Perbedaan Artificial Light, Available Light dan Ambient Light dalam Fotografi

Dalam fotografi, ada dua sumber cahaya yang umum digunakan yakni cahaya buatan dan cahaya alami. Atau, dalam bahasa teknis disebut artificial light dan available light.

Lantas, mengapa cahaya itu penting dalam dunia fotografi? Alasannya sangat sederhana karena fotografi adalah seni menangkap cahaya.

Cahaya itulah yang dikonversi oleh alat seperti kamera menjadi gambar ke dalam kamera digital atau lewat film.

Jadi, tanpa adanya cahaya, dunia fotografi tidak akan ada. Gambar yang ada ambil lewat foto tidak akan berguna, plus manusia tidak akan hidup.

Dan memanfaatkan cahaya yang ada dengan baik sangat penting terlebih untuk fotografer yang ingin membuat hasil fotonya terlihat unik dan menarik.

Dan seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana sumber cahaya itu hanya ada dua yakni cahaya alami dan cahaya buatan.

Meski demikian, dua jenis cahaya diatas termasuk cahaya ambient atau ambient light karena merujuk pada sumber cahaya yang ada saat itu baik alami atau buatan.

Lantas, apa sih perbedaan cahaya alami atau artificial light, cahaya buatan atau available light dan ambient light atau cahaya ambien dalam fotografi?

Mengapa ketiganya saling terkait satu dengan yang lain? Apakah artificial light dan ambient light itu sama? Apakah juga available light dan ambient light itu mirip?

Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

1. Apa itu Artificial Light dalam fotografi?

Perbedaan Artificial Light dan Available Light dalam fotografi
Gambar via photzy.com

Artificial Light atau cahaya artifisial adalah cahaya yang dibuat secara artifisial untuk membantu aktivitas fotografi secara langsung.

Umumnya, pencahayaan artifisial ini diletakan ke titik-titik tertentu agar hasilnya merata yang dikenal dengan sebutan pencahayaan tiga titik atau three point lighting.

Artinya, artificial light adalah cahaya apapun yang tidak diproduksi secara alami atau yang dibuat oleh manusia.

Jadi, cahaya artifisial ini bukan berasal dari matahari langsung, atau mungkin dalam beberapa kasus, dari benda alami lain yang mengeluarkan cahaya seperti bulan.

Misalnya, anda mau hunting foto di perkotaan saat malam hari, dan anda memanfaatkan lampu jalan untuk ambil foto.

Maka lampu jalan tersebut disebut lampu artifisial meski dalam konteks yang lebih teknis disebut cahaya ambien.

Disisi lain, banyak fotografer yang sering menganggap kalau cahaya artifisial ini adalah cahaya yang dapat di kontrol padahal tidak semuanya demikian.

Jika lampu jalan bisa di atur level terang gelapnya atau intensitasnya, tentu harus minta PLN untuk melakukannya.

Dalam praktiknya kemudian, lampu artificial ini terbagi dalam dua bentuk yakni:

  • Cahaya buatan yang bisa di kontrol level terang dan gelapnya seperti lampu strobo di studio
  • Cahaya buatan yang tidak dapat dikontrol seperti lampu jalan tadi termasuk lampu pijar, lampu kilat dan seterusnya alias ambient light

Dibandingkan dengan menggunakan lampu alami, ada beberapa kelebihan menggunakan cahaya artifisial tersebut, diantaranya:

  • Kontrol yang lebih tinggi atas intensitas atau level cahaya. Artinya, anda bisa ambil foto setiap menit selama 24 jam dengan level yang sama sepanjang lampunya tidak rusak atau listrik tidak padam
  • Kontrol atas kualitas cahaya yang berarti anda sebagai fotografer, bisa mengatur nilai lembut dan kasarnya cahaya sesuka hati yang pada akhirnya bisa membuat anda bereksperimen untuk ambil foto sekreatif mungkin
  • Kontrol atas cahaya yang berarti anda bisa membuat cahaya bayangan yang diinginkan seperti saat buat siluet pada foto untuk meningkatkan efek tertentu dalam foto seperti murung, glamor dan lain sebagainya

Pada akhirnya, semua kelebihan di atas memungkinkan anda mendapatkan hasil foto yang benar-benar menarik.

Karena itu, jika anda suka dunia fotografi, selain pelajari pemanfaatan cahaya alami, penting juga untuk pelajari penggunaan cahaya buatan.

2. Apa itu Available Light dalam fotografi?

Perbedaan Artificial Light dan Available Light dalam fotografi
Gambar via petapixel.com

Available Light atau cahaya alami adalah kebalikan dari cahaya artifisial diatas. Perbedaannya ada pada sumber cahaya dimaksud.

Artinya, dalam fotografi cahaya atau Available Light yang dimanfaatkan adalah sumber cahaya dari matahari dan bulan langsung.

Karena itu, Available Light dimengerti sebagai cahaya yang ada di sekitar yang mengacu pada semua sumber cahaya yang tidak bisa dikontrol intensitasnya.

Selain matahari dan bulan, anda juga bisa memanfaatkan sumber cahaya lain seperti dari lilin, api unggun dan lain sebagainya.

Beberapa fotografer menyebut cahaya yang ada saat itu sebagai natural light yang jadi sumber cahaya utamanya.

Dalam praktiknya kemudian, available light ini terbagi dalam dua kelompok utama, yakni:

  • Cahaya alami yang tidak bisa dikontrol intensitasnya seperti Matahari dan juga bulan
  • Cahaya alami yang dibuat oleh manusia dan bisa di kontrol intensitasnya seperti api unggun dan lilin

Misalnya, jika pakai api unggun, maka anda bisa memindahkan beberapa kayu yang terbakar sehingga apinya berkurang.

Pada akhirnya akan membuat sumber cahaya dari api menurun. Artinya, masih bisa di kontrol meski tidak sebaik saat menggunakan cahaya artifisial.

3. Apa itu Ambient Light dalam fotografi?

Perbedaan Artificial Light dan Available Light dalam fotografi
Gambar via naturettl.com

Ambient light adalah nama lain untuk available light karena keduanya merujuk pada cahaya yang ada saat itu.

Namun, dalam praktiknya, istilah ini lebih mengacu pada jenis kombinasi cahaya yang ada, tanpa dibuat oleh fotografer itu sendiri.

Ambil contoh misalnya lampu jalanan. Meskipun bukan cahaya alami yang berasal dari alam langsung tapi ia tidak bisa kualitas dan levelnya tidak bisa di kontrol.

Inilah yang dimaksud dengan ambient light. Intinya, ambient light adalah cahaya alami atau lampu yang ada di sekitar lokasi pengambilan gambar.

Dengan demikian, apabila merujuk pada kata di sekitar lokasi pengambilan gambar ini dapat merujuk pada sumber cahaya yang tidak bisa diatur level atau intensitasnya oleh fotografer.

Dalam praktiknya kemudian, ambient light ini terbagi dalam dua bentuk yakni:

  • Cahaya alami seperti dari sinar matahari langsung yang tidak bisa dikontrol
  • Cahaya sekitar yang tidak dibuat atau diatur oleh fotografer itu sendiri

Selain lampu jalan, lampu ambient juga bisa dilihat pada lampu mobil, lampu rumah, perkotaan dan seterusnya.

Perbedaan Artificial Light dan Available Light dalam fotografi

Lantas, apa sih perbedaan artificial light dan available light dalam fotografi? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak tabel dibawah ini:

Dasar perbedaanArtificial light atau cahaya buatanAvailable light atau cahaya alamiAmbient light atau cahaya ambien
PengertianArtificial light atau cahaya buatan adalah Cahaya yang dibuat agar sesuai dengan tujuan fotografiAvailable light adalah cahaya yang tersedia saat itu dapat berupa sumber cahaya apa pun yang tidak secara eksplisit dipasok oleh fotografer untuk tujuan mengambil fotoAmbient light adalah cahaya yang sudah tersedia di ruang sebelum Anda menambahkan pencahayaan lainnya
JenisCahaya buatan yang dapat dikontrol dan tidak bisa dikontrolCahaya alami yang tidak dapat dikontrol dan yang dapat di kontrolCahaya alami dalam ruangan atau Door Light dan cahaya sekitar atau outdoor light
KelebihanCahaya yang lebih stabilWarna nada cahaya lebih kuatGabungan keduanya
KekuranganButuh biayaTidak diperlukan biayaGabungan keduanya
ContohLampu flash, lampu strobo, lampu jalan, indoor lighting dan lain sebagainyaMatahari, bulan, bintang, lilin, api dan lain sebagainyaNeon, lampu jalan, lampu rumah, matahari, bulan dan lain sebagainya

Selain dari definisinya, perbedan paling kontras antara artificial light dan available light, termasuk ambient light ada pada cost atau biaya.

Artinya, jika ingin punya cahaya buatan selain cahaya dapat dikontrol, anda sebagai fotografer harus keluarkan kocek untuk beli segala perlengkapan yang dibutuhkan.

Perlengkapannya apa saja? Ada banyak. Misalnya, Lampu studio berupa lampu strobo, Softbox, Standar Reflektor dan lain sebagainya.

Agar semuanya bekerja maksimal, diperlukan juga Kabel sinkronisasi untuk setiap cahaya diatas, termasuk listrik. Jadi, ada banyak biaya yang harus dikeluarkan.

Dan ini berbeda dengan available light dan ambient light karena keduanya hanya memanfaatkan cahaya yang ada saat itu, baik yang alami atau tidak.

Meski demikian, kelebihan utama dari pemilihan lampu artifisial atau lampu buatan tersebut ada pada kontrol.

Kontrol cahaya adalah elemen penting bagi fotografer profesional karena bisa mengatur intensitas cahaya sesuai kebutuhan fotografi mereka sendiri.

Dan ini tidak bisa dilakukan dengan Ambient light serta available light. Intinya, ketiga sumber cahaya diatas punya kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri.

Tinggal kembali ke fotografer, mau memanfaatkan sumber cahaya yang mana. Dan pemanfaatan itu sendiri pada akhirnya kembali ke aktivitas fotografi yang dilakukan.

Penutup

Percaya atau tidak, foto yang berkualitas itu bisa dilihat dari sumber cahaya nya meski ada juga elemen lain yang berpengaruh.

Mulai dari kamera yang digunakan, angle yang dipilih, pengaturan shutter speed, ISO atau aperture dan lain sebagainya.

Demikian artikel tentang perbedaan artificial light, available light dan ambient light dalam fotografi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar