Perbandingan Canon vs Nikon, Bagusan Mana?

Di artikel kali ini saya mau ulas perbandingan antara merk kamera Canon Vs Nikon, yang selalu jadi pilihan banyak orang saat beli kamera entah itu DSLR atau Mirrorless baik yang baru atau bekas.

Bukan untuk mengulas mana merk kamera terbaik dan mana yang bukan melainkan sekedar membahas apa kelebihan Nikon, apa kelebihan Canon dan apa kekurangan dua merk tersebut.

Dua-duanya bagus kok. Karena itu, banyak yang dilema saat dihadapkan pada dua pilihan kamera yakni Canon vs Nikon.

Dari segi harga pun tak jauh beda karena semakin tinggi spesifikasi yang ditawarkan, semakin mahal harganya.

Lantas, mau beli yang mana? Apakah Canon atau Nikon? Keputusannya ada di tangan anda. Agar keputusannya tepat, simak artikel ini sampai habis.

Canon vs Nikon, Bagusan Mana?

FYI, di luar sana ada banyak sekali merk kamera. Jadi pilihannya cukup variatif, bukan hanya Nikon sama Canon saja.

Mau cari merk yang lain? Bisa pilih Sony, Olympus, Fujifilm sampai Pentax. Agar bahasannya ga terlalu luas, di artikel ini saya fokus aja dulu ke dua merk kamera yakni Canon Vs Nikon.

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan perbandingan Canon Vs Nikon dari berbagai aspek, seperti:

1. Kompatibilitas

Pertama berkaitan dengan kompatibilitas dua merk diatas. Kompatibilitas inilah yang bikin dua produsen kamera diatas lebih terkenal dibanding merk lain.

Semuanya bermula pada 1987 saat Range EF Canon pertama diperkenalkan dan sukses menarik minat banyak fotografer, baik yang pro atau bukan.

Disisi lain, dudukan lensa Nikon F sudah diperkenalkan puluhan tahun sebelumnya, tepatnya pada 1959 meski tidak sepopuler milik Canon.

Salah satu poin yang membedakan antara kompatibilitas Canon dan Nikon ada pada fokus otomatis [autofocus].

Tambahan, semua lensa Canon EOS dengan fokus otomatis sudah ada sejak tahun 1980-an.


Baca Juga:


Sementara, untuk Nikon, baru lensa AF-S yang sudah support autofocus dan dikembangkan di era yang sama.

Sekalipun umurnya sudah lebih dari 40 tahun, lensa Non-AF-S tetap bisa dipasang atau digunakan pada kamera DSLR Nikon sekarang.

Hanya saja, fokusnya harus di atur manual. Ini juga sesuai dengan visi Nikon yang ingin melepaskan motor autofocus di kamera buatan mereka.

Dengan harapan agar kamera DSLR Nikon tetap ringan, ringkas dan low budget.

Oh iya, pada Canon, sensor autofokusnya ada di lensa dan bukan di body kamera seperti yang terdapat pada Nikon.

Dengan begitu, anda juga tetap bisa pakai lensa berumur tua seperti Canon Rebel T7i atau 5D Mark IV pro pada kamera DSLR Canon sekarang.

Kesimpulannya, kompatibilitas dua merk diatas sama bagusnya. Jadi Kembali ke pilihan masing-masing, mau beli yang mana.

2. Crop Faktor

Kedua berkaitan dengan crop-faktor. Mengapa? Karena sensor kamera punya ukuran yang cukup variatif, tergantung merknya.

Pada kamera DSLR Pro full-frame, lebar sensornya bisa 35mm. Namun pada kamera DSLR pemula, ukuran sensornya lebih kecil.

Itulah yang jadi alasan mengapa beberapa orang menyebut kamera DSLR pemula itu sebagai kamera crop-faktor, yang merujuk pada ukuran sensornya.

Oh iya, cropfaktor sendiri adalah suatu istilah yang merujuk pada proses pembesaran lensa yang dihasilkan saat kamera digunakan.

Pada kamera Nikon, crop faktornya berkisar 1.5x. Artinya, apabila anda pasang lensa 50mm pada kamera DSLR Nikon crop-sensor, hasilnya akan setara dengan 75mm.

Disisi lain, pada Canon, crop-faktornya adalah 1,6x karena sensor kamera mereka yang sedikit lebih kecil.

Dengan begitu, saat dipasang lensa 50mm pada kamera DSLR sensor-crop mereka, setara dengan 80mm.

Lantas, mengapa sensor crop itu penting? Ukuran sensor, apakah lebih besar atau kecil, sering diartikan sebagai resolusi gambar itu sendiri.

Sebagai perbandingan, perbedaan crop factor 0,1 antara Canon dan Nikon mungkin tidak terlalu signifikan.

Tapi karena sensor corpnya kecil, angka 0,1 itu memungkinkan anda menghasilkan gambar yang berkualitas tinggi.

Kesimpulannya, dari segi crop faktor, Canon lebih bagus dibanding Nikon. Namun pilihan tetap ada ditangan anda.

3. Performa

Ketiga soal performa. Sekilas, kedua merk kamera diatas punya performa yang mantap.

Hanya saja, tetap ada area dimana Canon atau Nikon dianggap lebih bagus.

Sebagai contoh, beberapa fotografer ga suka white balance otomatis yang ada di kamera Canon.

Disisi lain, hampir sebagian besar fotografer suka sama beberapa tipe lensa Canon yang dianggap lebih baik dibanding merk lain.

Pada Nikon, beberapa fotografer yang ga terlalu suka sama sistem menu Nikon yang tampilan dan setingannya dianggap ala kadarnya.

Namun, dalam hal Noising, banyak fotografer yang setujuk kalau Nikon lebih mantap dibanding pesaingnya.

Jadi, dalam hal performa, dua merk diatas punya kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Oleh karena itu, baiknya baca spesifikasi kamera yang mau dibeli dan bandingkan dengan merk lain.

Kalau bingung, bisa baca ulasan produk real-time di Youtube, blog atau situs resminya langsung.

Dengan begitu, anda bisa dapat gambaran kinerja dan kelebihan kamera yang hendak dibeli itu.

4. Kegunaan

Selain performa, salah satu hal yang juga harus dibahas adalah kegunaan alias, apakah kamera itu bakal digunakan atau tidak.

Untuk mengukur kegunaan kamera, bisa mulai dulu dengan beberapa pertanyaan dibawah ini, seperti:

  • Bagaimana perasaan saya saat dengar kata Nikon atau Canon?
  • Bagaimana rasanya ambil foto pakai Canon atau Nikon?
  • Seberapa mudah menavigasi menu di layar kamera entah itu Canon atau Nikon?
  • Apakah kamera yang dibeli itu bisa digunakan dalam segala situasi?

Tapi, seperti juga yang saya sebutkan diatas, semua kembali ke preferensi pribadi saat memutuskan mau beli kamera Canon atau Nikon.

Lantas, manakah yang terbaik? Apakah Nikon atau Canon?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, baiknya ke toko kamera langsung dan lihat kamera yang paling cocok dibeli.

Untuk mengulas mana yang terbaik, selain mempertimbangakn empat faktor diatas, pertimbangkan juga soal HARGA.

Berapa budget yang disiapkan untuk beli kamera? 1 juta? 3 juta? 10 juta Atau mungkin 100 juta?

Soal harga, dua kamera itu tak jauh beda. Karena itu, coba ambil beberapa kamera lalu lihat tampilan fisiknya, fitur-fitur spesialnya dan lakukan analisis singkat.

Kalau perlu, bisa ambil foto pakai kamera itu untuk melihat apakah gambar yang dihasilkan sesuai ekspektasi atau tidak.

Jangan ragu untuk bertanya ke penjaga toko termasuk ke teman yang kebetulan punya kamera dan sedikit tahu soal kamera.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan terkait dengan postingan ini akan saya bahas dalam QnA dibawah, seperti:

1. Mengapa harga lensa Nikon cenderung lebih mahal dibanding Canon?

Salah satu alasannya karena sensor pencitraan digital pada kamera buatan Nikon baik itu yang DSLR atau Mirrorless.

Meski sebenarnya pertanyaan diatas tidak sepenuhnya benar karena perbedaan harga lensa dua merk diatas tidak terlalu jauh.

2. Selain Nikon dan Canon, ada ga merk kamera lain yang direkomendasikan untuk dibeli?

Selain beberapa merk yang sudah saya sebutkan diatas, anda juga bisa pilih merk seperti Phase One, Mamiya, Hasselblad atau Leica.

Namun, rekomendasi pertama saya tetap jatuh pada Sony dan Fujifilm karena dua produsen diatas selalu update dengan teknologi kamera sekarang ini.

Penutup

Yang ingin saya katakan cuma satu yakni jangan terobsesi pada satu merk saja dan selalu bersikap objektif saat menilai sesuatu.

Sebelum beli kamera, pikir dulu berapa budget yang dimiliki dan kamera seperti apa yang bisa dibeli dengan budget tersebut.

Kalau sudah, persempit pencairan dengan cara mencari ulasan online seperti kamera dibawah 5 juta, kamera dibawah 3 juta dan lain sebagainya.

Jika punya tambahan, masukkan atau mungkin pertanyaan lain terkait dengan postingan ini, bisa tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang perbandingan Nikon Vs Canon, mana yang terbaik? Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar