23+ Istilah Dasar Fotografi Dan Artinya [Termasuk Pencahayaan Dan Slang]

4 Likes Comment
istilah fotografi

Sebenarnya ada cukup banyak istilah dasar fotografi yang ada sekarang ini termasuk didalamnya istilah-istilah slang dan pencahayaan dalam dunia fotografi.

Namun karena istilah tersebut terkadang tidak umum digunakan sehingga hanya beberapa istilah saja yang akan diulas dalam artikel ini.

Jika anda kesulitan untuk mengerti buku manual atau buku panduan penggunaan kamera dan fitur-fitur yang ada sudah sewajarnya jika anda mencari pengertian dan pemahaman mengenai istilah tersebut.

Selain istilah dasar fotografi juga akan di ulas mengenai istilah pencahayaan dan istilah slang dalam dunia fotografi yang semuanya saling terkait satu dengan yang lain.

23+ Istilah Dasar Fotografi Dan Artinya

istilah fotografi
via roxyaustralia.com.au

Daftar istilah ini merupakan Istilah teknis yang sering anda temukan secara manual pada kamera. Sehingga dengan mengetahui maksud dari istilah ini anda punya pemahaman yang lebih baik tentang kamera anda.

Nah tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan artikel tentang istilah-istilah dasar fotografi. Apa saja itu? Ini dia daftarnya

1. Fotografi [Photography]

Kata fotografi berasal dari bahasa Yunani Kuno, Phos yang berarti cahaya dan grafik yang berarti menggambar.

Jadi secara harafiah, fotografi berarti menggambar dengan cahaya atau suatu istilah dasar fotografi yang menunjukan sebuah proses untuk menghasilkan gambar dari cahaya.

Secara umum, dalam pengertian yang lebih modern, fotografi dipahami sebagai suatu seni menggambar dengan cahaya.

2. Aperture

Aperture merupakan bukaan variabel pada lensa yang akan dilalui cahaya sebelum beralih ke film atau sensor digital.

Aperture diukur dengan model f-stops. Dengan aperture, memungkinkan seseorang untuk menangkap cahaya lewat kamera lebih banyak atau lebih sedikit namun biasanya tergantung pada tingkat kecerahan ruangan tempat mengambil foto.

3. Bracketing

Sebuah istilah dasar fotografi yang mengambarkan tentang tindakan untuk mengambil serangkaian gambar dengan eksposur yang berbeda atau EV.

Kadang juga istilah ini disebut dengan AEB atau Auto Exposure backeting yang biasa digunakan fotografer untuk mengambil gambar HDR [High Dimension Resolution].

Dan terkadang juga menggambarkan keadaan dimana tempat pengambilan gambar yang sulit mendapatkan cahaya sehingga anda harus mengatur eksposurnya lebih terang atau lebih gelap.

4. Bulb

Kadang juga disebut dengan Pengaturan B pada kamera dimana rana tetap dibuka selama tombol atau pelepas kabel [pemicu jarak jauh] ditekan.

Pada kamera Canon, tulisan ini terletak pada mode dial diatas kamera atau diujung pengaturan kecepatan rana termasuk juga di kamera Nikon.

5. DSLR

DSLR merupakan singkatan dari Digital Single Lens Reflex atau kameran digital dengan lensa tunggal. Setiap kamera digital memungkinkan lensanya dapat ditukar sesuai dengan kebutuhan fotografer.

6. EV

EV merupakan kepanjangan dari Exposur Value yang merupakan angka yang mewakili kombinasi bukaan dan kecepatan rana yang berbeda yang bias menciptakan efek pencahayaan yang sama.

7. Exposure Compensation

Exposure Compensation atau Kompensasi eksposur adalah kegiatan untuk memodifikasi kecepatan rana atau aperture dari eksposur yang disarankan kamera untuk membuat efek tertentu [eksposur yang lebih atau kurang].

Biasanya digunakan dalam mode prioritas rana atau prioritas Aperture. Istilah dasar fotografi ini untuk mewakili tombol +/- yang ukurannya kecil pada kamera.

Baca Juga : 6 Derita Saat Jadi Fotografer Pernikahan

Kamera yang anda gunakan berfungsi untuk membaca cahaya yang memantul dari subjek anda dan dirancang untuk mengekspor area tersebut.

Jadi saat anda memotret subjek yang lebih terang atau lebih gelap dari 18% warna abu-abu, anda dapat megngunakan pengaturan ini untuk memberi tahu kamera tentang pencahayaan yang tepat.

8. Exposure

Expsosur atau Eksposur adalah jumlah total cahaya yang mencapai sensor digital. Eksposur dikontrol dengan cara mengatur aperture, kecepatan rana dan ISO.

9. F-Stop

Merupakan ukuran pembukaan bukaan yang ada pada lensa dan dientukan dengan membagi panjang fokus lensa dengan diameter bukaan.

Urutan f-stop adalah kelipatan dari akar kuadrat dari (2, 414…): 1, ,1,4, 2, 2,8, 4, 5,6, 8, 11, 16, 22, dan seterusnya.

Meskipun angka-angka ini agak samar, jika anda menggunakannya ada baiknya anda mengingat kalau setiap angka diatas menunjukan kelipatan dari jumlah cahaya.

10. ISO [International Standar Organization]

ISO merupakan singkatan dari International Standar Organisasi yang mewakili sensivitas sensor digital kamera terhadap cahaya.

Semakin rendah angkanya [ISO 100] semakin tidak sensitif. Sementara semakin tinggi cahaya [ISO 3200] maka sensor semakin sensitif.

ISO yang tinggi memungkinkan anda untuk mengambil gambar subjek meskipun kondisi cahaya saat itu rendah.

11. Shutter speed

Shutterspeed atau kecepatan rana adalah jumlah waktu rana yang dibuka selama eksposur berlangsung. Kecepatan rana ini menjadi pengontrol gerakan.

Gunakan kecepatan seperti 1/1000 detik untuk membekukan gambar atau lambat seperti ¼ detik untuk mengaburkan objek yang sedang bergerak.

12. Zoom Lens

Lensa apapun yang anda gunakan memiliki panjang fokus variabel seperti 24-70 mm atau 18-55 mm. Untuk memperbesar atau memperkecil objek anda tinggal memutar layar lensa pada kamera.

13. Prime of Fixed Lens

Lensa prisma atau lensa tetap adalah lensa yang tidak dapat diperbesar dan focal lenghtnya sudah diatur misalnya lensa 50 mm.

14. Remote Trigger or digital cable release

Pemicu jarak jauh atau pelepasan kabel digital adalah perangkat yang memungkinkan gambar diambil tanpa menekan tombol atau menyentuh kamera.

Alat seperti ini sangat membantu fotografer untuk menghilangkan efek goyang atau shaky pada gambar salama eksposur berlangsung.

15. Macro lens

Lensa makro adalah lensa yang fokusnya sangat dekat dengan subjek yang memungkinkan ukuran produksi objek hanya 1:1 atau lebih besar.

16. Normal Lens

Umumnya lensa normal adalah 50mm seperti yang terdapat pada kamera full frame sensor karena paling dekat dengan apa yang dilihat manusia.

17. Telephoto Lens

Lensa telephoto secara sederhana merupakan lensa yang lebih panjang dari lensa normal misalnya 70-300 mm.

Pada istilah umum, lensa telefoto digambarkan dengan lensa yang panjang, fokus yang lebih dari standar, serta memberikan bidang pandang yang lebih sempit karena gambar yang diperbesar.

Ada beberapa lensa telefoto standar atau lensa telefoto super yang ukuran lensa biasanya lebih dari 300mm.

18. Wide angle lens

Lensa sudut lebar adalah lensa yang menunjukan bidang pandang yang lebih luas daripada lensa normal, yang memungkinkan fotografer untuk mengambil foto lebih detail.

Namun untuk lensa ini, bergantung pada derajat sudut lebar atau distorsi sudut tepi [sudut super lebar], dan jika anda memperoleh gambar yang lebar maka akan berubah menjadi lingkaran [eye fish].

19. Tilt shift lens

Lensa tilt shit adalah lensa yang coba menciptakan kembali gerakan yang ada untuk saat objek diambil. Lensa ini dapat dimiringkan dibagian depan dengan tujuan penataan bidang fokus.

Lensa ini juga memungkinkan penyesuaikan penempatan subjek dalam bingkai tanpa memiringkan kamera sehingga menjaga garis pararel tersebut tidak menyatu.

Ini adalah lensa yang populer untuk fotografi arsitektur atau lanskap dan kebanyakan digunakan oleh fotografer portrait untuk menciptakan tampilan yang bergaya unik.

20. Camera Resolution

Resolusi kamera dinyatakan dalam megapiksel adalah dmensi yang dapat ditangkap oleh sensor kamera. Misalnya, Canon 6D yang baru memiliki resolusi 5472 x 3648 yang sama dengan 19.961.857 atau dibulatkan menjadi 20 megapiksel.

Ini bukan satu-satunya faktor yang menjadi ukuran kualtitas gambar tetapi umumnya semakin besar resolusinya semakin besar ukuran gambar tersebut.

21. File Format jpg versus RAW

Sebagian besar kamera DSLR memiliki kemampuan untuk memotret dengan dua format. Jika anda memilih JPG, kamera akan memotret file RQAW, memprosesnya menggunakan gaya gambar yang anda pilih dalam menu anda lalu menyimpannya dalam format JPG dan membuang versi RAW.

Baca Juga : 7 Tempat Paling Kotor Yang Ada di Pesawat

Jika anda menggunakan format RAW, file yang dihasilkan akan lebih besar ukurannya, dengan kata lain ada lebih banyak informasi yang tersimpan namun resolusi pikselnya tetap sama dan memerlukan perangkat lunak khusus untuk bisa diproses.

Istilah pencahayaan dalam fotografi

via adorama.com

Selain istilah dasar fotografi, juga terdapat istilah-istilah pencahayaan. Istilah ini saling terkait satu dengan yang lain, berikut daftarnya:

1. Ambient light [Cahaya sekitar

Juga disebut juga cahaya yang tersedia pada saat ini yang merupakan cahaya yang anda tanpa tambahan flash atau fitur pengubah cahaya lain.

Cahaya sekitar sebenarnya merujuk pada cahaya siang hari namun dalam suatu kondisi tertentu. Bisa juga dalam ruangan dengan bantuan pencahayaan buatan manusia seperti lampu tungsten atau neon.

2. Main light or key light [Lampu Utama atau lampu tombol]

Merupakan istilah untuk menunjukan sumber cahaya Utama pada sebuah tombol. Bisa berupa cahaya matahari, strobo studio, lampu kilat, reflektor dan lain sebagainya.

Namun istilah ini merujuk pada sumber cahaya yang menghasilkan pola dengan intensitas yang dominan.

3. Fill light [Isi cahaya]

Adalah istilah yang merujuk pada sumber cahaya sekunder. Ini digunakan untuk mengisi bayangan pada tingkat tertentu dan diproduksi dengan menggunakan flash, reflektor atau strobo studio.

4. Lighting pattern [Pola pencahayaan]

Merupakan cahaya putih yang jatuh pada wajah objek. Ini adalah pola atau bayangan tertentu yang dibuat oleh fotografer untuk meningkatkan efek tertentu.

5. Lighting ratio [Rasio pencahayaan]

Istilah ini merujuk pada perbandingan antara intesitas [kecerahan] dan cahaya utama serta cahaya isian. Dengan demikian, perbedaan sisi terang dan bayangan dari wajah sumber dapat terlihat jelas.

6. Incident light meter [Insiden pengukuran cahaya]

Ini merupakan sebuah perangkat yang digengam secara terpisah pada kamera yang dapat mengukur jumlah cahaya yang jatuh pada subjek.

Ini berbeda dengan pembacaan cahaya reflektif yang terdapat pada kamera untuk memantulkan cahaya dari subjek lalu kembali ke kamera.

7. Speedlight [Speedlite for canon users]

Merupakan flash portabel yang berukuran kecil dan biasanya menempel pada hot shoe kamera atau dapat aktif sendiri apabila diaktifkan dari jarak jauh.

8. Reflector [reflector]

Sebuah perangkat yang digunakan untuk memantulkan cahaya yang umumnya akan kembali ke subjek. Perangkat ini bisa berupa reflektor buatan khusus pabrik seperti reflector 5-in-1 atau yang sederhana seperti karton putih.

9. Light meter [pengukur cahaya]

Adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur jumlah cahaya. Kamera DSLR yang anda gunakan memiliki light meter bawaan yang dapat digunakan untuk mengukur cahaya yang ada saat itu.

Misalnya, untuk mengukur cahaya yang memantul dari subjek lalu kembali ke lensa [throutht the lens/TTL]

10. Remote flash trigger

Sebuah perangkat yang digunakan untuk mematikan lampu kilat dari kamera. Ada banyak merk untuk remote flash ini, salah satunya adalah Pocket Wizart yang cukup populer digunakan.

11. Subtractive lighting [Pencahayaan subtraktif]

Seperti namanya, ini adalah istilah yang menunjukan keadaan dimana fotografer mengambil gambar dengan cahaya tertentu untuk menciptakan efek yang diinginkan.

Baca Juga : Cara Edit Feed Foto Instagram Seperti Awkarin

Biasanya melibatkan reflektor atau panel buram diatas kepala subjek untuk menghalangi cahaya dari atas atau membuka bayangan mata akibat pencahayaan yang overhead.

Hal ini juga berarti memegang reflektor hitam di seberang cahaya utama untuk menciptakan bayangan yang lebih dalam, yang pada dasarnya untuk memantulkan bayangan hitam pada subjek dengan pencahayaan minimal.

12. Hard light

Merupakan istilah untuk menggambarkan cahaya yang tidak dipakai yang berasal dari sinar matahari yang sangat terang, lampu kilat kecil atau lampu flash dari kamera.

Pada dasarnya, hard light ini menghasilkan bayangan keras dengan tepi yang jelas [transfer tepi], kontras dan tekstur tertentu.

Jika anda menggunakan tekstur, garis dan kerutan untuk mengambil gambar subjek manusia akan menghasilkan foto yang lebih dramatis.

13. Soft light

Cahaya yang menyebar seperti dari langit yang mendung, jendela yang menghadap ke arah tertentu tanpa cahaya langsung atau studio soft-box yang besar.

Jenis cahaya ini pada dasarnya menghasilkan bayangan yang lembut di tepi gambar, dengan tekstur yang kurang. Umumnya, cahaya macam ini digunakan oleh wedding fotografer untuk menciptakan efek yang dalam pada foto.

14. Edge transfer [Transfer tepi]

Suatu kondisi cahaya yang berubah menjadi bayangan. Istilah ini juga merujuk pada keadaan dimana suatu cahaya dapat berubah dengan cepat dari gelap ke terang.

Jika anda menggunakan hard light, transfer tepi akan jelas terlihat. Sementara, saat anda menggunakan cahaya lembut, transfer tepi ini akan terlihat lebih halus.

15. Flash sync [Sinkronisasi flash]

Pengertian sederhananya adalah pengambilan foto elektronik dengan kecepatan rana yang telah disinkronkan dari kamera. Jika anda memotret kecepatan rana yang terlalu cepat, gambar yang dihasilkan yang sangat terang.

Sebagian besar kamera diatur secara sinkron sebesar 1/2000 detik namun dapat disesuaikan jika anda memiliki flash yang dapat diatur dalam skala manual.

Daftar istilah slang/gaul dalam dunia fotografi

istilah slang dalam fotografi
via banffcentre.ca

Istilah slang atau istilah gaul dalam fotografi juga sering digunakan oleh fotografer untuk menggambarkan suatu keadaan. Berikut daftarnya:

1. Fast glass

Mengacu pada lensa dengan bukaan maksimum yang besar seperti f1.8 atau f1.2. Cepat dalam istilah ini memungkinkan anda memotret pada kecepatan rana yang cepat karena aperturnya besar.

2. Chimping

Istilah ini berarti simpanse. Namun merujuk pada tindakan fotografer untuk melihat layar kamera setelah selesai mengambil satu atau dua foto.

Dengan kata lain, tindakan tersebut menghabiskan terlalu banyak waktu untuk meninjau gambar yang ada di kamera sehingga tidak cukup mengambil foto dan kehilangan momen penting.

3. Bokeh

Kadang istilah ini juga sering disebut dengan bow-kay atau bow-kuh yang ketika diucapkan terdengar seperti bo-ke.

Istilah ini pada dasarnya untuk menggambarkan bit kabur yang tidak fokus pada latar belakang subjek. Dan istilah ini cukup umum digunakan dalam dunia fotografi untuk menggambarkan tentang sumber cahaya kecil yang terlihat jauh di latar belakang subjek.

4. Depth of Field [DOF or DoF]

Jarak antara dua objek terdekat dan terjauh yang muncul pada saat mengatur fokus. Hal dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari fokus lensa, jarak ke subjek, film atau ukuran sensor digital serta format gambar.

5. Circles of confusion

Istilah ini berkaitan erat dengan istilah bokeh yang sudah dijelaskan diatas. Namun lebih menekankan pada titik kabur terbesar dan menutup subjek utama.

Objek ini diluar dari kedalaman bidang gambar yang dapat ditentukan oleh mata manusia sebagai gambar yang tidak fokus dan terkadang menggangu subjek.

6. Hyperfocal Distance

Istilah ini sering digunakan oleh fotografer landscape untuk menunjukan jarak fokus guna meningkatkan kedalaman bidang.

Pada lensa prima lama dengan kamera film khusus biasanya memiliki tanda hiperfokal ini untuk membantu fotografer menemukan spot yang tepat.

7. Gobo

Istilah ini mengacu pada suatu benda yang digunakan untuk menghalangi cahaya yang tidak diinginkan pada subjek. Seringkali menggunakan reflekktor dengan sisi hitam. Reflektor sendiri dapat disebut juga dengan Gobo.

8. Scrim

Suatu benda tembus cahaya yang digunakan untuk meredam atau melembutkan cahaya, bisa berupa reflektor dari panel atau benda tembus cahaya.

Scrim juga digunakan pada set film scrims yang bisa dibuat dengan ukuran besar dan dijepit ditempat tertentu untuk menghalangi cahaya matahari langsung.

9. Shutter lag

Biasanya, setiap kamera memiliki durasi yang cukup lambat untuk menekan tombol rana sehingga kamera butuh waktu lama untuk menyala dan siap digunakan.

Baca Juga : Jual Foto Anda di 5 Situs Ini Dan Dapatkan Honor Jutaan Rupiah

Untuk kamera DSLR, durasi shutterlag ini tidak terlalu mencolok. Pada kamera point and shoot dengan ukuran yang lebih kecil, shutterlag ini sering terjadi sehingga tidak memungkinkan untuk membidik subjek yang bergerak dengan cepat.

10. Chromatic Aberration

Istilah slang ini merujuk pada optikal lensa yang menekankan pada gagalnya fokus lensa menangkap semua warna [RGB] di titik yang sama.

Istilah ini muncul pada pinggiran warna di area gambar dimana gelap dan terang bertemu cahaya. Umumnya pada lensa dengan sudut lebar dan lensa optik inferior [lensa kit].

Sebenarnya, fotografer dapat memperbaikinya sampai batas tertentu menggunakan aplikasi pengeditan gambar seperti Photoshop, lightroom atau perangkat lunak lain.

11. Rear shutter curtain sync

Secara default, sebagian besar kamera diatur dalam istilah sinkronisasi tirai depan yang berarti saat blitz menyala maka gambar akan ditangkap di akhir pencahayaan.

Pada dasarnya, hal ini bisa mengaburkan subjek dibagian depan sementara dibagian belakang akan terlihat sedikit blur.

12. Camera shake

Guncangan kamera dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Ini merupakan istilah yang menunjukan gambar yang buram akibat kecepatan rana yang over atau under. Bisa juga dipengaruhi oleh fotografer.

Jadi berapa cepat atau berapa lambat? Banyak yang mengatakan bahwa 1/60 detik atau standarnya. Rekomendasinya ya pada aturan defaultnya saja.

13. Lens flare

Istilah ini mengacu pada saat sumber cahaya mengenai lensa secara langsung sehingga bermanifestasi pada subjek foto yang kabur seperti lingkaran cahaya.

Beberapa fotografer menginginkan agar suar lensa ini dapat diatur dalam komposisi otomatis sehingga subjek terlihat lebih dramatis.

14. Kelvin

Ini adalah istilah untuk menunjukan pengukuran mutlak suhu warna. Pada kamera DSLR, pengaturan white balance bias diatur dalam ukuran K.

Hal ini memungkinkan fotografer untuk menyesuaikan warna secara manual dengan derajat Kelvin. Untuk angka yang lebih renda mewakili warna yang lebih hangat seperti orange [cahaya tungsten] dan angka yang lebih dingin [biru].

Anda dapat memainkan skala ini untuk membuat efek pada subjek yang terlihat berbeda dan unik. Silahkan di coba!

15. ND Filter

Ini merupakan singkatan dari Filter Densitas netral yang merupakan filter yang dirancang di depan lensa untuk menghalangi sebagian cahaya yang masuk ke kamera.

Sering digunakan oleh fotografer lanskap untuk bias memperoleh kecepatan rana yang lambat saat memotret air terjun atau aliran air di siang hari.

16. Panning

Ini merupakan tindakan untuk mengambil kecepatan rana yang lambat dengan cara menggerakan kamera ke arah yang sama dengan subjek bergerak sehingga eksposur akan menciptakan latar belakang yang sedikit buram.

17. Stopping down

Istilah yang merujuk pada tindakan fotografer untuk menutup aperture ke lubang yang lebih kecil misalnya, f5.6 ke f8.

18. TTL and ETTL

TTL merupakan singkatan dari Through the Lens, yang mengacu pada sistem pengukuran yang berhubuhngan dengan eksposur blitz. Atau, suatu keadaan dimana lampu kilat memancarkan cahaya tertentu sampai ia dimatikan oleh sensor kamera.

Sementara, ETTL bersifat evaluatif lewat pengukuran lensa dan preflash untuk menghitung cahaya yang hilang lalu mengompensasi sehingga secara otomatis menyalakan lampu flash utama.

19. Photog

Singkatan dari fotografer [photography] atau panggilan untuk fotografer profesional.

20. Glass

Istilah ini merujuk pada lensa yang anda gunakan dari semua varian kamera.

21. Golden hour

Kadang juga disebut jam emas atau jam ajaib adalah suatu kondisi pada jam tertentu sebelum matahari terbenam atau tepat saat matahari terbit.

Banyak fotografer yang menggunakan istilah ini saat mengambil foto dalam kondisi tersebut karena merupakan suatu waktu yang optimal untuk melakukan kegiatan fotografi.

22. Spray and pray

Istilah yang merujuk pada tindakan untuk mengambil gambar sebanyak mungkin dengan harapan dan doa agar mendapatkan satu foto yang paling bagus, unik dan menarik.

23. Blown out

Istilah ini merujuk pada highlight yang ada diluar grafik yang terletak pada sisi kanan histogram. Misalnya, untuk fotografi wedding dimana gaun pengantin yang terlalu dominan pada satu warna.

24. Clipped

Istilah ini cukup sulit dipahami namun merujuk pada area bayangan atau suatu kondisi foto yang hitam disatu sisi.

25. Grp and grind

Sering digunakan untuk mengambil foto subjek dengan pemotretan yang cepat pada suatu acara atau diatur dengan dua orang sedang berjabat tangan. Sebagian besar fotografer harus bias mengambil gambar ini untuk melatih ketangkasan menggunakan kamera.

26. Selfie

Istilah yang merujuk pada keadaan dimana seseorang mengambil foto diri sendiri, entah itu tangan, wajah, kaki dan lain sebagainya.

27. SOOC

Istilah yang merujuk pada gambar langsung yang diambil menggunakan kamera tanpa melalui pemrosesan lain atau pengeditan menggunakan aplikasi edit gambar.

28. Dust bunnies

Bintik-bintik gelap yang muncul pada gambar disebabkan oleh terdapatnya debu pada sensor digital.

29. Pixel peeper

Istilah yang merujuk pada keadaan dimana seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu untuk melihat gambar dengan ukuran 100% di photoshop.

30. Nifty 50

Lensa prima legendaris dengan ukuran 50mm dan banyak dimiliki oleh fotografer professional atau kolektor.

31. ACR

Istilah yang merupakan kepanjangan dari Adobe Camera Raw.

32. Flash and drag

Istilah tentang metode menggunakan kecepatan rana lambat dan kombinasikan ke blit untuk menangkap lebih banyak cahaya sekitar menggunakan blitz.

33. Wide open

Istilah yang merujuk pada penggunaan lensa dengan aperture paling besar seperti misalnya f1.8.

Penutup

Nah demikian artikel tentang istilah dasar fotografi dan artinya, termasuk juga istilah Pencahayaan dan Slang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *