Pengertian Dan Cara Membuat Foto Yang Fotogenik

3 Likes Comment
fotogenic

Beberapa dari anda mungkin sudah pernah mendengar istilah fotogenic, photogenic atau fotogenik, kan? Saya yakin pernah.

Hanya saja, banyak orang yang menggunakan istilah ini secara acak. Seperti untuk menunjukan posisi kamera saat mengambil foto, pose yang cocok, pencahayaan, pengaturan kamera, modelnya dan lain sebagainya.

Lantas, apa sih maksud dari kata ini? Mengapa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang berkaitan dengan dunia fotografi? Apa tujuannya?

Jika anda penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, baca artikel ini sampai habis. Sebab di artikel ini akan diulas tentang pengertian dasar fotogenik dan cara membuatnya.

Pengertian fotogenik

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], fotogenic yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi fotogenik, adalah sikap wajah atau tubuh untuk menghasilkan potret menyenangkan.

Secara etimologis, kata fotogenik berasal dari bahasa Yunani, φωτογενής atau fotogenis dengan makna yang sama.

Jika dilihat dari pengertian dasarnya, fotogenic lebih mengarah pada cara atau sikap tubuh dan bukan hasil dari kegiatan fotografi.

Menjadi fotogenik berarti terlihat baik, menarik dan bagus dalam gambar atau foto yang dihasilkan dari sebuah kamera, entah itu kamera ponsel atau kamera DSLR.

Fotogenik hanya ada didalam kamera dan bukan dalam kehidupan nyata. Meskipun wajah anda terlihat gloowing di kamera, di kehidupan nyata bisa jadi enggak begitu.

Selain itu, ada banyak orang yang berusaha untuk tampil perfect di semua foto yang diambil, yang sebenarnya itu mustahil. Fotografer profesional tahu betul soal ini.

Pernah gak lihat foto-foto artis di Mall atau di sampul majalah dimana subjeknya terlihat sangat cute dan cubby? Saya yakin pernah.

Ketahuilah wahai engkau mahluk hidup, foto-foto tersebut mungkin diambil dari sekian banyak pose yang dilakukan oleh subjek foto.

Dan juga, foto yang anda lihat itu hanya satu satu dari sekian banyak foto yang diambil fotografer secara bersamaan.

Gambar, disatu sisi, tidak memperlihatkan semua aspek subjek. Hanya otak manusia yang bisa melihat hal-hal yang sedikit berbeda pada foto.

Sehingga, foto yang fotogenik itu bergantung penuh pada pengaturan kamera, yang didalamnya ada pengaturan rana, shutterspeed, ISO dan lain sebagainya.

Dan bisa saja suatu foto yang fotogenik itu disebabkan oleh kamera, yang terkadang bisa saja mendistorsi warna, sehingga foto yang sekarang anda lihat tidak sama dengan subjek asli.

Gak percaya? Coba selfie dengan HP yang anda pegang sekarang dan lihat perbedaannya.

Kadang kala, hidung anda terlihat sedikit mancung, mulut lancip, gigi perises, wajah trapesium, kurus, ndut dan lain sebagainya.

Padahal, aslinya enggak begitu. Hidung anda tetap mancung kedalam, mulut tetap tips manis, gigi agak kuning dikit, wajah oval, gendut juga enggak dan seterusnya.

Foto juga bisa menangkap aksi subjek secara langsung, termasuk ekspresi yang ditunjukkan sepersekian detik, yang enggak bisa ditangkap oleh mata manusia secara langsung.

Apakah fotogenik merupakan bawaan sedari lahir?

Untuk menjawab ini, rasanya agak sulit. Tapi, jika dilihat dari karakteristik seseorang, ada kemungkinan fotogenik dibawa sedari lahir.

Sebagai contoh, ada beberapa orang dengan tulang pipi wajah terlihat tajam, rahang persegi dan lain sebagainya, secara alami terlihat lebih bagus saat di foto.

Alasannya? Karena bentuk wajah seperti itu bisa menangkap cahaya yang lebih baik dibanding orang-orang dengan wajah bulat, yang memungkinkan cahaya memantul ke segala arah.

Tapi, bukan berarti orang dengan wajah bulat tidak bisa menjadi model atau tidak bisa menghasilkan foto yang fotogenik. Enggak. Hanya saja, mereka lebih sulit menghasilkan foto yang bagus.

fotogenik
Chrissy Teigen via Getty Images

Oh iya, konsep bawaan dari lahir ini juga enggak berlaku sebab ada beberapa wajah model berwajah bulat semisal, Chrissy Teigen istrinya John Legend, yang sebagian besar posenya tetap fotogenik.

Cara membuat foto yang Fotogenik

Lantas, bagaimana sih cara membuat foto yang fotogenic? Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan. Antara lain:

1. Pelajari teknik-teknik dasar menjadi model
fotografi
via paulipu.com

Jika anda ingin terlihat fotogenik saat di foto orang lain atau diri anda sendiri, sebaiknya mulai pelajari teknik-teknik dasar berpose yang baik.

Dan untuk anda yang mau menjadi fotografer, pastikan anda tahu teknik-teknik dasar pengambilan foto yang baik dan benar.

Jika ingin belajar teknik dasar fotografi yang baik dan benar, ada beberapa artikel yang sudah saya bahas sebelumnya dengan topik yang sama, seperti:

Sementara, jika ingin terlihat fotogenik saat selfie, belajarlah menjadi fotogenik sedari sekarang dengan cara menonjolkan apa yang paling menarik dari diri anda.

Seperti misalnya, bentuk wajah, gigi atau senyum. Kadang kala, yang paling menarik dari seseorang bukan saja ada di wajah, tetapi juga di area tubuh lain, pantat misalnya [jangan ngeres kamu 😡].

2. Pilih angle yang bagus

fotogenic

Setiap sisi atau sudut saat mengambil foto disebut angle. Nah untuk menghasilkan foto yang bagus, pilihlah angle yang paling pas atau paling cocok dengan bentuk wajah anda.

Perhatikan juga pencahayaan dari angle yang dipilih. Dan ingat, bentuk wajah ikut berpengaruh saat memilih angle, terlebih jika anda ingin terlihat fotogenik saat selfie.

Tapi jangan terpaku pada sisi ini, sebaiknya ambil saja angle yang paling nyaman menurut anda. Yang paling sering dilakukan adalah angle dari atas, bawah, kiri atau kanan.

3. Perlihatkan sisi wajah atau tubuh yang paling menarik

fotogenic

Jika anda punya wajah yang menawan, seperti yang saya jelaskan diatas, perlihatkan sisi itu secara dominan dalam foto.

Dan jangan sembunyikan hal tersebut, sebab untuk menghasilkan foto yang fotogenik anda harus menunjukan sisi terbaik dari wajah anda.

Selain wajah, sisi lain yang menarik adalah rambut, senyum, bentuk mata, alis mata dan lain sebagainya.

Oh iya, usahakan jangan dandan berlebihan ya. Karena sesuatu yang biasanya dirias berlebihan itu enggak menarik, termasuk juga manusia.

4. Perlihatkan emosi
via freepik.com

Nah disini yang paling penting. Tahu gak kalau emosi bisa terlihat dengan jelas di dalam foto? Mungkin beberapa dari anda belum tahu itu.

Oleh karena itu, agar foto yang hendak dihasilkan lebih terlihat bagus, anda bisa memperlihatkan emosi anda. Misalnya saat senyum, tertawa lepas dan lain sebagainya.

Ada baiknya sih jangan tunjukkan emosi seperti sedang sedih, murung dan lain sebagainya. Karena fotogenik dibuat dengan tujuan untuk mempengaruhi emosi orang lain juga.

Dengan kata lain, jika anda memperlihatkan emosi seperti itu, bisa-bisa orang yang melihat foto anda bakalan ikut sedih.

5. Jangan pose yang aneh-aneh deh
fotogenik
via fastcompany.com

Ingat emosi yang saya maksudkan dipoin sebelumnya, kan? Dan saya punya tips sederhana agar emosi itu bisa terlihat jelas.

Dengan cara menyembunyikan gusi atau menempelkan lidah di langit-langit mulut. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang proporsional.

Dan kondisi ini secara tidak langsung menunjukan kalau anda sedang berupaya untuk mengambil foto yang fotogenik.

Emosi juga bisa terlihat disini. Selain itu, hindari pose yang konyol. Seperti menjulurkan lidah, duckface dan lain sebagainya.

Karena apa? Karena itu bisa membuat foto anda terlihat tidak lagi menarik. Dan pada akhirnya, foto yang dihasilkan itu jadi enggak menarik.

6. Senyum duchenne
fotogenik
via paulipu.com

Lihat gak foto sampul artikel ini? Di mana si wanita sedang senyum pe*sodent? Dalam dunia fotografi, hal itu dikenal sebagai senyum duchenne.

Pada dasarnya, senyum duchenne adalah senyum khas yang melibatkan mulut atau mata. Senyum ini juga dikenal dengan nama senyum mata.

Salah satu alasan mengapa senyum ini menarik adalah karena foto terlihat lebih bahagia dengan emosi yang jelas terlihat sehingga mempengaruhi perasaan orang-orang yang melihatnya.

Penutup

Sebenarnya, enggak susah-susah amat jika ingin menghasilkan foto yang fotogenic. Yang penting, anda sudah tahu bagaimana harus berpose.

Lebih menarik lagi jika bentuk wajah anda lebih lancip dengan tulang rahang yang tajam karena lebih terlihat alami.

Mau lebih menarik? Baiknya anda memanfaatkan aplikasi pengeditan foto untuk menambah gaya dan kesan pada foto.

Demikian artikel tentang pengertian fotogenik dan cara membuatnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *