Desain Grafis Adalah: Sejarah, Pengertian, Contoh dan Karakteristik

6 Likes Comment
desain grafis adalah

Dalam pengertian yang lebih sederhana, graphic design atau desain grafis adalah gambar yang dibuat sedemikian rupa dengan tujuan untuk mengkomunikasikan sesuatu secara visual.

Artinya, desain grafis adalah suatu cara berkomunikasi baru yang fungsinya sama seperti bahasa namun tak menggunakan kata-kata.

Motif dan gaya desain grafis sangat beragam dengan ciri khas tersendiri. Untuk mengetahui ciri khasnya bisa dilihat dari tujuan desain itu dibuat.

Termasuk pemilihan warna, teks, gradasi atau transisi warna dan lain sebagainya. Dan setiap wilayah atau Negara di dunia punya ciri khas tersendiri dalam mendesain sesuatu.

Untuk anda yang belum tahu apa itu desain grafis termasuk sejarah, jenis, contoh dan karakteristiknya, baca artikel ini sampai habis.

Sejarah desain grafis

Desain grafis punya sejarah yang amat panjang. Secara resmi, desain grafis diperkenalkan pertama kali oleh Henry Cole.

Cole jugalah yang meyakini pemerintah untuk memasukkan desain dalam kurikulum pendidikan formal di Inggris.

Untuk mendukung argumennya, ia membuat satu jurnal yang kini dijadikan standar pembelajaran desain grafis di seluruh dunia.

Jurnal tersebut diberi judul Journal of Design and Manufactures. Selain itu, Cole juga menyelenggarakan selebrasi The Great Exhibition sebagai bentuk kekagumannya pada industri desain modern dan desain bergaya Victoria.

Selanjutnya, pada 1891 sampai 1896, William Morris Kelmscott menerbitkan buku berisikan karya-karya desain grafis yang dibuat oleh organisasi yang bergerak dibidang Arts and Crafts.

Buku tersebut didesain sedemikian rupa untuk kemudian dijual kepada orang-orang kaya. Hingga kini, masyarakat dunia menganggap Kelmscott sebagai orang pertama yang memisahkan desain grafis dengan seni rupa.

Disisi lain, Kelmscott juga berhasil membuktikan bahwa desain grafis punya pasar potensial yang bisa ditekuni oleh setiap orang untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Usaha Kelmscott juga telah merambah ke berbagai bidang seperti Private Press atau media pada waktu itu dan secara signifikan mempengaruhi sejarah desain grafis awal di abad ke-20 dan setelahnya.

Kata desain grafis sendiri pertama kali digunakan oleh William Addison Dwiggins dalam esainya yang berjudul New Kind of Printing Calls for New Design yang terbit pada 1922.

Sementara, buku Raffe’s Graphic Design yang terbit pada 1927 dianggap sebagai buku pertama yang menggunakan judul Graphic Design atau desain grafis.

Di abad ke-19lah desain grafis mulai dianggap sebagai profesi baru di Eropa dan profesi ini berbeda dengan seni pada umumnya.

Hal ini disebabkan oleh spesialisasi pekerjaan yang mulai berkembang disana dan diakibatkan oleh Revolusi Industri.

Revolusi Industri juga mempengaruhi penyebutan profesi ini agar secara aktual dipisahkan berdasarkan proses pembuatannya.

Poster adalah contoh awal desain grafis yang mudah ditemui saat itu dan dibuat lebih beragam baik menggunakan mesin atau tidak.

Di awal abad ke-20, agensi periklanan, penerbit buku dan majalah mulai mempekerjakan direktur seni yang bertanggungjawab mengurusi elemen visual koran atau iklan.

Tujuannya tak lain untuk mengkomunikasikan atau membawa audiens ke dalam laporan yang harmonis guna menciptakan ekspresi yang sesuai dengan konten yang disajikan.

Meski demikian, desain grafis sudah ada jauh sebelum itu dengan format dan cara penyajian yang lebih tradisional.

a. Desain naskah di zaman kuno

Meski muncul sebagai profesi yang cukup baru, desain grafis sudah punya akar yang kuat jauh sebelum Kelmscott menerbitkan kumpulan karya desain grafis.

Itu terlihat dari berbagai naskah ilustrasi yang ditemukan di berbagai wilayah seperti di Cina Kuno, Mesir, Yunani dan Roma.

Yang mungkin saja, para perancang dan desainer awal sudah menciptakan sebuah karya yang kelak disebut graphic design.

Di masa itu juga, para jurtulis [juru tulis] kerajaan dan Imam sudah mengkolaborasikan teks dan gambar secara harmonis untuk menyampaikan isi naskah.

Disisi lain, bangsa Mesir Kuno dalam Book of the Dead sudah mengisahkan secara visual dalam bentuk gambar atau teks tentang kisah setelah kehidupan.

Semua ini adalah contoh bagaimana desain grafis awal berkembang sebelum akhirnya dikenal luas dan menjadi bagian penting dari peradaban modern.

b. Abad pertengahan

Di abad pertengahan, buku-buku manuskrip disimpan dan disebarluaskan secara terbatas, termasuk Kitab Suci.

Buku-buku awal ini ditulis dan diilustrasikan dalam lembaran-lembaran kulit binatang yang disebut perkamen atau velum sebelum disatukan dengan cara dijahit.

Para biarawan Katolik adalah orang-orang pertama yang mengkolaborasikan teks dan gambar dalam sebuah naskah secara langsung.

Mereka jugalah yang pertama kali mengkategorikan pekerjaan secara jelas dibidang desain yang banyak diadopsi oleh industri periklanan atau media sekarang ini.

Ruang kerja para Biarawan ini sudah dibagi berdasarkan kemampuan atau spesialisasi termasuk Biarawan yang mengurusi desain.

Sementara, para sarjana yang fasih berbahasa Yunani dan Latin akan menjadi pemimpinnya. Ahli bahasa inilah yang bertanggungjawab terhadap isi materi yang ditulis, editorial, desain hingga proses produksi.

Para jurtulis yang terlatih akan bekerja siang malam membungkuk diatas meja untuk menulis halaman demi halaman.

Pada saat menulis, mereka akan menyiapkan halaman kosong diantara teks atau setelah teks untuk ditambahkan gambar ilustrasi pakai sketsa cahaya atau catatan deskriptif lain.

Di halaman kosong itulah para illuminator atau illustrator akan menggambar atau membuat dekorasi yang akan menjadi pendukung teks tersebut.

c. Sejarah desain grafis di Indonesia

Sejarah desain grafis Indonesia sudah dimulai jauh sebelum Republik ini berdiri. Setelah profesi mulai terspesialisasi di Eropa dan Amerika, Desain grafis kemudian mulai menyebar luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Secara resmi, desain grafis masuk ke Indonesia pada 1965 setelah mesin cetak pertama kali didatangkan oleh Belanda ke Batavia [Jakarta].

Di abad selanjutnya, industri percetakan dan surat kabar mulai berkembang pesat. Hanya saja, pada waktu itu, banyak mesin yang tidak dioperasikan karena kekurangan sumber daya dan operator.

Untuk lebih memahami sejarahnya, berikut saya sajikan urutan kronologis sejarah desain grafis di era Hindia Belanda dan era setelah kemerdekaan Indonesia:

  • 1659 – mesin cetak pertama didatangkan dari Belanda ke Indonesia yang dibawa oleh para Misionaris Belanda untuk mencetak kitab suci dan untuk mencetak surat kabar pendidikan Kristen
  • 1774 – Iklan pertama diterbitkan di Indonesia pada 17 Agustus oleh Jan Pieterzoen Coe
  • 1774 – Surat kabar pertama di Indonesia diterbitkan dengan nama De Bataviase Nouvelles yang terbit di Batavia sebelum dibubarkan beberapa tahun setelahnya
  • 1893 – Pemerintah Kolonial mendirikan percetakan Negara di Batavia, yang merupakan percetakan terbesar di Asia pada saat itu
  • 1938 – Berdiri PERSAGI [Persatuan Akhli Gambar Indonesia] yang beranggotakan 30 pelukis
  • 1945 – Poster Boeng, Ayo Boeng! disebarkan. Poster ini adalah poster yang pertama kali disebarkan secara luas di Indonesia
  • 1949 – Perguruan tinggi Seni Rupa Pertama kali berdiri dengan nama Akademi Seni Rupa Indonesia [ASRI]
  • 1960an – Penggunaan logo mulai populer di Indonesia termasuk iklan-iklan lawas, iklan produk dan lain sebagainya

Pengertian desain grafis adalah

Setelah membahas sejarah, tentu banyak dari anda yang langsung bertanya-tanya, desain grafis itu apa sih? Apakah ada pengertian desain grafis percetakan? Dan lain sebagainya.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], desain punya tiga pengertian dasar, yakni:

  • Kerangka, bentuk atau rancangan
  • Motif, pola atau corak
  • Dalam dunia komputer, desain adalah tahapan dalam siklus hidup perangkat lunak yang menekankan pada solusi logis yaitu bagaimana sistem dapat bekerja sesuai persyaratan yang telah ditetapkan

Sementara, dari sumber yang sama yakni KBBI, grafis punya dua pengertian dasar, seperti:

  • Bersifat graf, bersifat huruf dan dilambangkan dengan huruf
  • Bersifat matematika, statistika dan sebagainya dalam wujud titik-titik, garis-garis, atau bidang yang secara visual dapat menjelaskan hubungan yang ingin disajikan secara terbalik yang kadang dimengerti sebagai penyajian hasil perhitungan dengan sifat grafik

Dari dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa desain grafis adalah kerangka berupa bentuk atau rancangan yang bersifat graf yang kadang dilambangkan dengan huruf.

Bagi saya pribadi, desain grafis adalah seni dan profesi yang mengkombinasikan elemen visual berupa tipografi, gambar, simbol dan warna dengan tujuan untuk menyampaikan pesan tertentu kepada audiens.

Dalam konteks ini maka desain grafis dapat dipahami sebagai alat komunikasi. Dan ini sejalan dengan definisi desain grafis sekarang ini yang dipahami sebagai desain komunikasi visual [DKV].

DKV sendiri merupakan istilah yang menekankan pada fungsi dan bentuk atas sesuatu entah itu desain buku, undangan, iklan, logo atau gambar ilustrasi situs lainnya.

Baca Juga : 5 Cara Desainer Grafis Menghasilkan Uang

Intinya, dalam konteks DKV ini, desainer akan menggabungkan seluruh elemen visual dan verbal dalam bentuk teks yang teratur dan efektif.

Karena itu, banyak orang yang kemudian menganggap kalau desain grafis adalah salah satu ilmu kolaboratif yang melibatkan beberapa orang dengan keahlian tertentu seperti:

  • Penulis yang bertugas untuk membuat atau merangkai kata-kata
  • Fotografer atau illustrator yang bertugas membuat gambar ilustrasi
  • Layout yang bertugas mengatur penempatan teks dan ilustrasi tersebut sebelum disajikan dalam satu DKV yang lengkap

8+ jenis desain grafis dan contoh

Seperti yang saya sebutkan diatas, desain grafis melibatkan komposisi visual atau pengkombinasian ide lewat tipografi, citra, warna dan bentuk.

Dengan kata lain, materi desain grafis ini terdiri dari berbagai elemen yang saling berkolaborasi satu dengan yang lain.

Hal ini kemudian memicu munculnya berbagai jenis desain grafis yang dikelompokan berdasarkan bentuk dan spesialis desainer.

Para desainer ini tentu memahami prinsip atau dasar desain grafis yang melekat pada desain itu baik langsung ataupun tidak.

Makanya, dalam praktiknya, banyak orang yang mengatakan kalau proses pembuatan DKV itu sama seperti proses pembuatan gambar ilustratif meski secara teknis berbeda.

Nah tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan jenis dan contoh desain grafis. Berikut artikelnya untuk anda.

1. Desain grafis identitas visual [Visual identity graphic design]

Desain grafis identitas visual biasanya dipakai untuk mengkomunikasikan sebuah brand secara langsung kepada konsumen supaya lebih dikenal, familiar dan bisa dipercaya.

Untuk memperoleh ide desain semacam ini, desainer tentu harus bisa mengkolaborasikan antara bisnis, organisasi atau perusahaan dengan produk yang mereka buat.

Dengan harapan, brand tersebut memperoleh identitas yang kuat dari sisi konsumen yang bukan saja untuk meningkatkan penjualan tetapi juga untuk menyampaikan visi perusahaan, esensi, emosi dan pengalaman perusahaan.

Sebelum membuat desain semacam ini, desainer tentu harus berkomunikasi dengan pemangku kepentingan terkait dengan merk dan aset yang ingin divisualisasikan.

Disisi lain, untuk meningkatkan kesan yang kuat, desain identitas visual ini harus berkesinambungan atau berhubungan dengan aspek lain perusahaan entah itu logo, tipografi atau font, palet, warna, galeri dan kepribadian merk.

Secara umum, ada beberapa contoh desain grafis identitas visual yang umum ditemui, seperti:

  • Kartu nama
  • Alat tulis perusahaan
  • Pedoman merk visual
  • Gambar produk
  • Tutorial penggunaan produk
  • Panduan konsumen
  • Dan lain sebagainya
desain grafis adalah
via nnorth
desain grafis adalah
via ludibes
desain grafis adalah
via smidesign
desain grafis adalah
via Agi Amri
desain grafis adalah
via lepro
2. Desain grafis pemasaran dan iklan [Marketing and Advertising graphic design]

Kebanyakan orang saat mendengar kata desain grafis pikiran mereka langsung tertuju pada iklan-iklan komersial di TV atau internet.

Ini enggak salah tapi enggak sepenuhnya benar. Desain grafis tidak melulu dibuat untuk tujuan periklanan saja tetapi juga untuk aspek lain, marketing misalnya.

Sebelumnya, untuk mencapai konsumen yang tepat perusahaan bergantung penuh pada strategi pemasaran yang mereka lakukan.

Dari sinilah mereka akan mengukur apakah pemasaran yang mereka lakukan berhasil atau tidak.

Disisi lain, sebelum memasarkan produk, perusahaan akan melakukan riset berdasarkan keinginan, kebutuhan, kesadaran merk dan kepuasan terhadap layanan atau produk buatan mereka.

Seiring waktu berjalan, ide pemasaran dan iklan diatas tidak terlalu efektif sekaligus memakan waktu lama.

Sebagai solusinya, mereka menggunakan konten visual. Disinilah momen dimana desainer pemasaran dan iklan dibutuhkan.

Untuk kategori ini ada beberapa contoh desain grafis pemasaran dan iklan yang sering anda lihat, seperti:

  • Kartu pos dan selebaran
  • Iklan majalah dan surat kabar
  • Poster, spanduk dan baliho
  • Infografis
  • Brosur baik cetak atau digital
  • Kendaraan
  • Signage dan display pada pameran dagang
  • Template pemasaran email
  • Presentasi power point
  • Menu makanan
  • Iklan media sosial baik spanduk dan gambar
  • Spanduk untuk penargetan ulang iklan
  • Gambar untuk situs web atau blog
  • Dan lain sebagainya
desain grafis adalah
via charlim888
desain grafis adalah
via yaseenart
desain grafis adalah
via J.Chaushev
desain grafis adalah
via sundayrain
desain grafis adalah
via julie9
desain grafis adalah
via ANAMOLLY
3. Desain grafis antar muka pengguna [User Interface graphic design]

User interface [UI] adalah istilah yang menggambarkan cara pengguna berinteraksi dengan suatu perangkat atau aplikasi yang terkadang disebut User Experience [UX].

Dengan demikian, desainer UI adalah proses mendesain antarmuka sebuah aplikasi atau perangkat dengan tujuan untuk memvisualisasikan kemudahan penggunaan sekaligus untuk menunjukan pengalaman pengguna yang lebih baik lagi.

Dalam konteks desain grafis, UI lebih mengarah ke pengalaman visual pengguna yang didesain secara grafis untuk menggambarkan tombol, menu, mikro-interaksi dan lain sebagainya.

Intinya, seorang desainer grafis UI akan berusaha menyeimbangkan daya tarik estetika dengan fungsi teknis dari aplikasi atau perangkat tersebut.

Berikut beberapa contoh desain grafis antarmuka pengguna:

  • Desain halaman web
  • Desain tema [baik itu WordPress, Shopify dan lain sebagainya]
  • Antarmuka game
  • Desain aplikasi
  • Dan lain sebagainya
desain grafis adalah
via milajones
desain grafis adalah
via masiko
desain grafis adalah
via masiko
desain grafis adalah
via Malzi
4. Desain grafis publikasi [Publication graphic design]

Publikasi adalah karya panjang yang dibuat dengan tujuan untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada audiens atau untuk pendistribusi informasi kepada khalayak secara ringkas.

Biasanya, desainer yang ahli dibidang ini akan bekerja sama dengan editor atau penerbit untuk membuat layout dan tipografi yang dipilih dengan cermat.

Secara umum, ada beberapa contoh desain grafis publikasi, seperti:

  • Buku
  • Surat kabar
  • Nawala
  • Direktori
  • Laporan tahunan
  • Majalah
  • Katalog
  • Dan lain sebagainya
desain grafis adalah
via shwin
desain grafis adalah
via Grigoris G
desain grafis adalah
via Ian Douglas
5. Desain grafis kemasan [Packaging graphic design]

Sebagian besar produk tentu harus dikemas sedemikian rupa untuk menarik minat calon konsumen secara langsung.

Disisi lain, kemasan itu harus mampu melindungi isi produk, tahan banting, tahan cuaca dan tidak mudah rusak dalam segala kondisi sampai ia berada ditangan konsumen.

Dalam ilmu marketing, desain kemasan harus bisa mengkomunikasikan pesan produk dengan konsumen.

Sehingga bisa menjadi salah satu alat pemasaran yang kuat, gratis dan berharga. Ada beberapa contoh desain grafis kemasan yang umum ditemui di masyarakat, seperti:

  • Desain kotak minuman atau makanan
  • Botol minuman
  • Tas
  • Kaleng
  • Wadah atau tabung
  • Dan lain sebagainya
desain grafis adalah
via athenabelle
desain grafis adalah
via MMX
desain grafis adalah
via Martis Lupus
desain grafis adalah
via monostudio
desain grafis adalah
via Esteban T
desain grafis adalah
via madpepper
6. Desain grafis gerak [Motion graphic design]

Sederhananya, desain grafik gerak adalah sebuah desain yang dibuat bergerak layaknya video. Dengan demikian, tipe desain grafis ini mencakup segala hal yang berkaitan dengan gerak entah itu animasi, audio, tipografi, sitra, video dan efek lain yang digunakan dalam media online, televisi atau film.

Kebutuhan desain grafis yang ini juga meningkat drastis seiring berkembangnya teknologi dan kesadaran bahwa konten adalah raja.

Hanya saja, desainer yang fokus dibidang ini masih sedikit karena peluang kerjanya yang kecil dan umumnya hanya dipekerjakan oleh stasiun TV dan industri film.

Secara umum, ada beberapa contoh desain grafis gerak, diantaranya:

  • Urutan judul dan kredit akhir
  • Advertisements [iklan]
  • Logo animasi
  • Trailer
  • Presentasi
  • Video promosi
  • Video tutorial
  • Situs web
  • Aplikasi
  • Video game
  • Spanduk
  • GIF
  • Dan lain sebagainya
desain grafis adalah
via Maryia Dziadziulia
7. Desain grafis lingkungan [Environmental graphic design]

Desain grafis lingkungan adalah sebuah desain yang dibuat khusus untuk mengkomunikasikan suatu tempat dengan pengunjung guna meningkatkan pengalaman mereka tentang tempat itu secara menyeluruh.

Desainer yang bergerak dibidang ini biasanya akan membuat tempat itu mudah diingat, menarik, informatif atau familiar.

Berikut beberapa contoh desain grafis lingkungan yang umum ditemui, seperti:

  • Rambu-rambu lalu lintas
  • Mural dinding
  • Pameran museum
  • Pencitraan merek dan kantor
  • Navigasi transportasi umum
  • Interior toko eceran
  • Branding stadion
  • Ruang acara atau konferensi
desain grafis adalah
via faks
desain grafis adalah
via manasye
desain grafis adalah
via Artur Busz
desain grafis adalah
Adobe Summit 2018 via Angela Fisher dan Steve Gustavson

Salah satu contoh desain grafis lingkungan yang cukup populer adalah wayfinding. Wayfinding sendiri merupakan salah satu genre desain grafis yang dibuat untuk memberi arah ke lokasi-lokasi tertentu pada sebuah gedung.

Biasanya ditemui ditempat-tempat strategis, landmark dan lain sebagainya. Biasanya berbentuk isyarat visual yang membantu orang-orang mengidentifikasi dimana mereka berada dan kemana mereka harus pergi setelah ini agar tidak kebingungan.

8. Seni dan ilustrasi untuk desain grafis [Art and illustration for graphic design]

Kadang, seni grafis dan gambar ilustratif dianggap sama dengan desain grafis meski secara teknis berbeda.

Desain grafis dibuat untuk mengkomunikasikan sesuatu sementara seni grafis atau gambar ilustrasi dibuat untuk menunjukan sebuah karya seni asli.

Dalam konteks seni, maka seni grafis dan gambar ilustrasi akan menggunakan bentuk, dekorasi, ilustrasi dan segala hal yang berkaitan untuk kemudian disatukan menjadi gambar.

Ada beberapa contoh seni grafis dan ilustrasi untuk desain grafis, diantaranya:

  • Desain kaos
  • Pola grafis untuk tekstil
  • Grafis bergerak
  • Stok gambar
  • Novel grafis
  • Video game
  • Situs web
  • Komik
  • Album seni
  • Sampul buku
  • Buku bergambar
  • Infografis
  • Ilustrasi teknis
  • Konsep seni lain
desain grafis adalah
via Natalia Maca
desain grafis adalah
via MOGOLLON
desain grafis adalah
via Cross The Lime
desain grafis adalah
via BATHI
desain grafis adalah
via suxzero

Karakteristik graphic design

Karakteristik desain grafis mencakup segala hal yang berkaitan dengan komunikasi visual. Dengan demikian, karakteristiknya dapat dilihat dari pemilihan warna, font atau huruf, gradasi dan lain sebagainya.

Karena itulah karakteristik desain grafis berbeda antar satu wilayah dengan wilayah lain, Indonesia dan Jepang contohnya.

Selain dipengaruhi oleh beberapa hal diatas juga dipengaruhi oleh kebutuhan industri desain, pasar dan budaya dari daerah tersebut.

Dan secara umum ada beberapa karakteristik desain grafis ini, diantaranya:

1. Warna

Beberapa Negara seperti Jepang dan Spanyol punya kecenderungan menggunakan desain dengan latar warna cerah.

Pemilihan warna semacam ini tentu bukan tanpa alasan mengingat dua wilayah diatas punya budaya yang lebih terbuka dengan genre desain yang lebih beragam.

Sehingga, agar desain buatan mereka lebih menonjol dan unik dibanding desain lain, digunakanlah warna-warna cerah.

2. Teks atau typografi

Selain warna, penggunaan teks-teks baik dalam angka Romawi atau bahasa lain, Kanji misalnya, juga jadi bagian penting dari desain tersebut.

Di Indonesia, penggunaan huruf semacam ini banyak digunakan oleh Industri periklanan baik digital atau TV untuk mempromosikan suatu produk agar lebih menarik dan mudah dikenali.

Penekanannya tentu pada nama produk atau brand tersebut. Karena itulah yang ingin di tonjolkan oleh mereka.

Selain huruf, pemilihan font juga mempengaruhi karakteristik desain. Untuk font kebanyakan digunakan font-family atau font lain, font Google misalnya.

3. Gradasi

Gradasi atau transisi warna sebenarnya dipengaruhi oleh poin pertama yang sudah saya jelaskan diatas. Pemilihan warna gradasi biasanya dipengaruhi oleh font dan warna huruf.

4. Pola

Selanjutnya adalah pola. Dalam konteks pola, yang paling umum ditemui adalah perpaduan antara tumbuhan dan manusia, bunga misalnya.

Penutup

Materi desain grafis yang saya ulas diatas tentu belum lengkap mengingat jenis dan karakteristik desain yang terus tumbuh sesuai kebutuhan dan permintaan pasar.

Makanya tak heran banyak orang yang kemudian mencari makalah desain grafis, pengetahuan sejarah pendidikan desain di Indonesia hingga gaya desain grafis di wilayah-wilayah tertentu.

Hal ini bukan tanpa alasan mengingat desain grafis termasuk salah satu bidang ilmu yang sudah dipelajari di kampus-kampus karena peluang kerjanya yang tinggi.

Demikian artikel tentang desain grafis adalah: sejarah, pengertian, contoh dan karakteristik. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *