9+ Cara Melindungi Foto Dan Gambar Karya Anda di Internet

10 Likes 4 Comments
kamera terbaik

Lazimnya, ada beberapa cara yang biasa dilakukan oleh orang-orang untuk melindungi foto dan gambar buatan sendiri di internet. Cara itulah yang akan saya ulas di artikel kali ini.

Hadirnya internet telah membuat informasi menjadi plural dan tak terbatas. Akibatnya, banyak aspek yang tidak lagi dianggap penting, salah satunya adalah yang berkaitan dengan hak cipta.

Bahkan, ketentuan hak cipta ini banyak disepelekan oleh pemilik situs web dengan rasio kunjungan yang sangat tinggi seperti Media online.

Sebagai contoh, apabila anda mengupload foto di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan media sosial lain tidak serta merta membuat foto tersebut eksklusif dan tidak dapat digunakan kembali orang lain.

Justru, dengan mempostingnya di media sosial, foto-foto tersebut dapat dengan mudah dicomot dan diolah kembali oleh pihak lain, baik untuk tujuan pribadi maupun komersil.

Sehingga, foto atau gambar yang seharusnya berhak cipta, digunakan kembali orang lain dengan bebas tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Pelanggaran hak cipta adalah sesuatu yang ilegal dan bertolak belakang dengan banyak peraturan di berbagai negara tentang hak cipta, termasuk juga di Indonesia.

Dan untuk mencegah pelanggaran HAKI ini, sebaiknya simak baik-baik artikel dibawah ini. Karena disini akan saya ulas beberapa cara melindungi foto dan gambar buatan anda di internet.

Bukan cuma foto, beberapa poin juga mengulas tentang perlindungan materi berhak cipta lain seperti video, audio, lagu, konten dan lain sebagainya.

Dan dengan mengikuti cara dibawah ini, berarti anda mencoba untuk membuat foto anda tetap eksklusif dan tidak dapat digunakan oleh orang lain untuk tujuan apapun.

Namun bukan berarti foto tersebut tidak dapat di modifikasi. Ia tetap bisa di modifikasi untuk menghilangkan atau menyamarkan gambar tersebut agar tidak terdeteksi dan dianggap melanggar HAKI orang lain.

9 Cara melindungi foto dan gambar karya anda di internet

Lantas bagaimana cara agar foto tidak dicuri orang lain? Pasti penasaran kan? Nah berikut disajikan 9 cara melindungi foto karya anda di internet. Berikut daftarnya:

1. Dengan tidak membagikannya di Internet

cara melindungi foto
via reddit.com

Langkah paling pertama dan utama agar karya anda berupa foto atau gambar tidak di comot orang lain adalah dengan tidak membagikannya ke internet.

Dengan kata lain, karya tersebut tetap tersimpan di komputer atau perangkat penyimpanan lain. Apabila foto tersebut berharga, anda bisa cetak lalu pampang di rumah, galeri atau studio foto.

Langkah preventif semacam ini dapat dilakukan oleh anda, apabila foto buatan anda itu terlihat berharga, unik dan tidak ada duanya.

Apabila terpaksa membagikannya ke internet anda bisa mengikuti langkah-langkah berikutnya yang akan saya ulas setelah poin ini.

2. Tambahkan watermark

foto watermark
Salah satu foto dengan watermark/via naturettl.com

Banyak foto yang kini sudah pakai Watermark. Watermark adalah teks kecil ataupun besar yang ada didalam gambar.

Anda bisa taruh watermark ini di sudut bawah, atas ataupun ditengah gambar. Jika anda menempatkan di bagian tengah gambar, usahakan watermarknya tidak terlalu dominan atau menonjol agar tidak mengganggu kualitas foto.

Pernah salah satu kawan blogger saya mengeluhkan gambar buatannya sendiri, yang ia buat di Photoshop selama 4 hari, dicomot oleh salah satu stasiun Radio ternama di Indonesia.

Ia kesal bukan main. Namun nasi sudah menjadi bubur. Ia juga lupa menaruh watermark pada foto buatannya itu dan lebih sadisnya lagi, tukang comot itu enggak menaruh link sumber foto.

Untuk menghindari kejadian semacam ini, kawan saya itu kemudian menaruh watermark pada setiap foto yang ia buat.

Untuk menambahkan watermark, anda bisa pakai photoshop ataupun aplikasi pengeditan foto lain yang memungkinkan anda menambahkan teks didalam gambar.

Perhatikan juga apabila anda menambahkan watermark, upayakan esensi dan kualitas foto tetap terjaga dan tidak merusak kualitas foto.

Tujuannya tentu saja bukan untuk membuat foto anda tidak bisa digunakan tetapi untuk menunjukan bahwa foto tersebut adalah karya orang lain dan tidak diizinkan untuk digunakan kembali.

Hanya saja, apabila watermark ini ditempatkan di bagian sudut gambar, orang-orang tetap dapat memodifikasinya untuk menghilangkan watermark.

Seperti mencrop atau menggunakan tools penghilang watermark. Untuk mengatasi hal semacam ini, saran saya, baiknya anda tambahkan watermark ditengah gambar agar tidak dapat di modifikasi lagi.

3. Pakai barcode

Digicmark adalah salah satu tools yang memungkinkan anda untuk menaruh barcode didalam gambar. Barcode ini tidak terlihat, dan cukup efektif untuk melindungi foto dari tukang comot.

Cara kerja barcode digital ini sangat sederhana. Dimana, pola unik akan ditempatkan didalam foto.

Pola-pola ini bisa berupa tekstur warna pada gambar atau barcode langsung sehingga bisa diidentifikasi sekalipun gambar itu sudah di modifikasi orang lain sedemikian rupa.

Kalau diperhatikan, cara kerja digicmarc ini sama seperti sidik jari digital untuk gambar atau foto. Dan sidik jari itu tidak dapat diubah oleh orang lain.

Sayangnya, untuk menggunakan tools ini anda harus menjadi member premium atau berbayar. Dimana anda harus mengeluarkan kocek sekitar $119 untuk membuat barcode digital pada 2.000 foto.

Meski cenderung mahal untuk ukuran fotografer biasa, namun fitur-fiturnya cukup bagus. Anda juga akan dapat pemberitahuan di dashboard dan email apbila anda orang yang menggunakan kembali foto tersebut.

Perhatikan juga, sebelum anda menggunakan layanan berbayar seperti Digimarc, pastikan anda menggunakan layanan lain yang gratis seperti Google Foto dan juga SmallSeoTools untuk melihat siapa saja yang sudah menggunakan foto anda.

Digicmark juga punya kemampuan untuk membuktikan kepemilikan foto, yang bisa sangat berguna jika ada klaim hak cipta yang dilakukan oleh orang lain karena tools ini menyimpan salinan mentah dengan resolusi lebih tinggi dari foto yang beredar.

4. Jangan pernah membagikan foto dengan resolusi tinggi

Mengunggah gambar dengan resolusi yang tinggi ke internet adalah sesuatu yang fatal. Apalagi jika gambar tersebut bernilai dan belum punya hak cipta.

Saat seseorang melihat file dengan resolusi tinggi, mereka dapat melakukan apa saja sesuai keinginan mereka, termasuk memberi watermark, mengklaim kepemilikan gambar atau mengunggahnya ke Digicmark.

Dengan kata lain, mereka dapat mengklaim kepemilikan foto tersebut di internet. Jadi, foto yang seharusnya milik anda menjadi milik orang lain.

Selain itu, akan sangat sulit menentukan siapa pemilik aslinya, karena anda dan orang tersebut punya salinan foto yang sama, dengan kualitas yang sama sehingga sulit untuk membuktikan siapa pemilik asli.

Oleh karena itu, sebelum membagikan foto di internet, ada baiknya anda mengompresnya untuk mengurangi resolusi foto.

Saran saya sih, ada baiknya anda enggak mengunggah foto dengan resolusi 1600px di internet, terlebih di blog.

Meski bisa meningkatkan pengalaman visual orang lain dan pengunjung blog anda, namun bisa digunakan orang lain dengan bebas.

5. Kompres foto terlebih dahulu

Seperti langkah diatas, pastikan anda mengompres foto terlebih dahulu sebelum mempostingnya di internet. Ini juga berguna apabila anda menggunakan foto tersebut sebagai referensi konten di blog, sehingga tidak membebani hosting.

Namun ada baiknya anda berhati-hati jika ingin mengompresi gambar. Terlebih untuk format .JPEG karena ukuran foto searah dengan kualitasnya. Jadi semakin di kompres, ukurannya semakin berkurang, maka kualitas fotonya jadi enggak bagus.

Jika anda menggunakan photoshop, anda bisa mengikuti metode yang biasa saya lakukan untuk kompres foto.

  • Langkah pertama silahkan buka komputer yang sudah diinstal photoshop
  • Setelah itu buka photoshop> klik file> lalu pilih ekspor
  • Pada kolom Quality, silahkan atur resolusinya sesuai dengan yang diinginkan
  • Jangan lupa, setelah resolusi diatur, simpan dalam bentuk “Save for Web…” dan ekspor dengan kualitas JPEG diatas 60%.

Jika anda menggunakan software Lightroom, cukup batasi ukuran filenya saja di jendela ekspor dengan ukuran dibawah 250kb.

6. Tambahkan hak cipta pada metadata

Anda juga dapat menambahkan informasi hak cipta pada metadata foto dan gambar buatan anda. Hanya saja, anda harus memodifikasi metadatanya terlebih dahulu.

Jika anda menggunakan Photoshop, anda bisa mengikuti langkah-langkahnya dibawah ini.

  • Silahkan buka photoshop
  • Setelah itu klik File> info File> dan sesuaikan dengan yang anda inginkan seperti gambar dibawah ini.

Meski demikian, ini bukanlah cara yang efektif untuk melindungi foto anda di internet. Kecuali pengguna mengetahui cara melihat metadata gambar dan foto.

Perlu juga diketahui, sebagian besar situs berbagi gambar seperti Facebook, Instagram dan media sosial lain akan menghapus metadata untuk mengompresnya.

Mengupload foto di blog, seperti yang diuraikan pada langkah 4 diatas, juga akan menghilangkan metadata ini kecuali anda sudah memilih opsi lisensi.

7. Baca ketentuan situs web sebelum anda membagikan foto

hak cipta gambar

Hati-hati saat anda mengunggah foto ke situs berbagi gambar seperti Flickr. Sebab, situs ini hanya memungkinkan anda mengupload foto dibawah lisensi Creative Commons.

Memang sih, lisensi CC memberikan sejumlah hak eksklusif kepada pemiliknya namun terbatas. Anda juga bisa mencabut lisensi itu kapan saja.

Beberapa situs lain seperti 500px.com, memungkinkan anda untuk mengupload foto dengan script khusus, yang akan membingkai foto dengan pencitraan merek 500px, meski hal ini tidak dapat dapat melindungi foto secara permanen.

Menyadari hal tersebut, beberapa situs kemudian memperketat perlindungan pada foto atau gambar.

Dimana, pemiliknya bisa mengubah ketentuan hak cipta pada foto atau menghapusnya secara permanen.

Bahkan, anda punya kewenangan untuk menghapus gambar dari situs manapun yang menggunakan foto tersebut tanpa izin anda sebagai pemiliknya.

8. Menggunakan DMCA

DMCA
via paulipu.com

Digital milenium Copyright Acts [DMCA] adalah UU Hak Cipta Amerika yang fokus pada pelanggaran HAKI di internet.

Anda juga dapat memanfaatkan DMCA ini untuk melaporkan materi-materi milik anda yang digunakan oleh orang lain termasuk foto atau gambar. Untuk prosedur pelaporannya, anda bisa baca postingannya disini.

9. Mengajukan HAKI

Hak Cipta di Internet

Yang paling terakhir adalah dengan mengajukan Hak Cipta Foto ke Pemerintah Indonesia. Ada dua cara pengajuan HAKI foto dan gambar itu yakni dengan mengurusnya langsung ke Kanwil Kemkumham terdekat di wilayah anda atau mengajukan permohonan secara online.

Apabila anda ingin mengajukan hak cipta gambar atau foto secara online, berikut langkah-langkahnya:

  • Silahkan buka situs Hak Cipta DGIP atau klik saja tautan ini
  • Setelah itu lakukan registrasi pada laman yang tersedia untuk memperoleh ID dan Password
  • Jika sudah, silahkan login dengan ID dan password yang tadi diberikan
  • Disini anda akan diarahkan ke dashboard DGIP, langkah berikutnya adalah mengupload dokumen-dokumen yang menjadi syarat pengajuan HAKI Gambar seperti nama, alamat, jenis HAKI, surat permohonan dan lain sebagainya
  • Setelah itu, lakukan pembayaran sebagai bagian dari proses registrasi dan pengajuan HAKI
  • Tunggu proses verifikasi selanjutnya. Jika verifikasi sudah dilakukan, anda akan mendapatkan sertifikat yang dapat di download pemohon.

Untuk biaya pendaftaran hak cipta cukup variatif. Berdasarkan ketentuan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual [DJKI] Kemenkumham, biayanya dimulai dari 150k hingga 5 juta rupiah.

Penutup

Langkah paling etis saat anda melihat ada seseorang yang menggunakan foto anda tanpa izin adalah dengan menghubunginya.

Jika gambar yang digunakan itu direpost kembali dengan bebas mintalah mereka untuk menghapusnya.

Apabila foto tersebut boleh digunakan dengan bebas, berilah syarat dimana saat ada orang yang ingin menggunakan foto anda kembali mereka harus menambah link kredit menuju website anda.

Dengan demikian, anda memiliki keuntungan secara moril. Namun, apabila digunakan untuk tujuan komersial, sebaiknya hubungi dan katakan bahwa gambar tersebut adalah karya asli anda dan tidak diizinkan untuk digunakan dengan tujuan komersil.

Apabila tetap digunakan, anda bisa menempuh jalur hukum. Atau meminta mereka untuk membayar hasil kerja keras anda.

Nah demikian artikel tentang 9 cara melindungi foto dan gambar karya anda di internet. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

4 Comments

  1. Sangat bermanfaat min dan paham semua.. Hanya untuk mengajukan ke HAKI itu yg sepertinya jarang ya min.. Jarang kecuali orang profesional 😀

    1. Iya sih. Lagian, proses pengajuannya pakai biaya, makanya banyak orang enggan mengajukan ke HAKI

      1. Hiya Mbak.. Maaf Selama ini komennya selalu nyebut Abang. Eh ternyata mbak :D. Salam Blogger Mbak.

        1. Iya gpp mas 😀
          Salam blogger jg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *