Darimana Sumber Penghasilan Seorang Fotografer?

1 Like Comment
sumber penghasilan seorang fotografer

Banyak orang yang bertanya tentang sumber penghasilan seorang fotografer, baik di media sosial ataupun di forum-forum tertentu. Dan pertanyaan ini rupanya perlu dijawab.

Ada banyak cara untuk memperoleh penghasilan dari kamera. Para fotografer biasanya memanfatkan semua cara untuk bisa mendapatkan penghasilan. Baik yang profesional ataupun yang amatir. Semua punya cara dan model tersendiri.

Dan dalam artikel kali ini akan diulas tentang penghasilan seorang fotografer dan darimana sumber penghasilan tersebut.

Sumber penghasilan seorang fotografer

Menjadi fotografer biasanya dimulai dari sebuah hobi. Hobi hunting atau berburu subjek lalu kemudian ia kembangkan menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.

Baik bisnis yang dijalankan secara offline dan online. Semua ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa mendapatkan uang.

Beberapa fotografer juga tidak melulu berpatok pada penghasilan. Apalagi para fotografer amatir. Sebaliknya, para fotografer profesional harus mematok harga karena dari sinilah sumber utama penghasilan mereka untuk menjalankan bisnis.

Lalu dari mana sumber penghasilan seorang fotografer? Ada beberapa sumber penghasilan para fotografer antara lain:

1. Dari jasa fotografi yang ia buka

sumber penghasilan fotografer
via skawtalents.com

Seorang fotografer profesional yang menjalankan bisnis fotografi bisa memperoleh penghasilan dari situ. Biasanya ia menekuni banyak sekali genre dan tak terbatas pada satu genre saja.

Misalnya, terkadang ini menekuni genre fotografi pernikahan, acara dan bahkan membuka bisnis percetakan foto. Semua ini adalah sumber utama penghasilan seorang fotografer.

Sementara, untuk fotografer non-profesional, biasanya ia menekuni dunia fotografi bukan sebagai sumber penghasilan utama. Karena, menurutnya fotografi hanyalah sebuah hobi.

Karena itu, mereka biasanya punya sumber penghasilan misalnya dari menjual foto disitus tempat jual, fotografi traveling, membuka situs berbagi foto gratis dan lain sebagainya.

Baca Juga : 5 Situs Tempat Jual Foto Terbaik Saat Ini

Soal penghasilan juga fluktuatif. Seorang fotografer yang punya studio biasanya mematok harga untuk setiap sesi foto. Mereka juga menawarkan paket layanan dari bisnis tersebut.

Misalnya, jika ada orang yang menggunakan jasa mereka untuk tujuan fotografi pernikahan, maka fotografer tersebut akan mulai melakukan sesi pemotretan dari pra-weding, pasca-wedding dan percetakan gambar.

Pendapatan yang peroleh cukup tinggi dibanding fotografer biasanya. Namun pengeluaran untuk ongkos distribusi dan perlatan juga lumayan besar.

Karena itu, jika seorang fotografer biasa yang sudah memperoleh penghasilan bersih dari situs tempat jual foto dibanding seorang fotografer profesional penghasilannya tidak jauh beda. Kalaupun berbeda itu karena popularitas saja dan profesionalitas.

Jadi, secara tidak langsung, sumber penghasilan utama seorang fotografer adalah dari jasa yang ia tawarkan dan juga dari produk yang ia hasilkan.

2. Kerjasama agensi

kerja sama agensi fotografi
via thebalancesmb.com

Kerjasama agensi ini biasanya melibatkan dua kelompok atau orang untuk bekerja sama saling mengisi. Seorang fotografer juga bisa memperoleh penghasilan dari sini.

Misalnya, jika ada perusahaan A membutuhkan jasa fotografer untuk peluncuran produk Y, maka fotografer akan bekerja sama dengan perusahaan A tersebut untuk melakukan pemotretan produk Y tersebut.

Dengan kata lain, ini juga menjadi sumber penghasilan utama seorang fotografer. Agensi seperti ini cukup menguntungkan sebab tidak terlalu banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh fotografer.

Biasanya, perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa fotografer sudah terikat kontrak dengan sang fotografer. Kontrak ini sifatnya sementara.

Bukan hanya perusahaan, lembaga pemerintah juga biasanya menggunakan jasa fotografer untuk tujuan misalnya dokumentasi event yang dilaksanakan dan lain sebagainya.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Gambar Atau Foto Yang Rusak

Kontrak ini biasanya sudah dibumbui dengan jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa jasa seorang fotografer. Bianya ini tergantung pada kerja yang harus dilakukan apakah berat atau tidak, apakah memakan waktu atau tidak dan faktor-faktor lain.

Dalam beberapa kasus, fotografer ataupun perusahaan memiliki ikatan kontrak tetap. Jadi, setiap kali ada peluncuran produk para fotografer akan dipanggil.

Namun biasanya, hanyalah fotografer professional yang sudah punya izin studio saja yang bisa menekan kontrak kerja sama secara resmi dengan perusahaan.

Untuk fotografer biasa hanya dilakukan kerjasama tanpa kontrak. Misalnya, sebuah rumah makan A akan menggunakan jasa fotografer B untuk melakukan foto produk makanan yang mereka buat.

Dari sini juga bisa menjadi sumber penghasilan seorang fotografer. Sumber-sumber penghasilan ini kemudian terakumulasi menjadi pemasukan utama fotografer.

3. Sebagai freelance fotografi

freelance fotografi
via pixabay.com

Seorang freelance fotografi tidak terikat kontrak kerjasama atau memiliki studio. Biasanya, ia hanya melakukan kegiatan fotografi secara suka-suka alias hobi saja.

Banyak freelance fotografi yang juga meraup rupiah hanya dari foto yang dihasilkan. Misalnya begini, seorang fotografer yang hobi melancong bisa memperoleh penghasilan dengan cara menawarkan kepada agensi travel untuk membeli foto tersebut.

Atau misalnya, ada event-event tertentu dari lembaga-lembaga seperti Bandara, Stasiun Kereta Api dan lain sebagainya mereka ikut event tersebut.

Jika berhasil menjadi juara, itu bisa menjadi sumber penghasilan mereka. Sumber penghasilan macam ini sifatnya fluktuatif karena tidak setiap bulan atau setiap tahun event itu dilaksanakan.

Penghasilan seorang fotografer freelance juga tidak tetap. Kadang mereka bisa menghasilkan sejumlah uang yang cukup untuk beli kopi di Starbucks kadang juga uang bisa langsung digunakan untuk beli iPhone keluaran terbaru.

Baca Juga : Cara Edit Feed Foto di Instagram ala Awkarin

Disisi lain, hasil karya mereka juga bisa digunakan untuk tujuan komersil. Misalnya, untuk mempromosikan suatu bisnis atau sekedar dipajang di rumah. Jika anda pelanggan yang tertarik mereka bisa membelinya. Begitu juga sebaliknya.

Tapi, potensi penghasilan tidak terbatas. Misalnya, seorang fotografer freelance yang baru saja datang jalan-jalan dari Rusia, ia bisa mengupload setiap foto perjalanannya ke situs tempat jual foto seperti Shutterstock.

Dan jika ada orang yang mendownloadnya, ada penghasilan yang masuk. Sistem pembayaran setiap situs tempat jual foto biasanya berbeda satu dengan yang lain.

Kadang mereka punya bayaran yang tinggi kadang juga tidak. Tapi, potensi penghasilan mereka cukup tinggi. DImana, mereka bisa dengan bebas mengupload ribuan foto lalu menyerahkan semuanya kepada pelanggan.

Dari ribuan foto itu, potensi penghasilan mereka sangat tinggi. Jika setiap hari ada 100 foto yang didownload dengan biaya per download mencapai 0,2 Dollar.

Berarti, dalam sebulan ada sekitar 3000 foto yang didownload. Jika dikalikan 0.2 dollar dalam sebulan mereka bisa meraup sekitar 60 dollar.

Jika platform itu mengharuskan payout sebesar 100 dollar maka dalam jangka waktu dua bulan ia sudah bisa menghasilkan sekitar 1.3 juta lebih.

Dan potensi penghasilan ini tentu saja akan bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah foto yang diunggah di platform tersebut.

Hal ini juga yang menjadi alasan mengapa banyak orang yang ingin menjadi seorang fotografer freelance saja ketimbang menjadi seorang fotografer profesional yang cenderung lebih kaku dan formal.

Alasannya sederhana, karena mereka juga bisa memiliki satu pekerjaan tetap diluar menjadi seorang freelance. Dan ini bisa dilakoni secara bersamaan.

4. Menjadi pengajar di kelas fotografi

sekolah fotografi
via jsp.co.id

Penghasilan selanjutnya bisa datang dari kelas fotografi. Kelas fotografi ini bisa dibuka oleh seorang fotografer baik yang freelance atau yang profesional untuk menambah uang penghasilan.

Tapi, sebelum membuka kelas fotografi ini ada baiknya anda punya silabus dan metode pembelajaran tentang fotografi yang lengkap.

Selain itu juga, anda harus membangun reputasi mengenai diri anda, fotografi apa saja yang anda geluti dan jika memungkinkan, anda bisa membicarakan prestasi yang anda dapatkan.

Baca Juga : Daftar Lengkap Ekstensi Domain Negara Dari Seluruh Dunia

Secara teknis, anda harus punya kemampuan yang spesifik mengenai teknik-teknik dasar fotografi, peralatan-perlatan kamera yang digunakan dan terakhir adalah kemampuan untuk menyalurkan pengetahuan anda.

Karena anda akan menjadi guru bagi calon-calon fotografer yang anda ajar tadi. Jadi, ada baiknya anda jangan memikirkan soal pendapatan dari kelas ini.

Pikirkanlah bagaimana ilmu itu bisa diserap oleh siswa di kelas fotografi yang anda buka dan bagaimana mereka akan mengaplikasikannya di masa mendatang.

Penutup

Penghasilan seorang fotografer sebenarnya tidak terbatas apalagi jika fotografer tersebut mampu memanfaatkan semua peluang untuk menghasilkan uang dari kegiatan yang tekuni tersebut.

Di era revolusi industri 4.0 ini, dunia digital akan mengisi semua lini kehidupan. Bukan tidak mungkin, dunia fotografer akan memasuki era digitalisasi yang membuka satu peluang baru untuk memperoleh penghasilan tambahan hanya dari kamera.

Demikian artikel tentang sumber penghasilan utama seorang fotografer. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *