5 Tips Dan Trik Melakukan Fotografi Bencana

4 Likes Comment
fotografi bencana

Fotografi bencana adalah salah satu genre fotografi yang ingin menampilkan emosi subjek yang di foto dengan tujuan untuk menarik simpati, dukungan dan bantuan baik secara moril dan moral.

Tidak ada yang tahu kapan bencana akan terjadi dan tidak ada manusia yang benar-benar siap untuk menghadapi bencana dengan tujuan mengurangi dampak kerugian baik secara fisik ataupun material.

Fotografi bencana bisa menggerakan orang saat melihat foto-foto tersebut terlebih bencana alam seperti gempa bumi dan banjir sehingga emosi yang dihasilkan benar-benar dalam.

Dan mungkin beberapa dari anda bertanya-tanya bagaimana mengambil foto bencana yang menggerakan emosi seseorang?

Mengambil foto bencana mungkin tidak cocok bagi semua fotografer entah yang profesional ataupun yang amatiran.

Bagi sebagian orang, mengambil foto bencana menjadi pengingat akan pengalaman yang mereka tidak ingin alami lagi.

Baca Juga : 7 Alasan Mengapa Mitigasi Bencana Itu Penting

Bagi orang lain, foto bencana dapat digunakan untuk menarik simpati, bantuan, dan dukungan kepada korban dan para penyintas.

Bagi media entah itu lokal, nasional ataupun internasional, menggunakan foto bencana untuk menunjukan kepada orang lain bencana telah terjadi dan untuk tujuan foto berita.

Meskipun secara umum, tidak ada kursus yang mengajarkan kepada anda bagaimana menjadi seorang fotografi bencana, ada bebrapa tips dan trik yang bisa anda lakukan untuk mengambil foto bencana.

5 Tips Fotografi Bencana

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, foto bencana memiliki banyak manfaat. Peran fotografer juga sangat dibutuhkan untuk menarik simpati, bantuan dan dukungan dari orang lain.

Dan untuk mengambil foto bencana yang bagus dan bisa menggerakan, perlu persiapan yang baik bagi fotografer. Mulai dari perlengkapan, informasi dan lain sebagainya.

Lalu apa saja tips dan trik mengambil foto bencana yang bagus dan dapat menggerakan orang lain? Berikut disajikan 5 tipsnya. Ini daftarnya:

1. Siapkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan

fotografi bencana
via slrlounge.com

Hal yang paling dibutuhkan tentu saja adalah kamera. Tetapi, selain kamera, anda juga membutuhkan perlengkapan-perlengkapan lain. Mulai dari bekal makanan tahan lama, air minum, masker untuk mencegah debu, dan lain sebagainya.

Selain itu juga, anda juga harus punya casing tahan air dan tahan guncangan. Saat ini, ada beberapa kamera DSLR yang diproduksi khusus agar bisa tahan debu dan lembab, jadi bisa beli dan gunakan untuk melakukan fotografi bencana.

Baca Juga : 5 Struktur Bangunan Paling Tahan Gempa di Dunia

JIka anda melakukan fotografi bencana berupa gunung berapi dan kebakaran hutan ada baiknya anda gunakan plastik untuk melindungi kamera.

Salah satu cara paling umum untuk melindungi kamera anda dari suhu yang panas seperti kebakaran adalah dengan membungkus kamera menggunakan aluminium foil.

Selain itu, persiapkan juga lensa-lensa yang mungkin anda butuhkan. Dan pastikan juga bahwa lensa anda dapat diatur ke level eksposur yang berbeda secara manual.

Jangan lupa juga bawa perlengkapan tambahan lain seperti baterai dan memori card cadangan, power bank, dan peralatan lain yang mungkin anda butuhkan.

2. Baca dan dapatkan informasi penting lain tentang bencana

fotografi bencana
via paulipu.com

Sebelum melakukan sesi fotografi bencana ada baiknya anda mengetahui informasi terbaru mengenai bencana dan apa dampaknya.

Misalnya, apa yang terjadi setelah gempa bumi? Apakah ada peringatan tsunami dan lain sebagainya. Tujuannya adalah menjaga keamanan diri anda sendiri.

Selain itu, anda juga perlu informasi seperti kekuatan gempa, titik gempa, wilayah-wilayah paling parah terkena gempa dan seterusnya.

Jangan lupa juga simpan nomor-nomor penting lembaga-lembaga terkait seperti misalnya Pemadam Kebakaran [DAMKAR], Tim Search and Rescue [SAR] dan lain sebagainya.

Baca Juga : Tips Saat Terjadi Gempa Bumi

Karena anda tidak akan tahu persis apa yang akan terjadi setelah bencana terjadi terlebih gempa bumi dan gunung berapi. Dan dengan mengetahui informasi semacam ini anda bisa tahu langkah apa yang akan di ambil seandainya terjadi bencana susulan.

Selain itu, jika anda posko jangan lupa mendaftar, terlebih jika anda datang dari luar daerah. Siapakan juga pakaian ganti yang mungkin dibutuhkan.

Jika anda tidak tahu cara menjaga diri saat bencana terjadi ada baiknya anda tidak melakukan sesi fotografi bencana karena akibatnya bisa fatal.

3. Minta izin kepada subjek jika memungkinkan

Saat bencana terjadi masyarakat biasanya akan shock dan panik. Oleh karena itu, jangan langsung cekrek sana cekrek sini.

Ada baiknya anda meminta izin kepada subjek saat hendak mengambil foto. Ada masyarakat yang ingin citra dirinya diabadikan dan ada juga yang tidak.

Anda juga perlu berbicara dan mendekatkan diri dengan target subjek foto anda dengan tujuan untuk menghasilkan emosi yang dalam.

Jika anda tidak minta izin, dalam beberapa kasus, bisa berakibat fatal. Sebab, orang-orang terkadang jadi emosional setelah bencana terjadi.

4. Mulai mengambil foto

fotografi bencana
Salah satu anak yang menjadi korban gempa di lombok menangis via AP Photo/Firdia Lisnawati .

Hal paling pertama yang harus anda ketahui sebelum mengambil foto bencana adalah kepekaan. Anda harus peka terhadap kamera dan situasi yang ada.

Jika anda hanya fokus untuk mengambil gambar yang etis ada baiknya anda menghindari foto yang terlalu menggangu dan merusak grafis.

Sangat penting untuk mengambil foto dengan jujur. Jangan manipulatif, apalagi meminta subjek melakukan satu adegan yang sebenarnya tidak terjadi.

Ambil foto apa adanya. Ini adalah cara paling baik untuk menyampaikan emosi dan pesan kepada orang yang akan melihat foto anda. Selain itu, tidak usah terlalu pikirkan aspek teknis foto anda.

Jika anda mengambil foto bangunan yang rusak akibat gempa, ambil segala sisi dan sudut pengambilan. Pilih objek yang paling parah kerusakannya.

Anda bisa mengambil foto panorama untuk memperlihatkan seluruh bangunan atau objek yang rusak. Pada titik ini, anda juga bisa melibatkan berbagai objek lain yang menambah kesan dalam.

Misalnya, anda fokus mengambil foto untuk hal-hal tertentu seperti keranjang bayi atau boneka yang rusak.

Baca Juga : 10 Kamera Termahal Yang Pernah Di Produksi di Dunia

Jangan lupa sertakan juga subjek orang dalam foto anda. Anda bisa mengambil foto keluarga dengan barang-barang atau rumah yang hancur atau mungkin anak kecil yang sedang memandangi rumahnya yang roboh.

Atau mungkin juga foto anak kecil yang menangis disamping mainan favoritnya yang hancur atau rusak akibat bencana. Foto-foto semacam inilah yang bisa melukiskan emosi seseorang.

Oleh karena itu, sekali lagi, jangan pernah memanimpulasi gambar atau foto anda. Biarkan foto anda yang menceritakan apa yang terjadi.

Jika anda mengambil foto letusan gunung berapi, tanah longsor, kebakaran hutan dan mungkin juga angin topan atau badai, selalu berhati-hati. Dan sebaiknya anda mengambil foto dari jarak aman sembari memastikan sudut pengambil foto sudah tepat.

Lakukan juga hal yang sama saat anda mengambil foto tanah longsor atau banjir. Namun, selama gempa bumi terjadi anda pasti akan kesulitan untuk mengambil foto.

Jadi pilihan terbaik adalah mengambil foto sesudah gempa bumi. Hal yang sama juga berlaku saat anda hendak mengambil foto tsunami.

Baiknya juga anda tidak mengambil foto korban yang sudah meninggal [jika ada], karena ini sangat sensitif. Ambil foto korban yang selamat dengan tujuan menciptakan emosi.

Saat anda mengambil foto orang, seimbangkan persamaan antara seni, harapan dan keberanian. Jangan fokus pada ketakutan dan emosi negatif lainnya.

Hal paling penting saat mengambil foto bencana adalah kemanann. Gambar yang anda hasilkan mungkin sangat bagus tetapi tidak sebanding dengan nyawa anda.

5. Publikasikan

fotografi bencana
via independent.ie

Setelah mengambil foto lalu selanjutnya apa? Mempublikasikannya. Anda bisa mengirimkannya ke media, lembaga yang membutuhkan, organisasi sosial, palang merah hingga relawan.

Baca Juga : Jual Foto Anda di 5 Situs Ini Dan Dapatkan Honor Jutaan Rupiah

Kalau memungkinkan, anda juga bisa membagikannya di media sosial entah itu di Instagram, Facebook, Twiter dan lain sebagainya.

Tujuannya untuk menarik simpati, dukungan dan bantuan dari orang-orang. Hal ini sangat penting baik secara moral dan moril kepada masyarakat yang baru saja tertimpa bencana.

Penutup

Mengambil foto bencana memiliki tantangan tersendiri mulai dari keselamatan, medan yang harus ditempuh, objek yang hendak di foto dan tantangan lain.

Ada kemungkinan juga, saat bencana terjadi tidak ada listrik, jaringan, air minum dan lain sebagainya. Oleh karena itu, persiapkan diri anda dengan matang.

Nah demikian artikel tentang 5 tips dan trik mengambil foto bencana. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *