Human Interest Photography: Pengertian, Bagian-Bagian dan Cara Membuat

Like Comment
human interest photography

Human interest photography adalah salah satu genre yang cukup populer dalam dunia fotografi. Meski banyak fotografer yang tidak menyadari bahwa aktivitas yang mereka lakukan itu sudah termasuk fotografi HI.

Bagi saya pribadi, selfie termasuk fotografi human interest. Walau ada perbedaan mendasar antara selfie dan human interest mulai dari subjek foto, tujuan hingga pesan yang ingin disampaikan dari foto.

Lantas, apa sih human interest photography itu? Apa bedanya dengan genre-genre yang lain? Dan bagaimana cara mengambil foto human interest?

Dalam artikel ini saya akan memberikan jawaban tentang semua pertanyaan diatas yang mungkin bisa membantu anda untuk memahami fotografi HI.

Pengertian human interest photography

Seperti yang saya sebutkan di atas, human interest photography adalah salah satu genre yang cukup populer dalam dunia fotografi.

Sementara, orang-orang yang melakukan kegiatan fotografi jenis ini disebut human interest photographer. Dalam bahasa Indonesia, HI disebut juga dengan fotografi daya tarik manusia.

Jadi secara tidak langsung, pengertian human interest photography adalah aktivitas fotografi yang dilakukan oleh seorang fotografer yang menunjukan kehidupan seorang manusia, dengan menggambarkan emosi, kondisi perasaannya hingga aktivitas subjek yang mungkin dapat membangkitkan empati orang yang melihat foto tersebut.

Sebenarnya, fotografi HI termasuk bagian dari journalism photography karena aktivitasnya yang fokus mengabadikan momen dan pengalaman manusia.

Momen ini tidak saja menggambarkan suasana hati sang subjek tetapi juga interaksinya dengan lingkungan dan orang lain.

Baca Juga : Mengenal 4 Jenis Bahan Bakar Pesawat Terbang

Perbedaan utama genre yang satu ini dengan genre fotografi yang lain adalah unsur manusianya yang selalu hadir dan ada dalam setiap foto yang dihasilkan.

Saat fotografi HI masih termasuk dalam photography journalism penggunaanya lebih banyak untuk visualisasi koran, majalah atau untuk pemberitaan di media massa lain seperti Buletin.

Kini tidak lagi. Penggunaan fotografi HI lebih luas lagi, misalnya untuk tujuan pameran seni, dipampang di galeri atau untuk tujuan komersil.

Disisi lain, penerapan HI photography ini lebih condong ke individu atau seseorang dan tidak melibatkan unsur kelompok manusia.

Salah satu tokoh yang berperan penting dalam Human Interest Photography adalah Dorothea Lange, yang memulai kegiatan fotografi HI sejak tahun 1930 hingga akhir hayatnya.

Bagian-bagian fotografi HI

Sebenarnya, bagian-bagian dari fotografi HI ini tak lepas dari subgenre fotografi HI yang lain. Saya menyebutnya sebagai subgenre karena spesifikasi fotografi ini berkembang setelah aktivitas fotografi humant interest di temukan.

Hanya saja, dulu namanya dikenal sebagai fotografi dokumenter seperti yang dilakukan oleh Lange pada saat era big depression melanda AS untuk program Farm Security Administration.

1. fotografi Portrait
portrait photography
via ytimg.com

Fotografi portrait ini lebih menekankan pada aktivitas fotografer dengan bentuk foto portrait yang juga menekankan pada subjek manusia dengan unsur wajah yang dominan.

2. fotografi budaya
fotografer fashion
via bangkokpost.com

Fotografi budaya atau culture adalah salah satu genre yang lebih menekankan pada unsur-unsur kebudayaan manusia.

Unsur-unsur kebudayaan ini ada banyak sekali mulai dari makanan, pakaian, cara bertutur, ekspresi muka, bahasa isyarat, musik dan lain sebagainya.

3. Street photography
street photography
via thephotoargus.com

Fotografi jalanan juga kebanyakan tetap melibatkan unsur manusianya, sehingga kadang lebih condong ke human interest.

Perbedaannya terletak pada aktivitas dan cara pengambilan foto, yang lebih cenderung diambil di jalanan dengan subjek yang berbeda-beda.

Subjeknya terkadang adalah bangunan, hewan-hewan, pelayan toko, orang yang sedang bersepeda dan lain sebagainya.

4. Travel photografi
trevel photography
via dpmag.com

Berbeda dengan street photography, travel photography lebih cenderung mengabadikan suasana alam, dengan atau tanpa melibatkan unsur manusia.

Mengapa termasuk bagian dari human interest photography? Karena ada juga travel photography yang melibatkan unsur manusianya didalam foto.

5. fotografi konseptual
fotografi konseptual
via taminglightphotography.com

Pernah dengar genre fotografi yang satu ini? Jika belum akan saya jelaskan sedikit. Genre fotografi konseptual lebih menekankan pada konsep foto, dengan melibatkan unsur manusianya yang kental.

Jadi, jika berbicara tentang fotografi human Interest cakupannya akan sangat luas begitu juga dengan bagian-bagiannya.

Alasannya sederhana, apabila ada unsur manusia dengan subjek manusia yang lebih dominan pada foto, serta menggambarkan emosi subjek, foto tersebut dapat disebut human Interest.

Jadi, bagian-bagian HI photografi diatas belum semuanya dong? Iya, jika menggunakan alasan yang sudah saya sebutkan di kalimat sebelumnya.

Baca Juga : Cara Membuat Thumbnail Youtube Yang Unik dan Menarik

Agar lebih jelas, saya perlu membatasi makna kata dari unsur manusia seperti yang selalu saya sebutkan diatas agar pemahaman anda tentang genre yang satu ini clear.

Sebagian besar fotografi human interest menggambarkan tentang kehidupan orang-orang yang ekonominya lemah atau tinggal di daerah pedalaman.

Meski tidak terbatas pada subjek masyarakat marginal atau prolater tetapi juga potret tentang kehidupan masyarakat dengan ekonomi yang cukup [kelas menengah] dan ekonomi yang tinggi [kelas atas atau elit].

Sejak dulu, fotografi human interest berkembang dan populer karena sebagian besar subjeknya adalah masyarakat kelas bawah atau yang ekonominya lemah.

Seperti para buruh, penduduk migran, pemulung dan lain sebagainya. Pesan foto yang disampaikan adalah tentang kehidupan mereka yang terpinggirkan.

Dan disinilah esensinya. Karena, kehidupan yang terpinggirkan, akan menarik simpati dan empati orang yang melihat foto tersebut.

Sebagian besar fotografer yang mengambil spesifikasi ini juga akan mengedepankan potret kehidupan masyarakat kelas bawah tersebut, termasuk juga di Indonesia.

Hal ini tidak mengherankan, karena di Indonesia sendiri banyak warganya yang masih hidup dibawah garis kemiskinan, sehingga potret mereka sangat menarik untuk diabadikan.

Cara membuat fotografer human Interet

Setelah mengetahui pengertian dan bagian-bagian fotografi human interest, pasti ada beberapa dari anda yang ingin tahu cara mengambil foto human interest, kan?

Oleh karena itu, dalam artikel kali ini saya juga akan mengulas tentang cara membuat foto human interest.

Cara ini bukanlah panduan teknis melainkan pedoman untuk membuat foto human interest secara sederhana. Berikut caranya:

1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan

Langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah menyiapkan setiap peralatan dan perlengkapan fotografi yang dibutuhkan. Mulai dari kamera, lensa hingga tripod apabila diperlukan.

Jangan lupa juga siapkan perlengkapan atau bahan-bahan lain seperti misalnya memory card, baterai termasuk cadangannya. Setelah semuanya siap, silahkan lanjut ke langkah berikutnya.

2. Hunting subjek

Langkah kedua adalah mencari subjek yang mau di foto. Jika anda tinggal di daerah perkotaan, subjeknya bisa para pemulung, penjual makanan yang sering di grebek oleh Satpol PP, pengemis, buruh dan lain sebagainya.

Jika anda tinggal di daerah pedesaan, anda bisa abadikan momen-momen masyarakat desa saat hendak berangkat ke kebun, saat mereka pakai kayu api untuk memasak atau aktivitas lain.

Sebelum mengambil foto, saran saya sebaiknya minta izin dulu ke mereka. Sampaikan tujuan anda mengambil foto. Ini untuk menghindari salah paham antara anda dan subjek foto.

Saran saya, jangan pernah memanipulasi subjek. Seperti meminta subjek bergaya sedemikian rupa atau untuk meminta subjek berpose seperti preferensi anda.

Gak boleh ya. Biarkan subjek yang di foto beraktivitas seperti biasanya agar hasil foto yang didapatkan lebih natural.

3. Ambil foto sebanyak mungkin

Langkah ketiga adalah mengambil foto sebanyak mungkin. Mengapa saya sarankan demikian? Karena masih banyak orang yang beranggapan kalau foto yang dihasilkan oleh fotografer professional lebih bagus dari fotografer biasa atau amatir.

Bagi saya ini relatif. Secara teknis, anda bisa mengakalinya dengan mengambil foto subjek sebanyak mungkin jika anda masih pemula.

Dari semua foto tersebut, anda bisa pilih mana foto terbaik menurut anda. Jangan lupa, lakukan eksperimen atau dari sudut pengambilan gambar yang berbeda-beda.

Misalnya, anda bisa mengabadikan dari belakang, kiri atau kanan subjek, dengan mengambil foto yang banyak dari setiap angle tersebut.

Agar hasilnya lebih mantap, saya sarankan memang agar anda belajar teknik-teknik dasar fotografi termasuk juga pemilihan angle yang tepat.

Bagi saya ini mendasar sekali, dan bisa membantu meningkatkan kemampuan fotografi anda sedikit demi sedikit.

Jangan lupa, tonjolkan ekspresi subjek yang akan di foto seperti misalnya saat sedang murung, sedih, tertawa dan lain sebagainya. Sebab disinilah letak seninya.

Penutup

Saat ini sudah banyak fotografer yang memilih genre human interest photography. Salah satu alasannya adalah soal nilai seninya yang tinggi.

Jika anda juga bermimpi untuk menjadi fotografer yang ingin memilih genre yang satu ini, langkah paling pertama yang harus anda lakukan adalah mengetahui apa pengertian dan fungsinya.

Demikian artikel tentang pengertian Human Interest Photography, termasuk bagian-bagian dan cara mengambilnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *