Mau Jadi Digital Image Retoucher? Baca 6 Tips Ini

8 Likes Comment
digital image retoucher

Image retoucher sebenarnya sangat penting sekali dalam dunia fotografi. Sementara, aktivitasnya disebut dengan image retouchingKadang kala, image retouching disebut juga istilah digital image retouching, digital retouching, photo retouching dan lain sebagainya. 

Tujuannya dari digital image reoutching sebenarnya sangat sederhana, yakni untuk mempercantik dan memperindah foto yang sudah dihasilkan oleh fotografer.

Sebenarnya, ini adalah sebuah proses akhir sebelum foto tersebut diserahkan kepada klien. Dan ternyata, proses ini membutuhkan keahlian yang khusus dan berbeda dengan fotografi pada umumnya.

Mengapa image retouching itu penting? Karena memang basic kerjaannya adalah untuk memperbagus suatu foto yang sudah dihasilkan oleh fotografer.

Yang nantinya, diharapkan, bisa sesuai dengan ekspektasi produk yang diinginkan oleh klien. Saat ini, kebanyakan digital retoucher digunakan untuk beauty brand.

6 Tips menjadi Digital Image Retoucher

Sebelum menjadi seorang digital retoucher, berikut ada beberapa tips yang dapat anda ikuti. Tips apa saja itu? Berikut daftarnya:

1. Harus punya aplikasi pengeditan foto

image retoucher
via paulipu.com

Ini adalah hal paling pertama dan utama. Anda boleh menggunakan aplikasi pengeditan foto seperti Photoshop atau Lightroom.

Tetapi ingat, jangan pernah gunakan yang bajakan. Alasannya, ini adalah pekerjaan anda sehari-hari yang akan menjadi sumber penghasilan utama anda.

Jika punya photoshop ada baiknya anda harus subscribe aplikasi yang asli. Karena tujuannya untuk digunakan untuk bisnis yang dilakukan secara profesional.

Selain photoshop, anda juga bisa menggunakan lightroom. Atau, anda bisa menggunakan Capture One, yang menurut saya pribadi, pressingnya jauh lebih gampang ketimbang yang lain sehingga proses retouching lebih cepat.

Baca Juga : Cara Edit Feed Foto di Instagram Ala Selebgram Awkarin

Selain itu, jika menggunakan Capture One, pengaturan eksposur [terang atau gelap], saturasi, ketajaman, atau mungkin mengubah format dari Raw menjadi JPG lebih gampang.

Tetapi, jika ingin mengatur tone, menurut saya photoshop lebih bagus. Tapi, sesuaikan saja dengan kebutuhan anda.

Bisa juga menggunakan dua atau tiga aplikasi sekaligus, yang bisa menunjang pekerjaan retouching yang anda lakukan. Yang terpenting, foto tersebut bisa sesuai ekspektasi klien.

Untuk format sendiri, baiknya anda menggunakan format TIFF karena menurut saya, format ini adalah format paling bagus, berkualitas meski cenderung berukuran besar.

2. Harus mengerti lighting

image retouching
via fixthephoto.com

Yang kedua adalah soal lighting. Mengapa seorang digital retouching harus mengerti lighting? Kek fotografer sungguhan aja.

Jangan salah kira, karena yang dikerjakan tersebut adalah foto, yang semuanya ditangkap menggunakan cahaya. Karena itu, anda harus mengerti arah cahaya.

Baca Juga : 6 Genre Fotografi Paling Ekstrem Yang Pernah Ada

Ini juga bertujuan untuk menghasilkan sebuah foto yang terlihat lebih natural. Misalnya, cahaya dari sebelah kiri, maka sebelah kanan berarti ada bayangan.

Yang berarti, anda harus menambahkan efek shadow [bayangan] pada bagian yang gelap tersebut sesuai dengan kebutuhan.

Terkadang juga, cahaya yang ada harus diubah sesuai dengan permintaan klien. Oleh karena itu, anda harus mengerti arah dan jumlah cahaya pada foto.

3. Harus mengerti anatomi tubuh manusia

image retouching
via imageeditingshop.com

Mungkin ini yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh anda. Mengerti struktur tubuh itu sangat penting karena bisa mendukung proses retouching foto.

Karena memang, terkadang, anda harus bisa membenarkan kekurangan-kekurangan dari subjek yang ada. Misalnya, muka yang jerawatan dan gak enak dilihat.

Jadi, sebenarnya, retouching bukan sekedar mempercantik subjek atau membantu memperbagus sebuah foto.

Baca Juga : Perbedaan Antara Fotografi, Videografi Dan Sinematografi

Atau misalnya, jika anda melihat model atau artis itu aslinya bagus, cantik dan lekuk tubuhnya aduhai. Namun, pada saat di foto, ada objek tertentu yang gak sesuai ekspektasi.

Hal ini dipengaruhi oleh kamera dan pemilihan angle. Nah disinilah, peran image retouching dibutuhkan. Apalagi, jika orang tersebut bergerak saat pengambilan foto sementara foto sifatnya statis.

Ditambah, pencahayaan tertentu, yang terkadang membuat objek yang ada terlihat beda. Dari situ akan terlihat pasti ada kekurangan karena pada dasarnya manusia itu tidak sempurna.

Yang terpenting, jika anda ingin mempercantik foto berarti anda harus memaksimalkan subjek yang ada pada gambar bukan merubah subjek secara keseluruhan. Alias, anda tidak boleh retouch dengan berlebihan.

Misalnya begini, terkadang, dalam suatu angle, hidung subjek terlihat lebih mancung, pada sebenarnya agak sedikit #maaf pesek.

Disinilah fungsi anatomi tubuh itu penting. Sebab disini anda harus merubah beberapa bentuk tanpa harus mengubahnya.

Disini juga penting untuk mengetahui ciri khas dari seseorang, misalnya, hal apa yang paling menonjol atau yang mungkin kurang.

4. Cari referensi

digital image retouching
via retoucher.eu

Bukan hanya digital retouching saja yang harus menjadi referensi, tetapi tampaknya semua yang terlibat dalam proses pengambilan foto.

Referensi bisa menambah wawasan anda saat melakukan proses image retouching. Mengapa ini penting? Sebab, ini akan menambah ide anda untuk mempercantik sebuah foto.

Anda bisa mencari referensi foto di toko, mall atau billboard. Yang paling banyak itu di Mall, karena biasanya terdapat foto-foto dari artis atau model yang telah di retouch.

5. Manajemen waktu

digital image retoucher
via lynda.com

Karena yang anda kerjakan itu adalah foto, dan proses yang anda lakukan itu adalah proses terakhir, yang berarti, tidak ada batas waktu khusus misalnya kapan harus mulai dan kapan harus selesai.

Pekerjaan anda pada dasarnya berbeda sama fotografer. Fotografer biasanya ditentukan oleh tenggat waktu yang harus diselesaikan.

Untuk image retouching, biasanya membutuhkan waktu tiga sampai empat hari tapi biasanya bergantung dari tim yang mengerjakan.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis Dan Penemu Kamera

Selain itu, prosesnya juga bisa lebih lama karena bergantung keputusan klien. Karena, sebelum diserahkan, klien akan melihat hasil foto apakah sesuai dengan konsep dan ekspektasi atau tidak.

Terkadang juga, saat proses retouching, klien akan melihat foto tersebut, lalu meminta perubahan sehingga terkadang waktunya lebih lama.

Lantas, mengapa manajemen waktu itu sangat penting? Sebab terkadang anda harus mengerjakan suatu gambar baru lalu tiba-tiba ada proyek baru yang harus diselesaikan pastinya anda akan kelabakan.

Apalagi jika anda menangani banyak proyek dari klien yang berbeda-beda. Agar lebih mudah, ada baiknya anda menentukan timeline sehingga proses pembuatan dan retouching lebih terstruktur.

Umumnya, seorang digital retoucher akan mengerjakan satu gambar selama tiga hari. Jadi, anda harus lakukan ini bukan karena hobi semata tetapi karena profesionalitas sehingga anda harus bekerja secara profesional.

Tanggungjawabnya ada disitu. Dan secara otomatis, klien punya kebutuhan yang berbeda sehingga anda harus tahu struktur dan bisa berbicara dengan klien tentang waktu yang dibutuhkan. Disinilah komitmen seorang image retouching dibutuhkan.

6. Fokus

digital image retouching
via fotolia.com

Yang paling terakhir dan paling penting adalah fokus. Ada beberapa hal yang harus anda fokus disini, antara lain:

a. Fokus pada pekerjaan yang anda lakukan

Karena berbicara tentang image retoucher yang profesional, maka sebaiknya anda melakukan hal tersebut secara profesional alias harus fokus pada pekerjaan anda.

Jangan lakukan itu sebagai pekerjaan sampingan atau sekedar hobi saja karena akan membuat anda tidak fokus mengerjakan pekerjaan tersebut.

b. Fokus pada satu genre saja

Misalnya, jika anda menjadi digital retoucher, baiknya anda memilih fokus ke satu genre saja entah itu beauty and fashion atau mungkin komposit, mobil dan lain sebagainya.

Hal ini sangat penting, karena bisa memudahkan anda dalam bekerja sekaligus bisa meningkatkan kemampuan dan keahlian anda.

Baca Juga : Jual Foto Anda di 5 Situs Ini Dan Dapatkan Jutaan Rupiah

Karena memang, apa yang anda kerjakan tersebut merupakan spesialisasi anda sehingga anda sudah tahu harus bagaimana saat ada foto baru yang masuk.

Perlu juga di ingat, karena anda mengerjakan pekerjaan orang lain atau klien anda, maka usahakan semaksimal mungkin foto tersebut harus selesai.

Jangan lakukan hal tersebut suka-suka saya sendiri. Selain itu, tingkatkan kepercayaan klien supaya nantinya, saat mereka punya proyek serupa di kemudian hari, mereka bisa langsung menghubungi anda.

Penutup

Sebenarnya, tidak mudah menjadi seorang digital image retoucher. Selain harus paham beberapa elemen penting dalam fotografi juga harus pintar-pintar dalam membagi waktu.

Perlu juga siapkan hal-hal yang bisa mendukung pekerjaan anda seperti misalnya aplikasi pengeditan foto hingga pengetahuan mengenai format gambar yang cocok.

Oh iya, sebaiknya juga, saat sesi pengambilan foto yang dilakukan oleh fotografer anda harus hadir. Ini agar anda bisa mengetahui lighting yang ada.

Nah demikian artikel tentang 5 tips menjadi digital image retoucher. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *