Pengen Jadi Newborn Baby Photographer? Ini 5 Tipsnya

5 Likes Comment
new born baby photography

Newborn baby photographer adalah salah satu genre dalam dunia fotografi yang seluruh subjeknya adalah bayi yang baru lahir. 

Dan memang, ada banyak sekali genre fotografi. Setiap genre mewakili satu spesialisasi yang dipilih oleh seorang fotografer. Nantinya, spesialisasi ini yang akan menjadi keahlian si fotografer.

Dari seluruh genre yang ada, terdapat beberapa aliran fotografi yang cukup unik salah satunya adalah newborn baby photography.

Genre yang satu ini masuk dalam spesialisasi photojournalism [jurnalisfoto] karena cara kerjanya yang berusaha mengabadikan setiap peristiwa dan interaksi bayi yang baru lahir.

Genre yang satu ini perkembangannya cukup signifikan di Indonesia. Perkembangan ini dapat dilihat dari popularitas dan penggunaan jasa newborn baby photographer.

Newborn baby photography pada dasarnya adalah sebuah aliran untuk menangkap gambar atau foto pada momen-momen tertentu yang cukup menarik bagi orang tua, keluarga dan juga orang lain.

3 bagian newborn baby photography

Dalam perkembangannya kemudian, newborn baby photography terbagi menjadi tiga bagian utama, antara lain:

a. Fousing

Dimana, fotografer berusaha mengambil foto bayi yang baru lahir secara polos [benar-benar polos] tanpa tambahan aksesoris lain.

b. Lifestyle

Fotografer Newborn baby yang menekankan pada lifestyle bertujuan mengabadikan momen atau hari-hari pertama dimana orang tua membawa pulang si bayi ke rumah atau saat keluarga berinteraksi dengan si kecil saat sedang berada rumah sakit.

c. Komersial

Selain itu, ada juga fotografi new born baby yang dibuat dengan tujuan komersial. Dimana, foto tersebut untuk digunakan untuk gambar suatu produk bayi atau untuk tujuan komersil lain.

Dan ada kemungkinan bagian-bagian ini akan bertambah mengingat makin banyak orang atau makin banyak fotografer yang memilih spesialisasi yang satu ini.

5 Tips Fotografi Newborn Baby Photographer

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 5 tips menjadi newborn baby photographer. Tips ini tidak menjelaskan secara teknis melainkan hal-hal umum saja. Berikut daftarnya:

1. Harus punya kamera

new born baby photographer
via fstoppers.com

Hal paling pertama dan paling penting adalah harus punya kamera. Jika anda menggunakan kamera handphone itu boleh-boleh saja.

Karena memang, setiap kamera fungsinya sama, yakni untuk menangkap cahaya lalu mengkonversinya menjadi sebuah gambar.

Namun jika anda memilih genre yang satu ini untuk tujuan bisnis sebaiknya anda menggunakan kamera DSLR karena terkesan lebih profesional.

Kualitasnya juga berbeda. Sehingga, anda bisa mengambil frame dengan ukuran yang lebih besar, yang tidak dapat dilakukan oleh kamera ponsel.

Baca Juga : 6 Derita Saat Jadi Fotografer Pernikahan di Kampung

Saran saya sih baiknya anda menggunakan kamera DSLR, yang full-frame, sehingga kualitas gambar terlihat lebih baik.

Lantas, bagaimana untuk lensa? Ada banyak pilihan. Anda bisa menggunakan yang standar atau lensa khusus seperti lensa 50 mm portrait yang dapat dipakai untuk kamera full-frame.

Kenapa memilih lensa tersebut? Menurut saya, karena fix lensa kamera yang terlihat lebih menarik. Selain itu, lensa ini juga adalah lensa yang paling mirip dengan mata manusia. Sehingga, hasil foto terlihat lebih alami dan friendly.

Namun, jika tidak punya, anda bisa menggunakan lensa lain dengan ukuran 35 mm, 105 mm atau lensa ukuran lain yang dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan.

2. Investing pada ilmu

new born baby
via a-fotografy.co.uk

Perlu diingat, tidak ada keahlian yang diperoleh secara instan atau tanpa belajar. Dengan kata lain, menjadi seorang newborn baby photographer harus belajar.

Belajar soal apa saja, mulai dari pengetahuan yang baik mengenai kamera dan juga mengenai bayi yang baru lahir. Karena menjadi mengambil genre yang satu ini tidak boleh sembarangan.

Bahkan, ibu si bayi yang baru lahir juga khawatir atau takut akan ada sesuatu yang terjadi pada si kecil, mulai dari takut gendong si kecil dengan cara yang salah apalagi menjadi fotografernya.

Yang berarti, anda boleh mengambil berbagai kelas newborn baby photographer. Di Jakarta ada beberapa kelas untuk genre yang satu ini, salah satunya adalah kelas newborn baby yang dibuka oleh salah satu fotografer born baby kenamaan indonesia, Rittar Rajaguguk.

Rittar Rajaguguk
Rittar Rajaguguk, salah satu fotografer newborn baby kenamaan Indonesia via tabloidbintang.com

Yang jelas, apapun pengetahuan anda mengenai genre yang satu ini, sebagian besar ditekankan pada tiga hal dibawah ini, antara lain:

1. Pengetahuan

Pengetahuan terbagi menjadi dua yakni pengetahuan mengenai kamera dan juga pengetahuan mengenai bayi yang baru lahir.

2. Marketing

Disini, paling tidak anda harus tahu market atau pasar mengenai genre yang satu ini dan karakteristik pasarnya seperti apa karena memang berbeda sekali dengan genre photography yang lain.

3. Gunakan peralatan yang lucu dan menarik

new born baby
via beaubabyphotography.com

Jika anda menjadi newborn baby photographer yang lebih memilih pada bagian lifestyle maka sebaiknya anda menggunakan peralatan yang lucu dan menarik.

Ini adalah tambahan aksesoris pada foto, yang bisa menambah kesan unik pada foto yang hendak dihasilkan. Karena tidak mungkin anda hanya mengambil foto secara polos untuk tujuan lifestyle.

Oleh karena itu pastikan proofnya harus bagus. Paling standar, anda boleh menggunakan rotan atau kayu dan mungkin selimut bayi dengan warna polos.

Baca Juga : 5 Tips Dan Trik Melakukan Fotografi Bencana

Sehingga, anda tidak perlu menggunakan aksesoris yang terlalu banyak yang pada akhirnya tidak bisa digunakan atau membuat hasil fotonya tidak terlalu bagus.

Tapi ingat, sesuaikan dengan kreativitas anda. Jangan menggunakan berbagai peralatan untuk tujuan eksperimen karena fisik bayi tidak menunjang untuk aktivitas semacam ini.

Karena itu, gunakanlah peralatan yang sesuai yang mungkin menghasilkan foto lebih bagus dan lebih menarik lagi.

4. Harus punya website dan blog

new born baby photographer
via rainboweleven.com

Mengapa sih harus punya website atau blog? Ada banyak alasannya. Disini memang tidak diulas secara mendalam mengapa seorang fotografer newborn baby harus punya website atau blog.

Jaman sekarang, hampir semua orang punya blog dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada orang yang punya blog untuk mendapatkan penghasilan, membagikan keahlian atau kemampuan hingga untuk menunjukan profesi.

Jika anda ingin menjadi seorang newborn baby photographer, blog atau website digunakan sebagai portofolio anda.

Baca Juga : 50 Foto Vintage Bersejarah Terbaik Sepanjang Masa

Dengan kata lain, disinilah anda akan memperkenalkan hasil karya anda kepada orang lain, yang mungkin salah satu pengunjung blog atau website tersebut akan menjadi klien anda.

Ingat juga, desainlah blog atau website tersebut sebagus mungkin. Karena ini akan menjadi perkenalan pertama atau first impression sehingga orang bisa melihat jasa yang anda tawarkan.

Anda juga bisa menghubungkannya dengan akun media sosial seperti Instagram atau fanspage Facebook. Manfaatkan semua hal untuk menarik pelanggan.

5. Tentukan harganya

new born baby photographer
via tinaeschphotography.com

Yang paling terakhir adalah menentukan harga. Saran saya, mengingat aktivitas fotografer terbatas, maka anda bisa mematok harga per jam.

Misalnya, 10-15 US$ per jam. Jadi, anda mulai mengambil foto dari keluarga atau orang datang, setting, delaying, ngomongin konsep dan lain sebagainya.

Puncaknya, sampai sesi fotografi berlangsung. Setelah selesai, silahkan edit, percantik foto tersebut lalu cuci. Dan semua jam yang anda gunakan harus dihitung.

Baca Juga : Cara Melindungi Foto dan Gambar Anda Di Internet

Jika anda masih pemula, bisa menarik biaya saat sesi pemotretan atau melakukan promosi. Namun jika anda sudah profesional, silahkan tarik harga sesuai keinginan anda.

Saran saya, jangan terlalu kemahalan tapi jangan terlalu murah. Jika anda tidak mau menarik biaya per jam, anda bisa menawarkan harga paket yang kemungkinan biayanya lebih murah.

Mengapa saya menjelaskan biaya per jam? Karena semua hal tersebut dihitung berdasarkan jam kerja. Jadi, anda harus hitung proyek tersebut bakalan berlangsung berlama lama mulai dari pembicaraan dengan klien hingga selesai. Dari sinilah anda akan memperoleh estimasi biayanya.

Penutup

Menjadi seorang newborn baby photographer itu sebenarnya tidak gambar. Selain dibutuhkan kemampuan menggunakan kamera juga diperlukan pengetahuan mengenai bayi yang baru lahir.

Meski banyak orang yang belum menggunakan jasa ini, namun di kota-kota besar Indonesia seperti di Jakarta atau Bandung, profesi ini bisa menjadi sumber penghasilan utama seorang fotografer.

Demikian artikel tentang 5 tips menjadi seorang newborn baby photographer. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *