11+ Tips Foto Makro Yang Baik Dan Benar

15 Likes Comment
fotografi makro

Sebenarnya ada banyak sekali tips dan trik foto makro yang baik dan benar. Di artikel kali ini akan saya ulas beberapa diantaranya.

Fotografi makro adalah salah satu teknik fotografi close-up yang berusaha menonjolkan detail subjek yang akan di foto.

Misalnya, saat anda mau mengambil foto serangga kecil, dibutuhkan teknik khusus agar foto yang dihasilkan itu bagus dan menarik.

Selain teknik khusus, perangkat pendukung juga dibutuhkan termasuk didalamnya kamera mikro dan lensa khusus.

Di artikel kali ini saya hendak mengulas beberapa tips yang bisa anda ikuti saat mau mengambil foto makro.

Sebelum lanjut, baiknya saya bahas dulu deh pengertian foto makro itu seperti apa agar pembahasannya lebih lengkap.

Apa itu fotografi makro?

Fotografi makro adalah salah satu genre fotografi yang sebagian besar subjeknya adalah benda atau hewan makro close-up seperti bunga atau serangga.

Meski demikian, subjek fotonya enggak terbatas pada tumbuhan atau hewan berukuran mini tetapi juga subjek berukuran sedang.

Dalam konteks ini, fotografi makro berusaha mengambil foto dimana subjek yang diambil ukurannya sama dengan sensor kamera atau mungkin lebih kecil.

Sebagai contoh, jika anda mau ambil foto serangga kecil, semut misalnya, maka lensa yang digunakan lebih besar satu inci dari semut.

Definisi foto makro sebenarnya sangat spesifik dan pengaplikasiannya cukup ketat. Plus, kamera dan lensa yang digunakan lumayan mahal.

Kira-kira begitu pengertian singkat atau sederhana tentang fotografi makro. Untuk pengertian yang lebih lengkap akan saya ulas dilain kesempatan.

11+ Tips Foto Makro Yang Baik Dan Benar

Seperti yang saya sebutkan diatas, fotografi makro berusaha menampilkan subjek berukuran mini atau kecil.

Disisi lain, teknik mengambil foto makro enggak jauh beda sama teknik lain. Barang-barang yang digunakan pun sama, kecuali lensa.

Artinya, fotografi makro tetap memperhatikan angle, timing hingga pengaturan teknis lain, aperture misalnya.

Lantas, tips apa saja yang harus diperhatikan saat mau ambil foto makro? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Gunakan lensa makro
foto makro
Gambar kupu-kupu Gatekeeper yang diambil menggunakan kamera Nikon D200 dengan lensa makro Nikon berukuran 200mm. 1/160sec @f/8, ISO 100

Bagi saya pribadi, lensa adalah hal paling pertama yang harus diperhatikan saat mau mengambil foto makro.

Dengan kata lain, gunakanlah lensa yang sesuai. Ada saran gak? Ada. Sarannya, pakai lensa 50mm sampai 200mm.

Meski sebagian besar kamera saat ini terlebih DSLR sudah menawarkan fitur zoom, tapi enggak bisa digunakan untuk foto makro.

Apalagi yang pembesarannya enggak lebih dari ukuran sebenarnya. Yang ingin saya katakan disini adalah, foto makro harus dimulai dari ukuran 1:1 dan enggak boleh kurang dari itu.

Lensa ukuran 50-60mm juga bisa digunakan untuk tujuan fotografi makro tapi masalahnya ada di jarak dan fokus.

Sebagai contoh, jika pengen ambil foto kupu-kupu atau capung, jarak antara lensa dan subjek supaya focal length besar berkisar150-200mm.

Memang sih, harga FL saat ini cukup mahal. Kalau punya duit ya silahkan beli. Kalau enggak punya, ya mohon bersabar.

Kalau gak bisa sabar, bisa beli FL alternatif dengan harga yang lebih murah yang bisa disesuaikan sama budget.

2. Gunakan tabung ekstensi
fotografi makro
Oedemera Nobilis yang diambil menggunakan Nikon D200 dengan lensa Nikon 18-200mm serta tabung ekstensi berukuran 20mm. 1/125sec @f/11, ISO 400

Tabung ekstensi berfungsi agar zoomnya lebih natural. Nah ini juga penting digunakan, terlebih jika objeknya memang kecil sekali, seperti gambar serangga diatas.

Jangan sembarang juga pilih tabung. Saran nih, pilihlah tabung yang cocok dengan dudukkan lensa dan bodi kamera supaya fokus lensa lebih dekat dengan subjek.

Tujuannya? Agar subjek yang terlihat kecil jadi lebih besar jika dilihat dari kamera. Apalagi jika objeknya memang kecil seperti kumbang bunga berkaki tebal yang anda lihat pada gambar diatas.

Baca Juga : Jual Foto Anda di 5 Situs Ini Dan Dapatkan Jutaan Rupiah

Tabung ekstensi juga hanya satu dari sekian banyak alternatif untuk memaksimalkan fokus lensa. Dan ini bisa dipilih oleh anda yang suka fotografi makro tapi low-budget.

Daripada beli lensa makro yang harganya cenderung mahal menggunakan tabung ekstensi sebagai alternatif juga enggak masalah.

Jika dipasang di ujung kamera, tabung enggak akan terlihat dari layar bidikan sehingga fokus kamera jadi tak terbatas.

Kalau perlu atau memungkinkan, boleh tambah beberapa tabung agar fokusnya jauh lebih dalam sehingga foto yang dihasilkan lebih berkualitas.

3. Bisa pakai dioptre
Diopre fotografi makro
Capung cincin emas diambil menggunakan Panasonic Lumix FZ30 dilengkapi dengan dioptre Cokin +3. 1/250sec @f/3.6, ISO 200

Diopre itu apa sih? Fungsinya apa? Bentuknya gimana? Diopre adalah filter close-up. Fungsinya untuk memfilter dengan bentuk seperti kaca pembesar alami.

Filter ini diskrup ke ulir kamera bagian depan dan bisa dijadikan alternatif untuk anda yang ingin mengambil fotografi makro tetapi belum punya lensa makro.

Diopre biasanya difilter dengan ukuran dioptres. Filter ini tersedia dalam set pembesaran sekira +1, +2, dan +4.

Juga tersedia beberapa varian diopre yang bisa disesuaikan sama sistem filter yang digunakan, terlebih jika filternya persegi bergaya Cokin.

4. Aperture
fotografi makro
Tetesan salju kiri yang ditunjukkan di sini diambil dengan f/2.8 sedangkan yang di kanan diambil pada f/22

Untuk mengambil foto makro yang bagus dengan kedalaman bidang yang sesuai, saran saya, baiknya gunakan aperture kecil.

Aperture kecil itu yang gimana sih? Bisa f/16  atau f/22. Jika gunakan f/22 kedalaman bidangnya bisa bertambah hingga 15mm.

Sementara, jika mau foto yang diambil itu lebih tajam setajam-tajamnya, aperture penuh seperti f/2.8 atau f/4 bisa dipakai.

Salah satu alasan mengapa aperture perlu diatur adalah untuk mengubah cahaya yang masuk menjadi bulat yang bisa menambah keindahan foto.

5. Blip flash
Daun sycamore
Gambar daun sycamore diambil dengan Nikon D200, lensa makro Nikon 105mm. 1/125 (atas) & 1/250sec (bawah) @ f/8, ISO 100

Kalau yang ini mah bisa digunakan terlebih jika subjeknya statis atau enggak bergerak. Dengan kata lain, subjek fotonya bukan serangga.

Tujuan penggunaan blip flash adalah untuk menambah kesan hidup pada foto yang dihasilkan.

Sebagai contoh, foto daun Sycamore diatas, kedua gambar diekspos dengan cahaya alami namun gambar dibawah menggunakan blip flash.

Untuk gambar tersebut kecepatan rananya ditambah satu kali untuk menggelapkan latar gambar dan ternyata hasilnya jauh lebih menawan.

6. Bisa gunakan ‘tangan ketiga
tangan ketiga
via amateurphotographer.co.uk

Ada banyak aksesoris yang bisa digunakan dalam fotografi makro, salah satunya adalah tangan ketiga.

Dengan bantuan tangan ketiga, anda bisa memposisikan kamera ke sudut apapun yang diinginkan. Dengan demikian peluang untuk mendapatkan angle yang cocok terbuka lebar.

Penggunaan tangan ketiga ini banyak dilakukan oleh mereka yang hobi foto makro pakai HP. Makanya, tangan ketiga ini punya nama sayang-sayang yang terdengar seperti tempat menampung air yakni tongsis.

7. Perhatikan pola makro
Gambar jamur
Gambar Jamur diambil menggunakan Nikon D2X Nikon 105mm dengan lensa makro. 1/15sec @f/11, ISO 100

Meski foto makro yang diambil bisa di cropping untuk menghilangkan objek mengganggu tapi anda baiknya anda tetap mempertahankan bentuk foto secara alami.

Dalam konteks ini, berarti anda memposisikan kamera pada setiap angle yang memungkinkan. Pakai intuisi dan jiwa kreatif anda disini.

Kalau perlu, pakai imajinasi anda untuk melihat pola-pola imajiner pada subjek dan serta benda-benda di sekitarnya yang mungkin bisa menambah kedalaman subjek.

Sebagai contoh, gambar diatas menunjukan bagaimana suatu foto diambil dalam sudut yang sama namun pendekatan yang digunakan berbeda sehingga hasilnya berbeda pula.

8. Titik Fokus
kepala teasle
Foto kepala Teasle ini diambil dengan kamera Nikon D200 dan lensa makro Sigma 150mm. 1 / 320sec @f/5.6, ISO 100

Salah satu aspek paling penting saat mau mengambil foto makro adalah titik fokus. Dengan titik fokus, berarti anda berusaha mengubah secara dramatis tampilan subjek sesuai titik yang dipilih.

Titik fokus juga bisa membantu anda untuk menghasilkan efek yang unik. Terlebih jika aperture yang digunakan sudah sesuai.

9. Visualisasi
foto makro
Gambar Amethyst diambil dengan kamera Nikon D200, lensa Sigma 150mm. 1/13sec @f/4.2, ISO 100

Gunakan LCD kamera untuk memastikan bahwa anda foto yang diambil sudah berada di sudut yang pas.

Perhatikan juga tiap sudut gambar untuk memastikan tidak ada gangguan. Jika gangguannya ada, rapikan dulu sampai hilang atau sesuai keinginan anda.

Selain itu, pastikan juga anda berkosentrasi pada subjek foto agar tidak berpindah tempat [jika subjeknya adalah hewan atau serangga].

Oh iya, penggunaan LCD bisa bisa membuat kamera anda cepat lowbat. Karena itu, siapkan juga kamera cadangan untuk jaga-jaga.

10. Timing yang tepat
foto makro
Gambar rintik hujan di daun geranium diambil menggunakan kamera Nikon D200 dengan lensa Sigma 150mm, 1/20sec @f/16 @ 1/20, ISO 100.

Umumnya, ada 5 faktor yang memungkinkan foto makro yang dihasilkan terlihat bagus, diantaranya:

  • Kreativitas fotografer
  • Waktu
  • Tempat
  • Kamera yang digunakan
  • Angle atau sudut foto

Semua faktor ini secara langsung berkontribusi pada foto yang diambil atau dihasilkan. Dengan kata lain, jika ada satu faktor saja yang terlewatkan, jangan harap foto itu bagus.

Sebagai contoh, jika anda ingin mengambil foto makro hujan dan daun, waktu yang paling tepat adalah setelah hujan atau saat hujan sedang berlangsung.

Kalau mengambil foto saat hujan, tentu anda harus basah-basahan termasuk peralatan yang digunakan. Dengan demikian, risiko dan kerugiannya bakal meningkat.

Untuk meminimalisir resiko dan kerugian, anda bisa lakukan kegiatan tersebut setelah hujan reda.

Alasannya sederhana, tetes hujan terkadang bertindak sebagai miniatur yang akan memperbesar pembuluh darah di daun.

Di waktu inilah anda bisa mengambil foto daun dan hujan pada timing yang tepat dengan kemungkinan hasil lebih bagus.

11. Perhatikan latar belakang subjek
foto makro
Gambar bunga Sakura Putih diambil menggunakan Nikon D200, lensa makro Nikon 105mm. 1/10sec @f/11, ISO 200 via amateurphotographer.co.uk

Sebagai contoh, latar belakang subjek secara langsung akan mengubah seluruh tampilan foto ketimbang warna kaku.

Latar belakang sebenarnya adalah subjek alami baik yang diambil secara sengaja atau tidak. Misalnya, jika anda mengambil foto semut, sebaiknya libatkan juga rumput, dedaunan, pohon, kombinasi semak-semak dan langit.

Setelah itu, coba cetak di kertas A2 menggunakan kertas foto Matt dan lihat hasilnya? Seolah ada refleksi dibelakang subjek.

Jika ditempatkan di cermin atau flashgun, gambar akan terekspor lebih hidup. Ingat, jiwa kreativitas dibutuhkan disini ya.

Penutup

Salah satu kegiatan fotografi yang cukup menyenangkan adalah fotografi makro. Terlebih jika hasil fotonya bagus dan menarik.

Soalah-olah, sesuatu yang kecil jadi besar, seukuran kepalan tangan. Padahal, ia hanyalah serangga atau semut yang ukurannya tak lebih dari 2 cm.

Fotografi makro juga merupakan salah satu cara memahami dunia serangga yang kecil, unik dan penuh misteri.

Demikian artikel tentang tips foto makro yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *