5 Cara Menjadi Seorang Fotografer Profesional

1 Like Comment
cara menjadi fotografer profesional

Menjadi seorang fotografer profesional mungkin adalah impian banyak orang. Terlebih bagi mereka yang suka dan hobi fotografi.

Di satu sisi, untuk menjadi seorang fotografer profesional membutuhkan predikat atau penilaian dari orang lain.

Yang berarti, ada beberapa bagian-bagian yang harus ada agar anda bisa disebut sebagai fotografer profesional. Bagian-bagian tersebutlah yang akan dibahas pada artikel kali ini.

Sementara, disisi lain, menjadi seorang fotografer profesional membutuhkan waktu, dedikasi, kepercayaan dan juga modal yang tidak sedikit.

Sebenarnya, waktu, dedikasi dan kepercayaan adalah modal awal agar predikat dan penilaian sebagai fotografer profesional dapat melekat pada diri anda.

Karena memang, seperti yang sudah saya sebutkan diatas, fotografer professional adalah penilaian. Penilaian dari orang lain kepada anda ataupun bisnis anda.

5 Cara Menjadi Seorang Fotografer Profesional

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, dalam artikel kali ini, saya akan mengulas tentang 5 cara menjadi seorang fotografer profesional.

Cara-cara ini sangat umum dan lumrah. Selain itu, cara ini juga bisa mendatangkan penilaian dari orang lain. Penilaian ini pada akhirnya akan menjadi tolak ukur agar anda bisa disebut sebagai seorang fotografer profesional.

Lalu apa saja cara untuk menjadi seorang fotografer profesional? Pasti anda penasaran kan? Nah berikut disajikan 5 cara menjadi seorang fotografer profesional. Ini daftarnya:

1. Harus paham dan mengerti tentang profesinya

Fotografer adalah profesi yang dilakukan oleh satu individu atau kelompok. Karena merupakan kegiatan profetis maka seorang fotografer harus paham dan ahli tentang profesinya tersebut.

Maksudnya gimana ya? Biar saya jelaskan dengan singkat. Fotografer adalah seseorang yang melakukan kegiatan fotografi. Yang berarti, ia paham dengan teknik-teknik dasar fotografi.

Disisi lain, ia juga memiliki spesifikasi fotografi. Maksudnya adalah, ia menjadi ahli pada satu genre fotografi saja. Misalnya, wedding fotografer. Ini hanya contoh ya.

Selain itu juga, maksud dari paham dan mengerti tentang profesinya merujuk pada kemampuan yang ia miliki diatas rata-rata fotografer umumnya.

Bisa saja itu datang dari bakat dan kemampuan yang ia asah terus menerus, atau mungkin, ia mengambil jurusan fotografi semasa kuliah.

Yang terpenting disini adalah memahami kegiatan yang ia jalankan secara menyeluruh atau komprehensif dan dapat diaplikasikan secara langsung.

2. Punya studio fotografi sendiri

Sebenarnya, ini hanyalah unsur pendukung saja. Karena memang, yang terpikir pertama kali saat saya membuat artikel ini adalah kata profesional tersebut.

Sebab, maksud kata profesional ini sendiri dalam hal pekerjaan atau profetis itu ada dua. Yang pertama, perilakunya saat menjalankan aktivitas atau kegiatan fotografi dan yang kedua adalah penilaian profesional dari orang lain.

Yang jelas, kata profesional ini bersangkutan dengan profesi yang ia jalankan. Agar lebih fair sebaiknya maksud dari profesional ini harus mewakili dua pengertian yang sudah disebutkan diatas.

Nah, karena berbicara soal profesi yang ia jalankan, harus ada unsur pendukungnya. Jika seorang fotografer profesiona maka unsur pendukungnya adalah studio fotografi.

Yang berarti, seorang fotografer profesional harus punya studio fotografi sendiri entah itu di rumah, ruko yang sudah di sewa atau tempat lain yang bisa dijadikan studio.

Saya sebutkan studio karena sudah mewakili semua kategori pendukung agar bisa disebut seorang fotografer profesional yakni kamera, tempat bekerja, rekan kerja [jika ada], pelanggan, dan lain sebagainya.

Untuk membangun studio fotografi sendiri saat ini tidaklah murah. Soal ini, saya sebenarnya sudah mengulas pada salah satu artikel saya yang berjudul estimasi biaya membuat studio fotografi sendiri di rumah.

Biayanya memang cukup tinggi, apalagi perkiraan harga barang tersebut berada di Jakarta, yang kebetulan lebih murah karena ongkos distribusinya yang kecil.

Kalau anda membeli barang-barang tersebut diluar dari Jakarta, misalnya di Jayapura atau di Aceh, mungkin harganya jauh lebih mahal.

3. Punya karya yang sudah diakui

Pengakuan terhadap karya fotografi tidak harus lewat penghargaan bergengsi, misalnya Photo of the Years yang diselenggarakan oleh National Geographic. Gak harus ya! Minimal, ada karya yang dihargai oleh orang lain, dalam hal ini pelanggan anda.

Agar lebih mudah paham, saya akan berikan contohnya. Misalnya begini, anda membuka studio fotografi sendiri dengan pelanggan orang yang baru akan menikah.

Saat hari H, anda akan mulai memotret. Mengabadikan setiap momen yang ada mulai dari Pemberkatan Nikah atau Ijab Kabul hingga after party.

Semua moment itu anda abadikan. Setelah itu, anda akan mencuci foto tersebut lalu memberikannya kepada penyelenggara acara alias mereka yang baru menikah.

Jika mereka menerimanya, berarti karya anda sudah diakui. Pengakuan ini akan lebih banyak apabila semakin banyak pelanggan yang menggunakan jasa anda.

Sebagai imbalan atas kinerja anda, mereka juga akan memberikan uang, sebagaimana yang telah dibicarakan sebelumnya.

Terkadang juga akan ada tip yang didapat. Tetapi ini hanyalah bonus, apabila kerja dan karya anda benar-benar menarik dan disukai pelanggan.

4. Mampu mengatasi berbagai masalah dan keluhan dengan profesional

Hal ini hampir mirip dengan poin pertama yang sudah dijelaskan dibagian atas namun penjabarannya agak sedikit berbeda.

Maksudnya begini, bisnis yang anda jalankan tersebut, yakni bisnis fotografi harus benar-benar anda tahu dan ngerti total termasuk juga dalam attitude berbisnis.

Jika ada masalah-masalah saat menjalankan bisnis, anda akan berusaha kembali ke tujuan awal mendirikan studio fotografi.

Begitu juga saat ada pelanggan yang marah-marah karena foto yang dihasilkan agak sedikit blur dan tidak sesuai dengan ekspektasi.

Ini semua adalah tantangan bagi bisnis anda dan anda harus bisa mengatasi semua masalah dan keluhan tersebut dengan bersikap sebagai seorang professional. Untuk poin ini, ada dua hal penting yang harus anda ketahui, yakni:

a. Tingkatkan kepercayaan pelanggan

Kepercayaan pelanggan akan meningkat apabila anda berlaku profesional dalam menjalankan bisnis fotografi tersebut. Terapkan pelayanan prima saat anda berbicara dengan pelanggan.

Baca Juga : Cara Mengganti Latar Belakang Beranda Google Chrome dengan Foto Sendiri

Selain itu, kepercayaan pelanggan adalah media promosi paling bagus dan jitu. Karena, apabila pelanggan tersebut puas dan percaya dengan bisnis yang anda jalankan, ia akan memberikan rekomendasi kepada orang lain, entah itu sobat, kenalan, gebetan dan lain sebagainya. Manfaatkan hal ini agar bisnis anda semakin berkembang dan semakin dikenal oleh orang lain.

b. Bangun brand

Kepercayaan pelanggan, pelayanan yang anda berikan, serta hasil yang memuaskan pada akhirnya akan membentuk brand bisnis fotografi anda.

Oleh karena itu, dalam prosesnya, jangan sesekali mengeluh, berwajah lesu atau tidak total dalam bekerja. Jangan lakukan hal tersebut karena itu bisa merusak citra dari brand anda. Oleh karena itu, usahakan agar anda bekerja dengan maksimal.

5. Asah terus kemampuan anda

Menjadi seorang fotografer profesional berarti menjadi seseorang yang tidak pernah berhenti belajar. Jika anda berhenti belajar berarti mati.

Hal ini juga akan berdampak bagi bisnis anda. Oleh karena itu, teruslah belajar dan kembangkan kemampuan anda.

Selain mengembangkan kemampuan fotografi, ada juga beberapa kemampuan yang harus anda asah dalam bisnis tersebut, antara lain:

a. Kemampuan berkomunikasi

Kemampuan komunikasi yang baik akan mendukung pekerjaan anda. Anda harus bisa mencairkan suasana dengan pelanggan yang mungkin belum anda kenal juga terhadap tim.

Jika anda bekerja dengan tim, asah skill kepemimpinan anda. Sebab, anda yang akan menjadi motor penggerak agar tim bisa bekerja dengan maksimal.

Usahakan, komunikasi yang anda bangun itu tidak menjudge, menghakimi, menggunakan bahasa monolog dan lain sebagainya. Jangan juga sok tahu. Komunikasi tersebut haruslah dilakukan dengan dialog menggunakan bahasa-bahasa yang santai, halus dan tidak terlalu teknis.

b. Manajemen waktu

Ini juga penting. Manajemen waktu yang baik akan membantu anda menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu sekaligus mampu menjalankan pekerjaan dengan baik.

Disini anda harus mengasah diri anda untuk menjaga performa dan semangat anda. Karena pelanggan pasti tidak akan suka dengan fotografer dengan tampang murung, terlihat lesu tak semangat dan lain sebagainya.

Penutup

Tidak mudah untuk menjadi seorang fotografer profesional karena butuh usaha, kerja keras dan waktu yang tidak sedikit.

Namun, jika semuanya dilakukan dengan hati terbuka, yang berarti, anda mencintai pekerjaan anda, lambat laut penilaian dan predikat itu juga akan melekat pada anda.

Saya tekankan sekali lagi, yang menilai anda profesional atau tidak adalah orang lain. Karena memang, profesional adalah penilaian dan predikat.

Nah demikian artikel tentang cara menjadi seorang fotografer profesional. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *