Inilah 5 Tips Menjadi Wedding Fotografer Yang Profesional

6 Likes Comment
wedding fotografer

Saat ini, wedding fotografer atau fotografer pernikahan telah menjadi salah satu bisnis yang perkembangannya cukup signifikan dan menguntungkan. Karena itu, banyak sekali orang yang ingin terjun ke bisnis yang satu ini.

Disisi lain, ternyata tidak mudah untuk menjadi seorang wedding fotografer, apalagi yang menjalankan bisnis ini secara personal.

Selain dibutuhkan kemampuan fotografi yang mumpuni, juga dibutuhkan perlengkapan yang memadai, kemampuan fisik yang cukup serta siap menanggung semua resiko yang bakal dihadapi.

Sebenarnya, wedding fotografer termasuk dalam bagian foto jurnalisme. Hal ini karena wedding fotografer berusaha mengambil gambar atau foto tentang momen pernikahan seseorang.

Di Indonesia sendiri, banyak sekali orang yang ingin menjadi seorang wedding fotografer. Namun, karena industri ini sangat berkembang maka tidak mudah untuk terjun ke bidang ini.

Tetapi, bukan berarti anda tidak bisa ikut ambil bagian pada genre fotografi yang satu ini. Sebelum terjun, ada baiknya anda mengetahui tips menjadi seorang wedding fotografer yang baik.

5 Tips Menjadi Wedding Fotografer

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 5 tips menjadi wedding fotografer. Panduan ini sebenarnya lebih dikhususkan untuk pemula atau fotografer yang ingin merambah bisnis yang satu ini. Lalu apa saja tipsnya? Pasti penasaran kan? Berikut disajikan artikelnya.

1. Punya kemampuan komunikasi yang baik

wedding fotografer
via maximummedia.ie

Hal paling pertama yang harus dimiliki adalah kemampuan komunikasi yang baik. Maksudnya begini, kalau anda ingin menjadi seorang wedding fotografer tapi tidak bisa berkomunikasi dengan pelanggan yang menggunakan jasa anda maka akan sulit untuk bisa memiliki hubungan personal dengan mereka.

Hal ini penting, sebab menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan yang menggunakan jasa anda bisa membuat anda enjoy dengan mereka.

Jadi, anda harus mengenal mereka begitu juga sebaliknya. Dan komunikasi ini harus tetap dipertahankan sampai hari H.

Baca Juga : 5 Tips Menjaga Rambut Yang Rusak Akibat Hair Stayling

Tujuannya apa? Agar anda bisa mencairkan suasana terutama saat anda akan mengambil foto mereka. Karena biasanya, anda dan mereka mungkin tidak saling kenal, sehingga saat mengambil foto misalnya, pre wedding mereka sudah tidak kaku lagi. Selain itu, orang yang akan menjadi subjek foto merasa nyaman saat di foto.

Kalau anda ingin foto yang anda hasilkan terlihat bagus, natural maka anda harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan subjek.

Hal ini juga tidak berlaku untuk wedding fotografi saja tetapi juga untuk genre fotografi yang lain misalnya, fotografi portrait atau mungkin boudoir fotografi.

Disamping itu juga, klien anda bukan seorang model yang sudah tahu bagaimana akan berpose. Sehingga, sebaiknya anda bisa berkomunikasi dengan subjek atau pelanggan anda.

2. Harus energik

wedding fotografi
via plazakamera.com

Menjadi seorang wedding fotografer itu tidak mudah karena dibutuhkan kemampuan fisik yang prima dan selalu terlihat energik dan bersemangat.

Karena, pada dasarnya anda harus siap bangun subuh-subuh. Kadang, anda harus bangun setengah empat atau setengah lima pagi untuk mengabadikan setiap momen yang dilakukan subjek. Mulai dari make-up hingga acaranya selesai.

Baca Juga : 6 Derita Saat Jadi Fotografer Pernikahan di Kampung

Kadang juga, kalau tidak dapat makan mungkin sudah menjadi resiko pekerjaan. Atau pula, ada makanan tapi anda malu-malu untuk makan.

Menjadi energik sangat penting. Kalau anda terlihat kurang semangat, lemas maka orang-orang juga akan melihat anda malas.

Ada tips khusus untuk anda, karena biasanya, setelah resepsi akan ada after party. Jika anda ingin cepat kelar, ajak minum undangannya agar cepat mabuk lalu pulang.

Hal ini tidak saja berlaku saat acara tetapi juga saat pre-wedding dilaksanakan. Biasanya, harus start pagi hari karena lighting-nya lebih bagus.

3. Jangan lupa persiapkan kelengkapan kamera

wedding fotografer
via fstoppers.com

Saat ini ada banyak sekali kamera dan juga aksesorisnya. Oleh karena itu, pilihlah kamera yang cocok entah itu kamera full frame atau tidak itu sudah cukup.

Lihat suasananya saat itu, kenali keadaannya. Namun biasanya, wedding fotografer selalu bermain dengan dimensi.

Pemilihan lensa yang tepat juga penting. Kalau anda memilih yang full frame sebaiknya siapkan lensa biasa sampai telefoto.

Baca Juga : Jual Foto Anda di 5 Situs Ini Dan Dapatkan Honor Jutaan Rupiah

Untuk lensa telefoto, baiknya anda siapkan yang fix frame. Anda boleh memakai lensa yang berukuran 85 – 125 mm. Dengan kata lain, carilah lensa yang bisa support kegiatan fotografi yang anda lakukan.

Wedding fotografer juga wajib punya flash. Karena biasanya, anda tidak tahu gelap atau terangnya ruangan yang digunakan serta jalannya acara.

Anda juga bisa menggunakan tripod tapi ini tidak terlalu wajib. Tapi karena biasanya wedding fotografi ada panggungnya pasti anda akan lelah kalau memegang kamera terus menerus.

Sesuaikan saja dengan kebutuhan anda. Yang paling penting, usahakan anda punya baterai cadangan dan siapkan juga memori card berukuran besar dan cadangannya.

4. Kenali bisnis yang anda tekuni

wedding fotografer

Perkembangan bisnis fotografi sangat massif saat ini karena dipengaruhi oleh dunia digital. Belum lagi sebagian besar orang saat ini punya kamera yang siap digunakan. Yang berarti, setiap orang bisa menjadi seorang fotografer termasuk menjadi wedding fotografer.

Secara umum, ada dua tipe utama wedding fotografer yakni yang membawa dirinya sendiri sebagai seorang fotografer dan yang membawa nama bisnis atau brand.

Baca Juga : Cara Agar Bisa Menang Lomba Fotografi

Jadi, disini anda harus menentukan apakah menjual brand bisnis atau personal branding anda. Jika jual brand bisnis sebaiknya anda harus punya tim.

Jika jualan personal branding, sebaiknya anda punya peralatan yang lengkap serta kemampuan fotografi yang mumpuni.

Perlu anda ketahui juga, bisnis fotografi tidak sesimple dengan yang anda pikirkan. Karena itu kenali bisnis yang sedang anda jalankan tersebut dan fokus pada bisnis itu.

5. Bangun branding anda

wedding fotografer
via jawaban.com

Sebenarnya, hal ini masih berhubungan dengan tips yang ke-4 diatas. Tetapi pembahasannya lebih spesifik dan khusus.

Misalnya begini, meskipun anda menjalankan bisnis wedding fotografi atas nama pribadi, tetapi untuk membangun branding tetap butuh waktu.

Ini sebenarnya adalah bagian dari marketing juga. Karena memang, semua bisnis fotografi membutuhkan jam terbang yang tinggi.

Oleh karena itu, anda bisa mulai membangun portofolio untuk menunjukan kemampuan dan foto-foto yang sudah anda hasilkan.

Baca Juga : Begini Cara Mengetahui Gambar Yang Sudah di Edit Atau Belum

Disini juga anda akan menunjukan kepada calon pelanggan bahwa bisnis anda ini bisa dipercaya dan bukan bisnis yang abal-abal.

Jika sudah ada yang menggunakan jasa anda, bangun kepercayaan dari mereka. Jika anda sudah dipercaya, maka sudah pasti saat keluarga atau temannya membutuhkan jasa yang sama, ia akan merekomendasikan anda.

Terus tingkatkan kemampuan anda tahap demi tahap, sembari melengkapi berbagai perlengkapan dan kebutuhan yang diperlukan.

Sambil melakukan itu, anda bisa membangun tim yang dapat membantu anda untuk menjalankan bisnis tersebut sekaligus untuk menambah kesan profesional.

Penutup

Menjadi seorang wedding fotografer tidak semudah membalik telapak tangan. Ada usaha dan kerja keras yang harus anda lakukan dari waktu ke waktu.

Jika anda bisa melewati semua tahap ini maka anda bisa membuat bisnis anda itu dikenal dan akhirnya jasa anda mulai digunakan.

Yang terpenting, jangan fokus pada uang dulu. Fokus pada tujuan dari bisnis anda dan rencana yang telah anda susun sebelumnya.

Nah demikian artikel tentang 5 tips menjadi seorang wedding fotografer. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *