Estimasi Biaya Buat Blog Self-Host Seperti Bungkul.com

Di artikel kali ini akan saya ulas berapa budget yang harus dikeluarkan jika ingin buat blog self-host seperti blog sederhana ini.

Juga bertujuan untuk menggambarkan berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk buat blog self-host di WordPress.org untuk tahun 2021.

Kalau mau yang gratis, ada banyak platform yang menyediakan tempat untuk nulis tanpa harus keluar biaya bahkan bisa dapat uang dari kegiatan tersebut.

Misalnya, numpang host sama Google di platform Blogger.com yang bisa didaftarkan ke AdSense. Termasuk juga di medium, di wordpress.com, kompasiana dan platform lain.

Oh iya, rincian biaya dibawah ini hanya contoh ya. Karena bisa saja, ada blog di luar saya yang biaya pembuatannya jauh lebih murah atau lebih mahal.

Sebelum lanjut, ada dua hal penting yang harus anda siapkan untuk buat blog self-host, yakni:

  • Budget atau uang untuk beli domain, hosting dan tema WordPress premium
  • Konten untuk memposting artikel secara tentatif di blog
  • Waktu untuk mengelola blog agar terus aktif

Karena bicaranya soal estimasi atau rincian biaya, disini saya mau fokus ke poin pertama diatas.

Dengan demikian, jika ingin buat blog self-host di WordPress, harus alokasikan dana untuk beli tiga sumber dayanya yakni domain, hosting dan tema WordPress.

Apakah mahal? Tergantung dimana belinya, paket apa yang digunakan, ekstensi apa yang dipilih dan lain sebagainya.

Rincian Biaya Jika Ingin Buat Blog Seperti Bungkul.com

Lantas, berapa rincian biaya untuk buat blog seperti bungkul.com? Mari ulas dulu biaya apa saja yang saya keluarkan.

1. Domain

Estimasi Biaya Buat Blog Self-Host seperti Bungkul.com

Pengeluaran pertama ada pada domain. Untuk blog ini, saya pakai ekstensi domain .com karena merupakan akhiran domain paling populer.

Dulu sih sempat bingung mau ambil ekstensi domain antara .com, .net dan .id. Kebetulan budgetnya terbatas, jadi belinya yang .com saja.

Belinya dimana? Saya belinya di Niagahoster. Harganya? Lumayan murah. Sesuai harga pasar istilahnya.

Jadi, berapa biaya pembelian domain bungkul.com di Niagahoster? Per tahun biayanya adalah Rp. 145.000,-.

Harga diatas belum termasuk pajak. Terlebih jika mau perpanjang domain. Kalau dihitung, total biaya domain adalah Rp155.000/tahun.

2. Hosting

Estimasi Biaya Buat Blog Self-Host seperti Bungkul.com

Karena bicaranya tentang self-hosting, maka harus ada tempat penyimpanan semua data-data di blog atau web hosting.

Untuk hosting, saya pilih dari Niagahoster dan sudah lebih dari dua tahun saya pakai layanan mereka.

Awalnya, saya berlangganan Paket Pelajar Unlimited Hosting. Harganya, sekitar Rp 777.600,00 per tahun.

Terakhir perpanjang awal Februari lalu. Jika dihitung dengan biaya pajak, harganya berkisar Rp. 895.623.

Namun akhir maret ini, karena ada peningkatan trafik sampai lebih dari 132% atau dari trafik awal hanya 4.000 per hari melompat jadi 11.000 per hari.

Baca Juga:

Entahlah mengapa demikian, kemungkinan karena ada update Google. Tapi saya belum cek apakah memang ada update bulan itu atau memang lagi musimnya.

Semua trafik saya organik. Karena itu, blog ini sering down. Beberapa kali dapat notif dari Jatpack, bahwa situs saya tidak aktif.

Sempat berpikir apakah karena plugin atau karena WordPress itu sendiri? Nyatanya bukan keduanya.

Masalahnya ada di hosting. Karena saya menggunakan shared hosting, yang harus bagi space sama pengguna lain.

Yang bikin pening, selepas dapat notif tidak aktif dari Jetpack, trafik blog berangsur-angsur turun. Drastis pula.

Saya kemudian cari info kesana-kemari untuk cari tahu apa penyebabnya, termasuk menanyakan langsung ke pihak Niagahoster.

Setelah konsultasi, mereka kemudian menawarkan saya untuk upgrade hosting. Beberapa blogger yang saya tanyakan juga merekomendasikan hal serupa.

Saya pun memutuskan untuk upgrade hosting dari unlimited hosting paket pelajar ke cloud hosting paket premium.

Harga normal cloud hosting premium ini adalah Rp21.600.000 per 3 tahun. Gak masalah sih, kebetulan pendapatan tahunan dari blog sudah bisa menutupi ongkos perpanjangan hosting.

3. Secure Socket Layer [SSL]

Estimasi Biaya Buat Blog Self-Host Seperti Bungkul.com

Agar keamanan situs ini terjamin dan agar sedap dipandang juga, maka saya beli sertifikat SSL dari Niagahoster juga.

Tujuannya tak lain adalah untuk mengamankan transaksi data penting, yang mungkin saja diinput pengguna saat mengakses situs ini.

Selain itu, tujuannya agar SEO blog lebih optimal lagi. Karena, dari berbagai sumber, blog dengan sertifikat SSL punya peluang lebih tinggi meraih peringkat yang lebih baik di Google.

Versi SSL yang saya gunakan adalah Comodo Positive SSL seharga Rp125.000. Jika ditambah dengan biaya transaksi, PPN dan kode unik maka biaya perpanjangannya adalah Rp139.966.

4. Privasi Proteksi data Who.is

Estimasi Biaya Buat Blog Self-Host seperti Bungkul.com

Saya juga langganan paket proteksi untuk domain ini atau yang lazim disebut domain privasi proteksi data di Who.is

Ada dua alasan mengapa saya berlangganan privasi proteksi. Pertama, dalam data Who.is ada nomor telepon yang saya input saat register domain.

Jadi, semacam antisipasilah. Bisa saja kan, nomor tersebut bocor untuk kemudian dijadikan sasaran phising atau untuk tujuan lain, dapat SMS promosi misalnya.

Selain nomor telepon, juga ada data-data lain seperti alamat lengkap dan juga email. Dan jika tidak langganan privasi proteksi, semua data diatas bisa diakses di Who.is dengan bebas.

Saya sendiri langganan paket privasi proteksi per tahun dengan biaya Rp45.000. Jika ditambah dengan biaya transaksi, PPN dan kode unik maka biaya totalnya adalah Rp50.959.

3. Tema WordPress

Estimasi Biaya Buat Blog Self-Host seperti Bungkul.com

Untuk tema WordPress, di tahun pertama blog ini di buat, saya pakai versi gratis dari template MyShare Pro yang dibuat oleh Wowthemes.

Pertengahan tahun lalu, setelah blog ini dapat gajian ketiga, saya kemudian cari tema yang set-upnya sederhana. Pilihan saat itu saya jatuh ke GeneratePress.

Harganya berapa? Sekira $59. Jika pakai kurs Rp13.000, berkisar Rp. 767.000. Mahal ya? Lumayan sih.

Jika beli harga segitu, maka lisensi template harus diperpanjang tiap tahun. Hanya saja, saat perpanjang, biayanya tak sebesar nominal diatas alias ada potongannya.

Jika ingin dapatkan lisensi life-time lisensi, bisa beli seharga $249 atau setara dengan Rp3.486.000 untuk kurs 14k.

Saya sendiri langganan untuk paket tahunan. Karena belum mampu beli  lifetime licensenya yang menurut saya agak kemahalan.

Estimasi Biaya Buat Blog Self-Host Seperti Bungkul.com

Lantas, berapa biaya yang harus dikeluarkan jika ingin buat blog sederhana seperti bungkul.com? Bisa lihat tabel dibawah ini:

JenisHargaPaket langganan
DomainRp145.000Per tahun
HostingRp21.600.000Per 3 tahun
SSLRp139.966Per tahun
Privasi Proteksi WhoisRp50.959Per tahun
Tema WordPressRp767.000Per tahun
TotalRp22.702.925

Saya menggunakan istilah estimasi diatas karena sebenarnya, ada beberapa harga yang tidak sesuai dengan yang saya keluarkan.

Maksudnya gimana? Maksudnya, harga diatas sudah termasuk pajak tapi tidak dengan diskon.

Misalnya nih, saat upgrade ke cloud hosting premium, harga aslinya adalah Rp. 21.000.0000 namun saat pilih yang tiga tahun, dapat potongan harga 75%.

Dengan demikian, biaya yang saya keluarkan untuk bayar cloud hosting premium adalah Rp. 5.221.146 sudah termasuk pajak.

Begitu juga saat mau beli tema dari GeneratePress, yang mana harga asilnya adalah $59 namun setelah checkout, dapat promo $10.

Dengan demikian, budget yang dikeluarkan saat mau beli GeneratePress hanyalah $49.95

Dengan demikian, harga asli jika ingin buat blog seperti bungkul.com adalah:

DomainRp145.000
Cloud HostingRp5.221.146
SSLRp139.966
Privasi Proteksi data WhoIsRp50.959
Tema WordPress $49.95Rp699.300 [Kurs Rp14.000]
Harga TotalRp6.256.371

Perhatikan, nominal diatas tidak dikeluarkan setahun sekali karena hosting saya langganan yang 3 tahun. Yang bayarnya setahun sekali hanyalah domain, SSL sama tema WordPress.

Dengan kata lain, dalam 3 tahun ke depan, saya hanya keluarkan uang sekitar Rp375.000 untuk perpanjang domain.

Saran jika ingin buat self-host baru

Kalau ingin buat blog berbekal semangat, kumpulkan uang dulu sedikit demi sedikit. Nabung istilahnya.

Pertama, sebisa mungkin beli domain dulu. Numpang hosting di Google juga ga masalah. Jadi pakai yang gratisan dulu.

Kalau sudah punya modal lebih, baru pindah ke WordPress dengan beli paket hosting di sana.

Cari hosting yang murah, jarang maintenance dan supportnya bagus. Ada rekomendasi gak? Ada. Niagahoster.

Paket bayi dan pelajar lebih cocok sih untuk blog personal. Setelah beli hosting dan domain, fokus buat konten. Sebisa mungkin untuk update blog itu tiga hari sekali.

Jika sudah dapat trafik 100PV per hari, langsung daftarin ke AdSense. Kalau diterima, syukur. Kalau gak, coba daftar lagi.

Buat juga target jangka pendek dan jangka panjang. Misalnya, untuk jangka pendek, dalam setahun anda harus posting sekian artikel dan dapat trafik sekian,

Sebisa mungkin target tersebut tercapa. Jangka panjangnya gimana? Target jangka panjang berkaitan dengan relevansi konten blog anda.

Karena itu pilih niche atau keyword yang evergreen alias selalu dicari orang 5-10 tahun ke depan.

Jika sudah dapat penghasilan dari AdSense, sisihkan berapa persen untuk beli tema premium yang disukai.

Termasuk juga perencanaan untuk upgrade hosting. Karena jika blog sudah lebih dari setahun, pasti ada peningkatan trafik. Yang penting cara meramunya benar.

Mengapa sih harus upgrade hosting? Agar saat trafik anda lagi naik-naiknya, tidak ada downtime atau maintenance dari blog.

Karena trafik yang banyak selalu dan akan selalu membenani server. Yang akhirnya bikin blog jadi lambat di akses.

Imbasnya, bisa saja ada pemberitahuan kalau blog sedang maintenance, ada masalah di plugin dan lain sebagainya.

Yang setelah ditelusuri, penyebabnya karena trafik yang sudah kebanyakan dan shared hosting yang digunakan cukup sibuk sehingga terjadi downtime.

Kalau sudah begini, mulai berpikir untuk upgrade ke cloud hosting atau VPS. Jika awam untuk mengatur penyimpanan, pilih Cloud Hosting saja.

Itu aja dulu untuk sementara. Jika ada dikemudian hari ada biaya lain yang saya keluarkan, beli who is misalnya, akan saya tambahkan juga di artikel ini.

Untuk beberapa pertanyaan lain, yang mungkin saja akan ditanyakan oleh anda, akan saya ulas dalam QnA dibawah.


FAQ

Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan ditanyakan oleh anda jika ingin buat blog self-host seperti bungkul.com:

1. Apakah pendapatan dari blog menutupi pengeluaran diatas?

Sepengalaman saya iya. Lebih malah. Saya sendiri punya dua blog, yang jika di kumulasikan penghasilannya entah itu dari AdSense atau affiliasi, lebih dari cukup untuk menutupi semua biaya diatas.

Kumulasi penghasilan tahunan ya bukan bulanan. Karena jika dihitung penghasilan bulanan, nominalnya sangat kecil.

2. Apa sih bedanya cloud hosting, shared hosting sama VPS?

Saat mau upgrade hosting, saya sempat bingung apa sih bedanya VPS sama Cloud hosting.

Kemudian saya tanyakan langsung sama Niagahoster. Mereka jelaskan apa bedanya dan apa keunggulannya.

Intinya begini, kalau pilih Cloud Hosting, gak perlu set up sana-sini. Konfigrasinya juga mudah.

Sementara, kalau VPS harus set-up sendiri. Semuanya. Jadi settingan VPS ini sangat teknis.

Karena itu, kalau mau upgrade ke VPS harus tahu dulu bagaimana set upnya. Agar lebih detail, bisa baca perbedaannya disini.

3. Apa saja cara blog ini menghasilkan uang?

Ada banyak cara. Paling pertama dan paling besar dari Google AdSense. Jadi, saya bisa dapat penghasilan dari blog ini.

Kedua dari affiliasi yang saya tempatkan entah itu referral dari aplikasi penghasil uang atau mungkin affiliasi dari microstock.

Ketiga dari content placement brand atau pemilik bisnis. Meski nominalnya sangat kecil dan setahun terakhir baru beberapa perusahaan yang order jasa tersebut.

Berkat tiga cara diatas blog ini terus aktif sehingga saya bisa terus update postingan yang lebih baru.

Penutup

Semua kembali ke pribadi masing-masing. Mau ngeblog dengan cara apa, pertimbangan apa yang digunakan saat mau gunakan yang self-host.

Saya sendiri lebih nyaman pakai self-host. Pernah pakai blogger juga, tapi fiturnya terbatas.

Itulah yang jadi alasan mengapa saya kemudian migrasi ke WordPress self-host. Dan syukurlah, keputusan itu tepat.

Kalau ada tambahan, masukkan atau mungkin pertanyaan lain terkait dengan postingan ini bisa tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang estimasi biaya jika ingin buat blog self-host sendiri. Semoga bermanfaat. ***

4 pemikiran pada “Estimasi Biaya Buat Blog Self-Host Seperti Bungkul.com”

  1. 1. Biasanya SSL dikasih gratis sm penyedia hosting… Niaga ngga y om ?
    2. Trus klo beli tema wp di jasa2 di FB dll yg 50k for lifetime (mungkin karena diecer yg max 500 org) rekomen g y ?
    3. Plugin elementor g butuh y om Untuk blog ini ?
    Tks

    Balas
    • 1. Ada beberapa versi hosting yang saat dibeli, ada gratis SSL dan domain. Tapi kebetulan, hosting pertama blog ini didapat dari hadiah lomba niagahoster. Pada waktu itu, hadiahnya hanya hosting dan domain, tidak termasuk SSL.
      2. Tidak terlalu rekomend sih, menurut saya pribadi. Mending beli yang asli, sekaligus support pembuat tema yang sudah susah payah buat
      3. Untuk saat ini, saya belum butuh-butuh amat. Karena tujuannya ingin buat blog sederhana yang bisa diakses

      Balas
      • Terimakasih sudah bales om…
        saya suka tampilan blognya, btw bikin wallpaper nya pakai apa om ? bagus soalnya. Ada artikelnya kah ? tks

        Balas
        • Terima kasih kembali.
          Wallpapernya tidak dibuat sendiri dan saya ambilnya dari Freepik, wallpaper untuk postingan lain dari 123RF. Kebetulan, saya berlangganan versi pro di dua situs microstock tersebut.

          Balas

Tinggalkan komentar