5+ Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog Yang Meningkatkan CTR

Ada banyak cara meningkatkan jumlah pembaca blog. Salah satunya dengan menggunakan foto referensi konten yang unik dan menarik.

Dengan kata lain, gambar andalan bisa meningkatkan jumlah klik tayang artikel, yang berdampak pada klik tayang iklan itu sendiri.

Jadi selain bisa meningkatkan visibilitas konten juga bisa meningkatkan jumlah penghasilan blog anda.

Lantas, apakah ada korelasi antara CTR iklan sama gambar referensi konten blog? Tentu saja ada. Apa alasannya?

Karena kegiatan blogging buka saja tentang menulis artikel dan membagikannya di internet, tetapi lebih dari itu.

Mulai dari optimasi SEO on dan off page, membagikannya ke media sosial, meningkatkan trust pengunjung, visitalitas artikel dan lain sebagainya.

Meski semuanya kembali ke motivasi awal mengapa blog itu di buat. Apakah sekedar untuk berbagi pengetahuan, untuk dapat penghasilan pasif atau untuk bisnis.

Sudah banyak contoh blog yang ketika di kelola dengan baik, dengan pemilihan niche yang tepat, bisa dijadikan sumber penghasilan pasif seseorang.

Seperti blog MaxManroe, KompiAJaib, hingga Sugeng.id yang bisa raup ratusan juta rupiah dari blog.

Blog yang mereka kelola ini hanyalah blog personal tetapi penghasilan mereka cukup untuk menghidupi keluarga.

Coba bayangkan blog-blog besar seperti Tribunews atau Detikcom? Berapa penghasilan yang mereka peroleh dalam sebulan? Ratusan juta lebih.

Emang Tribun ama Detik itu blog ya? Tentu saja blog. Blog dan situs web itu beda ya.

Blog cenderung dinamis, yang berarti setiap hari atau setiap jam ada update postingan baru. Sementara situs web tampilannya lebih statis dan kaku.

Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog Yang Meningkatkan CTR

Dalam blog, foto digunakan sebagai kenampakan untuk tujuan visualisasi dan daya tarik konten. Saya pernah blogwalking pada salah satu blog yang saya lupa namanya.

Foto referensi yang digunakan cenderung ‘panas’ meski beberapa featured image artikel bertolak belakang dengan konten yang diangkat.

Ada juga blog yang dikembangkan dengan menggunakan foto-foto profesional sehingga tampilannya lebih elegan.

Tidak jadi masalah jka saat ini anda fokus ke konten dulu. Kenampakan artikel dan visualisasi akan di atur belakangan.

Hanya saja, tugas anda bakal lebih berat jika konten di blog sudah banyak.

Karena gambar visual bukan saja sebagai pelengkap konten. Ia sudah jadi konten itu sendiri.

Coba bandingkan gambar referensi yang digunakan pada dua blog, yang satunya menarik sementara yang satunya lagi gak menarik.

Gak menarik dalam artian gambar yang digunakan itu blur, kabur, dan subjek fotonya tidak nampak.

Bisa dipastikan foto yang menarik itulah yang bakal lebih banyak dibaca dibanding yang tidak menarik.

Ini disebabkan karena emosi manusia selalu belajar untuk merespon sesuatu yang menurutnya menarik secara visual.

Lantas bagaimana cara memilih foto referensi yang baik untuk blog? Ada 5 cara dan semuanya akan saya ulas di artikel ini.

1. Pakai gambar referensi yang relevan dengan konten

Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog

Artinya, tidak boleh gunakan gambar yang bertolak belakang dengan apa yang dibahas di single artikel alias clickbait.

Contohnya, jika konten yang diulas tentang gadget, iPhone keluaran baru misalnya, cari gambar tentang iPhone yang barusan rilis itu.

Coba bayangkan jika gambar andalannya pakai gambar Xiaomi sementara kontennya tentang iPhone, kan gak nyambung.

Karena itu, sebisa mungkin untuk pakai gambar yang relevan dengan konten yang di posting di blog.

Bisa juga pakai foto sendiri. Lebih bagus malah. Tapi usahakan foto tersebut menarik secara visual.

Bagaimana cara buat gambar yang menarik secara visual? Ada beberapa cara seperti memilih warna cerah, font yang menarik dan objek foto yang tepat.

2. Gunakan gambar yang tajam

Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog

Sadar atau tidak, foto referensi blog punya korelasi dengan kualitas konten yang di sajikan.

Kalau kontennya panjang, 1000 lebih karakter misalnya, usahakan untuk menyisipkan dua atau tiga gambar didalamnya.

Terlebih jika konsep artikelnya listicle, seperti artikel ini. Sudah sewajarnya jika anda sisipkan beberapa gambar sekaligus.

Namun bukan sembarang gambar. Selain relevan, usahakan gambar yang digunakan itu tajam.

Oh iya perhatikan juga satu hal bahwa semakin cerah gambar suatu gambar semakin besar ukurannya terlebih untuk gambar bitmap, PNG dan JPG misalnya.

Agar loading blog tidak terlalu berat, bisa pakai PNG. Kalau mau lebih cepat, pakai format gambar generasi selanjutnya yakni WEBP.

Baca Juga : Cara Melindungi Foto dan Gambar Karya Anda di Internet

Apabila terlanjur pakai format gambar seperti JPEG, bisa pakai alat smushing. Di WordPress, ada banyak tools macam ini.

Bagaimana jika saya pakai blogger? Pakai Lazzy Load. Agar konten teks ditampilkan lebih dulu sebelum gambar.

Lebih bagus lagi kalau pakai format PNG. Sebab rata-rata format gambar PNG ukurannya kecil namun kualitas gambar dan ketajamannya tetap baik.

Sayangnya, anda tidak bisa pakai semua format gambar yang tersedia.

Alasannya sederhana, karena format itu bisa dianggap sebagai malware dan biasanya tidak ramah pengguna sebab audiens mengakses konten pakai perangkat yang berbeda-beda.

Jika pakai WordPress bisa dianggap mengganggu proses penguraian dan kinerja server saat proses downloading terjadi sebelum disajikan ke pengguna.

3. Lebih bagus pakai foto sendiri

Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog

Memang ada baiknya pakai foto sendiri dan usahakan foto itu memberi nilai tambah pada konten.

Sekalipun untuk buat foto atau gambar yang bagus dan menarik itu susahnya minta ampun.

Selain harus dapat angle yang tepat, komposisi foto juga harus diperhatikan termasuk pencahayaan.

Sah-sah saja jika anda menggunakan foto dari internet atau dari situs penyedia gambar gratis seperti Shutterstock.

Jika pakai gambar dari internet, bisa edit dulu. Kalau yakin mau pakai gambar tersebut, lihat lisensinya.

Apakah bisa digunakan kembali atau tidak. Kalau bisa digunakan kembali, sebisa mungkin untuk sertakan sumber gambar.

Hindari juga penggunaan gambar yang berhak cipta, sebab bisa saja konten anda di klaim mengandung materi berhak cipta oleh DMCA.

Pada akhirnya, membuat artikel tersebut sulit dapat peringkat pertama di SERPs serta dicap sebagai blog yang tidak berkualitas.

4. Tidak menggunakan gambar utuh

Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog

Poin ini masih punya kaitan sama poin sebelumnya. Jika comot gambar dari internet, baiknya tidak pakai gambar secara utuh.

Kalaupun terpaksa begitu ada baiknya anda menyertakan sumber. Jika tidak, harus memodifikasi.

Cara memodifikasinya sederhana. Ada bisa mengubah ukurannya, mengurangi kontras, hapus background dan lain sebagainya.

Dengan kata lain, gambar tersebut akan dibaca oleh Google sebagai gambar yang baru.

Jangan lupa juga sertakan ALT dan Titile text agar SEO gambar tersebut di mesin pencari lebih baik.

Kedepannya, soal hak cipta gambar mungkin akan lebih ketat. Dan bisa saja blog anda mendapatkan penalti jika terlalu banyak menggunakan gambar berhak cipta tanpa menyertakan sumber.

5. Warna gambar

Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog

Karena gambar di artikel bertujuan untuk memvisualisasikan konten itu sendiri maka sebaiknya pakai warna gambar yang harmonis dengan template yang digunakan.

Misalnya, jika template anda dominan putih, baiknya pakai gambar dengan latarbelakang cerah seperti hijau muda atau kuning tua.

Alasannya apa? Karena ini bisa menambah esensi dan daya tarik visual konten dan blog anda secara keseluruhan.

Bisa pakai warna lain, namun usahakan untuk tidak pakai latar belakang menor. Jika sulit memilih warna gambar, bisa pelajari dulu skema warna gambar dan teorinya disini.

Penutup

Tips diatas mungkin agak general. Sengaja saya buat demikian karena pada akhirnya kembali ke motivasi, cita rasa dan apa yang ingin ditonjolkan pemilik blog di artikel tersebut.

Jadi, tidak boleh anggap remeh featured image ini. Karena fungsinya yang cukup penting dalam sebuah artikel.

Yang pada akhirnya bisa meningkatkan persentase klik tayang artikel, waktu baca konten [bounce rate], CTR dan penghasilan anda.

Sekalipun gambar referensi tidak bisa dilihat pengunjung di SERPs, namun tetap harus dibuat sebagus mungkin.

Kalau ada tambahan, masukkan atau mungkin pertanyaan terkait dengan postingan ini bisa tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang 5+ tips memilih foto referensi untuk konten blog. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

2 pemikiran pada “5+ Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog Yang Meningkatkan CTR”

  1. bagus nih tipsnya. eniwei ada rekomendasi tempat cari gambar? thanks

    Balas

Tinggalkan komentar