DKV Adalah: Definisi, Fungsi, Tujuan dan Orientasi Ilmu

8 Likes Comment
dkv adalah

Sederhananya, DKV adalah kepanjangan dari Desain Komunikasi Visual. Tapi, apa sih pengertiannya? Fungsinya apa? Tujuannya apa? dan pertanyaan lain serupa.

Untuk menjelaskan pengertian dasar DKV tidak terlalu susah sebab tinggal dijabarkan definisi kata per katanya.

Hanya saja, sebagian besar masyarakat Indonesia belum tahu apa ini DKV terkecuali mereka yang pernah berkecimpung didalamnya atau pernah mengenyam pendidikan di bidang ini.

Oleh karena itu, di artikel kali ini, akan saya ulas pengertian desain komunikasi visual [DKV], fungsi, tujuan, orientasi ilmu termasuk aspek-aspek lain seperti prospek kerja desain komunikasi visual dan contoh desain komunikasi visual.

Pengertian DKV Adalah

Seperti yang saya sebutkan diatas, definisi Desain Komunikasi Visual [DKV] bisa diambil dari pengertian kata per katanya. Berikut penjelasannya untuk anda:

1. Desain

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], Desain punya tiga pengertian dasar, yakni:

  • Kerangka, bentuk atau rancangan
  • Bisa diartikan sebagai motif, pola atau corak
  • Tahapan dalam siklus hidup perangkat lunak yang menekankan pada solusi logis yakni bagaimana sistem tersebut bisa memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan

Dari tiga pengertian diatas maka lahirlah berbagai istilah yang berkaitan dengan desain, seperti:

  • Desain adaptif yang merupakan suatu studi tingkat lanjut yang menggunakan akumulasi data untuk memutuskan bagaimana aspek studi itu berlangsung tanpa merusak validitas dan integritasnya
  • Desain antarmuka pengguna yang merupakan keseluruhan proses perancangan yang menentukan bagaimana pengguna dapat berinteraksi dengan satu atau lebih perangkat lunak dan kadang disebut User Interface [UI]
  • Desain atas bawah yang merupakan suatu metodologi program yang dimulai dengan mendefinisikan fungsi program tingkat tertinggi [biasanya ke dalam serangkaian tugas] untuk memudian memecah tiap tugas tersebut ke dalam tugas yang tingkatnya lebih rendah
  • Desain awal yang merupakan keseluruhan proses perancangan yang menentukan bagaimana pengguna beriteraksi dengan aplikasi perangkat lunak yang ada

Jadi, desain adalah suatu rencana atau spesifikasi yang sudah dibuat sedemikian rupa untuk konstruksi atau pembangunan suatu objek atau sistem.

Atau merupakan hasil dari rencana dan spesifikasi yang bentuknya masih berupa protipe, produk awal atau proses.

Desain juga harus punya batasan, yang didalamnya mempertimbangkan estetika, fungsional, ekonomi, atau sosial politik.

Ada beberapa contoh desain mulai dari cetak biru arsitektur, gambar teknik, proses bisnis, diagram sirkuit, grafis, pola menjahit dan lain sebagainya, yang dikategorikan dalam tiga bentuk utama, yakni:

  • Desain produk yang bertujuan untuk menghasilkan atau memprioritaskan fungsionalitas dan nilai tambah sesuai dengan tujuan produk itu dibuat atau untuk mengubah tujuan awal yang dinyatakan sudah tidak berguna dan berfungsi lagi sehingga potensi awalnya hilang
  • Desain antarmuka yang bertujuan untuk menterjemahkan fungsionalitas konspetual yang disampaikan oleh desainer dan mengaktualisasikannya sehingga mudah digunakan setiap orang
  • Desain visual yang bertujuan untuk memastikan bahwa kulitas produk yang dibuat itu meningkat dan menarik respon emosional sesuai harapan
2. Komunikasi

Masih dari sumber yang sama yakni KBBI, komunikasi dapat diartikan sebagai suatu metode pengiriman dan penerimaan informasi antar dua orang atau lebih sehingga pesan yang disampaikan bisa dipahami.

Bisa juga diartikan sebagai hubungan dan kontak. Pengertian ini juga melahirkan berbagai istilah yang berkaitan dengan komunikasi mulai dari komunikasi asinkron, komunikasi data, komunikasi massa, komunikasi vertikal, komunikasi verbal, non verbal dan lain sebagainya.

Sama seperti desain, dimana cakupan ilmunnya sangat luas. Dalam konteks ini, saya membatasi pengertian komunikasi pada saluran yang digunakan yakni gambar.

3. Visual

Sementara, visual adalah sesuatu yang dapat dilihat atau diamati dengan indera penglihatan, dalam hal ini mata.

Visual ini berkaitan dengan keterlihatannya dari sisi pengguna atau orang lain. Apakah menarik atau justru sebaliknya.

Pengertian ini juga saya batasi pada suatu metode pengkomunikasian lewat gambar sehingga punya keterkaitan sama definisi desain dan komunikasi yang sudah saya jelaskan dibagian atas.

Lantas, apa sih DKV itu?

DKV adalah suatu kesatuan tentang desain yang merupakan cara komunikasi baru dan dilakukan secara visual tanpa melibatkan kata-kata atau teks dalam beberapa kasus.

Istilah ini juga sudah digunakan untuk menggambarkan suatu bidang ilmu terapan yang fokus mempelajari desain-desain yang dibuat oleh manusia untuk manusia.

Jadi tak usah heran mengapa DKV sering digunakan secara bergantian dengan desain grafis karena DKV dan desain grafis itu pada dasarnya sama, cakupan ilmunya saja yang berbeda.

Lantas, apabila ditanya apa perbedaan DKV dan desain grafis? Apa jawaban anda? Jika bingung, baiknya jawab saja berdasarkan batasan ilmunya.

Dimana, desain grafis mempelajari atau mengaplikasikan komunikasi lewat gambar seefektif mungkin sementara DKV fokus pada cara, konsep atau metode bagaimana komunikasi visual itu disampaikan.

Baca Juga : 20+ Situs Tempat Jual Foto Online Terbaik Untuk Pemula

Beberapa materi desain komunikasi visual [DKV] juga melibatkan pengertian dari desain grafis itu sendiri termasuk sejarah dan jenis-jenisnya.

Di Indonesia, istilah DKV lebih populer ketimbang desain grafis dan ilmu ini bisa dipelajari oleh anda secara profetis sedari SMA hingga kuliah.

Saat ini ada beberapa universitas dalam negeri yang sudah punya jurusan atau program studi [prodi] DKV atau Desain grafis.

Mulai dari Institut Teknologi Bandung [ITB], Institut Kesenian Jakarta [IKJ], Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Malang dan lain sebagainya.

Fungsi dan tujuan Desain Komunikasi Visual [DKV]

Secara umum, ada beberapa fungsi dan tujuan desain komunikasi visual, diantaranya:

1. Agar bisa memahami cara pengolahan unsur desain serta bisa mengetahui prinsip-prinsip desain guna menghasilkan karya visual yang lebih baik

Tahap paling pertama tentu saja adalah pemahaman terhadap setiap prinsip desain komunikasi visual [DKV] itu sendiri.

Pemahaman prinsip ini pada akhirnya menjembatani pengolahan setiap unsur-unsur yang ada pada pekerjaan yang dilakukan.

Di sekolah atau kelas desain, pengertian semacam ini biasanya disampaikan dalam bentuk teori dan pengelolaannya dikembalikan sama kreativitas masing-masing individu.

2. Bisa memahami sejarah, proses dan pembuatan karya

Soal ini sudah saya singgung dibagian atas dimana sejarah DKV itu tak jauh-jauh amat sama sejarah desain grafis yang sudah saya tautkan diatas.

Intinya, salah satu fungsi dan tujuan DKV adalah untuk mengerti sejarah desain komunikasi dan perannya dalam kehidupan manusia, dulu dan kini.

Dengan memahami sejarah, anda bisa tahu alur dan proses pembuatan desain yang dimulai dari proses merancang sketsa, membuat karya, mewarnai sampai tahap finishing.

Begitupula dengan distribusi alat yang digunakan mulai dari tanah berwarna, kapur, tinta sampai peralatan digital seperti komputer atau Tab.

Pada akhirnya, semua ini akan kembali ke pemahaman atas konsep desain itu sendiri agar arah visualisasinya jelas.

3. Mampu meningkatkan ketrampilan

Fokus utama DKV ada pada kemampuan menggambar, membuat ilustrasi, membuat karya fotografi yang bagus termasuk didalamnya videografi, sinematografi, tipografi, desain web dan seterusnya.

Keahlian desain komunikasi yang saya maksud disini lebih mengarah pada kemampuan pada satu bidang spesifik saja termasuk penggunaan alat-alat pembantu.

Dengan kata lain, anda paham alur, prinsip dan fungsi satu bidang DKV yang, mungkin saja, outputnya akan terlihat pada beberapa bidang keahlian seperti:

  • Keahlian membuat kalender digital
  • Keahlian buat desain mug
  • Keahlian buat branding kaos dan kamera
  • Keahlian buat spanduk untuk iklan, termasuk poster, brosur, banner dan billboard
  • Kemampuan buat desain logo dan identitas visual
  • Kemampuan baut gambar vektor
  • Dan lain sebagainya [silahkan tambahkan di kolom komentar]
4. Memahami alur dan proses pengkomunikasian desain

Salah satu aspek paling sulit saat ingin mempelajari atau mengaplikasikan ilmu DKV adalah bagaimana mengkomunikasikan desain itu secara sederhana.

Disinilah benang merah atau kunci agar desain yang anda buat itu sesuai dengan tujuan pembuatan, mudah dimengerti atau pesannya mampu ditangkap orang lain.

5. Punya kerangka berpikir yang jelas

Kerangka berpikir adalah mindset atau pola pikir sebagai desainer. Ini basic sekali, mengingat, anda dituntut untuk terus melahirkan karya-karya baru.

Jadi, anda harus punya pola pikir design thinking yang terus menelurkan inovasi-inovasi baru dan tidak sekedar buat desain saja tapi mampu melihat sisi seni dan ekonomi dibaliknya.

Intinya, dibutuhkan sosialisasi nyata para desainer agar kerangka berpikir itu semakin kuat dan nyata.

6. Untuk bisa meniti karir dibidang desain

Paling terakhir adalah mengaplikasikan seluruh kemampuan dan pembelajaran yang didapatkan ke dunia kerja, apakah sebagai karyawan yang kerja di satu agensi atau punya usaha sendiri.

Setiap profesi tersebut punya tantangan-tantangan sendiri yang harus dihadapi. Jadi pastikan mental anda sudah siap sebelum benar-benar terjun ke bidang ini.

Orientasi Ilmu: Apakah sebagai seni, sains atau teknologi?

Lantas, orientasi DKV itu lebih kemana? Apakah lebih ke seni, sains atau teknologi? Jawabannya tergantung dari sudut pandang yang digunakan saat menjabarkan apa itu DKV.

Namun orientasi ilmunya lebih dekat ke Seni. Karena itu banyak yang beranggapan kalau DKV itu bagian dari seni terapan yang mempelajari estetika visual komunikatif.

Dalam konteks seni terapan dan estetika visual maka DKV akan:

  • Menyusun konsep tentang bagaimana membuat dan mengkomunikasikan sebuah elemen visual
  • Mengaplikasikan atau menerapkan komunikasi secara jelas, lengkap dan mudah dipahami
  • Mendapatkan umpan balik sesuai keinginan

Penutup

Perlu diketahui, penjelasan diatas belum terlalu lengkap mengingat perkembangan DKV yang makin hari makin pesat.

Hal ini dibuktikan dengan materi pembalajaran DKV yang makin banyak. Lebih sulit lagi jika belajar otodidak.

Selain itu, dalam beberapa kasus, jurusan-jurasan yang ada belum terlalu spesifik mempelajari bidang desain komunikasi tertentu karena masih tergabung dalam satu pilihan jurusan, advertising dan animasi misalnya.

Jika ada dari anda yang ingin menambahkan artikel diatas, terlebih di bagian fungsi dan tujuan DKV, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang DKV adalah: Definisi, Fungsi dan Tujuan dan Orientasi Ilmu. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *