Audio Adalah: Definisi, Fungsi, Jenis, Elemen dan Contoh

Sederhananya, audio adalah energi listrik, baik aktif dan potensial, yang mempresentasikan suara itu sendiri.

Audio dihasilkan oleh manusia, hewan dan benda lain atau yang diproduksi menggunakan alat perekem audio seperti Digital Audio Workspace [DAW], komputer dan lain sebagainya.

Meski demikian, masih banyak orang yang belum tahu pengertian audio termasuk fungsi, jenis, elemen dan contoh. Itulah yang memotivasi saya untuk buat artikel ini.

Oleh karena itu, bagi yang sering bertanya, audio itu apa sih? Jenis-jenisnya apa? Apakah ada contoh audio? Dan pertanyaan lain serupa, baca artikel ini sampai habis.

Definisi audio adalah

Di Kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], audio punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Bersifat dapat didengar
  • Alat peraga yang sifatnya bisa didengar, radio atau tape misalnya

Frekuensi audio termasuk suara yang bisa didengar telinga manusia berada dalam kisaran 20-20.000 Hertz.

Dalam konteks lebih luas, audio adalah elemen multimedia yang fungsinya sama seperti teks, gambar, video hingga animasi.

Inilah yang mendasari pernyataan bahwa manusia menghasilkan audio sendiri, dalam hal ini suara.

Berbicara tentang suara, secara tak langsung kita berbicara soal perubahan tekanan udara yang mencapai gendang telinga.

Saat anda berbicara terlalu cepat, frekuensi suara akan melaju. Dampaknya akan terjadi miskonsepsi kata-kata.

Dengan begitu, orang-orang sulit mendengar apa yang dikatakan. Kalaupun dengar, mereka susah ngerti maksudnya apa.

Untuk mengukur kecepatan suara menggunakan rumus amplitudo gelombang yang akan saya jelaskan dalam QnA dibawah.

Agar jelas, biar saya simpulkan pengertian audio secara umum dalam dua poin dibawah ini, yakni:

  • Audio adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan suara atau derai apapun yang bisa dengar telinga manusia dalam jarak tertentu dan diukur pakai Hertz [Hz]. Sinyal audio dihasilkan oleh soundcard atau yang lazim disebut perangkat output dan input audio untuk kemudian didengar lewat speaker atau headphone
  • Bentuk audio digital baik itu suara dan musik dapat disimpan atau di putar diperangkat penyimpanan seperti komputer disebut file audio [audio file] atau file suara [sound file]. Salah satu jenis format file audio paling populer saat ini adalah MP3.

Fungsi audio

Ada empat fungsi utama audio termasuk suara, diantaranya:

  • Membantu menyampaikan informasi agar jelas dan tepat. Contohnya, penggunaan suara latar pada video, TV dan lain sebagainya
  • Meningkatkan daya tarik informasi yang disampaikan
  • Meningkatkan motivasi audiens agar lebih tertarik mendengar informasi yang disampaikan seseorang, langsung ataupun tidak langsung
  • Memudahkan proses komunikasi yang dilakukan seseorang dengan lawan bicaranya

Fungsi audio diatas sangat general karena bisa digunakan dan diterapkan dalam ilmu yang lebih spesifik.

Seperti fungsi audio visual, fungsi audio komunikasi, fungsi suara dan lain sebagainya.

Jenis audio

Soal jenisnya, audio terbagi dalam dua kategori utama yakni audio analog dan audio digital. Berikut penjelasannya:

a. Audio analog

Audio analog adalah suara yang mempresentasikan tegangan listrik baik aktif atau potensial yang menyebabkan variasi tekanan dan perpindahan medium gelombang.

Gelombang ini menciptakan kompresi maksimum dalam beberapa siklus yang diukur dalam Hertz atau siklus per detik.


Baca Juga:


Sementara alat konverter, yang disebut transduser, dalam audio analog disebut mikrofon [suara menjadi audio], loundspeaker dan headphone .

Audio analog hanya dapat bekerja di peralatan audio analog yang juga bisa direkam ulang menggunakan tape atau vinil untuk disimpan dan diputar nanti.

Saat vinil atau tape diputar, tegangan AC [sinyal audio] dialirkan dari sirkuit ke transduser sehingga bisa didengar telinga manusia.

Ada beberapa contoh audio analog, diantaranya:

  • Audio yang timbul saat anda berbicara dengan orang lain [speech]
  • Audio yang muncul akibat suara dari alat-alat musik yang dimainkan entah itu akustik, elektronik hingga Synthesizer
  • Audio yang timbul akibat efek suara [sound effect] yang adalah suara selain musik atau percakapan. Contohnya suara mobil, suara motor, suara gelas pecah, suara kipas angin, suara pesawat terbang dan lain sebagainya

b. Audio Digital

Audio digital adalah audio yang mempresentasikan suara sebagai rangkaian bilangan biner atau menggambarkan suara berbasis gelombang sama seperti yang ada di audio analog.

Perbedaan audio analog dan audio digital ada pada bentuk gelombang, diwakili sampel amplitudo kecil, yang ditumpuk satu demi satu agar menghasilkan representasi sinyal audio.

Sederhanya, audio analog disimpan di media analog seperti tape dan audio digital disimpan sebagai informasi digital dalam bit atau byte.

Audio digital dapat disimpan di hard drive, Compact disk [CD], server atau ditempat manapun sepanjang masih support penyimpanan file digital.

Ada beberapa contoh audio digital, diantaranya:

  • Audiovisual yang merupakan perangkat soundsystem dilengkapi gambar dan banyak digunakan untuk presentasi [LCD], layar tancap, bioskop dan TV
  • Audio streaming yang merupakan istilah audio yang muncul saat siaran langsung [live streaming] terjadi. Sistem audio macam ini berbeda dengan jenis audio lain karena disini filenya tidak perlu di download agar bisa didengar. Contohnya audio saat live streaming game di Facebook Gaming atau Twitch, streaming musik di Spotify, JOOX, Youtube dan lain sebagainya
  • Response audio yang merupakan suara yang dihasilkan oleh semua perangkat komputer. Ini merupakan respon output dari perangkat untuk menanggapi perintah pengguna. Contohnya, bunyi saat mematikan CPU di komputer, saat mengetik di keyboard dan lain sebagainya
  • Audio modem riser [AMR] adalah kartu plug-in di motherboard chip Intel yang didalamnya ada sirkuit audio dan modem. Kartu ini bisa menghasilkan audio analog yang diperlukan untuk operasi modem dan juga bisa diubah jadi kode-kode digital yang dapat dibaca komputer.

Elemen audio

Dalam konteks multimedia, elemen audio terbagi dalam tiga bagian, diantaranya:

  • Suara bertujuan untuk melengkapi berkas multimedia seperti pengisi suara atau agar terjadi percakapan antara seseorang dengan orang lain
  • Musik yang tersimpan di perangkat penyimpanan dan bisa diputar ulang-ulang baik online atau offline
  • Efek suara yang berfungsi untuk memperjelas adegan atau narasi yang dibacakan narator atau orang yang ada di video.

Penggunaan elemen audio dalam multimedia ini sangat penting selain untuk melengkapi video juga bisa memandu audiens.

Ada beberapa contoh penggunaan elemen multimedia di TV sepert voice cover dan lipsing.

Untuk mendengarkan audio digital, file harus diubah lebih dulu ke analog agar menggerakan speaker atau headphone yang secara inheren mengubah audio digital ke analog.

Demikian pula saat merekam audio dengan mikrofon, harus ubah sinyal audio analog bawaan mikrofon jadi sinyal digital.

Ini dilakukan dengan alat converter analog ke digital. Beberapa mikrofon [seperti mikrofon USB] punya ADC [Analog-to-digital converter] sendiri.

Meski sebagian besar mikrofon perlu ADC terpisah agar bisa bekerja maksimal seperti yang terdapat pada mixer digital.

Produk audio

Produk audio [Audio Products] adalah contoh penggunaan audio itu sendiri yang bisa didengar, dirasakan atau diproduksi sendiri.

Berikut beberapa contoh produk audio paling umum, diantaranya:

  • Backsound Multimedia, yang kadang juga disebut backsound multimedia interaktif [BMI], untuk musik latar belakang di Video, Game, Animasi, Film dan media interaktif lain. Backsound ini bisa berhak cipta atau free royalti. Untuk anda yang sedang cari backsound video MP3, download backsound video pembelajaran, backsound MP3, download backsound VLOG, download backsound video gratis, lagu untuk backsound video, backsound video presentasi, backsound video free bisa baca postingan saya sebelumnya tentang situs download musik free royalty disini
  • Jingle iklan atau lagu yang dibuat khusus untuk produk atau jasa tertentu. Bisa berupa iklan komersial atau iklan layanan masyarakat [ILM]
  • Iklan radio, yang biasanya ada musik saat iklan sedang berlangsung, baik berupa iklan komersial atau layanan masyarakat
  • Audio Special Effect [ASE] yang banyak juga digunakan untuk game, video dan animasi.

QnA

Untuk pertanyaan teknis tentang audio akan saya ulas dalam QnA dibawah ini.

1. Apakah sinyal audio bisa bergerak dengan kecepatan cahaya?

Jawaban pertanyaan ini kembali ke penjelasan diatas dimana audio adalah representasi listrik dari suara itu sendiri.

Dan listrik jenis apapun punya potensi bergerak dengan kecepatan cahaya [299.729.458 m/s] di ruang hampa.

Meski demikian, sinyal audio bergerak jauh lebih lambat karena terhambat media yang dilaluinya.

Makanya itu, gesekan yang terjadi di kabel audio jauh besar dibanding alat penyedot debu semua merk.

Jadi, sekalipun audio punya potensi bergerak dengan kecepatan cahaya, dalam praktiknya, tidak pernah mencapai kecepatan ini.

BTW, sinyal audio yang dikirim secara nirkabel lewat udara seperti dalam kasus frekuensi radio, kecepatannya sama dengan cahaya itu sendiri.

2. Bagaimana mengukur kecepatan audio?

Ada beberapa cara mengukur kecepatan audio yang ,etode pengukurannya beda dengan kecepatan suara.

Begitu juga dengan metrik perhitungannya. Hanya saja, suara dan audio diukur dari level [amplitudo] dan frekuensi.

Kadang juga diukur berdasarkan bandwidth, yang mewakili perbedaan frekuensi paling tinggi dan paling rendah dari sinyal audio itu sendiri.

Level amplitude suara umumnya diukur dalam dua bentuk, yakni:

a. Tekanan suara [sound pressure]

Tekanan suara adalah deviasi tekanan lokal dari tekanan atmosfer sekitar yang disebabkan oleh gelombang mediumnya.

Rumus tekanannya menggunakan Pascal, yang lebih populer penggunaanya dibanding imperial PSI [Pound persegi per inci].

1 Pascal sama dengan 1 Neuton per meter persegi. Sementara, tekanan atmosfer standar di permukaan laut berkisar 101,325 Pa.

Karena itu, penyimpangan yang disebabkan oleh suara harus lebih kecil dari angka ini. Dengan demikian:

  • Threshold of hearing atau ambang pendengaran [dalam Pascal] adalah 2,00 × 10 -5 Pa di telinga
  • Gelombang suara percakapan normal berada dalam kisaran 0,002 sampai 0,02 Pa [pada jarak 1 meter]
  • Threshold of pain atau ambang batas nyeri, di mana tekanan suara akan menyebabkan rasa sakit dan cedera, adalah 200 Pa.

Dengan demikian, tekanan suara adalah nilai yang linier.

b. Decibels Sound Pressure Level (dB SPL)

Selanjutnya menggunakan rumus Decibels sounds pressure level [dB SPL] atau Tingkat tekanan suara desibel yang rumusnya terlihat seperti ini:

dB SPL = 200 log10 (P1/P0), dimana:

  • P1 adalah tingkat tekanan yang diukur dari suara
  • P0 adalah nilai referensi 20μPa, yang sesuai dengan ambang terendah pendengaran manusia

Dengan begitu 94 dB SPL sama dengan 1 Pascal. Karena:

  • Ambang pendengaran [Threshold of hearing] adalah 0 dB SPL
  • Gelombang suara percakapan normal manusia kira-kira 40-60 dB SPL [pada jarak 1 meter dari sumber suara]
  • Ambang batas nyeri [Threshold of pain] adalah 140 dB SPL

Hanya saja, tidak seperti tekanan suara yang diukur secara linier. Tekanan suara desibel sifatnya logaritmik.

3. Bagaimana mengukur level atau aplitudo audio?

Level atau ampiludo audio umumnya diukur dalam beberapa metode, diantaranya:

a. Tegangan MRS [mV atau V]

RMS adalah singkatan dari Root mean square. Dimana, sinyal listrik AC mewakili nilai arus searah yang menghasilkan disipasi daya rata-rata sama dengan beban resistifnya.

Voltage RMS ini bisa gambarkan secara jelas kekuatan efektif sinyal dibanding amplitudo puncak dan palung sinyal AC.

Nilai rata-rata tegangan AC dalam frekuensi tunggal [dengan amplitudo tetap] adalah 0 Volt lepas dari amplitudonya.

Dengan demikian, sinyal dengan panjang gelombang yang lengkap akan menunjukkan tegangan positif dan negatif yang sama.

b. Decibels Volt [dBV]

dBV adalah desibel relatif terhadap 1 volt lepas dari impedansinya. Dengan begitu, rumusnya akan terlihat seperti ini:

dBV = 20 Log [V2/V1] dimana:

  • V1 adalah tegangan referensi 1 V
  • V2 adalah tegangan RMS Sinyal dalam volt

dBV biasanya digunakan untuk mengukur tegangan output mikrofon juga untuk mengatur audio saluran konsumen [-10 dBV].

c. Desibel unloaded [dBu]

dBU adalah nilai desibel relatif terhadap √0.6 V ≃ 0.775 volt, lepas dari impedansinya.

Sekalipun didasarkan pada impedansi sinyal, beban 600 Ω tetap akan setara dengan 0 dbm [1 mW].

Tegangan referensinya berasal dari V = √600 Ω • 0.001 W. Dengan demikian, rumusnya akan terlihat seperti ini:

dBU = 20 log10 (v2/v1) dimana:

  • V1 adalah tegangan referensi √0.6 V ≃ 0.775 volt
  • V2 adalah tegangan RMS sinyal [dalam volt]

dBU umumnya digunakan untuk mengatur suara pada peralatan audio profesional dimana level salurannya diatur ke +4 dBU.

Peralatan yang ada juga dikalibrasi ke angka 0 menggunakan rumus VU saat sinyal sudah mencapai +4 dBu.

e. Decibels full scale [dBFS]

dBFS adalah skala penuh desibel yang punya hubungan dengan platform audio digital 0 dBFS dimana potongan audio akan terdengar.

Karena itu, output audio digital harus tetap dibawah 0 dBFS untuk menghindari distorsi digital yang tidak diinginkan kecuali untuk menambah efek tertentu.

4. Bagaimana mengukur tingkat sinyal audio?

Secara umum, sinyal audio seringkali ditentukan berdasarkan level berikut ini:

a. Level mikrofon [Mic Level]

Level mikrofon adalah level output dan input mikrofon profesional yang paling banyak digunakan.

Level mikrofon umumnya berada dalam kisaran 1 hingga 10 millivolt atau -60 hingga -40 dBV.

Sinyal mikrofon ini perlu amplifikasi [lewat preamplifier mikrofon] untuk mencapai +4 dBu agar bisa digunakan dalam konsol mixing dan DAW.

b. Level garis [Line Level]

Ada dua bagian line level yakni Line level tingkat professional: +4 dBu dan line level tingkat audiens: -10 dBV.

Juga harus diatur level salurannya, yang mempresentasikan kekuatan sinyal audio analog, agar bisa digunakan di sebagian besar perangkat audio, baik professional atau tidak.

Jadi, sinyal level mikrofon [Mic level signals] harus diperkuat ke level garis [line level] dan sinyal garis [line signals] harus diperkuat ke level speaker [speaker level] agar suara muncul di loudspeaker dan headphone.

c. Level instrument [Instrument Level]

Level instrumen adalah istilah kompleks yang menggambarkan level sinyal dari dalam atau luar instrumen listrik.

Tingkat instrumen listrik dimulai dari beberapa millivolt AC sampai beberapa volt AC.

Dengan demikian, untuk mengubah sinyal level instrumen [instrument level signals] jadi sinyal level mikrofon [mic or line level signals] harus pakai peralatan audio khusus lainnya.

d. Speaker Level

Umumnya, ada empat level sinyal [signal levels] yakni:  Mic [Mikrofon], Instrumen, Line dan Speaker.

Semua level ini punya arti dan definisi yang berbeda-beda. Jadi penting untuk tahu perbedaan dan fungsinya.

Penutup

Definisi audio jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan. Makanya tak usah heran kalau ada orang yang bertanya, audio itu apa sih? Apa bedanya dengan suara? dan lain sebagianya.

Jika punya masukkan, tambahan atau ada hal lain yang mau disampaikan terkait postingan ini, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang Audio Adalah: Definisi, Fungsi, Jenis, Elemen dan Contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar