Begini Cara Mengetahui Gambar Sudah Di Edit Atau Belum

5 Likes Comment
cara mendeteksi gambar palsu

Ada beberapa alat detektor gambar palsu gratis yang tersedia di internet. Alat tersebut memungkinkan anda untuk mengetahui apakah suatu gambar sudah di edit atau belum.

Seiring dengan meningkatkan popularitas media sosial seperti facebook dan Twitter, berita dan gambar palsu juga meningkat. Dengan kata lain, foto digital yang tersebar di internet sudah terintegrasi sebagai media komunikasi lebih dari sebelumnya.

Ini berarti gambar tidak saja digunakan sebagai pelengkap komunikasi namun sudah menjadi media komunikasi itu sendiri. Coba lihat gambar-gambar berbicara seperti Meme? Meme kini sudah menjadi alat komunikasi yang monolog.

Dan dengan semakin banyaknya alat pengeditan gambar memungkinkan sebuah gambar bisa di edit dan manipulasi oleh siapa saja bermodalkan komputer atau smartphone yang sudah terinstal aplikasi pengeditan dimaksud.

Dengan demikian, foto-foto dan gambar yang ada bisa disalahgunakan untuk tujuan tertentu bahkan terkadang ditambahkan dengan narasi hoax dan ujaran kebencian.

Disisi lain, para pengguna atau penerima informasi akan tertipu dan terkecoh dengan gambar-gambar palsu tersebut. Bukan hanya itu, gambar-gambar palsu terkadang sangat viral di media sosial karena sifatnya yang boombastis sehingga mudah dishare dan dibagian dari akun ke akun.

Baca Juga : Cara Mengambil Foto Makro Yang Baik Dan Benar

Oleh karena itu, di era seperti ini sangat penting untuk mengetahui kebenaran suatu informasi dan gambar. Dan agar anda tidak terjebak dalam lingkaran penyebar hoax, ada baiknya sebelum anda mengshare sebuah gambar atau artikel anda melakukan verifikasi sumbernya terlebih dahulu.

Jika gambar tidak terlalu jelas dengan narasi yang bertolak belakang dengan fakta langkah pertama yang harus anda lakukan adalah dengan melaporkan gambar tersebut.

Mengetahui Gambar Sudah Di Edit Dengan Tools Detektor Gambar Palsu

Nah untuk anda yang ingin mendeteksi gambar palsu di internet, ada beberapa alat yang bisa anda gunakan secara gratis. Alat ini akan melakukan analisis forensik suatu gambar atau foto untuk mencari tahu siapa, dimana dan kapan gambar tersebut pertama kali diunggah di internet. Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 4 detektor gambar palsu di internet. Ini dia daftarnya:

1. FotoForensics | Gratis | Website

cara mengetahui gambar editan atau tidak
via geckoandfly.com

Ini adalah salah satu alat terbaik yang bisa digunakan dengan gratis untuk mendeteksi gambar palsu di internet.

FotoForensics menggunakan logartima canggih untuk men-decode setiap kemungkinan yang bisa dilakukan guna memanipulasi suatu gambar atau foto. Alat ini dibangun dengan logaritma Eror Level Analysis [ELA] untuk mendeteksi seluruh area gambar pada level kompresi yang berbeda.

Baca Juga : 4 Hal Yang Paling Dibutuhkan Oleh Seorang Fotografer

Sebagai contoh, jika gambar yang hendak dideteksi menggunakan format JPEG, maka gambar harus berada pada tingkat kesalahan yang kira-kira sama. Jika bagian gambar berada pada tingkat kesalahan yang cukup dominan dan berbeda maka kemungkinan gambar tersebut sudah dimodifikasi.

FotoForensics dibangun dengan tujuan untuk menyederhanakan proses evaluasi foto dan gambar dengan cara kerja seperti mikroskop. Dimana, alat tersebut akan menyoroti setiap detail dan sisa-sisa kompresi, metadata, ukuran, blur dan lain sebagainya yang mungkin tidak dapat diidentifikasi oleh mata telanjang.

FotoForensics juga menyiapkan berbagai alogritma pengecekan, tutorial deteksi gambar palsu secara online untuk pembelajaran secara mandiri dan sumber daya lain yang mungkin dibutuhkan.

2. JPEGsnoop | Gratis | Website

cara mengetahui gambar editan
via geckoandfly.com

JPEGsnoop adalah salah satu software Windows gratis yang dapat digunakan untuk memeriksa dan mengurai detail sebuah gambar atau foto berformat JPEG, MontionJPEG AVI dan Photoshop.

Alat ini juga dapat digunakan untuk menganalisis sumber gambar untuk menguji keasliannya. Setiap foto digital mengandung banyak informasi tersembunyi dan JPEGsnoop dibangun untuk mengakses detail-detail ini kepada pengguna yang menggunakan tools tersebut.

Tidak sampai disitu saja, JPEGsnoop juga akan mendeteksi kamera yang digunakan untuk mengambil foto entah menggunakan kamera smartphone atau bukan. Istilahnya, ia akan mendeteksi EXIF metadata dan IPTC. Anda juga bisa mengekstrak informasi berisikan kualitas dan sifat-sifat kompresi gambar yang digunakan.

Baca Juga : 6 Derita Saat Jadi Fotografer di Kampung

Setiap kamera digital memiliki tingkat kualitas kompresi yang berbeda, dengan kata lain, setiap kamera bisa menghasilkan gambar JPEG dengan kualitas yang berbeda satu dengan yang lain.

JPEGSnoop juga menyediakan sejumlah besar informasi mengenai gambar atau foto diantaranya matriks tabel kuantisasi [Chrominance dan luminance], subsampling chorma, estimasi pengaturan kualitas format JPEG, pengaturan resolusi JPEG, tabel Huffman, metadata EXIF, Makernotes, histogram RGB dan lain sebagainya.

Sebagian besar pananda gambar JFIF JPEG bisa digunakan pada tools ini. Anda juga bisa mengaktifkan dektode VLC Huffman secara penuh yang akan membantu anda mempelajari tentang kompresi JPEG dan kode sumber decoder JPEG.

3. Ghiro | Gratis | Website

cara mengetahui gambar editan
via geckoandfly.com

Selanjutnya adalah Ghiro yang merupakan perangkat lunak sumber terbuka untuk mendeteksi foto digital atau untuk melakukan analisis forensik pada suatu gambar.

Alat ini tidak secara otomatis melakukan analisis forensik pada foto karena data mengenai gambar atau foto akan dikumpulkan dari berbagai perspektif terlebih dahulu.

Karena memang Ghiro dirancang untuk membantu anda untuk melakukan analisis terhadap sejumlah besar gambar yang sangat penting untuk anda yang bekerja dibidang analisis forensik foto.

Sama seperti FotoForensics, Ghiro juga menerapkan logartima Eror level Analysis [ELA] yang merupakan satu teknik untuk mendeteksi apakah suatu gambar sudah diedit atau belum.

Baca Juga : 28 Aliran Dan Genre Dalam Dunia Fotografi

Sehingga, alat ini akan bekerja dengan baik pada file-file tertentu yang mudah dikompresi seperti gambar berformat JPEG atau PNG.

Pada dasarnya, gambar yang asli memiliki tingkat kompresi yang unik. Gambar yang dianalisis akan disimpan ulang sehingga perbedaan tingkat kompresinya bisa dihitung.

Jika perbedaan terdeteksi maka probabilitas gambar diyakini sudah di edit. Ghiro juga akan menghitung level kesalahan gambar dan mendeteksi setiap perbedaan tersebut.

Yang paling menarik dari tools ini adalah terdapat beberapa metode pengecekan gambar yang unik, antara lain:

a. Hash digest generation

Hash paling umum dihitung pada gambar untuk membuat suatu kode identifikasi gambar yang unik. Kode Hash biasanya seperti CRC32, MD5, SHA1, SHA224, SHA256, SHA384, dan SHA512

b. Pencocokan daftar hash

Misalkan Anda mencari sebuah gambar di internet sementara anda hanya punya kode hash maka anda bisa memasukan kode hash diatas dan semua gambar yang cocok akan dilaporkan kembali kepada anda.

c. Ekstraksi string

Dengan ekstraksi sting maka semua string teks yang ada dibalik gambar akan dianalisis lalu diekstraksi menggunakan alat string UNIX. Yang lebih menarik, url gambar akan ditampilkan kepada anda.

d. Tanda tangan [watermark]

Tanda tangan biasanya menyediakan bukti tentang sebgaian besar data penting untuk menyoroti titik fokus dan paparan umum gambar. Mesin tanda tangan ini mampu menyoroti lebih dari 120 tanda tangan.

4. Forensically | Gratis | Website

detektor gambar gratis
via geckoandfly.com

Forensic adalah tools selanjutnya yang memungkinkan anda untuk mendeteksi gambar dan foto palsu di internet secara gratis. Dengan tools ini, anda bisa memeriksa gambar kloning, menganalisis tingkat kesalahan, mengekstraksi metadata dan lain sebagainya.

Baca Juga : Cara Melindungi Foto dan Gambar Karya Anda di Internet

Selain itu, dengan tools ini anda bisa melihat detail foto yang seharusnya disembunyikan dari sebuah gambar atau foto. Forensic menggunakan beberapa kode untuk deteksi gambar antara lain:

a. Deteksi klon

Alat ini mamu menyoroti bagian-bagian gambar yang disalin pada suatu gambar. Ini bisa menjadi indikator bahwa gambar sudah dimanipulasi, di edit atau disalin.

b. Analisis tingkat kesalahan

Alat ini mampu membandingkan gambar asli dengan versi lain yang sudah dikompresi. Ini bisa menjadi indikator bahwa foto telah di manipulasi dan diedit dengan software tertentu.

Analisis tingkat kesalahan paling mendasar adalah dengan mendeteksi warna gambar yang biasanya akan lebih gelap atau lebih terang dibandingkan gambar asli.

c. Noise Analysis

Pada dasarnya, alat ini adalah sebuah logartima denoising terbalik yang menghilangkan noise atau sisa gambar. Ini menggunakan filter median terisah yang cukup akurat untuk mengisolasi warna tertentu.

Yang berarti, alat ini bisa berguna untuk mengidentifikasi manipulasi gambar dengn teknik airbrushing, deformasi, warping dan prespektif cloning. Dan juga bisa bekerja pada gambar dengan ukuran besar dan berkualitas tinggi.

d. PCA

Logartima ini pada dasarnya akan berusaha melakukan analisis setiap komponen utama pada gambar. Dengan melihat sudut pandang yang berbeda untuk melihat data-data gambar yang mempermudah penemuan manipulasi dan perubahan detail tertentu pada gambar.

Penutup

Anda bisa menggunakan berbagai alat diatas untuk mendeteksi apakah suatu gambar tersebut palsu, asli, telah diedit dan lain sebagainya.

Sebenarnya juga, ada salah satu alat yang sangat bagus dengan kinerja yang lebih baik yakni Izitru. Sayangnya tools ini telah dihentikan. Sebenarnya, bukan dihentikan tapi digunakan secara eksklusif karena fitur-fiturnya.

Izitru menggunakan teknik analisis foto forensik otomatis untuk mensertifikasi gambar kamera digital yang tidak dimodifikasi, sehingga anda dapat membagikannya kembali dengan cara yang lebih kredibel.

Berbeda dengan tools lain, itziru bekerja dengan sederhana dimana perangkat ini hanya akan mendeteksi apakah gambar tersebut palsu atau tidak.

Nah demikian artikel tentang cara mengetahui apakah gambar sudah di edit atau belum. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *