Aperture Adalah: Pengertian, Fungsi Dan Penerapan

6 Likes Comment
aperture adalah

Sederhananya, aperture adalah bukaan. Istilah ini punya kaitan erat dengan kegiatan fotografi yang teknisnya mengarah ke penggunaan atau pengaturan lensa kamera.

Banyak fotografer pemula yang sering bertanya-tanya, aperture itu apa sih? Apa pengaruh aperture pada kamera? Bagaimana cara mengatur aperture di kamera? Ada gak contoh penerapannya? Dan pertanyaan lain serupa.

Untuk menjawab pertanyaan diatas enggak mudah. Karena kembali ke pribadi masing-masing serta dipengaruhi oleh kondisi atau situasi saat mengambil foto.

Tapi tenang saja di artikel kali saya akan menjawab semua pertanyaan tersebut. Selain itu, saya juga akan mengulas definisi aperture, termasuk fungsi dan penerapannya.

Pengertian aperture adalah

Aperture adalah satu dari tiga pilar penting yang harus diketahui oleh setiap fotografer. Dua diantaranya adalah shutter speed dan ISO yang akan saya ulas di lain waktu.

Bahkan tiga pilar itu saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Dalam konteks paling umum, aperture adalah bukaan pada lensa yang berfungsi untuk mengatur lalu lintas cahaya yang masuk atau keluar.

Bukaan ini kadang disebut juga dengan diafragma. Nah diafragma sendiri merupakan dinding tipis berlubang kecil bundar untuk mengatur masuknya cahaya pada teropong atau kamera.

aperture pada foto
via photographylife.com

Agar lebih paham, coba bayangkan pupil mata anda yang hanya bisa melihat objek ketika ada cahaya.

Dengan kata lain, anda enggak akan bisa melihat suatu objek jika keadaannya gelap, mati lampu misalnya.

Prinsip aperture sama dengan pupil mata. Artinya, aperture adalah mata kamera itu sendiri yang membantu anda melihat objek yang akan di foto dari layar kamera.

Bahkan cara kerjanya pun sama. Coba lihat pupil mata seseorang saat berada di tempat terang atau gelap.

Baca Juga : Mau Kirim Tulisan Di Bayar? Kirim Saja di 5 Situs Ini

Iris matanya akan membesar atau mengecil yang bertujuan untuk mengendalikan cahaya yang masuk atau yang terpantul keluar.

Jadi, semakin sedikit cahaya yang masuk maka iris mata akan semakin mengecil agar cahaya yang dipantulkan setara sehingga objek yang didepan akan terlihat lebih jelas.

Jika cahaya yang masuk berlebihan, pupil akan membesar namun kelopak mata akan menutup bagian mata dengan tujuan untuk mengontrolnya.

Pada kamera, anda bisa perkecil atau perbesar bukaan lensa yang memungkinkan anda mengatur cahaya yang masuk ke sensor agar hasil fotonya lebih bagus.

Pengaruh aperture pada foto

Melihat peranannya yang sangat besar, aperture tentu punya efek langsung pada foto yang dihasilkan. Secara umum, ada beberapa pengaruh aperture pada foto, diantaranya:

1. Kecerahan

Ketika anda mengatur aperture, berarti anda juga mengatur paparan cahaya yang masuk ke sensor kamera untuk kemudian dipantulkan lagi.

Dengan kata lain, aperture berkontribusi pada kecerahan foto yang mau diambil. Jika bukaannya lebar sudah pasti cahaya yang masuk akan banyak.

Yang memungkinkan foto terlihat lebih jernih atau berlebihan sehingga objek yang di foto terlihat sangat terang.

Bukaan sempit bertindak sebaliknya yang akan membuat foto tampak lebih gelap. Agar lebih paham dua hal ini, lihat ilustrasinya pada gambar di bawah.

Aperture adalah
via photographylife.com

Dengan kata lain, jika anda mengambil foto dalam lingkungan yang gelap atau in-door dengan cahaya minim, anda wajib perbesar aperture agar bisa menangkap cahaya sebanyak mungkin.

2. Kedalaman bidang [depth of field]

Efek penting lain yang dipengaruhi aperture adalah kedalaman bidang atau depth of field. Kedalaman bidang adalah istilah dimana foto yang dihasilkan tampak tajam dari depan ke belakang.

Ini terlihat saat anda mengambil foto seseorang dimana subjeknya tampak cerah dan tajam dari depan ketimbang bagian belakangnya.

Ada juga foto yang punya kedalaman bidang tipis atau dangkal, sehingga fotonya enggak fokus atau setara antara subjek depan dan belakang.

Sebagai contoh, anda bisa lihat gambar dibawah ini yang memperlihatkan seorang gadis cantik nan kemayu yang tampak tajam dari depan ke belakang.

aperture adalah
via photographylife.com

Pada foto diatas, bukaan memainkan peran penting disitu. Sehingga fotonya terlihat lebih tajam, jernih dan bersih.

Intinya, aperture itu punya pengaruh yang sangat sentral pada kamera dan foto, yang secara awam dipahami sebagai berikut:

  • Menggunakan aperture yang besar enggak secara otomatis akan membuat foto yang dihasilkan bagus
  • Menggunakan aperture kecil enggak secara langsung menambah kedalaman bidang pada foto termasuk kecerahannya
  • Pakai aperture yang sedang enggak jadi jaminan kalau deep of field foto bakal sesuai ekspektasi

Karena itu dibutuhkan eksperimen lebih lanjut dari anda untuk menemukan aperture yang tepat sesuai dengan sikon saat mengambil foto.

Selain dua hal diatas, aperture juga mempengaruhi beberapa aspek lain pada foto, diantaranya:

  • Ketajaman dan difraksi entah itu bertambah atau berkurang
  • Efek starburst
  • Meningkatkan visibilitas bintik-bintik pada sensor kamera
  • Mempengaruhi foto bokeh atau highlight di latar belakang foto secara dramatis
  • Mempengaruhi ISO dan Shutter speed
  • Mengatur lalu lintas cahaya
  • Mengontrol jumlah cahaya dari flash
  • Dan lain sebagainya

Penerapan aperture

Dalam penerapannya, aperture terbagi menjadi dua jenis yakni aperture besar dan aperture kecil. Dua jenis itu digambarkan dalam bentuk f-number dan f-stop.

Dimana huruf f sebagai awalan diikuti serial aperture seperti 8 yang berarti aperturenya adalah f/8 atau f/8.0.

Jika anda punya kamera terlebih kamera DSLR, di layar LCD atau layar bidik akan terlihat pengaturan default aperture seperti:

  • f/2.0
  • f/3.5
  • f /8.0
  • Dan seterusnya

Beberapa kamera menghilangkan simbol garis miring [/] sehingga penulisan f-stop terlihat seperti f2, f3.5, f8 dan seterusnya.

aperture adalah
via photographylife.com

Jika kamera anda Nikon, pengaturan aperture dapat dilihat dibagian kiri atas layar LCD seperti yang terlihat pada gambar diatas.

Intinya, f-number dan f-stop adalah salah satu metode atau cara untuk mendeskripsikan ukuran bukaan kamera.

Tapi ada satu hal yang bikin bingung banyak orang yakni penerapan aperture ini sendiri. Tahu gak apa itu? Apalagi kalau bukan penggambaran aperture.

Aperture digambarkan secara terbalik. Artinya, aperture kecil mewakili bukaan lensa yang besar begitu juga sebaliknya.

aperture adalah

Misalnya, f/2.8 lebih besar bukaannya dibandingkan f/4.0. Begitu juga dengan f/8 yang jauh lebih besar dengan f/16.

Banyak orang yang berpikir pengaturan ini aneh dan bikin bingung karena orang-orang terbiasa menggunakan angka besar untuk mewakili nilai yang besar.

Lantas apa perbedaan antara f-number atau f-stop diatas? Enggak ada perbedaan sih menurut saya. Setidaknya ada 3 alasan untuk mendukung pernyataan ini, diantaranya:

  • Dalam dunia fotografi, pengaturan terang gelap selalu digambarkan dalam stop atau f-stop. Artinya, jika anda menambah satu f-number, f/8.0 misalnya, berarti anda f-stopnya dua kali lebih terang
  • Dengan kata lain, jika anda menurunkan satu f-stop, dari f/2.8 ke f/4.0 berarti foto akan jauh lebih gelap karena penurunan stopnya
  • Jika anda menurunkan f-stop, dari f/8 ke f/4, artinya foto bakal jauh lebih terang
Contoh penggunaan aperture

Penerapan aperture ini memang agak ribet dan disesuaikan sama kondisi atau tujuan anda mengambil foto.

Untuk membantu anda menyesuaikan aperture kamera, di bagian bawah akan saya ulas contoh penerapan aperture sesuai dengan kegiatan fotografi yang dilakukan, diantaranya:

  • f/0.95 – f/1.4 adalah ukuran lubang maksimum dan hanya tersedia pada lensa prime premium yang memungkinkan kamera mendapat paparan cahaya sebanyak mungkin. Dengan kata lain, lensa ini sangat ideal untuk semua kegiatan fotografi low light atau cahaya rendah terlebih jika anda mengambil foto in door atau dalam ruangan seperti saat mengambil foto angkasa malam, resepsi pernikahan di gedung, mengambil foto model di ruang remang-remang atau kegiatan family gathering di taman saat malam hari. Dengan f-stop yang lebar, anda bisa memperoleh kedalam bidang yang dangkal dalam jarak dekat, dimana subjek seolah terpisah dengan latar belakangnya
  • f/1.8 – f/2.0 merupakan lensa prime kelas biasa yang dimulai dari bukaan f/1.8 dengan kemampuan menangkap cahaya yang lebih rendah dari f/1.4. Jika tujuan anda mengambil foto untuk estetika, fashion misalnya, anda bisa gunakan lensa yang satu ini. Menggunakan lensa f/1.8 atau f/2.0 memungkinkan anda memperoleh kedalaman bidang yang memadai pada jarak dekat dengan efek bokeh
  • f/2.8 – f/4.0 adalah lensa zoom profesional yang kemampuannya dibatasi pada kisaran f/2.8 hingga f/4.0-stop. Meski lensa ini enggak punya kemampuan seperti f/1.4 dalam hal pengumpulan cahaya tapi kemampuan menstablitasi gambarnya sangat tinggi sehingga bisa digunakan untuk kegiatan fotografi apapun sekalipun anda mengambil foto dengan kondisi pencahayaan rendah. Kisaran aperture ini juga dapat menambah kedalaman bidang dan ketajaman subjek yang cocok digunakan untuk fotografi traveling, olahraga, margasatwa dan lain sebagainya

    aperture adalah
    Perbandingan Kedalaman bidang pada f/4 dan f/32 Via photographylife.com

  • f/5.6 – f/8 adalah kisaran ideal untuk fotografi lanskap dan arsitektur. Lensa dengan pengaturan aperture seperti ini bisa digunakan untuk mengambil foto banyak orang. Secara khusus, f/5.6 bisa menambah ketajaman foto termasuk kedalaman bidangnya
  • f/11 – f/16 juga sering digunakan untuk fotografi lanskap, arsitektur atau fotografi makro lain yang butuh kedalaman bidang lebih tinggi. Tapi anda harus berhati-hati menggunakan aperture yang ukurannya lebih dari f/8 sebab foto yang dihasilkan sudah enggak tajam karena efek difraksi lensa
  • f/22 atau lebih yang merupakan bukaan paling jarang digunakan karena foto yang dihasilkan enggak tajam
Cara mengatur aperture di kamera

Secara umum ada dua mode pengaturan aperture di kamera yakni aperture-priority dan mode manual.

Mode aperture-priority atau mode prioritas aperture disimbolkan dengan huruf A. Pada beberapa kamera simbolnya adalah Av. Sementara, untuk mode manual disimbolkan dengan huruf E.

Biasanya, pengaturan ini berada di tombol top dial kamera. Posisi tombol ini bergantung pada merk kamera yang digunakan.

Pada kamera Nikon D5000 tombolnya terlihat seperti pada gambar dibawah ini.

aperture adalah

Perlu diketahui juga, jika aperture di atur ke mode prioritas maka anda bisa mengatur bukaannya sesuai keinginan dan kamera secara otomatis akan mengatur shutter speednya.

Sementara, untuk mode manual, anda harus atur kecepatan rananya secara terpisah termasuk aperturenya.

Untuk anda yang masih pemula, sebaiknya pakai aja dulu yang mode prioritas. Jika sudah paham cara kerja dan prinsip kamera barulah pakai yang mode manual.

Penutup

Bukaan atau aperture sangat penting diketahui oleh setiap fotografer terlebih yang masih pemula atau baru saja terjun ke dunia fotografi

Bahkan aperture mempengaruhi seluruh foto yang dihasilkan. Meski pengaruhnya besar, namun tetap bisa dipelajari dengan singkat.

Intinya, bukaan kecil membuat foto anda lebih gelap tetapi pengaruhnya terhadap kedalaman bidang sangat tinggi serta bisa meningkatkan efek difraksi, mengurangi distorsi lensa termasuk intensitasnya.

Sementara bukaan yang besar akan membuat foto terlihat sebaliknya. Karena itu butuh penyesuaian dari anda sesuai dengan situasi dan kondisi saat mengambil foto.

Demikian artikel tentang aperture adalah: pengertian, fungsi dan penerapannya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *