Mau Jadi Fotografer Fashion Untuk Majalah? Baca Dulu 7 Tips Ini

2 Likes Comment
Fotografer fashion

Menjadi fotografer fashion untuk majalah sebenarnya tidak mudah. Karena fotografer harus bisa menghasilkan karya yang epik, sesuai dengan keinginan redaksi dan promoter serta harus sesuai dengan tren fashion yang sedang berkembang.

Saat ini perkembangan dunia fashion berlangsung cepat dan masif. Perkembangan itu tidak saja dipengaruhi dari dalam tetapi juga dari luar.

Misalnya, tren fashion Indonesia yang cenderung dipengaruhi oleh tren milenial, vintage , bohemian dan gaya ala-ala Korea.

Perkembangan ini kemudian mengingatkan banyak fotografer masa lalu, setidaknya 10 tahun lalu, tenang branding dan juga genre fotografi yang diambil.

Yang paling menantang pada profesi ini adalah soal bagaimana harus menghasilkan karya yang benar-benar punya nilai tawar di masyarakat.

Sebenarnya juga, hasil fotografi fashion itu bukan murni karya pribadi atau perorangan seperti misalnya sang fotografer itu sendiri, melainkan sebuah karya bersama.

Mulai dari stylish atau make up artist, digital retoucher dan juga sang fotografer. Namun karya itu tetap di pampang diatas majalah, yang berarti karya tersebut adalah karya atas nama majalah.

Menjadi fotografer fashion untuk majalah berarti sudah menjadi karyawan tetap dan bukan fotografer kontributor atau freelancer.

Fotografer majalah fashion juga akan sering berurusan dengan model, artis, promotor, pihak redaksi dan semua orang yang terlibat.

Untuk itu, harus ada kemampuan-kemampuan dasar yang wajib dimiliki. Semua kemampuan itu akan diulas pada artikel kali ini.

7 Tips Menjadi Fotografer Fashion untuk majalah

Dalam artikel kali ini akan diulas tentang 7 tips menjadi fotografer fashion, terutama untuk anda yang sedang bergelut dibidang tersebut.

Tips-tips ini cenderung sederhana dan mungkin bisa membantu anda saat melakoni pekerjaan impian tersebut. Lalu apa saja tipsnya? Pasti penasaran kan? Berikut disajikan artikelnya untuk anda.

1. Harus mengerti dan tahu tren fashion apa yang sedang berkembang saat ini

fotografer fashion
via pinterest.com

Soal ini sudah pasti dong. Gak mungkin kan anda mau jadi fotografer fashion sementara anda sendiri tidak paham tentang fashion.

Sebagai fotografer fashion, anda juga harus tahu tren fashion apa yang sedang berkembang saat ini, bagaimana konsepnya dan apa pesan yang diusung dari gaya tersebut.

Soal pengetahuan paling detail mungkin adalah kondisi bajunya, corak yang digunakan, tema yang hendak ditunjukkan dan lain sebagainya.

Baca Juga : 6 Derita Saat Jadi Fotografer Pernikahan di Kampung

Dan, ada satu hal yang paling penting disini, yakni mengetahui tren fashion apa yang bakal terjadi 3-6 bulan ke depan. Disinilah tantangan sebenarnya seorang fotografer fashion.

Oleh karena itu, rajin-rajinlah cari inspirasi. Kalau memungkinkan anda bisa ikut fashion week baik yang diselenggarakan secara lokal atau internasional.

Sehingga, anda bisa melihat tren fashion kedepannya. Dari sini mungkin anda bisa tahu warna yang bakalan tren, modelnya gimana dan lain sebagainya.

2. Harus tahu tentang teknik-teknik dasar fotografi

fashion fotografi
via steves-digicams.com

Gak mungkin juga seorang fotografer fashion gak paham soal teknik-teknik dasar dalam dunia fotografi. Ini esensial sekali ya.

Namun, pengetahuan itu tak cukup berhenti sampai pada satu titik saja. Oleh karena itu, kembangkan pengetahuan tersebut lagi dan lagi.

Dari sini anda bisa mengevaluasi pengetahuan anda sudah sampai dimana. Misalnya pengetahuan soal lighting, equibment, lighting outoor dan indoor.

Termasuk juga bagaimana mengatur studio yang available life, bagaimana mengatur kamera saat lighting yang minim sehingga bisa disesuaikan dengan lensa yang digunakan.

Maksudnya adalah, skill fotografi anda harus terus diasah. Sehingga anda dapat dengan mudah menyesuaikan dengan macam-macam kondisi. Inilah pentingnya belajar lagi dasar-dasar fotografi.

3. Mampu menciptakan networking yang baik dengan semua orang

fotografer fashion
via tropicpic.com

Dalam kehidupan, networking atau jaringan sangat penting, begitu juga dalam dunia fotografer, terlebih jika anda menjadi seorang fotografer fashion untuk majalah.

Atau mungkin, jika anda belum terikat dengan suatu majalah dan ingin menjadi kontributor, kembangkan networking ini juga.

Baca Juga : 5 Tips dan Trik Melakukan Fotografi Bencana

Disini anda harus bisa membuat jaringan dengan siapapun, termasuk dengan model, promotor dan semua orang yang terlibat didalamnya.

Networking yang baik juga akan membantu anda untuk mengasah skill anda, sekaligus untuk bisa sharing tentang fotografi dan bagaimana ekspektasi mereka terhadap sebuah foto.

Ditahap ini juga, dengan networking anda bisa mengukur kemampuan anda dengan para fotografer yang menggeluti bidang yang sama dengan anda.

4. Sanggup bekerja sama dengan tim

fotografer fashion
via beritasatu.com

Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan orang lain. Setiap manusia sudah di desain oleh Tuhan untuk menjadi mahluk sosial.

Begitu juga saat menjadi fotografer fashion. Untuk genre yang ini, anda tidak mungkin bisa melakukannya sendirian.

Baca Juga : Cara Mengatur Komposisi Foto Yang Baik dan Benar

Misalnya, mulai dari ngatur-ngatur kamera, lighting, stylish atau make up artist, hingga sesi fotografi. Yang berarti anda harus bekerja sama dengan orang lain.

Biasanya juga, untuk majalah fashion, dari ujung rambut sampai ujung kuku sudah ada orang ngatur. Tugas anda hanyalah membuat konsep, mengatur model lalu cekrek.

Dengan kata lain, anda harus bisa bekerja dengan tim. Pintar-pintarlah berkomunikasi dan berdialog dengan mereka, agar konsep yang diusung sesuai dengan harapan semua orang.

5. Memiliki konsep yang pasti tentang foto dari awal sampai akhir

fotografer fashion
via bhphotovideo.com

Menurut saya pribadi, konsep yang diangkat dalam fotografi fashion sangat krusial sekali. Oleh karena itu, pikirkan konsepnya dari awal sampai akhir dengan matang.

Karena menjadi seorang fotografer fashion, pekerjaannya bukan hanya ngambil foto saja lalu selesai. Enggak sesimple itu, guys.

Sebelum mengambil foto, anda harus meeting untuk diskusikan tentang konsep foto, setelah itu ketemu sama stylishnya, sama promoter, redaktur, digital retoucher dan orang lain yang mungkin terlibat.

Baca Juga : 5 Tips Menjadi Fotografer Iklan Komersial

Dari sini orang-orang di tim anda bisa tahu temanya apa, model bisa tahu posenya gimana, soal baju, keinginan klien dan lain sebagainya.

Pada tahap konsep ini juga anda harus bicarakan soal lokasi, mungkin juga soal ijin penggunaan lokasi untuk sesi foto, hingga logistik yang mungkin dibutuhkan.

Jadi, saat saat proses pengambil foto berlangsung hingga selesai, semua orang happy. Enggak ada yang badmood dan gak ada yang merasa dicurangi.

Yang hendak saya katakan adalah, pekerjaan anda bukan cuma motret saja. Prosesnya sangat panjang, bahkan memakan waktu.

Semua elemen ini kemudian terakumulasi menjadi konsep yang akan dieksekusi menjadi sebuah gambar.

Jadi sebenarnya fotografer fashion itu tidak sekedar cekrek sana cekrek sini, selesai. Alias tidak sekedar ngambil foto saja.

6. Lebih baik anda bikin portofolio sehingga promoter bisa percaya dengan kemampuan anda

fotografer fashion
via bangkokpost.com

Yang terakhir dan yang paling penting adalah buatlah portofolio. Meskipun anda sudah bekerja dibawah agensi, portofolio juga tetap dibutuhkan.

Ini bisa membantu anda untuk menunjukan segala karya yang sudah anda hasilkan, serta spesialiasi yang anda ambil.

Portofolio juga membantu anda untuk mencari pekerjaan baru apabila anda sudah tidak nyaman dengan pekerjaan lama anda.

Anda bisa membuat portofolio cetak atau menggunakan blog. Untuk blog, sebaiknya anda beli domain sendiri, karena ini bisa membuat portofolio anda terkesan lebih professional.

7. Mampu berkomunikasi dengan stylish

fotografer fashion
via london.bridestory.com

Menurut saya pribadi, agar hasil foto sesuai harapan semua pihak, komunikasi dengan stylish atau make up artist adalah intinya.

Disini, anda bisa susun konsep yang hendak diangkat pada foto. Yang berarti, anda akan duduk, berembuk atau berdiskusi dengan stylish.

Baca Juga : 11 Alasan Mengapa Literasi Anak Itu Penting

Stylish juga bukan cuma satu orang, ada banyak orang. Yang berarti, pesan dan konsep itu harus matang. Dan orang-orang yang terlibat didalamnya tahu dan mengerti tentang apa yang harus dikerjakan.

Komunikasi macam biasanya agak eksklusif alias terbatas pada stylish saja. Kedepannya, anda juga harus bisa berkomunikasi dengan setiap orang, terutama orang yang terlibat langsung pada proses pengambilan foto.

Karena biasanya fotografer fashion itu bekerja sama dengan tim. Jangan lupa duduk dan diskusikan dengan mereka tentang konsep anda dan sesuaikan dengan keinginan radaktur majalah.

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, menjadi fotografer fashion tidak sekedar motret saja. Ada proses yang harus anda lalui dan lakukan.

Setiap proses situ secara langsung bisa mematangkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki sebagai fotografer fashion.

Disisi lain, setiap elemen yang sudah saya bahas diatas merupakan akumulasi yang harus dipraktekan langsung.

Demikian artikel tentang 7 tips menjadi fotografer fashion. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *