CGI Adalah Computer-generated Imagery: Pengertian, Jenis dan Contoh Penggunaan

Bayangkan, seandainya Computer-generated Imagery tidak ditemukan, bagaimana karakter seperti Thanos dan Celestial di Semesta Marvel akan dibuat?

Atau mungkin, bentuk hewan purbakala seperti Dinosaurus atau Megalodon yang muncul pada beberapa film akan dibuat?

Bahkan, beberapa film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa seperti Avengers End Game (2019) dan Avatar (2009) banyak pakai efek ini.

Pada intinya, saat berbicara soal CGI, secara tidak langsung akan berbicara tentang efek spesial atau VFX yang ditambahkan ke dalam satu adegan.

Dan semua efek visual tersebut dibuat pakai komputer pakai animasi atau mungkin menggunakan motion capture.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan CGI atau Computer-generated Imagery? Apa saja jenis-jenisnya? Apa manfaatnya? Contohnya apa saja? Simak artikel ini sampai habis.

Pengertian Computer-generated Imagery atau CGI

CGI Adalah Computer-generated Imagery
Gambar via digiquestacademy.edu.in

Computer-generated imagery yang kadang disingkat jadi CGI secara harfiah berarti pencitraan hasil komputer atau citra grafis yang semuanya dibuat pakai komputer.

Dengan demikian, istilah CGI merujuk pada penggunaan grafik komputer untuk tujuan artistik pada seni dan media audiovisual.

Dalam praktiknya, penggunaan CGI bisa berupa animasi, objek, rendering 2D atau 3D dan lain sebagainya.

Untuk seni dan media yang dimaksud bisa sangat beragam mulai dari film, program TV, video game, video simulasi sampai video di Youtube.

Baca Juga:

Penerapan CGI paling populer bisa dijumpai pada film untuk berbagai genre entah itu fiksi-ilmiah atau mungkin romantis nan intim.

Begitupula dengan teknik yang dipakai apakah dengan menganimasikan seluruh lokasi syuting atau penganimasian objek asli dari karakter dengan lingkungannya.

Karena tampilannya yang lebih realistis, dalam beberapa tahun terakhir, CGI seolah jadi efek visual utama yang wajib ada pada film.

Intinya, CGI adalah efek khusus yang menggunakan citra dari komputer untuk membuat animasi, gambar komposit dan lain sebagainya.

Untuk diketahui, CGI adalah subkategori atau bagian dari VFX yang merupakan citra komputer untuk memanipulasi objek dan lingkungan fisik.

Oh iya, kadang juga, istilah Computer-generated Imagery atau CGI ini disebut secara bergantian dengan citra 3D, 3D Imaging dan rendering 3D.

Apapun penyebutannya, semua merujuk pada kondisi yang sama yakni model efek spesial yang dibuat dengan komputer.

Selain pada film, teknologi yang sama juga diterapkan pada periklanan baik digital atau luar ruangan, arsitektur, realitas virtual dan seni digital.

Karena merupakan citra yang dibuat dari komputer langsung, maka karakteristik CGI tak jauh dari pengertiannya, yakni:

  • Citra yang dihasilkan komputer bisa berbentuk dua dimensi seperti teks, objek, latar belakang, latar depan dan lingkungan
  • Bisa berupa benda tiga dimensi seperti gambar, ruang dan lingkungan
  • Dalam beberapa kasus, citra komposit yang dibuat pakai CGI bisa menipu mata untuk mempercayai ilusi yang dihasilkannya

Sejarah Singkat CGI

Penggunaan CGI mula-mula muncul pada tahun 1960-an ketika saat beberapa animator dan perusahaan modeling untuk beberapa mata pelajaran di kampus.

Dengan kata lain, Computer-generated Imagery awal hanya digunakan di perguruan tinggi untuk membuat animasi pada media pembelajaran.

Seiring waktu berjalan, beberapa sutradara mulai memasukkan CGI ke dalam film. Dan film pertama yang menggunakan efek ini adalah Westworld yang dibuat pada 1963.

Meski sampai hari ini masih ada perdebatan soal ini karena ada juga yang berpendapat kalau film pertama yang menggunakan Computer-generated Imagery adalah Vertigo karya Alfred Hitchcock.

Kemudian diikuti oleh film Star Wars (1977) dengan CGI model wireframe serta film Alien (1979). Meski penggunaannya masih terbatas, tapi CGI sudah mulai populer saat itu.

Satu dekade berikutnya, CGI mulai diadopsi secara luas ke dalam industri perfilman. Ini bisa dilihat pada film Tron (1982), The Last Starfighter (1984) dan Young Sherlock Holmes (1985).

Ketiga film tersebut membuat model penuh objek yang diperoleh dari kehidupan nyata sehingga terlihat seperti karakter sungguhan.

Dengan CGI, sutradara bisa membuat model 3D tentang orang, tempat, monster, bangunan, mobil, ledakan, kecelakaan dan lain sebagainya.

Nantinya, setiap model tersebut akan dimasukan dalam live-action, seperti monster yang menyerang kota atau mobil yang meledak saat tembak-tembakan.

Motode pembuatan CGI

Pengertian CGI Adalah Computer-generated Imagery

Proses pembuatan CGI sebenarnya cukup sederhana dimana hanya diperlukan tiga alat yakni algoritma, editor dan aplikasi.

Meski dalam praktiknya tidak sesederhana itu. Ada proses panjang dan berulang-ulang saat dibuat.

Bahkan, dibutuhkan waktu, biaya dan peralatan yang mumpuni hanya untuk rendering satu scene atau adegan saja.

Untuk diketahui, secara umum, ada tiga komponen yang wajib ada saat buat Computer-generated Imagery atau CGI, diantaranya:

  • Menggunakan algoritma yang dapat membuat pola fraktal yang kompleks sesuai kebutuhan
  • Editor gambar berbasis piksel 3D yang dapat menghasilkan gambar vektor berkualitas tinggi sesuai karakter yang diinginkan
  • Editing pakai aplikasi perangkat lunak grafis 3D untuk membuat tampilan objek lebih realistis

Tampilan objeknya cukup variatif mulai dari bentuk primitif paling sederhana dari satu objek hingga bentuk kompleks yang dibuat dari segitiga datar dan segi empat.

Sebelum teknologi Computer-generated Imagery ditemukan, dulunya efek khusus dibuat pakai efek praktis yang prosesnya lebih lama.

Dan ini berbeda dengan CGI. Selain itu, CGI bisa lebih hemat waktu meski bergantung penuh pada model apa yang ingin dimunculkan ke dalam film.

Dan secara umum, ada empat tahap yang biasa dilalui saat buat Computer-generated Imagery atau CGI, diantaranya:

1. Pra-visualisasi

Pra-visualisasi mengacu pada proses mensimulasikan berbagai scene di live action menggunakan model komputer 3D.

Dengan cara ini, sinematografer dan sutradara bisa melihat pratinjau tentang bagaimana scene akan diambil dan bagaimana akan terlihat.

Selain itu, proses ini memungkinkan tim produksi yang terlibat untuk menguji berbagai ide visual dan naratif yang berbeda.

Terlebih jika atraksi yang ada sangat kompleks atau sulit dilakukan oleh manusia sungguhan atau karakter pengganti alias stuntman.

2. Pemodelan 3D

Pemodelan 3D merujuk pada representasi 3D dari objek, permukaan atau mahluk yang diinginkan atau yang wajib ada dalam film seperti naga atau monster.

Disini, spesialis efek visual akan menggunakan CGI guna menambahkan gambar ke shoot, termasuk audio yang diperlukan.

3. Animasi 3D

Dalam animasi 3D, seluruh film dan karakter yang ada akan dibuat dengan komputer untuk menciptakan realitas virtual yang komprehensif.

4. Penambahan efek khusus

Pada akhirnya, dengan CGI, sinematografer bisa mengubah warna, intensitas cahaya, wajah, tubuh dan postur aktor.

Lebih jauh lagi, CGI bisa dipakai untuk mensimulasikan efek lingkungan seperti hujan atau langit mendung.

Contoh film CGI

Banyak film-film modern yang menggunakan efek CGI ke dalam adegan. Bahkan, ada film yang semuanya dibuat pakai CGI dan laris manis di pasaran.

Untuk contoh saja, berikut disajikan beberapa film yang menggunakan efek CGI, diantaranya:

1. Jurassic Park (1993) 

CGI Adalah Computer-generated Imagery
Gambar via bloody-disgusting.com

Film yang disutradarai oleh Steven Spielberg ini jadi arus utama yang menginspirasi banyak orang untuk mengadopsi teknologi CGI ke dalam film atau video.

Mengapa demikian? Karena film ini bisa menunjukkan secara jelas tampilan Dinosaurus seperti velociraptors dan tyrannosaurus pakai CGI.

Yang menarik, gerakan predator buas tersebut sangat realistis, dengan tekstur kulit dan sisik memukau, yang seolah menunjukkan kalau Dinosaurus masih hidup.

2. Avatar (2009)

CGI Adalah Computer-generated Imagery
Gambar via epicentrum.co.id

Sadar atau tidak, film yang disutradarai oleh James Cameron ini menggunakan teknologi CGI mutakhir secara keseluruhan ke setiap adegan.

Dengan demikian, 98% dari semua scene menggunakan CGI. Yang menarik, sinematografer membuat replika dunianya dari awal dengan kehidupan seperti aslinya.

Dimana, ada makhluk yang menghuni satu planet, menggunakan model 3D yang kompleks dengan komposisi lingkungan yang detail.

3. Toy Story (1995) 

CGI Adalah Computer-generated Imagery
Gambar via republika.co.id

Film yang disutradarai oleh John Lasseter ini adalah film animasi panjang pertama yang seluruhnya dibuat pakai animasi CGI.

Dan ini mempengaruhi industri film animasi di masa depan. Bahkan, saat buat film animasi, CGI seolah jadi standar atau bahan baku yang wajib digunakan.

Artinya, setiap adegan dalam film Toy Story, termasuk karakter yang muncul dibangun atau dibuat pakai CGI.

Penutup

Selain pada film, CGI juga digunakan pada berbagai proyek multimedia seperti untuk video iklan, video pembelajaran medis, simulasi astronomi dan lain sebagainya.

Dan efek jenis ini memungkinkan seseorang untuk menciptakan gerakan atau efek yang benar-benar baru dan realistis.

Demikian artikel tentang pengertian CGI atau Computer-generated Imagery termasuk jenis, contoh dan cara buat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar