Film adalah: Pengertian, Jenis, Kepekaan dan Format

2 Likes Comment
film adalah

Film adalah gambar bergerak yang biasa anda tonton di Bioskop. Oh, bukan! Film adalah kertas peka cahaya yang ada di kamera dan lazim disebut roll kamera analog.

Dua pengertian diatas enggak salah karena film, dalam benak masyarakat awam, punya banyak penyebutan.

Mulai dari adegan yang mereka tonton di bioskop atau TV, video yang mereka putar di Youtube hingga genre film.

Ada juga yang berpandangan kalau film merupakan rool yang terdapat di kamera atau yang lazim disebut film analog.

Untuk anda yang pengen tahu definisi film yang sebenarnya, termasuk jenis, kepekaan dan formatnya, baca artikel ini sampai habis.

Asal kata film

Film punya sejarah yang amat panjang dan secara teknis dimulai saat ditemukannya kamera dan foto negatif.

Dedengkot Kodak, George Eastman dianggap sebagai orang pertama yang memperkenalkan film analog pada tahun 1885.

Sementara, kamera yang biasa anda gunakan untuk merekam video atau gambar bergerak diproduksi pertama kali oleh Sony, sebuah perusahaan konglomerat asal Jepang.

Secara etimologis, istilah Film berasal dari bahasa Inggris, filmen yang berarti membran, kulup atau kulit tipis.

Kata ini diserap dari bahasa Jerman, filem yang diambil dari kosa kata orang Jerman barat filminjan, dari bahasa Frisian filmene yang berarti kulit.

Ada juga yang mengatakan kalau film berasal dari bahasa proto-Jerman fello(m), yang berarti tempat persembunyian hewan atau kulit.

Yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi film dengan tetap mempertahankan keaslian pedanannya.

Penggunaan kata film sendiri dimulai pada tahun 1845 yang digunakan untuk menggambarkan lapisan gel kimia pada kaca pelat fotografi.

film adalah

Beberapa tahun setelahnya yakni pada 1895, kata ini kemudian dipersempit artinya menjadi lapisan kertas berbahan seluloid.

Seiring waktu berjalan, film positif mulai ditemukan. Film positif inilah yang memungkinkan anda menonton gambar bergerak.

Dan sejak tahun 1905, film yang anda tonton di Bioskop atau di TV sudah dianggap sebagai kerajinan atau seni yang terus bertahan hingga sekarang

Pengertian Film adalah

Bagi saya pribadi, penggunaan kata film dan artinya harus disesuaikan sama situasi yang ada saat kata itu disebut.

Misalnya, jika anda sedang menonton film Avengers: Endgame di Bioskop atau di TV, layar akan menampilkan adegan demi adegan yang bisa disebut film.

Sementara, jika anda sedang mengambil foto dengan kamera analog, hasil fotonya akan tersimpan pada film negatif yang umumnya berwarna coklat kehitaman.

Lantas, mana sih definisi yang tepat? Definisi yang paling tepat adalah yang kedua. Karena adegan yang anda tonton di layar kaca merupakan kata yang menggambarkan objek didalam film negatif.

Dan ini berlaku dalam dunia fotografi atau filmografi. Intinya, film adalah selaput tipis atau lembaran tipis yang dibuat dari selulosa asetat atau nitroselulosa yang dilapisi dengan emulsi sensitif radiasi untuk mengambil foto atau gambar bergerak.

Dengan demikian, apabila anda menyebut adegan yang tampil di TV atau Youtube itu sebagai film maka kata ini merujuk pada hasil atau entitas yang tersimpan dibalik film negatif.

Artinya, film yang anda tonton itu adalah hasil dari proses pembuatan gambar bergerak yang tersimpan didalam film.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], Film punya 3 pengertian dasar, yakni:

  • Selaput tipis yang terbuat dari plastik seluloid yang berbahan dasar nitroselulosa dan digunakan sebagai tempat gambar negatif yang akan dibuat potret atau untuk tempat gambar positif yang akan dimainkan dalam bioskop
  • Lakon, cerita atau gambar hidup
  • Lembaran plastik yang digunakan sebagai media transfer teks atau gambar pada saat pembuatan pelat cetak

Dari pengertian diatas jelas kalau film adalah plastik seluloid dan bukan adegan yang tampil di layar TV anda.

Agar anda tidak bingung definisinya biar saya jelaskan sedikit perbedaannya:

  • Jika film yang anda maksud adalah film yang terdapat pada kamera maka ia disebut sebagai film negatif atau film yang digunakan untuk menyimpan berkas mentah foto yang bisa dicetak
  • Sementara, jika yang anda maksud adalah film yang biasa anda tonton di TV atau Bioskop maka ia bisa disebut dengan film positif yang menyimpan hasil rekaman untuk kemudian diproyeksikan di layar tancap.

Film positif inilah yang kemudian melahirkan beberapa istilah baru yang secara teknis disebut filmografi dan sinematography.

Dua istilah diatas punya sejarah dan karakteristik sendiri. Karakteristik film adalah suatu tinjauan tentang bagaimana film itu dibuat.

Yang didalamnya menyangkut tempat ditampilkannya film apakah di bioskop atau di TV, metode pengambilan gambar, alur ceritanya, peralatan yang digunakan, biaya yang dikeluarkan dan pengidentifikasian psikologis film.

Agar anda lebih mudah mendefinisikan film maka gunakanlah arti sesuai dengan kondisi yang ada saat itu.

Jika anda sedang menonton dan ada pertanyaan tentang makna atau judul film, silahkan jawab sesuai konteks pertanyaan.

Atau mungkin anda diminta untuk membedah film yang baru saja di tonton, ya silahkan bedah sesuai permintaan.

Tetapi jika suatu waktu anda ditanya definisi film atau arti dari film, pakailah dalam definisi yang sebenarnya.

Istilah-istilah film

Istilah film adalah suatu penyebutan yang utamanya merujuk pada genre atau aliran film, sebagai berikut:

  • Film adaptasi yang merupakan film yang diadaptasi dari sebuah karya tulis entah itu buku, novel, cerita pendek dan lain sebagainya
  • Film alternatif adalah film yang jarang atau mungkin tidak pernah ditayangkan di bioskop atau TV secara komersial. Ada beberapa contoh film alternatif ini diantaranya film dokumentar, film eksperimental, film pendek dan lain sebagainya
  • Film arus utama adalah film yang beredar luas di pasaran yang dibuat khusus untuk tujuan komersial
  • Film autobiografi atau autobiopik adalah film biografi tentang seseorang entah itu tokoh politik, olahragawan dan lain sebagainya
  • Film B yang merupakan film berkualitas rendah atau yang lazim disebut film kelas-B
  • Film biografi adalah film yang menceritakan kehidupan seseorang tokoh atau orang terkemuka dalam satu bidang, Politik misalnya
  • Film biru adalah film yang kadang disebut film skidipapap, ehem-ehem atau wikwik
  • Film dialog adalah film yang dibuat dengan biaya minim dengan isi cerita sebagian besar berisi dialog natural dari para pemerannya
  • Film dokumenter adalah film hasil dokumentasi tentang suatu peristiwa bersejarah atau suatu aspek seni budaya yang mempunyai makna khusus agar dapat menjadi alat penerang dan alat pendidikan bagi masyarakat
  • Film eksploitasi adalah film yang dibuat untuk menarik penonton dengan isi yang sensasional atau kontroversial
  • Film fiksi mini adalah film yang terdiri atas satu adegan yang berasal dari cerita fiksi mini
  • Film formulaik adalah film yang dinilai berdaya jual tinggi atau dianggap akan laku keras sekalipun film tersebut belum diedarkan
  • Film horor adalah film yang sebagian besar ceritanya menggambarkan atau mengisahkan cerita-cerita mistis, horor dan menyeramkan
  • Film independen adalah film yang dihasilkan oleh perusahaan kecil dan mandiri
  • Film indi adalah film yang dinilai berdaya jual tinggi atau dianggap akan lahir, bahkan ketika film tersebut belum beredar
  • Film kartun adalah film hiburan dalam bentuk gambar lucu yang mengisahkan tentang binatang dan lain sebagainya
  • Film komedi adalah film yang mengisahkan cerita ringan yang penuh dengan kelucuan
  • Film kultus adalah film yang eksentrik dan surealis dengan latar hiasan serta tokoh dan plat yang konyol, aneh dan unik tetapi disukai dan dipuja oleh kelompok tertentu, biasanya berbujet rendah, kurang laku dipasaran, dan dianggap kontroversial karena tidak menggunakan narasi dan konvesi teknis film yang standar
  • Film laga adalah film yang banyak berisi aksi, perkelahian atau keributan
  • Film laris adalah film yang sukses dalam jumlah penjualan tiket dan popularitas
  • Film lepasan adalah film yang menirukan atau menurunkan film awalnya atau sebelumnya, seperti film dengan karakter utamanya adalah pemeran pendukung di film awalnya atau sebelumnya
  • Film mini adalah film yang berdurasi sangat singkat, terdiri atas satu adegan, biasanya dibuat berdasarkan fiksi mini
  • Film murahan atau film yang diproduksi dengan biaya murah atau film yang tidak bermutu
  • Film omnibus adalah kompilasi film pendek yang masih memiliki satu tautan cerita dan benang merah yang sama
  • Film panas adalah film yang penuh dengan adegan erotis
  • Film p*rno adalah film yang menayangkan adegan p*rno atau yang juga disebut film biru
  • Film seni adalah film yang dibuat untuk menonjolkan sisi artistik atau eksperimental atau juga suatu film dokomenter yang menggambarkan karya seni atau seniman yang sedang menciptakan sebuah karya
  • Film seri adalah film dengan tokoh utama yang sama, tetapi dengan cerita yang berbeda
  • Film serial adalah film yang ceritanya berseri atau beruntun
  • Film silat adalah film yang mengisahkan cerita dengan banyak menampilkan adegan perkelahian dengan adu ketangkasan bermain silat
  • Film tambahan adalah adegan yang ditambahkan ke dalam konsep asli, biasanya dilakukan setelah film diselesaikan
  • Film warna adalah film yang dapat menghasilkan foto berwarna yang sesuai dengan warna aslinya
  • Film inframerah adalah film berwarna yang terdiri atas tiga lapis yakni merah, hijau dan biru. Dimana, lapisan merah sensitif terhadap radiasi gelombang inframerah, lapisan hijau sensitif terhadap sinar merah, dan lapisan biru sensitif terhadap sinar hijau

Jenis Film pada kamera

Jenis film disini bukan merujuk pada type film atau genre melainkan jenis-jenis film pada kamera dalam artian yang sebenarnya. Berikut daftarnya:

1. Film negatif berwarna

Film negatif berwarna adalah salah satu jenis film yang sangat populer dikalangan fotografer potret [portrait] dan weding photographer, dulunya.

Salah satu alasan mengapa film ini populer adalah warna dan kontras yang tersimpan didalam film cukup jelas.

Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yang terdapat pada film itu yang dikenal dengan nama C-41.

Bahan kimia ini memungkinkan anda memperoleh warna negatif yang kuat untuk kemudian dicetak diatas kertas foto.

2. Film warna positif

Film warna positif ini memungkinkan anda memperoleh gambar berwarna atau slide lewat pemrosesan gambar biasa.

Film ini memiliki komposisi bahan kimia E-6 yang dapat dipakai bersamaan dengan C-41 yang sudah saya jelaskan diatas.

Salah satu kelebihan dari format ini adalah foto yang dihasilkan memiliki kontras intens dengan warna yang cerah, seperti pada foto lemografis atau yang akrab disebut pemrosesan silang.

3. Film hitam putih

Sepanjang yang saya tahu, film hitam putih terdiri dari dua jenis, yakni:

  • Film B&W yang merupakan film dengan galetin tradisional dimana galetin tersebut terdapat kristal garam perak kecil yang bisa didispersikan dalam substansi yang kadang disebut galetin perak. Film ini dianggap lebih stabil dengan pengaturan yang lebih sederhana ketimbang film negatif lain
  • Film B&W C-41 adalah film dengan banyak lapisan yang semuanya sensitif terhadap cahaya, ditambah lagi pengaturannya yang ribet. Paparan cahaya dalam film yang terkadang berlebih membuat gambar tidak stabil sehingga hasil fotonya kadang terlihat sangat terang
4. Film inframerah

Salah satu kelebihan film inframerah ada pada eksposurnya yang memungkinkan anda menghasilkan foto unik.

Jenis film ini sangat peka terhadap spektrum cahaya yang lebih kuat dari mata manusia dengan demikian hasil gambarnya jauh lebih bagus saat diekspos.

Perlu diketahui, 4 tipe film diatas adalah tipe yang paling umum dan tipe umum ini punya banyak macam seperti film negatif berwarna, Film diaposit warna dan Film negatif hitam-putih atau Black & White Monochrome.

Termasuk juga tipe film khusus seperti film negatif monokrom dengan proses warna, film infra merah, film tungsten, film orthochromatis dan lain sebagainya.

Ukuran film

Ukuran film bukan mengacu pada dimensi melainkan ukuran film analog. Secara umum, ukuran film terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

  • Ukuran 135 atau 35mm yang merupakan salah satu jenis film yang mudah ditemukan dan diproses karena tersedia di toko apa saja. Pada dasarnya, film 35mm memungkinkan anda menghasilkan gambar dengan ukuran hingga 24x36mm
  • 120 atau Format Sedang adalah salah satu format yang terdiri dari berbagai ukuran frame namun yang paling umum adalah 6x6cm. Tergantung pada ukuran bingkai, jadi semakin besar framenya maka eksksposurnya semakin naik tapi selalu dimulai dari angka 15 atau 16.
  • Format besar adalah format film umumnya berukuran 4×5 inci atau 9x12cm dengan resolusi 15 kali lipat dari ukuran film lain, 35mm misalnya. Format ini juga tersedia dalam ukuran lain seperti quarter-plate 5x7in dan 8x10in.

Kepekaan film

Kepekaan film dinyatakan dalam sandi yang tertuang dalam ISO [International Organization for Standardization], ASA [American Standards Association] dan DIN [Deutsches Institut für Normung e.V].

Dimana, Dx-codingnya dikomepensasikan dengan waktu proses [push & pull] maksimal +/-2 stop. Dengan pengaturan dasar seperti:

  • ISO 25 hingga ISO 125 yang disebut butiran halus karena hasil filmnya yang lambat dengan intensitas cahaya tinggi
  • ISO 12- hingga ISO 400 yang kadang disebut butiran medium karena hasil filmnya yang cenderung cepat sementara intensitas cahayanya sedang
  • ISO <400 dengan butiran agak kasar dan hasil filmnya sangat cepat sementara intensitas cahayannya rendah

Oh iya, ISO maksimum yang digunakan pada film adalah 12.800 yang terpenting ISOnya mencapai 3200.

Format film

Ada banyak sekali format film yang sudah diproduksi sejak dulu hingga sekarang, diantaranya:

1. Miniature

Film miniatur berukuran ukuran 16 mm dan banyak digunakan oleh kamera Minox, dengan berbagai varian seperti

  • Film 110 & Film 126 atau cakram yang banyak digunakan untuk kamera instant (X).
  • Film APS (Advance Photo System)
  • Format standar 35 mm (135) yang terdiri dari beberapa bagian, diantaranya: ½ frame (bingkai) – 18 x 24 mm [72 bingkai], Full frame (bingkai penuh) yang berukuran 24 X 36 mm (36 bingkai], Bujur sangkar [Kamera Robot] dengan ukuran 24 X 24 mm [50 bingkai] dan Panorama (Hasselblad Expand) -24 x 70 mm [12 bingkai]
2. Medium

Format medium dimulai dari ukuran 60 mm (120/220) dengan berbagai varian ukuran seperti Bujur sangkar -60 X 60 mm (12/24 bingkai) dan Persegi panjang – 45 x 60 mm (16/32 bingkai).

Pada ukuran panjang, format ini terdiri dari beberapa ukuran dan frame, diantaranya:

  • 60 X 70 mm (10/20 bingkai)
  • 60 X 80 mm (9/18 bingkai)
  • 60 x 90 mm (8/16 bingkai)
3. Panorama

Film panorama biasanya berukuran -60 x 170 mm (4/8 bingkai) dan terdiri dari berbagai varian seperti:

  • Format besar >4 inch x 5 inch
  • Dan Film lembaran (sheet film).

Penutup

Seiring berkembangnya waktu, penggunaan kata film lebih merujuk pada gambar bergerak yang bisa ditonton.

Hal ini semakin diperkuat oleh fakta bahwa film analog baik negatif dan positif sudah tidak diproduksi lagi untuk tujuan komersial secara besar-besaran karena permintaannya yang semakin berkurang.

Disisi lain, sebagian besar kamera sudah diproduksi berdasarkan standar digital modern dengan harga terjangkau, ongkos operasional murah dan bisa mengambil foto yang banyak tanpa dibatasi roll film.

Demikian artikel tentang film adalah: pengertian, jenis, kepekaan dan format. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *