Fotografer Pemula: Pengertian, Tips, Kesalahan dan Cara

Beberapa waktu lalu, ada seorang anak yang bertanya kepada saya. Begini pertanyaannya: kak, bagaimana sih cara menjadi seorang fotografer pemula?

Sebenarnya, saya sendiri agak bingung untuk menjawab pertanyaan ini. Jawaban yang terpikirkan pada waktu itu adalah untuk menjadi seorang fotografer pemula ya harus belajar menjadi fotografer.

Tapi saya urungkan niat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Karena, jawaban diatas mungkin terdengar agak retoris yang justru tidak memberikan informasi apa-apa.

Oleh karena itu, saya berinisiatif memberikan jawaban yang informatif dengan cara menjelaskan panjang lebar padanya. Jawaban itulah yang saya ulas dalam artikel kali ini.

Apa dan Siapa Fotografer Pemula?

Karena memang tidak ada cara khusus atau spesial agar bisa menjadi fotografer pemula. Sekalipun anda menggunakan kamera smartphone dengan kualitas VGA anda sudah bisa memenuhi kriteria untuk disebut fotografer.

Fotografer sebenarnya adalah istilah merujuk pada aktivitas fotografi yang dilakukan oleh individu atau perorangan dengan tujuan menghasilkan gambar lewat kamera.

Karena merujuk para aktivitas fotografi yang dilakukan, kemudian munculah dua kategori utama aktivitas tersebut yakni pemula dan profesional.

Seorang fotografer profesional cenderung menggunakan peralatan pendukung yang lengkap, bekerja atau punya studio foto sendiri dan biasanya bekerja dengan tim.

Sementara, fotografer pemula ya kebalikan dari ini. Yang peralatan pendukungnya tidak memadai, tidak punya studio foto dan bekerja secara individu.

Tapi dua profesi ini tentu punya dan bisa menggunakan kamera. Entah itu kamera DSLR terbaru atau kamera smartphone berkualitas VGA.

Kalau boleh saya jujur, pertanyaan diatas terkesan ambigu dan tidak relevan. Ada beberapa alasan, antara lain:

a. Menjadi seorang fotografer pemula tidak butuh skill khusus

Namanya juga fotografer pemula. Anda tidak perlu skill khusus, yang terpenting, foto yang anda hasilkan itu terlihat bagus.

Untuk masalah teknis lain, nantilah dipelajari ya. Ada banyak forum-forum fotografi di internet yang khusus membahas tentang tips dan trik untuk belajar fotografi.

b. Tidak peduli kamera jenis apa yang digunakan

Seorang fotografer pemula tidak peduli dengan kamera yang digunakan. Entah kamera ponsel berkualitas VGA hingga megapixel dan lain sebagainya. Yang terpenting kamera tersebut ada, berfungsi dan bisa digunakan.

c. Fotonya digunakan untuk pribadi

Tujuan penggunaan foto pun masih cenderung personal alias digunakan secara terbatas atau menjadi koleksi pribadi.

Tips dan Cara Menjadi Seorang Fotografer Pemula

Seperti yang saya sebutkan diatas. Pertanyaan dari seorang anaklah yang membuat saya terinspirasi membuat artikel yang satu ini.

Nah berikut saya sajikan 5 cara menjadi seorang fotografer pemula. Cara ini cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Berikut caranya:

1. Punya kamera

Untuk menjadi seorang fotografer pemula, hal paling utama adalah anda harus punya kamera. Kalau anda punya kamera DSLR sudah sangat bagus.

Jika, misalkan anda hanya menggunakan kamera ponsel dengan kualitas biasa-biasa saja, itu tidak jadi masalah. Yang penting masih bisa digunakan.

Karena menjadi fotografer pemula tidak membutuhkan keahlian khusus, maka ada dua hal yang perlu anda pelajari disini, yakni:

a. Angle

Belajarlah mengambil angle foto yang baik dan benar. Untuk sementara, anda bisa memilih 4 angle standar seperti atas dan bawah, kiri atau kanan.

Empat angle ini sudah cukup untuk sementara. Kedepannya, silahkan bereksperimen pada angle atau sudut pandang lain.

Kalau anda tidak paham apa itu angle, berikut saya jelaskan. Anda punya busur gak di rumah? Busur itu terdiri dari 360 derajat. Setiap derajat mewakili satu titik. Titik-titik tersebut yang kemudian disebut dengan angle atau sudut. bujur

b. Mengenal fitur-fitur pada kamera

Sebagian besar kamera punya fitur yang hampir sama namanya saja yang terkadang beda. Kenali fitur-fitur ini terlebih dahulu, apa fungsinya dan kapan harus digunakan.

Jika anda sudah tahu fitur-fitur ini, maka lakukanlah eksperimen terus menerus. Belajar mengambil ojek apa saja yang ada didepan, dengan catatan, memilih angle sebagaimana yang sudah saya jelaskan diatas.

2. Jangan fokus pada subjek atau objek

Fokus pada subjek atau objek adalah kesalahan fatal saat menjadi seorang fotografer. Apa alasannya? Karena, anda tidak akan memperhatikan pencahayaan dan pengaturan lain.

Meskipun anda menggunakan kamera terbaru, dengan kualitas terbaik, tetapi jika anda masih saja fokus pada objek atau subjek maka hasilnya pasti tidak akan sesuai ekspektasi. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Antara lain:

a. Pencahayaan

Fotografi adalah seni seni menghasilkan cahaya. Yang berarti, objek atau subjek tersebut yang diambil menggunakan lensa bergantung pada jumlah paparan cahaya yang ada.

Oleh karena itu, jika anda seorang pemula, perhatikan agar cahaya yang masuk lewat lensa tidak terlalu over atau minim. Jaga agar tetap proporsional.

Ini sebenarnya berbicara mengenai shuttersped dan ISO. Untuk mempelajarinya, silahkan baca artikel yang sudah saya tautkan diatas.

b. Lokasi pengambilan foto

Pencahayaan sebenarnya bergantung pada lokasi pengambilan foto. Jika anda mengambil foto outdoor, mungkin cahayanya akan berlebihan. Begitu juga sebaliknya, saat anda mengambil foto indoor.

Oleh karena itu, kenali lokasinya, dan bagaimana cahayanya yang ada disekitar. Jika terlalu minim, silahkan gunakan blitz. Atau, jika terlalu over silahkan atur aperturenya agar cahaya yang masuk tidak berlebihan.

3. Kenali pola-pola subjek

Pola-pola subjek dapat memperindah sebuah foto yang telah dihasilkan. Berbicara mengenai pola, sebenarnya berbicara tentang disposisi atau objek yang dapat memperindah subjek foto.

Oleh karena itu, pelajarilah pola-pola ini agar foto yang anda hasilkan bisa lebih hidup. Jika anda bingung soal ini silahkan baca artikel saya tentang cara mengambil komposisi foto yang baik dan benar.

4. Bergabung dalam komunitas-komunitas fotografi

Soal ini saya sangat sarankan. Alasannya sederhana, karena anda seorang pemula dalam dunia fotografi, berarti pengetahuan anda masih minim.

Oleh karena itu, silahkan bergabung pada komunitas fotografi yang ada di lokasi tempat anda tinggal. Bisa juga anda bergabung lewat forum di internet, grup-grup Facebook dan lain sebagainya. Kalau memungkinkan, anda bisa mengikuti kelas fotografi, entah itu yang berbayar ataupun tidak.

Yang paling penting, asah terus kemampuan yang anda miliki saat ini. Agar, kemampuan tersebut dapat diupgrade dari pemula menjadi professional.

Kalau perlu, anda bisa bekerja pada sebuah studio fotografi, menjadi fotografer freelance atau mungkin membuka bisnis fotografi sendiri di rumah.

Apapun yang anda lakukan, minimal itu bisa menambah pengetahuan dan ketrampilan anda menggunakan kamera. Itu yang terpenting!

5. Jangan malu memperkenalkan foto anda

Foto-foto yang sudah anda hasilkan itu silahkan posting di IG, Facebook atau mungkin dijual di tempat jual foto yang sudah cukup banyak saat ini.

Jangan malu membagikan foto tersebut. Kalau perlu, mintalah komentar dari orang-orang terdekat, teman anda di Facebook atau mungkin followers anda. Dari sini anda bisa mengukur kemampuan fotografi anda anda sudah sampai di tahap mana.

Namun, meskipun pandangan orang-orang bahwa foto anda itu sudah bagus, jangan cepat berpuas diri. Karena diatas langit masih ada langit. Artinya, kemampuan anda itu belum ada apa-apanya. Karena itu, terus asah.

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Fotografer Pemula

Kalau dirunut secara detail, ada banyak sekali kesalahan yang biasanya dilakukan oleh fotografer pemula. Beberapa diantaranya akan saya ulas di artikel ini.

Sebenarnya ini adalah hal yang wajar mengingat kemampuan untuk mengambil foto yang bagus tidak semudah membalik telapak tangan.

Hanya saja, banyak fotografer pemula tidak terlalu memperhatikan detail-detail penting saat melakukan pemotretan makanya hasil fotonya tidak terlalu menarik.

Disinilah tahap paling penting untuk mempelajari kesalahan sekaligus melakukan evaluasi agar kedepannya kesalahan seperti itu tidak terjadi lagi.

Lantas, apa saja kesalahan yang sering dilakukan fotografer pemula? Ada banyak, diantaranya:

1. Tidak cukup mengambil foto

Misalnya nih, anda lagi traveling atau jalan-jalan ke suatu lokasi yang menarik dan anda ingin mengambil foto lokasi tersebut.

Jadi anda mulai mengambil foto teman atau objek di lokasi tersebut secara acak dan bertahap.

Setelah mengambil satu foto anda lalu pindah lokasi baru lalu melakukan kegiatan yang sama, begitu seterusnya.

Hasil foto yang diambil tentu saja akan banyak dan anda bisa mengabadikan banyak objek yang berebda-beda.

Hanya saja, saat anda memilih foto mana yang terbaik untuk dicetak atau di posting di Instagram, anda tidak menemukannya,

Bukan karen semua foto tersebut baik tetapi karena anda kesulitan menentukan objek mana yang paling bagus.

Oleh karena itu, sebagai seorang fotografer, ada baiknya anda harus mau mengeksplorasi semua teknik fotografi saat mengambil foot.

Sebagai contoh jika anda mengambil objek dibawah pohon, anda kemudian foto sekali. Lokasinya bagus dan pencahayanya bagus. Agar lebih menarik, anda harus coba angle yang lain.

Anda bisa pilih low angle sehingga pohonnya terlihat menjulang ke atas dan megah. Selanjutnya anda bisa mencoba dari sisi kiri, memainkan komposisi dan perspektif yang berbeda-beda.

Dengan begitu anda mendapatkan foto satu objek dengan angle yang berbeda-beda. Dan secara tidak langsung, anda akan punya banyak foto berkualitas dan menarik.

Karena dari setiap banyak foto tersebut anda harus bisa memilih satu yang terbaik. Dan anda bisa menggunakannya menggunakan foto tersebut untuk dipajang di Instagram karena merupakan karya terbaik anda.

2. Kualitas foto kurang

Mungkin banyak dari anda yang pernah mengalaminya. Misalnya, saat anda hendak mengambil foto lalu setelah lihat hasilnya anda kemudian bertanya-tanya mengapa fotonya goyang.

Banyak fotografer pemula yang sering melakukan kesalahan kecil seperti ini yang pada akhirnya membuat foto tidak menarik sama sekali.

Foto yang goyang biasanya dipengaruhi oleh shutterspeed. Hal ini dikarenakan saat anda mengambil foto, pencahayaan disekitarnya rendah atau minim.

Mungkin disebabkan kondisi saat mengambil foto yang terletak diluar ruangan [semi-indoor] atau didalam ruangan [in-indoor]. Karena memang kondisi itu cahayanya terkadang minim.

Oleh karena itu ada baiknya anda mengatur shutterspeednya lebih lambat. Dengan kata lain, anda wajib menggunakan shutterspeed yang benar.

Karena pada saat anda memotret terutama dengan handheld, misalnya dibawah 50mm biasanya agak goyang atau agak sedikit bergerak. Kecuali jika tangan anda sudah sangat terlatih memegang kamera agar tidak bergerak.

Baca Juga: 20+ Situs Jual Foto Online Terbaik Untuk Pemula

Ada baiknya juga anda memperhatikan focal lenght kamera. Misalnya, jika anda menggunakan lensa 50 milimeter lalu kalikan 2 berarti shutterspeed anda 1/100, yang merupakan minimum pengambilan gambar agar lensa tidak goyang.

Atau misalnya jika anda menggunakan lensa 35mm dikalikan 2 itu berarti ada 70. Di shutterspeed 70 itu tidak ada mungkin anda bisa pakai 60 atau 80.

Dengan shutterspeed tersebut minimal anda bisa menghasilkan foto yang tajam meskipun dengan handheld. Dengan artian, saat anda menggunakan handheld lensa masih mampu mengakomodirnya.

Itu semua bertujuan untuk mengahasilkan foto yang lebih tajam. Ini juga akan mempengaruhi ISO, Eksposur, diafragma dan lain sebagainya.

3. Foto over atau under-exposure

Maksudnya apa ya? Maksudnya foto yang cenderung gelap atau terlalu terang. Itu bikin foto anda otomatis tidak menarik dan tidak terlalu bagus.

Karena itu bukan eksposur yang tepat. Oleh karena itu, ada baiknya anda belajar untuk mengerti pencahayaan kemudian juga anda tahu mengatur meteringnya.

Jadi saat anda memotret baiknya menggunakan mode yang benar dengan eksposur yang tepat sehingga fotonya lebih bagus.

Saran saya, setiap anda pindah ke lokasi baru atau memotret objek yang baru jangan lupa setting eksposurnya atau setting meteringnya termasuk didalamnya diafragma, shutterspeed dan ISO dengan settingan yang sesuai dengan objek yang anda foto termasuk kondisi saat itu.

Jadi misalnya anda berpindah dari sebelumnya memotret didalam ruangan lalu berpindah ke luar ruangan otomatis settingannya akan berbeda.

Oleh karena itu anda harus teliti untuk mengecek eksposur jangan sampai over atau under. Mungkin anda bisa memotret dengan ROW.

Kalau anda memotret dengan row files anda bisa set eksposur sedikit kebawah. Tapi ingat jika memotret dengan format ini siapkan kartu memori atau SD card yang ukurannya besar.

4. Berpaku pada pose dan bukan directing

Sebagai seorang fotografer jika anda mau memotret objek ada baiknya anda harus bisa mendirect orang yang akan menjadi subjek foto anda.

Oleh karena itu, sebelum sesi pemotretan anda sudah tahu konsep seperti apa, referensinya bagaimana sehingga subjek yang difoto tahu bagaimana harus bertindak.

Misalnya, jika anda akan melakukan sesi fotografi pra-wedding ada baiknya anda menunjukan referensi foto tersebut ke model yang di foto.

Tapi bukan berarti anda suruh model tersebut mengikuti pose yang sama persis dengan referensi tersebut hanya karena anda suka pose seperti itu.

Maksudnya bukan begitu. Karena, subjek yang di foto adalah orang yang berbeda. Karena itu, anda harus bisa menentukan sisi terbaik dari subjek foto anda.

Alasannya sederhana, karena setiap orang atau model karakternya berbeda sehingga hasilnya nanti tidak akan natural. Sebab itu, baiknya anda meminta mereka melakukan pose berdasarkan referensi anda namun usahakan agar tetap alami dan melibatkan gaya personal dari subjek.

5. Berpikir bahwa peralatan fotografi diatas segalanya

Menurut tidak ada salahnya berpikir soal itu. Apalagi jika anda punya uang dan membeli peralatan yang cukup mahal, terbaru atau lensa yang paling bagus.

Karena memang peralatan adalah salah satu penunjang kegiatan fotografi. Tapi ingat, peralatan bukan segala-segalanya.

Karena meskipun peralatan dengan lensa yang anda gunakan adalah perlatan terkeren dengan kamera termahal di dunia tapi kalau anda tidak mengerti pencahayaan, pengaturan kamera dan lain sebagainya anda tidak akan pernah bisa menghasilkan foto yang bagus.

Dalam dunia fotografi, ada banyak elemen yang harus dipahami mulai dari setting kamera, directing, lighting, eksposur, diafragma dan lain sebagainya.

Tapi, ada satu unsur yang terpenting yakni cahaya. Karena fotografi adalah sebuah seni menangkap cahaya. Karena itu, ada baiknya anda mengerti tentang pencahayaan.

Jika anda tidak terlalu mengerti tentang pencahayaan, ada baiknya anda mengerti satu elemen misalnya komposisi.

Sehingga, pada saat anda menemukan objek dengan pencahayaan bagus atau set pencahayaan yang tepat anda tinggal mengatur komposisinya ksecara otomattis.

Karena disinilah kuncinya. Jadi meskipun anda tidak mengerti banyak hal, atau mengambil foto dengan kamera apapun, dengan merek apapun hasil fotonya tetap terlihat bagus.

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, menjadi seorang fotografer pemula adalah hal yang sangat gampang. Karena, modal utamanya hanyalah kamera.

Sementara, modal-modal lain bisa anda peroleh jika anda konsisten dan terus belajar menjadi seorang fotografer.

Nah demikian artikel tentang fotografer pemula: pengertian, tips, kesalahan dan cara. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar