Cara Mengambil Foto Makro Yang Baik Dan Benar

4 Likes Comment
fotografi makro

Ada beberapa cara mengambil foto makro yang baik dan benar. Cara-cara ini bisa anda terapkan agar foto makro yang anda ambil lebih hidup.

Fotografi makro adalah salah satu teknik fotografi close-up yang berusaha menonjolkan detail subjek yang akan di foto. Misalnya, untuk mengambil subjek serangga yang kecil dibutuhkan teknik khusus agar foto yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.

Selain teknik khusus, perangkat pendukung juga dibutuhkan termasuk didalamnya kamera mikro dan pengaturan khusus pada kamera.

Oleh karena itu, dalam artikel kali ini akan diulas tentang 12 cara mengambil foto makro yang baik dan benar. Tapi sebelum lanjut, ada baiknya anda mengetahui apa itu fotografi makro.

Apa itu fotografi makro?

Fotografi makro adalah salah satu genre fotografi yang sebagian besar subjek fotonya adalah gambar-gambar makro close-up seperti bunga dan serangga.

Subjek foto makro sebenarnya tidak terbatas pada subjek yang ukurannya kecil tetapi juga subjek yang berukuran besar namun pada saat mengambil foto tetap menggunakan teknik-teknik fotografi makro.

Secara tidak langsung, fotografi makro berusaha mengambil foto atau gambar dimana subjek memiliki ukuran yang sama dengan sensor kamera atau mungkin lebih kecil.

Idealnya begini, jika anda mengambil foto makro dengan lensa kamera satu inci lebih besar berarti anda memotret sesuatu yang satu inci lebih kecil dari lensa. Definisi fotografi makro juga sangat spesifik dan ketat dalam pengaplikasiannya.

Nah kira-kira itu pengertian sederhana mengenai fotografi makro. Untuk pengertian yang lebih mendalam dan detail akan dibahas dikemudian waktu.

11 Cara mengambil foto makro yang baik dan benar

Seperti yang disebutkan diatas, fotografi makro berusaha menampilkan subjek yang kecil. Sebenarnya, teknik mengambil foto makro tidak begitu berbeda dengan teknik mengambil foto umumnya.

Dimana tetap melibatkan komposisi, memilih angle, memperhatikan timing dan hingga pengaturan teknis lain. Hanya saja, ada peralatan khusus yang wajib digunakan.

Lalu apa saja tips mengambil foto makro yang baik dan benar? Berikut disajikan 12 cara mengambil foto makro yang baik dan benar. Ini daftarnya:

1. Gunakan lensa makro

foto makro
Gambar kupu-kupu Gatekeeper yang diambil menggunakan kamera Nikon D200 dengan lensa makro Nikon berukuran 200mm. 1/160sec @f/8, ISO 100

Lensa adalah faktor utama agar kegiatan foto makro yang anda lakukan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Oleh karena itu, pilihlah lensa yang sesuai. Saran saya, ada baiknya anda memilih lensa panjang dengan fokus mulai dari 50mm hingga 200mm.

Meskipun sebagian besar kamera terbaru menawarkan fitur zoom dengan kemampuan makro tapi pembesarannya tidak lebih dari setengah ukuran sebenarnya. Yang perlu anda ketahui juga, foto makro sebenarnya dimulai dari ukuran 1:1 dan tidak kurang dari itu.

Baca Juga : Cara Cek Keaslian Ponsel Android dan iOS

Lensa dengan ukuran 50-60mm juga cocok digunakan untuk tujuan fotografi makro tetapi jika anda ingin agar jarak kamera dan subjek lebih terlihat anda bisa menggunakan lensa 100mm.

Sebagai contoh, jika anda ingin mengambil foto makro dengan subjek kupu-kupu dan capung ada baiknya anda perhatikan jarak antara lensa dan subjek agar focal length lebih besar.

FL kamera berkisar 150-200mm. Harga FL seperti itu cukup mahal di pasaran tetapi anda bisa memillih beberapa alternatif lensa yang lebih murah dengan kualitas yang tak kalah bagus.

2. Gunakan tabung ekstensi

fotografi makro
Oedemera Nobilis yang diambil menggunakan Nikon D200 dengan lensa Nikon 18-200mm serta tabung ekstensi berukuran 20mm. 1/125sec @f/11, ISO 400

Tabung ekstensi berfungsi agar zoom terlihat lebih natural. Karena itu, pilihlah tabung yang cocok antara dudukan lensa dan bodi kamera supaya fokus lensa lebih dekat dengan subjek sehingga subjek yang kecil terlihat lebih besar.

Misalnya, gambar kumbang bunga berkaki tebal yang anda lihat pada gambar diatas diambil menggunakan kamera dengan lensa zoom antara 18-200mm serta tabung ekstensi berukuran 20mm.

Baca Juga : Jual Foto Anda di 5 Situs Ini Dan Dapatkan Jutaan Rupiah

Tabung ekstensi hanyalah satu alternatif yang bisa anda pilih untuk memaksimalkan fokus daripada membeli lensa makro yang harganya mungkin jauh lebih mahal. Selain itu, tabung ekstensi lebih mudah digunakan.

Saat dipasang diujung kamera, tabung tak akan kelihatan sehingga fokus kamera seolah tak terbatas. Anda boleh tambah beberapa tabung ekstensi sekaligus agar fokus kamera menjadi lebih tinggi.

3. Gunakan juga dioptre

Diopre fotografi makro
Capung cincin emas diambil menggunakan Panasonic Lumix FZ30 dilengkapi dengan dioptre Cokin +3. 1/250sec @f/3.6, ISO 200

Diopre berfungsi sebagai filter close-up yang memungkinkan kamera terlihat terlihat seperti kaca pembesar alami. Filter ini diskrup ke ulir kamera bagian depan dan bisa menjadi alternatif bagi anda yang ingin mengambil fotografi makro tetapi belum memiliki kamera makro.

Baca Juga : Cara Memulai Bisnis Fotografi Sendiri di Rumah

Diopre biasanya difilter dengan ukuran dioptres. Filter ini tersedia dengan set pembesaran +1, +2, dan +4. Juga tersedia beberapa varian pilihan agar sesuai dengan sistem filter persegi bergaya Cokin.

4. Gunakan aperture

fotografi makro
Tetesan salju kiri yang ditunjukkan di sini diambil dengan f/2.8 sedangkan yang di kanan diambil pada f/22

Untuk memperoleh gambar makro yang maksimal dengan kedalaman bidang yang pas ada baiknya anda menggunakan aperture yang ukurannya kecil seperti f/16 atau mungkin f/22. Sebagai contoh, aperture f/22 dapat menambah kedalaman bidang hingga 15mm.

Baca Juga : 6 Teknik Dasar Fotografi Yang Harus Anda Ketahui

Disisi lain, jika anda ingin meningkatkan ketajaman foto dengan aperture penuh seperti f/2.8 atau f/4. Salah satu keuntungan dari menggunakan aperture adalah cahaya yang tidak fokus akan ditampilkan sebagai gelembung layaknya lingkaran yang bisa menambah keindahan foto.

5. Blip flash

Daun sycamore
Gambar daun sycamore diambil dengan Nikon D200, lensa makro Nikon 105mm. 1/125 (atas) & 1/250sec (bawah) @ f/8, ISO 100

Jika subjek terlihat statis anda bisa menambahkan blip flash untuk menghidupkan gambar yang diambil. Sebagai contoh, pada foto makro daun Sycamore diatas, kedua gambar diekspos dengan cahaya alami namun gambar dibawah diberi blip flash dengan menambah kecepatan rana satu kali untuk menggelapkan latar gambar.

6. Bisa gunakan ‘tangan ketiga

tangan ketiga
via amateurphotographer.co.uk

Perangkat tambahan dalam dunia fotografi sering disebut sebagai ‘tangan ketiga’. Ini merupakan salah satu aksesori penting dalam fotografi makro.

Dengan bantuan tangan ketiga, kemungkinan anda bisa memposisikan subjek di sudut yang anda mau. Dan pada gilirannya, ini juga bisa membantu anda mendapatkan angle yang unik.

Baca Juga : Cara Memilih Angle Yang Tepat Untuk Foto

Tapi, ada satu kelemahan menggunakan bantuan tangan ketiga ini. Apalagi, jika tangan anda mengalami masalah seperti intermintent tremor hasil gambar tidak akan terlihat maksimal.

Getaran alami pada tubuh [tangan] ini bisa menjadi salah satu boomerang bagi anda yang ingin mengambil foto makro.

7. Pola makro

Gambar jamur
Gambar Jamur diambil menggunakan Nikon D2X Nikon 105mm dengan lensa makro. 1/15sec @f/11, ISO 100

Meskipun anda bisa memotong subjek yang menggangu foto dengan software tapi ada baiknya agar anda bisa mempertahakan bentuk foto secara alami.

Oleh karena itu, posisikan kamera pada setiap angle saat mengambil foto. Gunakan intuisi anda untuk melihat pola-pola imajiner pada subjek dan serta benda-benda disekitarnya yang mungkin bisa menambah kedalaman subjek.

Baca Juga : Cara Agar Bisa Menang Lomba Fotografi

Dengan detail close-up, komposisi akan terlihat seperti bingkai alami yang membuat foto terlihat tanpa celah dibagian tepi. Atau, jika sulit, anda bisa melibatkan seluruh pola dengan ruang yang ada disekelilingnya.

Sebagai contoh, gambar diatas menunjukan bagaimana pendekatan yang sebenarnya saling berlawanan ini bisa menjadi sebuah gambar apik.

8. Titik Fokus

kepala teasle
Foto kepala Teasle ini diambil dengan kamera Nikon D200 dan lensa makro Sigma 150mm. 1 / 320sec @f/5.6, ISO 100

Sangat penting untuk memilih titik fokus saat anda mengambil subjek makro. Dengan titik fokus, berarti anda berusaha mengubah secara dramatis tampilan subjek dengan fokus yang anda pilih.

Baca Juga : Cara Mengatur Komposisi Foto Yang Baik Dan Benar

Tiitk fokus juga bisa membantu anda untuk menciptakan efek yang unik. Apalagi, jika anda juga menggunakan aperture yang sesuai maka hasilnya tentu lebih baik.

9. Visualisasi

foto makro
Gambar Amethyst diambil dengan kamera Nikon D200, lensa Sigma 150mm. 1/13sec @f/4.2, ISO 100

Gunakan LCD kamera belakang untuk memastikan bahwa anda foto yang anda ambil sudah disudut yang pas. Perhatikan juga tiap sudut gambar untuk memastikan tidak ada gangguan.

Jika terdapat ganguan, rapikan hal tersebut sampai anda merasa benar-benar sesuai dengan keinginan anda. Selain itu, pastikan anda berkosentrasi pada subjek foto agar tidak berpindah tempat [jika subjeknya adalah hewan].

Saran, sebaiknya anda membawa baterai cadangan karena jika anda terus menerus menghidupkan LCD maka baterai akan cepat habis.

10. Timing yang tepat

foto makro
Gambr rintik hujan di daun geranium diambil menggunakan kamera Nikon D200 dengan lensa Sigma 150mm, 1/20sec @f/16 @ 1/20, ISO 100.

Ada empat faktor utama sebuah gambar terlihat menakjubkan. Pertama, kreativitas fotografer, kedua, waktu, ketiga tempat dan keempat adalah kamera yang digunakan. Juga, dengan faktor tambahan, yakni angle atau sudut.

Semua ini berkontribusi untuk menghasilkan bidikan gambar yang menarik dan unik. Tetapi, jika satu saja faktor tidak tepat maka bisa jadi gambar yang dihasilakan tidak akan sesuai dengan keinginan anda.

Baca Juga : 11 Ide Bisnis Fotografi Terbaik 

Misalnya, jika anda ingin mengambil foto makro. Salah satu waktu yang cocok untuk mencari subjek adalah setelah hujan.

Waktu ini adalah waktu yang tepat untuk mencari subjek makro. Alasannya sangat sederhana, karena tetesan hujan akan bertindak sebagai lensa miniatur yang akan memperbesar pembuluh darah pada daun.

11. Latar belakang

foto makro
Gambar bunga Sakura Putih diambil menggunakan Nikon D200, lensa makro Nikon 105mm. 1/10sec @f/11, ISO 200 via amateurphotographer.co.uk

Latar belakang yang berwarna pada subjek akan mengubah seluruh tampilan gambar ketimbang warna yang kaku.

Latar belakang sebenarnya adalah subjek alami yang secara tidak sengaja diambil dengan sengaja. Misalnya, jika anda mengambil foto semut, ada baiknya anda melibatkan rumput, dedaunan, pohon, kombinasi semak-semak dan langit.

Dan coba anda cetak di kertas A2 menggunakan kertas foto Matt, akan terlihat seperti ada refleksi dibelakang subjek, apalagi jika ditempatkan di cermin cermin atau flashgun untuk mengekspor gambar.

Penutup

Bagi sebagian orang, menjadi fotografer makro adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan. Apalagi, setelah melihat gambar hasil bidikan yang seolah-olah hidup.

Disisi lain, mengambil foto makro juga membutuhkan dukungan teknis, mulai dari kamera, aperture, tangan ketiga dan faktor-faktor tambahan lain.

Nah demikian artikel tentang cara mengambil foto makro yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *