5 Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog

9 Likes Comment
foto referensi untuk konten blog

Ada banyak cara memaksimalkan jumlah pengunjung di blog mulai dari konten hingga aspek visual seperti foto referensi untuk konten blog. Semua ini memiliki peran masing-masing dalam dunia blogging.

Kegiatan blogging saat ini sudah banyak digemari oleh berbagai elemen masyarakat bahkan setiap hari ada saja orang yang membuat blog dengan tujuan yang berbeda-beda.

Ada yang membangun blog untuk sekedar berbagi pengetahuan, ada yang membangun blog dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan dan ada yang membangun blog untuk tujuan bisnis.

Karena semua punya tujuan yang berbeda-beda maka tidak heran saat ini blogging menjadi salah satu kegiatan yang populer dalam masyarakat.

Sudah banyak yang menjadi contoh. Misalnya, blog-blog yang berhasil di bidangnya masing-masing seperti Maxmanroe, KompiAjaib hingga Mastimon berhasil meraup jutaan rupiah dalam sebulan hanya dari blog.

Blog yang mereka kelola ini hanyalah blog personal tetapi penghasilan mereka cukup untuk menghidupi keluarga. Coba bayangkan blog-blog besar seperti Tribunews atau Detikcom? Berapa penghasilan yang mereka peroleh dalam sebulan? Mungkin puluhan hingga ratusan juta.

Emang tribun ama Detik itu blog ya? Tentu saja blog. Blog sama situs web itu beda. Blog cenderung dinamis, yang berarti setiap hari atau setiap jam ada postingan didamanya. Sementara situs web tampilannya lebih statis dan kaku.

Meski demikian, banyak blogger yang tidak memaksimalkan potensi blognya. Mulai dari konten yang dihasilkan hingga visualisasi. Soal visualisasi inilah yang akan dibahas dalam artikel kali ini.

5 Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog

Dalam blog, foto digunakan sebagai kenampakan untuk tujuan visualisasi dan daya tarik konten. Saya pernah blogwalking pada salah satu blog yang saya lupa namanya.

Foto referensi yang digunakan blog tersebut cenderung ‘panas’ dan terkadang ada foto yang referensi yang bertolak belakang dengan konten yang diangkat.

Ada juga blog yang dikembangkan dengan menggunakan foto-foto profesional sehingga tampilannya terlihat elegan dan menarik.

Baca Juga : Cara Mencari Ide Untuk Menulis Artikel di Blog

Mungkin beberapa dari anda masih fokus dalam mengembangkan konten dan tidak memikirkan tentang foto referensi yang digunakan. Jika anda masih berpikir soal ini ada baiknya anda mulai hentikan cara berpikir soal itu.

Gambar visual bukan saja sebagai pelengkap konten. Ia sudah menjadi konten itu sendiri. Dengan demikian, gambar bisa meningkatkan jumlah klik artikel.

Coba anda bandingkan gambar referensi yang digunakan pada dua blog, yang satunya menarik sementara yang satunya lagi gak menarik.

Gak menarik dalam artian gambar yang digunakan itu blur, kabur, dan mungkin subjek yang ditampilkan dalam foto itu tidak nampak.

Bisa dipastikan foto yang menarik itu yang lebih banyak di klik oleh orang lain. Hal ini karena emosi manusia selalu belajar untuk merespon sesuatu yang menurutnya menarik secara visual.

Lalu bagaimana cara memilih foto yang baik untuk blog? Ada 5 cara dan cara tersebut akan diulas dalam artikel kali ini.

1. Gunakan gambar sesuai dengan konten

Jangan gunakan gambar yang bertolak belakang dengan konten. Misalnya, jika konten anda mengangkat tentang gadget anda bisa menggunakan gambar-gambar gadget disana.

Coba bayangkan kalau anda menggunakan gambar gadget sementara konten yang anda bahas itu soal laptop tentu gak sesuai kan.

Oleh karena itu, ada baiknya anda menggunakan gambar yang sesuai dengan konten yang anda sajikan. Anda bisa menggunakan foto anda sendiri atau menggunakan foto orang lain. Tapi jangan lupa menyertakan sumbernya jika gambar itu anda comot dari blog lain.

2. Gunakan gambar yang tajam

Gambar atau foto yang tajam menunjukan kualitas konten yang anda gunakan. Anda bisa menggunakan beberapa gambar sekaligus jika konten anda itu panjang.

Berapa ukuran konten yang panjang? Ya kira-kira ukurannya sampai 1000-2000 kata. Namun semuanya bergantung pada hal-hal teknis seperti kualitas gambar.

Apalagi jika artikel tersebut menggunakan listicle. Sudah sewajarnya jika anda menggunakan beberapa gambar sekaligus dengan kualitas yang baik.

Sebisa mungkin agar gambar yang tajam itu ukurannya tidak terlalu besar. Dengan tujuan agar loading blog tak terganggu.

Yang paling penting yang harus anda perhatikan disini adalah soal ukuran gambar. Terkadang, gambar yang tajam itu memiliki ukuran yang cukup besar.

Baca Juga : Cara Melindungi Foto dan Gambar Karya Anda di Internet

Apalagi jika anda menggunakan gambar dengan format JPEG/JPG. Oleh karena itu, ada baiknya terlebih dahulu anda mengurangi ukuran tanpa merusak kualitasnya. Ada beberapa tools di internet yang bisa anda gunakan untuk tujuan ini.

Lebih bagus lagi kalau anda menggunakan format PNG. Rata-rata format gambar PNG memiliki ukuran yang kecil namun kualitas gambar dan ketajamannya tetap baik.

Jika anda menggunakan format yang lain ada baiknya jangan. Misalnya, anda menggunakan format .WEB atau beberapa format seperti RAW.

Alasannya sederhana, karena format ini bisa dianggap sebagai malware dan biasanya tidak ramah pengguna karena pengguna terkadang mengakses konten menggunakan perangkat yang berbeda-beda.

Selain itu, jika anda menggunakan WordPress bisa dianggap menggangu proses penguraian dan menggangu kinerja server saat mendownload gambar dan konten sebelum menyajikannya ke pengguna.

3. Lebih bagus gunakan foto sendiri

Memang ada baiknya anda menggunakan foto anda sendiri. Namun biasanya foto sendiri tidak menambah estetika konten. Hal ini tidak mengherankan, karena untuk bisa menghsilkan foto yang bagus itu cukup sulit.

Selain harus mempertimbangkan angle, komposisi dan kamera yang digunakan juga harus mempertimbangkan aspek yang lain, yakni soal ukuran.

Baca Juga : 6 Tips Membangun Fotoblog Yang Sukses

Sah-sah saja jika anda menggunakan foto dari internet atau dari situs penyedia gambar gratis tapi jangan lupa untuk selalu sertakan sumber gambar.

Kalaupun anda menggunakan gambar dari penyedia gambar gratis, ada baiknya anda perhatikan lisensi penggunaannya. Jika mengharuskan anda menyertakan link kredit maka silahkan sertakan.

Jangan gunakan gambar yang berhak cipta sebab bisa saja konten anda itu di hapus dari internet karena bertolak belakang dengan ketentuan penggunaan gambar.

4. Tidak menggunakan gambar utuh

Ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Jika anda mencomot gambar dari internet ada baiknya anda tidak menggunakannya gambar secara utuh.

Kalaupun terpaksa begitu ada baiknya anda menyertakan sumber. Jika tidak, ada baiknya anda memodifikasinya.

Cara memodifikasinya sebenarnya sederhana. Ada bisa mengubah ukurannya, mengurangi kontras, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, gambar tersebut akan dibaca oleh Google sebagai gambar yang baru. Jangan lupa juga sertakan ALT dan Titile text pada gambar untuk meningkatkan SEO gambar tersebut di mesin pencari.

Kedepannya, soal hak cipta gambar mungkin akan lebih ketat. Dan bisa saja blog anda mendapatkan penalti jika terlalu banyak menggunakan gambar berhak cipta tanpa menyertakan sumber.

5. Warna gambar

Karena gambar bisa digunakan dengan tujuan untuk menambah kualitas artikel maka ada baiknya anda menggunakan warna gambar yang sesuai dengan template yang digunakan.

Misalnya, jika template anda berwarna putih, ada baiknya anda menggunakan gambar-gambar dengan latarbelakang yang cerah.

Baca Juga : Idealnya, Satu Orang Punya Berapa Blog?

Seperti misalnya hijau muda. Ini menambah esensi konten dan blog anda. Bisa juga menggunakan

gambar dengan latar belakang putih, agar terlihat lebih menyatu. Itu terserah anda. Yang penting warna gambar tetap sesuai, tidak terlalu menor dan masih berkaitan dengan konten yang anda bahas.

Penutup

Memilih gambar yang tepat untuk konten bisa menambah kualitas dan kesan profesional bagi blog anda. Jika anda ingin blog anda bisa dipercaya maka ada baiknya anda mulai menggunakan gambar-gambar yang tepat untuk kekuatan visualisasi pada konten.

Nah demikian artikel tentang 5 tips memilih foto referensi untuk konten blog. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *