Eksposur Fotografi Adalah: Pengertian, Jenis, Faktor dan Mode

Salah satu elemen penting yang wajib dipelajari dalam dunia fotografi adalah eksposur. Tapi, apa sih yang dimaksud dengan eksposur fotografi?

Cara kerja eksposur sebenarnya cukup sederhana. Misalnya, saat anda ambil foto pakai kamera, tombol rana akan ditekan untuk membuka aperture.

Saat aperture terbuka, cahaya akan masuk dan memberikan respon ke sensor. Dari sini bisa dipahami kalau eksposur adalah jumlah cahaya berhasil yang masuk ke sensor kamera.

Dengan demikian, makin besar aperture terbuka, makin banyak pula cahaya yang masuk sehingga membentuk data visual dalam periode tersebut. Durasinya bisa lama, sepersekian detik misalnya.

Secara teknis, istilah ini sudah saya jelaskan panjang lebar di postingan sebelumnya tentang Segitiga Exposure Antara Shutter Speed vs Aperture vs ISO.

Meski demikian, masih banyak yang bingung apakah segitiga eksposur ini terkait dengan eksposur dalam dunia fotografi.

Atau masih bingung peran dan fungsi segitiga exposure atau Exposure Triangle. Inilah yang kemudian jadi alasan atau dasar mengapa artikel ini saya buat.

Dengan demikian, untuk anda yang sedang cari pengertian eksposur fotografi, jenis eksposur dalam fotografi sampai dengan exposure triangle, simak artikel ini sampai habis.

Apa itu Eksposur Fotografi?

Seperti yang sudah saya singgung dibagian atas dimana eksposur dalam fotografi mengacu pada jumlah cahaya yang mencapai sensor kamera atau film.

Meski pengertiannya cenderung sederhana, tapi masih banyak orang yang bingung, terlebih pemula, soal definisi exposure yang sebenarnya.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, exposure diartikan sebagai pajanan atau pemajanan yang diartikan sebagai eksposur itu sendiri.

Di KBBI, pemajanan berarti proses, cara atau perbuatan memajankan. Disisi lain, dari sumber yang sama, pajanan diartikan sebagai sesuatu yang dipajankan.

Dengan demikian, eksposur ini secara tidak langsung akan mempengaruhi seberapa gelap atau terang foto yang diambil.

Secara teknis, hanya ada dua aspek yang mempengaruhi paparan cahaya pada kamera yakni kecepatan rana atau shutterspeed dan bukaan atau aperture.

Disisi lain, untuk pengaturan yang ketiga yakni ISO, hanya mempengaruhi kecerahan foto. Meski demikian, ISO juga sangat penting untuk dipelajari.

Mengapa? Karena ketiganya saling terkait satu dengan yang lain. Sehingga, jika dipelajari secara bersamaan, materinya menjadi exposure triangle atau segitiga eksposur.

Alasannya sederhana, karena rentang kecepatan rata, aperture dan ISO yang digunakan untuk ambil foto harus disetting berbeda.

Intinya, sangat penting untuk memehamai tiga elemen fotografi ini. Pada akhirnya, settingan yang pas akan membuat foto terlihat menarik.

Selain itu, pembelajaran atau praktik di lapangan juga penting. Artinya, materi yang dipelajari harus diaplikasikan langsung.

Prinsipnya, anda menyeimbangkan settingan untuk setiap nilai dari segitiga eksposur diatas. Jika ada yang kurang atau lebih, bisa muncul overexposure atau underexposure.

Bagian-bagian Eksposur

Diatas sudah saya singgung soal segitiga eksposur, yang bisa juga disebut bagian-bagian dari eksposur itu sendiri. Berikut penjelasannya:

1. Shutter speed

Eksposur Fotografi Adalah

Pertama ada shutterspeed atau kecepatan rana. Untuk mempelajarinya, bagi saya pribadi, tidak terlalu sulit.

Mengapa? Karena shutterspeed hanya mengacu pada jumlah waktu yang dihabiskan kamera untuk mengambil satu gambar.

Nilainya bisa 1/100 detik, 1/10 detik, 3 detik atau mungkin 5 menit. Dan kecepatan rana terpanjang dari satu kamera adalah 30 detik.

Misalnya, pada kamera Nikon D850, dimana fotografer bisa ambil foto dengan kecepatan rana hingga 1/8000 detik sampai 40 detik.

Baca Juga:

Tersedia juga opsi untuk atur ke mode eksposur yang lebih lama. Beberapa varian kamera juga menyediakan opsi pengaturan yang sama.

Lantas, mengapa pengaturan kecepatan rana itu penting? Jawabannya sederhana karena pengaturan rana berkaitan dengan paparan cahaya.

Ini kembali ke cara kerja kamera itu sendiri yang menangkap cahaya. Jadi, kalau shutterspeed gagal bekerja, maka akan mempengaruhi elemen lainnya yakni aperture.

Karena kecepatan rana mengacu pada waktu atau durasi cahaya yang diizinkan masuk oleh kamera ke sensor kamera.

Dengan demikian, jika ambil foto di siang hari dan matahari sangat cerah, sementara shutterspeed diatur ke 30 detik, maka cahaya yang masuk akan sangat banyak.

Sehingga, gambar hanya terlihat putih. Sebaliknya, jika cahaya diatur lebih rendah, maka cahaya yang masuk sangat sedikit.

Misalnya, ambil foto di malam hari dengan kecepatan rana 1/8000 detik, maka cahaya akan sulit masuk ke sensor kamera sehingga foto benar-benar hitam.

Penjelasan lebih detail soal shutterspeed dan settingan nilai kecepatan rana untuk tiap sesi pengambilan foto bisa baca disini.

2. Aperture

Eksposur Fotografi Adalah

Berikutnya ada Aperuter atau pupilnya lensa kamera. Disebut pupil karena prinsip dan cara kerjanya sama seperti pupil manusia kebanyakan.

Dengan demikian, aperture ini bisa membesar atau mengecil untuk mengubah rentang cahaya yang melewatinya.

Sebagai contoh, pada manusia, pupil akan membesar di malam hari sehingga cahaya yang masuk lebih banyak. Dampaknya, objek akan terlihat lebih jelas meski buram.

Hal yang sama juga berlaku saat mengatur aperture di lensa. Semakin besar aperture terbuka, semakin banyak juga cahaya yang masuk.

Ulasan lebih detail soal aperture, termasuk settingan aperture yang tepat pada kamera DSLR bisa baca disini.

3. ISO

Eksposur Fotografi Adalah

Settingan terakhir yang juga wajib diketahui adalah ISO, yang tugas utama adalah untuk meningkatkan skala terang-gelap foto.

Meski demikian, ISO ini tidak mempengaruhi jumlah cahaya yang mencapai sensor kamera sebab itu tugasnya aperture.

Sebaliknya, ISO hanya berfungsi untuk mencerahkan foto dari dalam kamera langsung setelah sensor terpapar cahaya.

Hanya saja, harus hati-hati saat menaikkan nilai ISO karena bisa muncul butiran atau noise serta piksel yang berubah warna pada foto.

Macam-macam Jenis Eksposur

Eksposur Fotografi Adalah

Pada kamera modern, eksposur hanya terbagi dalam dua jenis atau bentuk yakni eksposur tidak normal dan eksposur normal.

1. Eksposur tidak normal

Ekspsur tidak normal adalah suatu kondisi dimana foto yang diambil pakai kamera, durasinya lebih lama dari light meter.

Dan eksposur tidak normal sendiri terbagi dalam dua bentuk yakni under exposure dan over exposure, berikut penjelasannya:

a. Under Exposure

Under Exposure atau ekpsosur dibawah normal adalah suatu keadaan dimana cahaya dalam foto yang dibuat itu tidak cukup atau malah kurang.

Dampaknya? Foto akan terlihat lebih gelap bahkan sangat gelap. Biasanya, foto jenis ini diambil dengan shutterspeed yang cepat namun light meter dibawah 2 [-2Evr].

b. Over Exsposure

Over exposure atau ekpsosur berlebih adalah kebalikan dari under exposure yang sudah saya jelaskan dibagian atas.

Artinya, foto yang dibuat itu terlalu terang atau malah terang sekali sehingga foto terlihat sangat putih karena kelebihan cahaya.

Hal ini disebabkan karena eksposur dibuat lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh light meter sehingga cahaya yang ditangkap lebih banyak.

2. Correct Exposure

Currect exposur atau eksposur normal adalah instruksi dimana nilai light meter sudah sesuai dengan yang disarankan.

Sehingga, foto yang dihasilkan oleh kamera terlihat sangat pas. Tidak terlalu gelap, tidak juga terlalu terang alias seimbang.

Mayoritas kamera sudah dukung settingan eksposur mode ini secara otomatis. Di beberapa varian tertulis Mode Auto atau Auto Exposure.

Meski demikian, tidak semua kondisi bsia cocok dengan settingan tersebut. Artinya, tetap diperlukan pengaturan manual agar hasilnya tepat.

Berbagai model eksposur pada kamera

Eksposur Fotografi Adalah

Tiap varian kamera digital punya pengaturan eksposur yang beragam dan variatif dan biasanya diatur otomatis ke Auto.

Disisi lain, ada beberapa varian kamera yang juga menggunakan simbol atau icon yang berbeda untuk menunjukan mode eksposur apa saja yang tersedia.

Tapi, mayoritas kamera sediakan pilihan atau jenis eksposur kamera dibawah ini:

1. Auto

Mode auto adalah pengaturan ekspsor dimana kamera melakukan settingan secara otomatis sehngga fotografer tidak perlu atur eksposurnya secara manual.

Cocoknya digunakan untuk fotografer pemula atau amatir. Atau juga fotografer profesional yang ingin mempelajari light meter lebih lanjut.

2. Program (P)

Berikutnya ada mode Program, yang kadang hanya ditulis pakai huruf P. Mode ini mirip dengan Auto diatas namun yang diatur otomatis hanya aperture.

Untul pengaturan shutterspeed juga otomatis, dalam dalam rentang waktu tertentu. Perhatikan, pada beberapa varian kamera, mode ini punya nama yang berbeda.

Mulai dari Aperture Priority yang digambarkan dengan simbol Av dan Shutter Priority yang digambarkan dengan simbol Tv, berikut penjelasannya:

a. Aperture Priority (Av)

Aperture Priority atau Av secara teknis adalah pengaturan manual untuk aperture yang juga mempengaruhi level ISO.

Dengan demikian, jika di setting ke mode Av, kamera secara otomatis menentukan nilai shutterpeednya berapa.

b. Shutter Priority (Tv)

Shutter Priority adalah kebalikan dari Aperture Priority diatas. Artinya, untuk pengaturan kecepatan rana dan ISO diatur manual.

Yang diatur otomatis hanyalah bukaan atau aperture. Dengan demikian, saat mode ini disetting, kamera akan mengatur otomatis settingan apeture mana yang cocok.

5. Manual (M)

Sama seperti artinya dimana jika setting mode exposure ke M atau Manual maka segitiga ekspsor seperti shutterspeed, Aperture dan ISO akan diatur manual oleh fotografer.

Mode satu ini sangat cocok digunakan oleh fotografer profesional atau yang ingin hasilkan efek tertentu pada foto sesuai tujuan pembuatan.

6. Bulb (B)

Sebenarnya, untuk mode Bulb atau yang disimbolkan dengan B ini mirip dengan mode AV yang sudah saya jelaskan diatas.

Artinya, nilai aperture dan level ISO akan diatur otomatis. Untuk shutterspeed, bergantung pada jumlah waktu tombol shutter di klik termasuk juga alat seperti remote atau cable release.

7. Eksposur kreatif

Untuk eksposur kreatif ini terbagi dalam dua bentuk yakni portraiture dan landscape. Berikut penjelasannya:

a. Portraiture

Mode Portraiture, yang kadang juga disebut mode portrait, mengacu pada posisi pengambilan bingkai foto secara vertikal.

Artinya, tinggi foto lebih panjang dari lebarnya. Ciri utama dari mode ini ada pada background atau latar belakang foto yang tampak blur.

b. Landscape

Mode Landscape adalah kebalikan dari mode Portraiture yang sudah saya jelaskan diatas. Artinya, lebar foto lebih panjang dari tingginya.

Biasanya, eksposur kreatif satu ini digunakan saat mengambil objek yang luas dan ingin menampilkan semua objek ke dalam foto dalam keadaan terang.

Dengan demikian, cahaya yang masuk lebih banyak ketimbang portraiture begitu juga dengan pengaturan eksposurnya.

Ulasan lebih lengkap soal perbedaan mode Portraiture dan landscape dalam dunia fotografi bisa baca disini.

Penutup

Mempelajari setiap pengaturan ekspsur diatas sangat penting, terlebih bagi pemula sebab pengaturhnya sangat besar dalam foto.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini boleh sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang pengertian eksposur Fotografi termasuk jenis, faktor dan Mode. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar