Mengenal Format RAW Pada Kamera Dan Cara Mengaktifkannya

10 Likes Comment
Fungsi RAW pada kamera

Format RAW Pada Kamera – Jika anda membeli kamera keluaran terbaru, seperti kamera DSLR atau Prosumer, anda akan melihat salah satu format gambar baru.

Format tersebut dikenal dengan nama RAW. Lantas apa sih fungsi format ini? Apa bedanya dengan format foto yang lain seperti JPG dan PNG?

Saya sendiri awalnya bingung dengan format foto yang satu ini ketika saya membeli kamera Prosumer beberapa waktu lalu.

Tapi makin kesana justru saya makin tertarik menggunakannya saat mau foto-foto. Hingga kini, kalau mau foto-foto entah untuk klien atau sekedar senang-senang, saya menggunakan RAW.

Lantas apa sih fungsi format ini pada kamera? Apa manfaatnya bagi fotografer? Kalau anda penasaran atas jawaban dari pertanyaan ini, simak penjelasan dibawah ini.

Perbedaan format RAW dan JPG

Sebelum lanjut, saya akan membahas terlebih dahulu perbedaan format RAW dan JPG ini. Berikut daftarnya:

1. Format RAW

Sebenarnya RAW bukan merupakan kepanjangan, singkatan atau akronim. Ia merupakan arti dari sebuah kata berbahasa Inggris yakni Mentah.

Jadi RAW = mentah. Mentah dalam bahasa Indonesia bisa berarti bahan baku, bahan yang belum diolah atau bisa di olah kembali, bahan yang belum matang dan lain sebagainya.

Yang berarti format ini sangat cocok digunakan oleh fotografer profesional, yang ingin menambah sentuhan pada foto tersebut lewat proses editing misalnya untuk digital retouching.

Format ini pada dasarnya memiliki ukuran file yang cukup besar. Ukurannya sepadan dengan kualitas gambar yang dihasilkan.

Selain itu, dalam format ini tersedia banyak sekali metadata yang dapat dilihat mulai dari kamera yang digunakan, tanggal, model pengambilan foto, kontras, jumlah warna dan lain sebagainya.

2. Format JPG

Berbeda dengan RAW, JPG merupakan kepanjangan dari Join Photographic Group. Format ini adalah salah satu format gambar yang cukup populer digunakan.

Rata-rata, foto yang dihasilkan baik dari kamera DSLR atau smartphone berbentuk JPG. Gambar yang saya gunakan sebagai gambar referensi artikel yang sedang anda baca ini juga menggunakan format JPG.

Dibalik popularitasnya tersebut, ternyata JPG memiliki satu kelemahan besar. Yakni, format ini sangat bergantung pada ukuran file.

Maksudnya begini, apabila sebuah foto dengan format JPG memiliki ukuran kecil, misalnya hanya 1MB saja, maka kualitasnya sudah rendah.

Kualitas ini makin terlihat jelas apabila gambar sudah diedit menggunakan aplikasi pengeditan gambar seperti Photoshop atau Adobe Lightroom.

Yang lebih gak bagusnya lagi, foto yang terlihat menarik dari kamera bisa saja akan terlihat buram, pencahayaannya rendah dan banyak metadata yang hilang kalau sudah diedit.

Perbandingan foto RAW dan JPG

Agar lebih jelas perbedaan antara format RAW dan JPG ini, anda bisa lihat perbandingan dua format foto dibawah ini. Antara lain:

  • JPG memiliki ukuran file yang lebih kecil. Ukurannya sekitar ¼ dari ukuran RAW
  • JPG merupakan format file universal sementara RAW adalah format unik yang hanya terdapat pada beberapa jenis kamera
  • Format JPG dapat dibagikan kapan saja dan dimana saja tanpa perlu di edit. Sementara, format RAW sebaliknya
  • Format RAW memberikan kontrol yang lebih besar saat akan di edit, sementara JPG mengurangi kontrol tersebut karena banyaknya metadata yang terbuang
  • Format JPG kompatibel dengan sebagian besar smartphone atau kamera tangan. Sementara, format RAW hanya terdapat pada kamera profesional yang mahal seperti DSLR, Mirroless dan beberapa jenis kamera lain
  • JPG dibentuk dengan format 8-BIT. Dengan kata lain hanya bisa menyimpan informasi hingga 16 juta warna. Sementara, RAW sanggup menyimpan 68 miliar sampai 48 triliun warna, tergantung kamera yang digunakan.

Disisi lain, banyak fotografer kawakan yang tidak menyadari kalau kamera yang mereka gunakan itu merupakan komputer mini dengan fungsi yang spesifik.

Fungsi apa itu? Untuk mengkonversi cahaya menjadi sebuah gambar. Gambar yang epik, yang memiliki nilai seni tinggi.

Di dalam kamera terdapat sensor kamera, prosesor dan alat-alat lain yang bekerja secara bersamaan untuk memproses cahaya menjadi gambar.

Baca Juga : 6 Tools Recovery Foto Terbaik Saat Ini

Jika sebuah gambar diambil menggunakan format RAW, dapat diartikan kalau gambar itu sudah ada didalam kamera namun belum terekspos.

Membantah apa yang saya sebutkan diatas, sebenarnya format ini juga sudah terdapat di beberapa kamera keluaran lama, dengan nama yang sama.

Namun karena belum banyak aplikasi pengeditan yang mendukung format ini, makanya baru populer beberapa tahun belakangan.

Kalau diperhatikan lebih seksama, file RAW ini mirip dengan film negatif. Hanya saja, proses pengambilan fotonya masih menggunakan rool film alias belum digital.

Mengapa tulisan RAW dikapitalisasi?

Saya sendiri awalnya bingung dengan pertanyaan ini. Karena, rata-rata format gambar ditulis dengan huruf kapital.

Tapi kenapa yang ditanyakan hanya format RAW ini saja ya? Entahlah. Yang jelas, pertanyaan ini wajib saya dijawab.

Berbeda dengan format JPG, RAW sebenarnya bukanlah jenis file khusus. Beberapa produsen kamera terkadang menggunakan nama ekstensi file yang berbeda namun merujuk pada format ini seperti CR2 atau NEF.

Lalu mengapa tulisan RAW harus dikapitalisasi sih? Enggak bisa ditulis pakai huruf kecil ya? Menurut saya pribadi, ada beberapa alasannya. Antara lain:

  • Untuk membedakan kata RAW atau mentah yang digunakan sehari-hari. Karena terkadang, definisinya tidak akurat dan bergantung pada situasi penggunaan kata
  • Karena ekstensi file secara tradisional selalu menggunakan huruf besar seperti .DOC untuk dokumen Microsoft Word atau .XLS untuk jenis dokumen Excel Spreadsheets.

Saya pikir dua contoh sudah cukup memberikan penjelasan mengapa tulisan RAW harus dikapitalisasi. Intinya, penulisan tersebut bertujuan untuk menggambarkan tipe file dalam artian mentah.

Sebenarnya juga, tidak ada aturan khusus yang mengatakan kalau anda wajib tulis kata RAW pakai huruf kapital. Daripada berantem terus, terserah deh mau tulis huruf kecil atau besar, terserah!

Kelebihan dan kekurangan mengambil foto dengan format RAW

Setelah mengetahui perbedaan dan perbandingan format RAW dengan JPG, berikutnya akan saya bahas tentang kelebihan dan kekurangan format ini.

Kelebihan menggunakan format RAW

Secara umum, ada beberapa kelebihan atau keuntungan jika menggunakan format RAW untuk fotografi. Berikut diantaranya:

1. Mampu menyimpan semua data gambar

Keuntungan pertama dari format ini adalah kemampuannya menyimpan semua data-data gambar. Data-data tersebut tetap ada sekalipun sudah di edit.

Misalnya begini, terkadang saat anda mengambil foto pemandangan, langit mungkin terlihat sedikit terang sehingga subjek yang di foto terlihat gelap.

Jika anda menggunakan format JPG, ada metadata cahaya yang secara otomatis hilang. Karena pada dasarnya, gambar yang berformat JPG adalah gambar jadi atau final.

Sehingga, jika anda mau mengeditnya, anda harus mengorbankan sedikit kualitas gambar. Syukur-syukur kalau gambar itu gak blur.

Namun jika anda menggunakan format RAW, sejumlah besar informasi tetap akan tersimpan pada gambar, termasuk warna tadi.

Sehingga, saat anda mengeditnya, anda bisa mengatur kontras langit yang terlalu terang itu agar subjek foto bisa kelihatan.

2. White balancenya bagus

Bagi fotografer profesional, white balance adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah foto.

Tahu gak apa itu White balance? Ini sebenarnya merupakan nada dari sebuah gambar. Nada ini berkaitan dengan tekstur dan warna.

Misalnya begini, apabila white balancenya hangat maka gambar akan terlihat keemasan. Sementara, apabila white balancenya dingin maka gambar akan cenderung berwarna biru.

Sampai disini sudah paham belom? Kalau belum paham, coba tanya ke fotografer lain deh. Susah kalau jelasin pakai bahasa teknis.

Oh iya, perlu juga diketahui, white balance ini cenderung variatif dan bergantung pada sumber cahaya. Seperti misalnya jika anda mengambil foto bola tungsten, nada cahayanya akan berbeda saat anda mengambil foto matahari di siang bolong, begitu juga saat anda mengambil foto matahari terbenam.

Masih belum paham juga? Biar saya jelaskan dengan analogi sederhana. Coba ambil kertas putih, mau HVS atau buku tulis milik mantanmu kek.

Setelah kertas itu ada ditangan anda, pasti tahu dong kalau kertas itu berwarna putih, kan? Kalau begitu, coba ambil satu kertas lagi lalu taruh dibagian atas kertas pertama, maka tekstur warnanya akan berubah.

Hal ini berlaku juga saat anda mengambil foto menggunakan kamera. Sebelum mengkonversi cahaya menjadi gambar, kamera biasanya akan mencari tahu lebih dulu nada cahaya yang ada saat itu.

Sehingga, terkadang gambar akan terlihat biru atau kekuningan. Nada ini dipengaruhi oleh keseimbangan putih [white balance].

Kalau anda mengambil foto dengan format JPG, maka anda wajib mengatur white balancenya agar bisa diterapkan langsung pada foto.

Sebaliknya jika anda memotret pakai mode RAW. Anda tidak perlu repot-repot atur White balancenya lagi.

Dengan kata lain, fotografer dapat dengan mudah menyesuaikan nada gambar saat dan pasca pemrosesan.

Anda juga bisa memperbaiki gambar itu menggunakan aplikasi pengeditan foto supaya gambar terlihat lebih natural dan nyata.

3. Tajam

Kalau ini sudah pasti dong. Saat anda mengambil foto dengan format JPG, kamera biasanya akan mengedit data gambar sebagai bagian dari proses konversi sebelum memberikan tampilan akhir.

Proses ini berlangsung sangat cepat sehingga banyak fotografer tidak menyadarinya. Dan, tampilan ini biasanya dapat disesuaikan pada pengaturan kamera yang mencakup saturasi, kontras, noise dan tingkat ketajaman.

Baca Juga : Cara Mengetahui Kode Negara Asal iPhone Yang Digunakan

Hanya saja, tidak semua kamera mendukung fitur semacam ini. Sehingga, banyak fotografer yang mengambil foto JPG harus berurusan dengan aplikasi pengeditan foto untuk meningkatkan ketajaman dan noise.

Berbeda jika anda menggunakan format RAW saat mengambil foto. Sekalipun foto tersebut terlihat gelap karena saat sesi pemotretan cahayanya minim atau indoor photography, noise dan ketajamannya dapat disesuaikan dengan mudah.

Sehingga foto akan terlihat lebih tajam, bersih dan sesuai harapan fotografer, tim dan juga klien.

4. Highlight area pada gambar dapat diperbaiki dengan mudah

Tahu gak maksud dari highlight area ini dalam dunia fotografi? Kalau belum tahu biar saya jelaskan sedikit deh.

Highlight area itu adalah suatu wilayah yang ada dalam foto, yang memperoleh banyak sekali paparan cahaya seperti pada gambar dibawah ini

fungsi raw

Lantas apa dampak highlight area ini pada foto? Dampaknya adalah over exposure sehingga gambar akan terlihat lebih putih, sementara area lainnya seolah kekurangan cahaya.

Jika anda menggunakan format gambar JPG, area semacam ini mungkin akan sulit di diperbaiki karena gambarnya sudah final.

Namun jika anda menggunakan format RAW detail-detail pada highlight area tersebut masih bisa disesuaikan agar tekstur warnanya sama dan seimbang,

Kekurangan mengambil foto dengan format RAW

Rasanya tak lengkap ya jika hanya membahas kelebihan format RAW saja. Oleh karena itu, saya juga akan mengulas beberapa kekurangan mengambil foto dengan format ini. Antara lain:

1. Memori bakalan cepat full

Sebenarnya, ini adalah resiko yang harus dihadapi oleh fotografer apabila mengambil foto dengan format RAW.

Dibanding dengan format JPG, RAW lebih banyak memakan memori. Apalagi jika memori kamera yang anda gunakan hanya berukuran 1GB saja.

Rata-rata, 1 foto berformat RAW memakan memori sampai 20MB, sehingga pada memory card berukuran 1GB anda hanya bisa menyimpan 50 foto saja.

Coba bandingkan dengan format JPG, yang mungkin hanya membutuhkan ruang sebesar 0,5 sampai 3 MB untuk satu foto saja.

Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini, ada baiknya siapkan memori cadangan sebelum melakukan sesi pemotretan RAW.

Disisi lain, agar tidak repot gonta ganti memori, baiknya anda menggunakan memori card dengan kapasitas yang besar.

2. Editingnya bakalan lama

Wajar dong ya. Karena ukuran file yang besar sehingga proses pengeditannya akan lebih lama dibanding mengedit foto dengan format JPG.

Selain itu, untuk mengedit foto baiknya menggunakan komputer yang ukuran RAMnya besar agar tidak desktop yang digunakan tidak ngelag saat proses pengeditan berlangsung.

3. Pengambilan gambar akan sedikit lama dari biasanya

Seperti yang saya sebutkan diatas, RAW adalah file mentah dengan ukuran yang cukup besar. Sehingga, saat anda mengambil foto dengan format ini maka proses pengambilan fotonya akan lebih lama dari biasanya.

Tapi ini bukan masalah sebenarnya sih, yang penting kamera anda sudah support format ini dan tidak hang saat mau ngambil foto.

Cara Mengaktifkan Format RAW Pada Semua Jenis Kamera

Sebagian besar fotografer profesional sudah menggunakan format ini kalau mau ngambil foto. Anda juga bisa menggunakan format yang sama jika mau foto-foto.

Tapi bagaimana cara mengaktifkan format RAW ini pada kamera yang saya gunakan? Sebelum mengaktifkan, pastikan dulu apakah kamera anda sudah mendukung format ini.

Rata-rata kamera keluaran tahun 2015 keatas sudah mendukung format ini, namun tergantung pada pembuatnya sih.

Nah dibawah ini sudah saya ulas tentang cara mengaktifkan format RAW pada beberapa jenis kamera. Berikut daftarnya:

a. Untuk kamera Canon

Jika anda menggunakan kamera Canon, anda dapat mengakses format ini dengan cara klik tombol Menu> lalu klik Image Quality Settings yang tampil di layar pertama.

Namun biasanya pengaturan kualitas gambar ini berbeda pada beberapa model kamera Canon. Yang terpenting menu Image Quality ini ada pada menu. Jika ada, silahkan tekan tombol Set> lalu pilih format RAW.

Pada jenis Canon terbaru, anda juga akan diberikan pilihan kualitas format RAW. Saran saya sih, pilihlah format dengan kualitas paling tinggi.

b. Untuk kamera Sony

Sebelum mengaktifkan format ini, pastikan terlebih dahulu apakah kamera Sony yang anda gunakan sudah mendukung format ini.

Setelah mengetahui kalau kamera anda sudah mendukung format ini maka silahkan mengaktifkannya dengan cara klik MENU> Camera Settings>RAWRAW File Type and Quality

c. Untuk kamera Panasonic

Jika anda menggunakan kamera Panasonic, silahkan klik Menu> lalu klik pada Camera> setelah itu Quality> lalu pilih RAW dan tekan tombol OK/Menu.

fungsi raw pada kamera

d. Untuk kamera Fujifilm

Apabila anda menggunakan kamera Fujifilm, anda bisa mengaktifkan format RAW ini dengan cara klik Menu/OK> setelah itu cari tulisan Quality Image> lalu klik Menu/OK> lalu pilih RAW dan klik Menu/OK.

Pada kamera Fujifilm terbaru, format ini tersedia dua tipe file yakni Fine+RAW dan NORMAL+RAW. Silahkan pilih saja sesuai kebutuhan. Saran saya, baiknya pilih yang Normal+RAW.

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, RAW adalah salah satu format file mentah yang rata-rata sudah tersedia pada kamera digital modern.

Yang membuat format ini spesial adalah kemampuannya menyimpan setiap pixel gambar yang berhasil ditangkap sensor kamera.

Data-data tersebut lalu disimpan dalam kode biner yang belum melalui pemrosesan kamera, karena itulah disebut dengan RAW.

Demikian artikel tentang pengenalan fungsi RAW pada kamera dan cara mengaktifkannya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *