5 Kesalahan Fotografer Pemula

7 Likes Comment
kesalahan fotografer pemula

Ada beberapa kesalahan fotografer pemula yang sering dilakukan. Sebenarnya ini adalah hal yang wajar karena untuk menghasilkan sebuah foto yang menarik butuh keahlian yang tidak gampang diperoleh.

Biasanya, fotografer pemula tidak terlalu memperhatikan detail-detail penting saat melakukan sesi pemotretan sehingga hasil fotonya tidak terlalu menarik.

Kesalahan-kesalahan seperti ini adalah hal yang wajar. Karena tidak mudah loh untuk menghasilkan sebuah karya fotografer yang unik, menarik dan mampu mempengaruhi emosi banyak orang.

Namun bukan berarti seorang pemula tidak dapat menghasilkan foto yang bagus. Sering kali, rintangan terbesarnya ada pada diri sendiri.

Dengan kata lain, ada beberapa kesalahan yang selalu dilakukan oleh fotografer pemula, baik secara sadar ataupun tidak sadar. Kesalahan-kesalahan inilah yang akan dibahas dalam artikel ini.

5 Kesalahan fotografer pemula

Lalu apa sih yang selalu menjadi kesalahan fotografer pemula? Secara umum ada 5 kesalahan. Apa saja itu? Ini dia daftarnya.

1. Tidak cukup memotret

Seperti misalnya jika anda lagi traveling atau jalan-jalan atau ke suatu lokasi yang menarik dan anda ingin mengambil foto lokasi tersebut. Jadi anda mulai mengambil foto teman atau objek di lokasi tersebut secara acak dan bertahap.

Setelah anda mengambil satu foto lalu pindah lokasi lain lalu pindah lagi lokasi lainnya, begitu seterusnya.

Langkah seperti ini pada akhirnya akan membuat anda memperoleh gambar yang banyak dengan objek yang berbeda-beda.

Dan pada saat anda memilih mana foto yang terbaik anda tidak dapat menentukannya. Bukan karen semua foto tersebut baik tetapi karena anda kesulitan menentukan objek mana yang paling bagus.

Oleh karena itu, sebagai seorang fotografer, ada baiknya anda harus mau mengeksplorasi semua teknik fotografi saat anda mau memotret.

Sebagai contoh jika anda mengambil objek dibawah pohon, lalu anda foto sekali. Lokasinya bagus dan pencahayanya bagus. Tapi ada baiknya anda mencoba pilihan yang berbeda-beda.

Anda bisa mencoba low angle sehingga pohonnya terlihat menjulang ke atas dan megah. Selanjutnya anda bisa mencoba angle lain, memainkan komposisi dan perspektif yang berbeda-beda.

Dengan begitu anda mendapatkan foto satu objek dengan angle yang berbeda-beda. Dan secara tidak langsung, anda akan punya banyak foto berkualitas yang bagus.

Karena dari setiap banyak foto tersebut anda harus bisa memilih satu yang terbaik. Dan anda bisa menggunakannya menggunakan foto tersebut untuk dipajang di Instagram karena merupakan karya terbaik anda.

2. Foto yang tidak tajam

Mungkin banyak dari anda yang pernah mengalaminya. Misalnya, saat anda hendak mengambil foto lalu setelah lihat hasilnya anda kemudian bertanya-tanya mengapa fotonya goyang.

Banyak fotografer pemula yang sering melakukan kesalahan kecil seperti ini yang pada akhirnya membuat foto tidak menarik sama sekali.

Foto yang goyang biasanya dipengaruhi oleh shutterspeed. Hal ini dikarenakan saat anda mengambil foto, pencahayaan disekitarnya rendah atau minim.

Mungkin disebabkan kondisi saat mengambil foto yang terletak diluar ruangan [semi-indoor] atau didalam ruangan [in-indoor]. Karena memang kondisi itu cahayanya terkadang minim.

Oleh karena itu ada baiknya anda mengatur shutterspeednya lebih lambat. Dengan kata lain, anda wajib menggunakan shutterspeed yang benar.

Karena pada saat anda memotret terutama dengan handheld, misalnya dibawah 50mm biasanya agak goyang atau agak sedikit bergerak. Kecuali jika tangan anda sudah sangat terlatih memegang kamera agar tidak bergerak.

Baca Juga : 10 Novel Paling Kontroversial Sepanjang Sejarah

Ada baiknya juga anda memperhatikan focal lenght kamera. Misalnya, jika anda menggunakan lensa 50 milimeter lalu kalikan 2 berarti shutterspeed anda 1/100, yang merupakan minimum pengambilan gambar agar lensa tidak goyang.

Atau misalnya jika anda menggunakan lensa 35mm dikalikan 2 itu berarti ada 70. Di shutterspeed 70 itu tidak ada mungkin anda bisa pakai 60 atau 80.

Dengan shutterspeed tersebut minimal anda bisa menghasilkan foto yang tajam meskipun dengan handheld. Dengan artian, saat anda menggunakan handheld lensa masih mampu mengakomodirnya.

Itu semua bertujuan untuk mengahasilkan foto yang lebih tajam. Ini juga akan mempengaruhi ISO, Eksposur, diafragma dan lain sebagainya.

3. Foto yang terlalu over atau under-exposer

Maksudnya apa ya? Maksudnya foto yang cenderung gelap atau terlalu terang. Itu bikin foto anda otomatis tidak menarik dan tidak terlalu bagus.

Karena itu bukan eksposur yang tepat. Oleh karena itu, ada baiknya anda belajar untuk mengerti pencahayaan kemudian juga anda tahu mengatur meteringnya.

Jadi saat anda memotret baiknya menggunakan mode yang benar dengan eksposur yang tepat sehingga fotonya lebih bagus.

Saran saya, setiap anda pindah ke lokasi baru atau memotret objek yang baru jangan lupa setting eksposurnya atau setting meteringnya termasuk didalamnya diafragma, shutterspeed dan ISO dengan settingan yang sesuai dengan objek yang anda foto termasuk kondisi saat itu.

Jadi misalnya anda berpindah dari sebelumnya memotret didalam ruangan lalu berpindah ke luar ruangan otomatis settingannya akan berbeda.

Oleh karena itu anda harus teliti untuk mengecek eksposur jangan sampai over atau under. Mungkin anda bisa memotret dengan ROW.

Kalau anda memotret dengan row files anda bisa set eksposur sedikit kebawah. Tapi ingat jika memotret dengan format ini siapkan kartu memori atau SD card yang ukurannya besar.

4. Berpaku pada pose dan bukan directing

Sebagai seorang fotografer jika anda mau memotret objek ada baiknya anda harus bisa mendirect orang yang akan menjadi subjek foto anda.

Oleh karena itu, sebelum sesi pemotretan anda sudah tahu konsep seperti apa, referensinya bagaimana sehingga subjek yang difoto tahu bagaimana harus bertindak.

Misalnya, jika anda akan melakukan sesi fotografer pra-wedding ada baiknya anda menunjukan referensi foto tersebut ke model yang di foto.

Tapi bukan berarti anda suruh model tersebut mengikuti pose yang sama persis dengan referensi tersebut hanya karena anda suka pose seperti itu.

Maksudnya bukan begitu. Karena, subjek yang di foto adalah orang yang berbeda. Karena itu, anda harus bisa menentukan sisi terbaik dari subjek foto anda.

Alasannya sederhana, karena setiap orang atau model karakternya berbeda sehingga hasilnya nanti tidak akan natural. Sebab itu, baiknya anda meminta mereka melakukan pose berdasarkan referensi anda namun usahakan agar tetap alami dan melibatkan gaya personal dari subjek.

5. Berpikir bahwa peralatan fotografi diatas segalanya

Menurut tidak ada salahnya berpikir soal itu. Apalagi jika anda punya uang dan membeli peralatan yang cukup mahal, terbaru atau lensa yang paling bagus.

Karena memang peralatan adalah salah satu penunjang kegiatan fotografi. Tapi ingat, peralatan bukan segala-segalanya.

Karena meskipun peralatan dengan lensa yang anda gunakan adalah perlatan terkeren dengan kamera termahal di dunia tapi kalau anda tidak mengerti pencahayaan, pengaturan kamera dan lain sebagainya anda tidak akan pernah bisa menghasilkan foto yang bagus.

Dalam dunia fotografi, ada banyak elemen yang harus dipahami mulai dari setting kamera, directing, lighting, eksposur, diafragma dan lain sebagainya.

Tapi, ada satu unsur yang terpenting yakni cahaya. Karena fotografi adalah sebuah seni menangkap cahaya. Karena itu, ada baiknya anda mengerti tentang pencahayaan.

Jika anda tidak terlalu mengerti tentang pencahayaan, ada baiknya anda mengerti satu elemen misalnya komposisi.

Sehingga, pada saat anda menemukan objek dengan pencahayaan bagus atau set pencahayaan yang tepat anda tinggal mengatur komposisinya ksecara otomattis.

Karena disinilah kuncinya. Jadi meskipun anda tidak mengerti banyak hal, atau mengambil foto dengan kamera apapun, dengan merek apapun hasil fotonya tetap terlihat bagus.

Penutup

Nah seperti yang disebutkan diatas, tidak mudah untuk bisa menghasilkan gambar yang bagus. Sebagai fotografer, apalagi fotografer pemula, pastikan anda tidak melakukan 5 kesalahan yang sudah dijelaskan diatas.

Jika anda melakukannya sekali dua kali itu masih wajar. Oleh karena itu, asah terus kemampuan fotografi anda agar lebih tajam. Demikian artikel tentang 5 kesalahan fotografer pemula. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *