Perbedaan Antara Fotografi, Videografi dan Sinematografi

2 Likes Comment
Perbedaan Antara Fotografi, Videografi dan Sinematografi

Menurut anda, apa perbedaan antara fotografi, videografi dan sinematografi? Mungkin jawaban paling sederhana dari pertanyaan ini hanyalah pada profesi dan kegiatan yang dilakukan.

Jika anda ingin terjun pada salah satu dari tiga profesi ini pada akhirnya akan kembali pada minat yang ingin anda tekuni. Dan semua itu datang dari pilihan yang anda ambil.

Bahkan mungkin, pekerjaan anda sekarang entah itu fotografer, videografer hingga sinematografer merupakan hasil dari kerja keras, pelatihan, pendidikan dan pengalaman selama bertahun-tahun.

Dan banyak orang yang kemudian ingin berkarir pada profesi ini. Entah dengan menjadi seorang freelance atau profesional.

Namun sebagian dari masyarakat belum mampu membedakan tiga profesi yang disebutkan diatas. Bahkan, ada yang menggunakannya secara bergantian.

Dan karena itulah artikel ini dibuat. Dengan tujuan untuk memahami perbedan antara tiga profesi dimaksud. Lalu apa sih perbedaanya? Simak dalam artikel ini.

Perbedaan Antara Fotografi, Videografi dan Sinematografi

Sebagian orang mengatakan bahwa videografer dan sinematografer adalah salah satu spesialiasi dalam dunia fotografi hanya penerapannya saja yang berbeda.

Ibaratnya seperti profesi dalam dunia kedokteran yang didalamnya ada spesialisi-spesialisasi tertentu mulai dari dokter anak, dokter kandungan, dokter saraf, dokter mata, dokter gigi dan lain sebagainya.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis dan Penemu Kamera

Toh mereka semua dipanggil dokter. Tapi penyebutan ini tentu tidak berlaku dalam dunia fotografi. Meskipun berasal dari bidang ilmu yang sama yakni fotografi tetapi cara kerja, teknik dan metodenya berbeda.

Lalu apa sih perbedaan antara fotografi, videogragrafi dan sinematografi? Pasti penasaran kan? Nah berikut disajikan artikelnya untuk anda.

Fotografi

fotografi
via hipwee.com

Salah satu pandangan konvensional tentang dunia fotografi adalah kamera, studio besar, dengan lampu-lampu penerang hingga pada percetakan foto.

Pandangan ini tidak salah tapi tidak sepenuhnya benar. Karena di era modern, fotografi telah jauh melampaui hal diatas.

Kamera ada dimana-mana dan dimiliki oleh hampir sebagian besar orang. Mulai dari yang berkualitas rendah seperti VGA hingga yang berkualitas tinggi seperti DSLR.

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, fotografi diartikan sebagai suatu seni untuk menghasilkan gambar dan cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan.

Rupaya, pengertian ini tak jauh beda dari kamus Exford English Dictionary. Dimana, fotografi diartikan sebagai seni atau praktik mengambil foto.

Sementara, Mirriam-Webster menjelaskan pengertian fotografi lebih jauh. Menurutnya, Fotografi adalah seni atau proses menghasilkan gambar dengan aksi dari energi radiasi terutama dari cahaya pada permukaan yang sensitif seperti yang terdapat pada film atau sensor optik.

Pada dasarnya tiga pengertian diatas adalah sama. Yakni suatu seni, praktik dan aksi untuk menghasilkan gambar.

Baca Juga : 20 Aplikasi Penghasil Uang Gratis

Sebagai suatu seni, Fotografi telah menjadi suatu kegiatan yang lazim dilakukan entah yang oleh seorang profesional ataupun yang tidak.

Fotografi juga telah menjadi lahan bisnis, aplikasi minat dan kegiatan untuk mencitrakan diri dengan lebih terbuka.

Dalam dunia fotografi terdapat juga aliran atau genre yang banyak sekali jumlahnya. Dan genre ini dipastikan akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah fotografer dan spesifikasi yang dipilih.

Tapi sebenarnya, fotografi tetap bergantung pada alat yang kemudian disebut dengan nama Kamera. Tanpa kamera maka kegiatan fotografi tidak akan ada.

Supaya kamera dapat menghasilkan gambar atau foto yang bagus dibutuhkanlah manusia. Manusia adalah pusat dari semua kegiatan fotografi ini.

Dengan manusia, ilmu fotografi dan kamera ditemukan. Manusia yang menggunakan kamera untuk melakukan kegiatan fotografi kemudian disebut sebagai fotografer. Baik fotografer yang amatir ataupun yang profesional.

a. Fotografer amatir

Fotografer amatir adalah seorang yang melakukan kegiatan fotografi bukan untuk tujuan komersial melainkan hobi belaka.

Misalnya, salah satu selfie termasuk salah satu kegiatan fotografi amatir. Hal ini karena tidak butuhkan kemampuan dan keahlian khusus untuk bisa menghasilkan foto diri [cenderung mengarah ke foto wajah] secara digital.

b. Fotografer profeisonal

Fotografer profesional adalah seorang fotografer yang melakukan kegiatan fotografi dengan tujuan komersial, menjadikannya sebagai profesi dan untuk tujuan pekerjaan.

Fotografi jurnalisme, fotografi studio hingga wedding fotografer termasuk dalam bagian fotografer profesional. Peralatan yang mereka gunakan juga dapat merujuk pada istilah ini.

Baca Juga : 10 Kamera Termahal Yang Pernah di Produksi di Dunia

Bagi beberapa orang, fotografi adalah sumber penghasilan sementara bagi orang lain fotografi adalah kreativitas tanpa batas untuk menghasilkan gambar.

Apapun pengertiannya, fotografi dipastikan akan jauh lebih kompleks dari segi prakteknya. Yang berarti, fotografi telah menjadi bagian integral dalam kehidupan manusia.

Videografi

videografer
via paulipu.com

Seperti juga fotografi, videografi juga dianggap sebagai seni untuk menghasilkan gambar bergerak. Gambar bergerak ini kemudian disebut video dan diambil menggunakan kamera

Orang-orang yang bekerja dibidang videografi ini kemudian disebut videografer, baik yang amatir ataupun yang profesional.

Pada dasarnya, pekerjaan ini menekankan pada proses menghasilkan video mulai dari merekam gambar bergerak, mengeditnya, menambahkan suara hingga akhirnya bisa di tonton.

Dunia videografi sebenarnya sangat beruntung dengan hadirnya kamera. Pada tahun 1985, Sony merilis camcorder D1 yang merupakan cikal bakal kamera video modern.

Perilisan alat perekam video ini telah menciptakan suatu hobi baru yang lebih unik. D1 juga menjadi alat pertama yang bisa merekam subjek bergerak dan mengkonversinya menjadi video berkualitas tinggi yang dapat digunakan untuk siaran terkompresi.

Baca Juga : 6 Teknik Dasar Fotografi Yang Harus Anda Ketahui

Namun, D1 membutuhkan banyak bandwith agar bisa berfungsi dengan baik. Pada tahun 1992, Ampex memperkenalkan format video digital pertama yakni DCT [Discrete cosine transform] yang memanfaatkan teknologi kompresi data.

Format ini masih digunakan hingga kini. Dan dengan hadirnya penyimpanan video digital sekarang, beberapa produsen kamera video seperti Sony, Panasonic, JVC dan perusahaan lain mulai memperkenalkan format penyimpanan baru yang lebih efisien yakni DV [Dimension video].

Hingga tahun 2005, format DV telah menjadi menjadi standar penyimpanan bagi semua industri baik industri perfilman dan lain sebagainya.

Namun format ini akhirnya digantikan dengan format baru yakni HDV [High dimension video] yang memungkinkan seseorang untuk merekam video dengan kualitas tinggi.

Pada dasarnya, teknologi videografi memanfaatkan rekaman digital yang disimpan dalam kartu memori. Meskipun kaset masih merupakan format penyimpanan paling populer saat ini.

Sejak tahun 2003, rekaman video tanpa pita sudah populer ketika Sony dan Panasonic memproduksi kartu memori yang mampu merekam rekaman video digital termasuk untuk format HD.

Format kartu memori yang tidak dapat ditab ini memungkinkan seseorang untuk mentrasfer dan mengedit rekaman video dengan mudah.

Perbedaan utama antara fotografi dan videografi adalah dari jenis profesinya. Videografer sering di sewa untuk merekam cuplikan peristiwa penting dalam kehidupan manusia.

Ada banyak contoh perusahaan videografi saat ini. Dalam skala korporasi ada perusahaan Televisi seperti RCTI, SCTV, KompasTV, TRANS7 dan lain sebagainya.

Contoh paling sederhana adalah para Youtuber. Mereka termasuk dalam profesi ini. Namun tentu saja, agar bisa disebut sebagai videographer profesional harus punya studio rekaman sendiri dan izin.

Sinematografi

sinematografi
via adorama.com

Sebelum masuk ke pembahasan, saya yakin salah satu dari anda pasti pernah menonton film, kan? Misalnya film dari Disney atau film-film sinetron nusantara yang berjilid-jilid itu.

Sebenarnya, sebelum film tersebut bisa anda tonton dengan nyaman ditemani popcorn ada sebuah proses sinematografi yang panjang dan rumit.

Sinematografi secara umum didefinisikan sebagai seni membuat gambar bergerak. Tetapi deskripsi ini tidak mampu menggambarkan pengertian sinematografi yang sebenarnya.

Dalam sinematografi, ada naskah atau script, kamera, aktor, direktor, drama dan lain sebagainya. Semua ini masuk dalam bagian sinematografi.

Baca Juga : Jual Foto Anda di 5 Situs Ini Dan Dapatkan Honor Jutaan Rupiah

Istilah ini juga jauh lebih dari sekedar kegiatan merekam adegan yang sudah direncanakan dan ditulis dalam naskah atau merekam drama pada suatu lokasi atau panggung. Sebab, istilah ini juga harus melibatkan peran penoton.

Pada intinya, sinematografi adalah sebuah istilah untuk menggambarkan proses visualisasi objek dengan perencanaan yang matang sehingga mendukung cerita yang diceritakan.

Tak hanya visual, adegan demi adegan juga akan ditampilkan dalam film sehingga menghasilkan respon dan emosi yang berbeda-beda antar satu orang dengan orang lain.

Penutup

Jadi, setelah membaca hal ini, menurut anda apa perbedaan ketiga hal ini? Jawaban paling sederhana terletak pada kegiatan yang dilakukan.

Fotografi lebih mengedepankan pada gambar yang dihasilkan, videographer lebih suka menghasilkan gambar bergerak yang terjadi dengan spontan.

Sementara sinematografi lebih mengedepankan pada adegan demi adegan untuk menghasilkan sebuah gambar bergerak yang menarik, terencana dan dramatis.

Pada dasarnya, ketiga hal ini berbeda dari segi profesi namun semua tetap melibatkan kamera dalam kegiatan yang dilakukan.

Nah demikian artikel tentang apa perbedaan antara fotografi, videografi dan sinematografi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *