Perbedaan Foto, Video dan Audio serta Contohnya

Foto, video dan audio adalah komponen yang paling sering digunakan oleh manusia sekarang ini, sadar atau tidak.

Contoh paling sederhana bisa lihat galeri ponsel anda yang gunakan. Pasti ada dua jenis file yang ada didalamnya yakni foto dan video.

Disisi lain, jika buka gallery lagu, akan muncul audio-audio entah itu podcast, lagu, trek musik, rekaman suara, rekaman telepon dan lain sebagainya.

Dan ketiganya punya fungsi sendiri-sendiri. Misalnya, foto yang merupakan bentuk visual dokumentasi atas satu peristiwa atau sebagai kenang-kenangan atas seseorang.

Lebih bagus lagi jika dokumentasi itu berupa video yang didalamnya menampilkan gambar bergerak dan audio.

Sementara, jika berbicara soal basic keilmuan, perbedaan foto dan video sudah saya bahas di artikel sebelumnya disini.

Hanya saja, karena masih banyak orang yang belum paham perbedaan foto, video dan audio itulah yang jadi dasar mengapa artikel ini saya buat.

Karena itu, untuk anda penasaran perbedaan foto dan video, perbedaan foto dan audio, perbedaan video dan audio, simak artikel ini sampai habis.

1. Apa itu Foto?

Perbedaan Foto, Video dan Audio

Foto adalah kependekan dari kata fotografi. Bicara soal fotografi, secara langsung akan bericara seni menangkap cahaya pakai kamera.

Sampai hari ini, Joseph Nicéphore Niépce dianggap sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto.

Dengan demikian, foto bisa dianggap dari hasil fotografi yang didalamnya menampilkan bayangan atau pantulan dari suatu objek.

Suatu objek ini bisa berbentuk apa saja mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, sabana alam yang luas dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Tiap objek atau subjek foto itu pada akhirnya mendorong lahirnya spesialisasi dalam dunia fotografi atau yang lebih dikenal dengan sebutan genre.

Bentuk foto sendiri hanya terbagi dalam dua bentuk yakni portrait yang memanjang dari atas ke bawah dan landscape.

Hanya saja, ukuran untuk tiap orientasi foto ini berbeda-beda dan bergantung penuh pada keinginan fotografer.

Oh iya, fotografer adalah orang yang membuat foto atau orang yang mengaplikasikan ilmu fotografi ke dalam kehidupan sehari-hari.

Singkatnya, foto adalah gambar diam yang diambil dengan kamera entah itu kamera DSLR, mirrorless atau smartphone yang menghasilkan dua bentuk.

Yakni foto yang bisa di cetak di atas kertas foto seperti Glossy paper atau yang dibiarkan dalam bentuk digital alias tanpa di cetak.

Hari ini, mayoritas foto sudah berwarna berkat teknologi kamera yang makin canggih yang tentu saja berbeda dengan 30 tahun lalu dimana mayoritas foto masih hitam putih.

2. Apa itu Video?

Perbedaan Foto, Video dan Audio

Ada yang menyebutnya dengan video, vidio, gambar bergerak dan lain sebagainya. Di KBBI, istilah ini punya dua pengertian dasar yakni:

  • Bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televisi
  • Rekaman gambar hidup atau program televisi untuk ditayangkan lewat pesawat televisi

Dua pengertian diatas tidak secara jelas menggambarkan definisi video sebagaimana yang dikenal sekarang ini.

Mengapa demikian? Karena ada perbedaan definisi dalam penggunaan sehari hari meski makna katanya sama-sama merujuk pada gambar bergerak.

Disisi lain, kata Video dalam bahasa Inggris berarti sinyal elektronik berupa gambar. Makna katanya bisa tunggal atau jamak.

Jadi istilah ini bisa diartikan sebagai sinyal video atau file audio yang dapat disalin atau di lihat di layar seperti televisi dan komputer.

Dalam pemahaman awam, video adalah file audio visual yang bisa di tonton di Youtube, Netflix, TikTok dan lain sebagainya.

Jika pakai definisi tersebut, maka video bisa diartikan sebagai media elektronik untuk merekam, menyalin, memutar, menyiarkan dan menampilkan gambar visual yang bergerak.

Hanya saja, video pertama kali dikembangkan secara khusus untuk sistem televisi mekanis, yang dengan cepat diganti dengan TV tabung sinar katoda.

Ini juga yang jadi alasan mengapa pengertian video di KBBI masih menggunakan definisi paling tradisional.

Agar lebih jelas, berikut disajikan empat definisi video paling umum digunakan, yakni:

  • Alat perekam yang mentransfer gambar dan suara yang dibuat pakai kamera
  • Pita atau kaset tempat dimana gambar dan suara bergerak akan diputar atau untuk merekam film dan program TV
  • Aplikasi, film atau produk media yang tampak berbeda, dengan atau tanpa audio, yang di rekam dan disimpan secara digital pada kaset video atau memory card
  • Gambar bergerak yang mencakup file komputer dalam format video apa saja entah itu MP4, MOV, M4V, AVI, DivX dan FLV. Video juga dapat merujuk ke kaset DVD atau disk Blu-ray.

Dan memang, definsi video terus mengalami perkembangan seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi pembuatan, pengeditan, pemuatan dan penayangan video.

Dimana, di tahun-tahun sebelumnya, video adalah rekaman pita analog lalu diganti dengan sistem tampilan video sehingga lahirlah istilah seperti kartu video atau video card yang sama dengan kartu grafis.

Komputer saat ini memiliki lebih dari satu antarmuka video mulai dari DisplayPort, HDMI, VGA untuk mengirim sinyal ke monitor sehingga video bisa di putar.

Dan definisi video pertama diatas memang dipengaruhi oleh industri televisi, yang mengambil dan mentransmisikan sinyal di waktu yang nyata.

3. Apa itu Audio?

Perbedaan Foto, Video dan Audio

Salah satu bagian tak terpisahkan dari video adalah audio. Video tanpa audio itu seperti makanan tanpa garam.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan audio? Audio adalah suara dalam jangkauan akustik yang bisa didengar manusia.

Frekuensi audio adalah arus bolak-balik listrik dalam kisaran 20 sampai 20.000 hertz atau siklus per detik yang digunakan untuk menghasilkan suara akustik.

Pada komputer, audio diartikan sebagai sistem suara yang dibuat sendiri atau yang ditambahkan langsung ke komputer.

Di komputer ada audio card yang berisi prosesor dan memori internal khusus untuk memproses file audio dan mengirimkannya ke speaker.

Dengan demikian, file audio adalah rekaman suara yang dapat di putar berulang kali, kapan saja dan dimana saja.

Lantas, apakah audio ini sama dengan suara? Secara teknis tidak. Mengapa? Karena suara adalah urutan sinyal analog alami.

Urutan sinyal ini juga dapat diubah menjadi sinyal digital pakai kartu audio, yang terbuat dari microchip analog-to-digital converter (ADC).

Saat suara di mainkan, sinyal digital akan di kirim ke speaker dimana suara tersebut akan diubah kembali jadi sinyal analog yang menghasilkan variasi suara.

Ulasan lebih lengkap soal audio, termasuk fungsi, jenis, elemen dan contoh sudah saya bahas disini.

Disisi lain, apabila ingin tahu poin-poin apa saja yang membedakan suara dan audio, bisa baca ulasannya di postingan ini.

Perbedaan Foto, Video dan Audio

Lantas, apa sih perbedaan foto, video dan audio? Pasti penasaran, kan? Simak tabel dibawah ini:

PerbedaanFotoVideoAudio
DefinisiGambar diam yang dibuat pakai kameraGambar bergerak yang dibuat menggunakan alat perekam seperti kameraGelombang suara akustik yang bisa didengar manusia
FormatPNG, JPEG, GIF dan lain sebagainyaMP4, MKV, WMV, AVI dan lain sebagainyaWAV, WMA, PCM, AIFF dan lain sebagainya
JenisLandscape, portrait, fashion dan lain sebagainyaLive streaming, animasi, motion graphics dan lain sebagainyaDigital dan analog
BentukDiamBergerakBergelombang

Perbedaan foto, video dan audio paling jelas bisa dilihat dari bentuknya. Misalnya, foto adalah gambar diam sementara video adalah gabungan dari beberapa gambar diam dan audio.

Gabungan gambar diam itu diukur per 1 detik atau yang lebih dikenal dengan istilah frame per second atau FPS yang merujuk pada jumlah bingkai yang tampil dalam video per detik.

Dan tentu saja berbeda dengan Audio dimana audio adalah gelombang suara akustik digital yang berdiri terpisah dan hanya bisa didengar.

Selain itu, perbedaan juga bisa dilihat dengan jelas dari format file apabila dibuat dalam bentuk digital yang mempengaruhi jenis dan bentuk filenya.

Penutup

Video dan audio adalah kombinasi paling tak terpisahkan dari satu file meski video itu sendiri terbentuk dari susunan foto.

Dengan demikian, jika tiga komponen itu di kombinasikan dengan baik, maka video yang dibuat akan semakin bagus.

Meski demikian, ada satu hal penting yang harus diperhatikan yakni ukuran. Makin bagus kualitas foto, video dan audio, makin besar pula ukurannya.

Demikian artikel tentang perbedaan foto, video dan audio. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar