Sejarah Lengkap Perintis Dan Penemu Kamera

5 Likes Comment
penemu kamera

Banyak tokoh yang berjasa dalam dunia fotografi mulai dari yang merintis prinsip kerja kamera, penemu kamera, foto negatif hingga yang berhasil memproduksi kamera portabel pertama di dunia.

Revolusi teknologi ikut memainkan peran penting dalam dunia fotografi baik dari segi ilmu, praktek hingga perlatan yang digunakan.

Kini hampir semua orang memiliki kamera baik kamera smartphone ataupun kamera DSLR keluaran terbaru. Dengan kata lain, dunia fotografi telah merambah ke setiap lini kehidupan masyarakat.

Selain itu, dampak dari kepemilkan kamera setiap individu ini melahirkan berbagai budaya baru seperti Selfie, berbagi foto di media sosial dan lain sebagainya.

Tapi sebenarnya, tren ini tidak akan pernah tercapai apabila orang-orang seperti Cindy Sherman dan Andrea Gursky tidak memberikan pemahaman tentang fotografi, bahwasanya fotografi merupakan sebuah seni. Seni untuk menciptakan, menghasilkan dan membentuk gambar.

Baca Juga : Jual Foto Anda di 5 Situs Ini Dan Dapatkan Honor Jutaan Rupiah

Tapi pada akhirnya semua kembali pada kamera. Karena ia yang menjadi pelopor semua budaya modern yang agak narsis ini. Oleh karena itu, orang-orang perlu berterima kasih kepada perintis dan penemu kamera. Tapi, tunggu dulu, siapa sih yang menemukan kamera?

Nah jika anda penasaran mengenai pertanyaan ini baca artikel ini sampai habis. Sebab akan dibahas siapa saja yang menemukan kamera sehingga mengubah cara manusia mendokumentasikan kehidupan.

Siapa sih penemu kamera sebenarnya?

Ada banyak desas desus tentang siapa yang menemukan kamera muali dari prinsip dan cara kerja kamera yang disebut ditemukan oleh Al-Bayt Al-Muzlim.

The Indepetendent, salah satu media terkemuka di Inggris bahkan pernah mengeluarkan laporannya mengenai hal ini pada tahun 2006 lalu.

Lalu siapa sih yang menemukan kamera? Untuk membahas ini kita perlu kembali lagi ke prinsip-prinsip awal kamera yakni kamera lubang jarum atau Obscura.

1. Kamera Lubang Jarum

Kamera tak akan pernah tercipta jika prinsip lubang jarum tidak ditemukan. Penemuan ini sebenarnya sudah ada sejak bangsa Yunani dan Cina Kuno.

Filsuf Cina Mozi, yang hidup pada masa Dinasti Han [Sekitar tahun 391 SM] adalah orang pertama yang menulis prinsip-prinsip kamera lubang jarum.

Filsuf Yunani Kuno, Aristoteles, juga pernah menulis mengenai prinsip ini dalam renungannya tentang fenomena dalam buku Problema.

Baca Juga : 11 Ide Bisnis Fotografi Terbaik Saat Ini

Disitu, Aristoteles bertanya-tanya mengapa matahari tampak budar meskupun sudah terproyeksikan lewat lubang persegi panjang.

Lalu bagaimana prinsip kamera lubang jarum ini? Prinsip kamera lubang jarum mengambil bentuk dari fenomena optik alami dimana gambar disatu sisi atau layar diproyeksikan lewat lubang ke permukaan yang berlawanan dengan bukaan.

Proyeksi yang dihasilkan ini pada dasarnya menghasilkan gambar terbalik. Sementara, kamera Obscura, sebuah istilah yang diciptakan pada abad ke-16, juga merujuk pada prinsip lubang jarum ini. Namun proyeksinya sudah menggunakan bahan seperti kotak yang dibuat khusus.

2. Kamera obscura

kamera obscura
Gambar ilustrasi tentang prinsip kerja kamera lubang jaum atau obscura via Wikimedia Commons

Satu-satunya perbedaan antara kamera Obscura dan Kamera lubang jarum adalah kamera Obcura sudah menggunakan lensa sementara kamera lubang jarum hanyalah perangkat serupa yang membiarkan lubang tetap terbuka.

Teknologi obscura berkembang pesat pada abad ke-17 dan ke-18 saat para seniman mulai menggunakan perangkat ini untuk membantu mereka melukis objek. Sehingga terkadang, para seninam itu dicap penjiplak.

Baik kamera lubang jarum ataupun Obscura telah membentuk kamera modern sehingga anda bisa menggunakan kamera dengan bebas dan mudah.

Lantas, siapa penemu kamera?

Tidak jelas siapa yang menemukan kamera, namun akibat dari prinsip-prinsip yang sudah dijelaskan diatas ada beberapa orang yang mengusukan, menciptakan dan menyempurnakan kamera menjadi lebih baik. Antara lain:

1. Johann Zahn

Pada awalnya, kamera Obscura harus mengambil gambar seluruh ruangan, namun pada pertengahan abad ke-17 pemakaian kamera sudah mengarah ke portabel.

Yang berarti ada perkembangan lebih lanjut dalam dunia fotografi. Namun tentu saja sebagian besar kamera masih memiliki banyak kelemahan.

Mulai dari durasi pengambilan gambar yang sangat lama, perangkat yang digunakan hingga pada cetakannya yang tidak rapi.

Baca Juga : Cara Mengatur Komposisi Foto Yang Baik dan Benar

Johann Zahn, ahli cahaya asal Jerman, pernah menulis secara lugas tentang kamera Obscura, lentera ajaib, teleskop dan lensa. Pada tahun 1685, ia mengusulkan sebuah desain untuk menciptakan kamera refleks yang dapat digenggam.

Namun ternyata, usulan itu tidak pernah berhasil. Karena kamera refleks pertama yang dapat digengam ditemukan 131 tahun kemudian.

2. Joseph Nicéphore Niépce dianggap sebagai penemu Kamera

foto asli niepce
Kiri: plat foto asli buatan Niépce tahun 1826 (Foto: Wikipedia) | Kanan: Versi foto Niépce yang sudah disempurnakan oleh Helmut Gersheim (1913–1995) dari jendela kamarnya di Le Gras. (Foto: Joseph Nicéphore Niépce via Wikimedia Commons)

Hingga kini, dunia mengakui bahwa Joseph Nicéphore Niépce merupakan pencipta kamera. Ia menggunakan kamera buatan tangan sendiri untuk menghasilkan foto pertama yang berhasil diabadikan pada tahun 1816.

Foto tersebut dicetak diatas kertas yang dilapisi dengan perak klorida. Meskipun foto tersebut sudah tidak ada lagi, namun surat-surat Niépce kepada saudara perempuannya menjadi bukti kuat bahwa ia berhasil menciptakan kamera yang bisa mengambil foto kasar.

Baca Juga : Cara Memilih Angle Yang Tepat Untuk Foto

Salah satu karya Niépce yang masih ada hingga kini sudah tersimpan dan menjadi bagian dari koleksi permanen Universty of Texas-Austin.

Foto tersebut diambil pada tahun 1826 atau 1827, dimana saat itu Niépce berhasil mengabadikan gambar atap rumah tetangga dari jendela kamarnya di Burgundy. Hal ini membuat Niépce dianggap sebagai penemu kamera fungsional pertama.

Niépce menggunakan teknik yang disebut heliografi, sehingga ia berhasil menciptakan gambar yang tidak dapat direplikasi. Heliografi dibentuk diatas permukaan kaca atau logam dilapisi dengan Bitumen of Judea yang merupakan aspal yang terbentuk secara alami lalu mengeras di area tertentu.

Sementara, aspal yang tidak dapat dikeraskan akan meninggalkan jejak fotografi. Ini berarti, penemuan ini merupakan salah satu langkah revolusioner untuk menciptakan foto-foto permanen dikemudian hari.

3. Louis Daguerre dan Daguerreotype

kamera Daguerreotype
Kamera Daguerreotype yang dibuat oleh Louis Daguerre pada tahun 1839 [Foto Liudmila & Nelson via Wikimedia Commons]
Pada tahun 1829, Niépce bergabung dengan Louis Daguerre yang merupakan seninam dan fotografer Prancis. Mereka berdua terus bereksperimen dan memperbaiki proses pengambilan foto dari waktu ke waktu.

Saat itu, untuk menghasilkan satu foto, diperlukan paparan cahaya selama beberapa hari untuk mengembangkan lempeng yang telah di rendam di aspal berdasarkan ide Niépce.

Mereka kemudian berpikir untuk menciptakan solusi yang lebih baik. Setelah kematian Niépce pada tahun 1833, Daguerre terus melakukan berbagai eksperimen sampai akhirnya ia berhasil menemukan Daguerreotype. Alat ini menggunakan nama penemunya dan telah menjadi formula standar perlatan fotografi hingga kini.

Baca Juga : 10 Teknik Mengambil Foto Yang Keren Untuk Instagram

Proses ini pertama kali diperkenalkan secara terbuka pada tahun 1839. Daguerreotype pada dasarnya membutuhkan lembaran tembaga berlapis perak yang sudah dipoles dipermukaan cermin.

Selain itu, piring tersebut membutuhkan uap yodium agar peka cahaya dan setelah terpapar di kamera, piringan akan terkena uap merkuri lalu diperbaiki kembali menggunakan natrium klorida. Dengan metode ini, Daguerre berhasil menciptakan foto pertama yang mengabadikan manusia.

Penemuan Daguerre ini menyebar dengan cepat. Pada tahun 1840, Alexander Wolcott mengeluarkan hak paten pertama dalam bidang Fotografi untuk kamera daguerreotype di Amerika.

Meski begitu, proses pengambilan foto saat itu harganya sangat mahal dan hanya bisa dilakukan oleh fotografer profesional dengan pelanggan dari kaum elit.

siapa penemu kamera
Kiri: Foto jendela berkisi-kisi di Lacock Abbey yang diambil pada bulan agustus 1835. Foto ini adalah foto pertama dari kamera kamera negatif tertua di dunia yang diambil oleh William Fox Talbot (1800-1877) via Wikimedia Commons | Kanan: Foto pegolf amatir Skotlandia, yang merupakan administrator golf dan aristokrat James Ogilvie Fairlie, c. 1846-49 yang diambil menggunakan teknik calotype dari kertas asin via Wikimedia Commons

Sejarah foto negatif

Setelah diulas mengenai penemu prinsip-prinsip fotografi, penemu kamera dan orang-orang yang berjasa penting dalam dunia fotografi sekarang kita lanjut pada penemuan foto negatif, penemu kamera portabel dan Kodak.

1. Penemuan Foto Negatif

Mount Savage, Maryland Photographer

Setelah Degerotype menemukan cara mengambil foto permanen pertama kali foto saat itu hanyalah objek tunggal. Sehingga dokumen asli yang dicetak tidak dapat diproduksi langsung.

Namun semuanya berubah saat Ilmuwan William Henry Fox Talbot mengembambangkan kertas peka cahaya. Proses ini dikenal dengan istilah Calotype atau foto negatif.

Penemuan ini kira-kira sama seperti saat Daguerre sedang berusaha menyempurnakan metode pengambilan foto dari idenya sendiri.

Baca Juga : Cara Membuat Foto Produk Yang Unik dan Menarik

Disisi lain, Fox Talbot memiliki ide yang berbeda untuk menghasilkan foto yang cepat dan mudah di akses. Ide Fox ini bermula saat ia merendam kertas tulis biasa ke dalam larutan garam.

Setelah itu, ia menyikat satu sisi dengan larutan perak nitrat sehingga ia berhasil menemukan kertas peka cahaya yang dapat digunakan dalam kegiatan fotografi untuk menangkap cahaya ke lensa.

Meskipun penemuan Fox ini membutuhkan beberapa jam paparan cahaya untuk menghasilkan satu gambar yang dapat dicetak namun penemuan ini sangat berarti dalam dunia fotografi.

siapa penemu kamera
Potret Frances Benjamin Johnston bersama beberapa anak-anak yang sedang melihat kamera Kodak-nya miliknya pada tahun 1890. (Foto: Library of Congress)

Langkah ini adalah langkah progresif yang memungkinkan orang-orang untuk mencetak salinan foto hanya dengan menempatkan kertas peka cahaya.

Pada akhir 1840, Fox Talbot mempublikasikan proses calotype yang ia kembangkan sehingga foto lebih cepat saat dicetak. Dengan calotype, gambar laten dapat dihasilkan dengan cepat dan hanya perlu paparan sinar matahari beberapa menit.

2. Penemuan Kodak

siapa penemu kamera
Kamera Kodak Brownie 2. (Foto: Håkan Svensson via WikiCommons)

Jika anda ingin mencari tahu siapa dalang sehingga kamera yang anda pegang sekarang ini bisa digunakan oleh masyarakat luas jawabannya adalah George Eastman.

Pada tahun 1888, fotografer ini memperkenalkan kamera Kodak Black pertama. Beberapa tahun setelah itu, kamera gengam pertama mulai dijual ke publik secara luas.

Berbeda dengan kamera lain, Kamera Eastman Kodak menggunakan film fleksibel dan bukan pelat kaca yang telah umum digunakan saat itu.

Sehingga, penemuan Eastmann ini sangat cepat menggeser penemuan foto negatif dan pring besar ala Degerotype dengan kata lain, kamera Kodak benar-benar portabel.

Sehingga kamera bisa dengan mudah digunakan dan menggiring dunia fotografi menjadi sebuah budaya baru, sebagai profesi, hobi dan seni.

Kamera Kodak Black saat itu dijual dengan film yang sudah ada didalamnya dan fotografer hanya perlu mengirimkan hasil fotonya ke markas Kodak di Rochester, New York untuk dicetak lalu dikirim kembali ke fotografer.

Penutup

Mengetahui dengan jelas siapa penemu kamera dan perintis-perintisnya adalah hal yang paling pertama untuk mengetahui tentang dunia fotografi.

Kalau bukan orang-orang ini anda tidak akan dengan bebas meneteng kamera sana sini, ambil gambar orang lain dengan atau tanpa izin darinya dan lain sebagainya.

Nah demikian artikel tentang siapa penemu fotografi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *