika tangan anda sudah sangat terlatih memegang kamera agar tidak bergerak.

Baca Juga: 20+ Situs Jual Foto Online Terbaik Untuk Pemula

Ada baiknya juga anda memperhatikan focal lenght kamera. Misalnya, jika anda menggunakan lensa 50 milimeter lalu kalikan 2 berarti shutterspeed anda 1/100, yang merupakan minimum pengambilan gambar agar lensa tidak goyang.

Atau misalnya jika anda menggunakan lensa 35mm dikalikan 2 itu berarti ada 70. Di shutterspeed 70 itu tidak ada mungkin anda bisa pakai 60 atau 80.

Dengan shutterspeed tersebut minimal anda bisa menghasilkan foto yang tajam meskipun dengan handheld. Dengan artian, saat anda menggunakan handheld lensa masih mampu mengakomodirnya.

Itu semua bertujuan untuk mengahasilkan foto yang lebih tajam. Ini juga akan mempengaruhi ISO, Eksposur, diafragma dan lain sebagainya.

3. Foto yang terlalu over atau under-exposer

Maksudnya apa ya? Maksudnya foto yang cenderung gelap atau terlalu terang. Itu bikin foto anda otomatis tidak menarik dan tidak terlalu bagus.

Karena itu bukan eksposur yang tepat. Oleh karena itu, ada baiknya anda belajar untuk mengerti pencahayaan kemudian juga anda tahu mengatur meteringnya.

Jadi saat anda memotret baiknya menggunakan mode yang benar dengan eksposur yang tepat sehingga fotonya lebih bagus.

Saran saya, setiap anda pindah ke lokasi baru atau memotret objek yang baru jangan lupa setting eksposurnya atau setting meteringnya termasuk didalamnya diafragma, shutterspeed dan ISO dengan settingan yang sesuai dengan objek yang anda foto termasuk kondisi saat itu.

Jadi misalnya anda berpindah dari sebelumnya memotret didalam ruangan lalu berpindah ke luar ruangan otomatis settingannya akan berbeda.

Oleh karena itu anda harus teliti untuk mengecek eksposur jangan sampai over atau under. Mungkin anda bisa memotret dengan ROW.

Kalau anda memotret dengan row files anda bisa set eksposur sedikit kebawah. Tapi ingat jika memotret dengan format ini siapkan kartu memori atau SD card yang ukurannya besar.

4. Berpaku pada pose dan bukan directing

Sebagai seorang fotografer jika anda mau memotret objek ada baiknya anda harus bisa mendirect orang yang akan menjadi subjek foto anda.

Oleh karena itu, sebelum sesi pemotretan anda sudah tahu konsep seperti apa, referensinya bagaimana sehingga subjek yang difoto tahu bagaimana harus bertindak.

Misalnya, jika anda akan melakukan sesi fotografi pra-wedding ada baiknya anda menunjukan referensi foto tersebut ke model yang di foto.

Tapi bukan berarti anda suruh model tersebut mengikuti pose yang sama persis dengan referensi tersebut hanya karena anda suka pose seperti itu.

Maksudnya bukan begitu. Karena, subjek yang di foto adalah orang yang berbeda. Karena itu, anda harus bisa menentukan sisi terbaik dari subjek foto anda.

Alasannya sederhana, karena setiap orang atau model karakternya berbeda sehingga hasilnya nanti tidak akan natural. Sebab itu, baiknya anda meminta mereka melakukan pose berdasarkan referensi anda namun usahakan agar tetap alami dan melibatkan gaya personal dari subjek.

5. Berpikir bahwa peralatan fotografi diatas segalanya

Menurut tidak ada salahnya berpikir soal itu. Apalagi jika anda punya uang dan membeli peralatan yang cukup mahal, terbaru atau lensa yang paling bagus.

Karena memang peralatan adalah salah satu penunjang kegiatan fotografi. Tapi ingat, peralatan bukan segala-segalanya.

Karena meskipun peralatan dengan lensa yang anda gunakan adalah perlatan terkeren dengan kamera termahal di dunia tapi kalau anda tidak mengerti pencahayaan, pengaturan kamera dan lain sebagainya anda tidak akan pernah bisa menghasilkan foto yang bagus.

Dalam dunia fotografi, ada banyak elemen yang harus dipahami mulai dari setting kamera, directing, lighting, eksposur, diafragma dan lain sebagainya.

Tapi, ada satu unsur yang terpenting yakni cahaya. Karena fotografi adalah sebuah seni menangkap cahaya. Karena itu, ada baiknya anda mengerti tentang pencahayaan.

Jika anda tidak terlalu mengerti tentang pencahayaan, ada baiknya anda mengerti satu elemen misalnya komposisi.

Sehingga, pada saat anda menemukan objek dengan pencahayaan bagus atau set pencahayaan yang tepat anda tinggal mengatur komposisinya ksecara otomattis.

Karena disinilah kuncinya. Jadi meskipun anda tidak mengerti banyak hal, atau mengambil foto dengan kamera apapun, dengan merek apapun hasil fotonya tetap terlihat bagus.

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, kesalahan-kesalahan adalah hal yang wajar mengingat enggak semua orang langsung ahli di bidang fotografi.

Artinya, ada level atau step yang harus dilalui. Jika anda belajar dari kesalahan seperti diatas, anda sudah selangkah untuk menjadi seorang fotografer yang baik.

Demikian artikel tentang 5 kesalahan yang sering dilakukan fotografer pemula. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *