5 Cara Menjadi Seorang Fotografer Pemula

3 Likes Comment
Cara menjadi seorang fotografer pemula

Beberapa waktu lalu, ada seorang anak yang bertanya kepada saya. Begini pertanyaannya: kak, bagaimana sih cara menjadi seorang fotografer pemula?

Sebenarnya, saya sendiri agak bingung untuk menjawab pertanyaan ini. Jawaban yang terpikirkan pada waktu itu adalah untuk menjadi seorang fotografer pemula ya harus belajar menjadi fotografer.

Tapi saya urungkan niat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Karena, jawaban diatas mungkin terdengar agak retoris yang justru tidak memberikan informasi apa-apa.

Oleh karena itu, saya berinisiatif memberikan jawaban yang informatif dengan cara menjelaskan panjang lebar padanya. Jawaban itulah yang saya ulas dalam artikel kali ini.

Karena memang tidak ada cara khusus atau spesial agar bisa menjadi fotografer pemula. Sekalipun anda menggunakan kamera smartphone dengan kualitas VGA anda sudah bisa memenuhi kriteria untuk disebut fotografer.

Fotografer sebenarnya adalah istilah merujuk pada aktivitas fotografi yang dilakukan oleh individu atau perorangan dengan tujuan menghasilkan gambar lewat kamera.

Karena merujuk para aktivitas fotografi yang dilakukan, kemudian munculah dua kategori utama aktivitas tersebut yakni pemula dan profesional.

Seorang fotografer profesional cenderung menggunakan peralatan pendukung yang lengkap, bekerja atau punya studio foto sendiri dan biasanya bekerja dengan tim.

Sementara, fotografer pemula ya kebalikan dari ini. Yang peralatan pendukungnya tidak memadai, tidak punya studio foto dan bekerja secara individu.

Tapi dua profesi ini tentu punya dan bisa menggunakan kamera. Entah itu kamera DSLR terbaru atau kamera smartphone berkualitas VGA.

Kalau boleh saya jujur, pertanyaan diatas terkesan ambigu dan tidak relevan. Ada beberapa alasan, antara lain:

a. Menjadi seorang fotografer pemula tidak butuh skill khusus

Namanya juga fotografer pemula. Anda tidak perlu skill khusus, yang terpenting, foto yang anda hasilkan itu terlihat bagus.

Untuk masalah teknis lain, nantilah dipelajari ya. Ada banyak forum-forum fotografi di internet yang khusus membahas tentang tips dan trik untuk belajar fotografi.

b. Tidak peduli kamera jenis apa yang digunakan

Seorang fotografer pemula tidak peduli dengan kamera yang digunakan. Entah kamera ponsel berkualitas VGA hingga megapixel dan lain sebagainya. Yang terpenting kamera tersebut ada, berfungsi dan bisa digunakan.

c. Fotonya digunakan untuk pribadi

Tujuan penggunaan foto pun masih cenderung personal alias digunakan secara terbatas atau menjadi koleksi pribadi.

5 Cara Menjadi Seorang Fotografer Pemula

Seperti yang saya sebutkan diatas. Pertanyaan dari seorang anaklah yang membuat saya terinspirasi membuat artikel yang satu ini.

Nah berikut saya sajikan 5 cara menjadi seorang fotografer pemula. Cara ini cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Berikut caranya:

1. Punya kamera

Untuk menjadi seorang fotografer pemula, hal paling utama adalah anda harus punya kamera. Kalau anda punya kamera DSLR sudah sangat bagus.

Jika, misalkan anda hanya menggunakan kamera ponsel dengan kualitas biasa-biasa saja, itu tidak jadi masalah. Yang penting masih bisa digunakan.

Karena menjadi fotografer pemula tidak membutuhkan keahlian khusus, maka ada dua hal yang perlu anda pelajari disini, yakni:

a. Angle

Belajarlah mengambil angle foto yang baik dan benar. Untuk sementara, anda bisa memilih 4 angle standar seperti atas dan bawah, kiri atau kanan.

Empat angle ini sudah cukup untuk sementara. Kedepannya, silahkan bereksperimen pada angle atau sudut pandang lain.

Kalau anda tidak paham apa itu angle, berikut saya jelaskan. Anda punya busur gak di rumah? Busur itu terdiri dari 360 derajat. Setiap derajat mewakili satu titik. Titik-titik tersebut yang kemudian disebut dengan angle atau sudut. bujur

b. Mengenal fitur-fitur pada kamera

Sebagian besar kamera punya fitur yang hampir sama namanya saja yang terkadang beda. Kenali fitur-fitur ini terlebih dahulu, apa fungsinya dan kapan harus digunakan.

Jika anda sudah tahu fitur-fitur ini, maka lakukanlah eksperimen terus menerus. Belajar mengambil ojek apa saja yang ada didepan, dengan catatan, memilih angle sebagaimana yang sudah saya jelaskan diatas.

2. Jangan fokus pada subjek atau objek

Fokus pada subjek atau objek adalah kesalahan fatal saat menjadi seorang fotografer. Apa alasannya? Karena, anda tidak akan memperhatikan pencahayaan dan pengaturan lain.

Meskipun anda menggunakan kamera terbaru, dengan kualitas terbaik, tetapi jika anda masih saja fokus pada objek atau subjek maka hasilnya pasti tidak akan sesuai ekspektasi. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Antara lain:

a. Pencahayaan

Fotografi adalah seni seni menghasilkan cahaya. Yang berarti, objek atau subjek tersebut yang diambil menggunakan lensa bergantung pada jumlah paparan cahaya yang ada.

Oleh karena itu, jika anda seorang pemula, perhatikan agar cahaya yang masuk lewat lensa tidak terlalu over atau minim. Jaga agar tetap proporsional.

Ini sebenarnya berbicara mengenai shuttersped dan ISO. Untuk mempelajarinya, silahkan baca artikel saya itu disini.

b. Lokasi pengambilan foto

Pencahayaan sebenarnya bergantung pada lokasi pengambilan foto. Jika anda mengambil foto outdoor, mungkin cahayanya akan berlebihan. Begitu juga sebaliknya, saat anda mengambil foto indoor.

Oleh karena itu, kenali lokasinya, dan bagaimana cahayanya yang ada disekitar. Jika terlalu minim, silahkan gunakan blitz. Atau, jika terlalu over silahkan atur aperturenya agar cahaya yang masuk tidak berlebihan.

3. Kenali pola-pola subjek

Pola-pola subjek dapat memperindah sebuah foto yang telah dihasilkan. Berbicara mengenai pola, sebenarnya berbicara tentang disposisi atau objek yang dapat memperindah subjek foto.

Oleh karena itu, pelajarilah pola-pola ini agar foto yang anda hasilkan bisa lebih hidup. Jika anda bingung soal ini silahkan baca artikel saya tentang cara mengambil komposisi foto yang baik dan benar.

4. Bergabung dalam komunitas-komunitas fotografi

Soal ini saya sangat sarankan. Alasannya sederhana, karena anda seorang pemula dalam dunia fotografi, berarti pengetahuan anda masih minim.

Oleh karena itu, silahkan bergabung pada komunitas fotografi yang ada di lokasi tempat anda tinggal. Bisa juga anda bergabung lewat forum di internet, grup-grup Facebook dan lain sebagainya. Kalau memungkinkan, anda bisa mengikuti kelas fotografi, entah itu yang berbayar ataupun tidak.

Baca Juga : Cara Ganti Latar Belakang Beranda Google Chrome Dengan Foto Sendiri

Yang paling penting, asah terus kemampuan yang anda miliki saat ini. Agar, kemampuan tersebut dapat diupgrade dari pemula menjadi professional.

Kalau perlu, anda bisa bekerja pada sebuah studio fotografi, menjadi fotografer freelance atau mungkin membuka bisnis fotografi sendiri di rumah.

Apapun yang anda lakukan, minimal itu bisa menambah pengetahuan dan ketrampilan anda menggunakan kamera. Itu yang terpenting!

5. Jangan malu memperkenalkan foto anda

Foto-foto yang sudah anda hasilkan itu silahkan posting di IG, Facebook atau mungkin dijual di tempat jual foto yang sudah cukup banyak saat ini.

Jangan malu membagikan foto tersebut. Kalau perlu, mintalah komentar dari orang-orang terdekat, teman anda di Facebook atau mungkin followers anda. Dari sini anda bisa mengukur kemampuan fotografi anda anda sudah sampai di tahap mana.

Namun, meskipun pandangan orang-orang bahwa foto anda itu sudah bagus, jangan cepat berpuas diri. Karena diatas langit masih ada langit. Artinya, kemampuan anda itu belum ada apa-apanya. Karena itu, terus asah.

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, menjadi seorang fotografer pemula adalah hal yang sangat gampang. Karena, modal utamanya hanyalah kamera.

Sementara, modal-modal lain bisa anda peroleh jika anda konsisten dan terus belajar menjadi seorang fotografer.

Nah demikian artikel tentang 5 cara menjadi seorang fotografer pemula. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *