Cara Memulai Bisnis Fotografi Sendiri Di Rumah

8 Likes Comment
bisnis fotografi

Saat ini banyak orang yang mulai menggeluti bisnis fotografi. Salah satu alasannya karena fotografi sudah dianggap sebagai seni dan lifestyle.

Memiliki bisnis sendiri telah adalah impian bagi banyak orang saat ini. Dan banyak sekali bisnis yang sukses di bangun dari hobi seperti Facebook, Microsoft, Apple, Google atau Go-Jek.

Salah satu bisnis yang paling menguntungkan dan berbasis hobi adalah bisnis fotografi rumahan yang dapat dibuka oleh siapa saja, termasuk oleh orang yang tidak hobi fotografi.

Dari pada foto-foto yang anda hasilkan hanya di pajang di media sosial [seperti Instagram misalnya] dan anda tidak memperoleh penghasilan apa-apa, coba ubah cara pandang tersebut.

Yakni mengubah hobi menjadi rupiah. Alias mengubah hobi tersebut menjadi suatu bisnis yang menguntungkan.

Kalau anda punya kemampuan fotografi yang mumpuni, punya kamera terbaru dan juga lensa mengapa tidak membuat bisnis fotografi sendiri saja?

Nah dalam artikel kali ini saya ingin memberikan tips tentang cara memulai bisnis fotografi di rumah. Apa saja yang diperlukan, hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk membuka bisnis tersebut dan lain sebagainya.

Keuntungan dan kekurangan bisnis fotografi

Sebelum masuk pada caranya, ada baiknya anda mengetahui hal-hal yang penting sebelum terjun ke bisnis yang satu ini.

Pertimbangkan untuk melakukan riset pasar terlebih dahulu guna memahami teknik dasar mengambil Foto yang baik dan benar, modal serta keberanian.

Ada beberapa keuntungan membuka bisnis fotografi rumahan, antara lain :
  • Mampu menghasilkan uang sendiri hanya dari hobi
  • Jadwal lebih fleksibel dan bisa bekerja paruh waktu atau penuh waktu [terkadang lembur seharian]
  • Bertemu dengan orang-orang baru
  • Dapat dengan mudah menentukan lokasi untuk bertemu pelanggan [yang menggunakan jasa anda]
  • Membantu orang menangkap momen spesial dalam sebuah gambar abadi
Kelemahan bisnis fotografi rumahan
  • Peralatan fotografi yang cenderung mahal saat ini
  • Acara yang membosankan, penuh tekanan dan tuntutan ini itu [seperti misalnya dalam pernikahan anda harus dituntut menghasilkan foto-foto tertentu]
  • Kerja tidak menentu dan bisa terjadi akhir petang saat anda seharusnya bersama keluarga
  • Penghasilan tidak konsisten dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit
  • Dll [tambah sendiri]

Menjadikan hobi sebagai bisnis memang bisa menghilangkan kesenangan anda. Karena bisnis tersebut bisa hobi anda menjadi pekerjaan rutin yang membosankan.

Cara memulai bisnis fotografi sendiri

Lalu bagaimana cara memulai bisnis fotografi sendiri? Silahkan ikuti panduan-panduan dibawah ini untuk memulai bisnis fotografi sendiri.

1. Putuskan jenis bisnis fotografi apa yang ingin anda buka

Entah itu bisnis dan individu dua-duanya tetap membutuhkan jenis bisnis berbagai alasan. Itu berarti bisnis anda tersebut membutuhkan produk yang bagus untuk dijual.

Tetapi ingat bisnis fotografi membutuhkan studio dan peralatan yang diperlukan. Seperti juga majalah atau koran yang memerlukan foto terkait dari artikel yang mereka terbitkan.

Baca Juga : Daftar Estimasi Biaya Membuat Studio Fotografi Sendiri di Rumah

Anda bisa memilih menjadi fotografi non-bisnis dan mengambil foto pernikahan keluarga saja dan anda tidak mendapatkan imbalan apa-apa dari sana.

Apapun yang anda ingin mulai silahkan mulai. Tapi hal pertama yang harus anda lakukan adalah memutuskan layanan fotografi apa yang ingin dimulai.

Ada beberapa jenis bisnis fotografi seperti fotografi makanan, fotografi produk, pernikahan [preweding] dan lain sebagainya.

2. Buat rencana bisnis yang matang

Rencana bisnis yang matang menjadi hal penting kedua sebelum memulai bisnis fotografi termasuk jasa yang ditawarkan.

Disini berarti anda harus membuat proyeksi dan cetak biru tentang bisnis anda nantinya seperti proyeksi keuangan dan strategi pemasaran.

Ini adalah waktu yang tepat untuk menentukan harga dari jasa yang bakal anda buka. Misalnya, jika anda ingin membuka bisnis fotografi pernikahan, maka anda mulai tentukan tarifnya.

Baca Juga : 23+ Istilah Dalam Dunia Fotografi

Didalam rencana bisnis tersebut juga terdapat target dan strategi untuk mencapai target tersebut. Disini juga anda menentukan harga setiap peralatan yang dibutuhkan, persediaan dan perjalanan serta waktu anda. Serta apakah anda membutuhkan karyawan atau tidak.

Setelah matang, selanjutnya anda bisa melangkah ke tahap selanjutnya yakni menentukan struktur bisnis.

3. Tentukan struktur bisnis

Opsi biaya termudah dan terendah adalah menjadi pemilik tunggal dari bisnis tersebut. Namun jika anda tertarik lebih jauh lagi, anda bisa menciptakan struktur perusahaan berbasis perseroan terbatas [PT].

Dengan demikian, ada menawarkan layanan yang lebih besar terhadap fotografi dan mampu membantu anda mengatasi setiap klaim atau masalah yang terkait dengan hukum nantinya.

4. Pilih nama bisnis

Nama bisnis menunjukan branding anda. Tentu saja setiap hal di dunia ini memiliki nama, mulai dari manusia, hewan, pohon, dan lain sebagainya.

Nama bisnis yang anda pilih itu akan menjadi citra merek. Untuk itu pilihlah nama yang sesuai dengan jenis fotografi yang ingin anda mulai.

Jika anda ingin fokus pada layanan fotografi anak-anak, anda bisa memiliki nama yang agak aneh, tetapi jika anda fokus pada bisnis fotografi event organizer seperti pernikahan atau family gathering, berarti anda butuh nama yang professional dan elegan.

Usahakan agar nama bisnis tersebut mudah diingat, mencerminkan bisnis anda dan juga menunjukan karakter bisnis anda tersebut.

5. Mulai bisnis anda secara resmi

Setelah anda memiliki nama bisnis dan mengatur strukturnya, langkah selanjutnya adalah memulai bisnis tersebut secara resmi.

Jika sudah memiliki badan hukum, baiknya anda mengurus SIU atau izin usaha seperti yang di syaratkan di wilayah anda.

Baca Juga : Inilah 7 Tempat Paling Kotor di Pesawat

Meskipun anda mengambil foto menggunakan kamera digital, namun karena anda sudah memiliki penghasilan, mungkin anda akan dikenakan pajak.

Yang paling penting adalah usahakan semua berkas-berkas itu sudah lengkap dan memiliki izin tambahan lain untuk usaha tersebut.

Yang berarti bisnis anda itu sudah legal dan tanpa masalah. Langkah selanjutnya pasti akan sedikit lebih mudah.

6. Kumpulkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan

Jika fotografi adalah hobi anda, anda mungkin harus memiliki beberapa peralatan yang dibutuhkan. Untuk itu, anda harus mengestimasikan harganya dan menilainya satu per satu apakah kualitasnya sudah sesuai dengan harga yang ditawarkan.

Selain kamera, anda juga membutuhkan lensa, lampu kilat, baterai, perangkat pengedit foto [laptop dan photoshop], kertas foto berkualitas dan kemasan yang digunakan untuk mengirimkannya ke klien.

Anda juga mungkin membutuhkan lampu dan layar untuk mengontrol pencahayaan dalam ruangan sehingga hasilnya jadi lebih baik.

7. Jalankan strategi pemasaran

Bersamaan dengan kartu nama dan brosur, disarankan juga untuk membuat situs web yang berisikan portofolio tentang bisnis anda.

Misalnya, jika anda ingin fokus pada layanan foto pernikahan, ada baiknya anda membuat akun instagram atau Facebook. Sebab, sebagian besar pengguna media sosial saat ini menggunakan Instagram dan Facebook.

Jangan lupa juga, sebelum memposting foto [apabila subjeknya bukan anda] minta izin dulu kepada yang bersangkutan.

Jika sudah punya situs web, jangan lupa manfaatkan Google Bisnis untuk memantapkan kehadiran online anda.

Anda juga bisa memanfaatkan blogger lokal untuk mempromosikan bisnis anda sekaligus untuk menentukan lokasi di Google Maps.

8. Pasar

Kunci kesuksesan dalam bisnis fotografi adalah pemasaran. Anda tidak akan mendapatkan penghasilan dari bisnis yang satu ini jika tidak ada orang yang menggunakan jasa anda.

Untuk itu, buatlah kehadiran bisnis anda itu benar-benar nyata baik online ataupun offline. Salah satu caranya adalah dengan membuat kartu nama atau blog/situs web.

Gunakan juga jaringan pribadi [teman, keluarga dan juga kenalan] dan jaringan professional untuk menyebarkan berita tentang bisnis anda tersebut.

Untuk menopang penghasilan anda saat tidak ada orang yang menggunakan jasa anda, anda bisa kok menjual foto-foto yang berhasil anda potret di situs penjualan foto online.

Dengan demikian anda bisa mendapatkan uang untuk menunjang kelangsungan bisnis tersebut. Saat ini ada banyak sekali situs foto yang memungkinkan pengirimnya mendapatkan bayaran. Berikut adalah beberapa situs web tempat menjual foto-foto, antara lain :

  • 123RF
  • BigStockPhoto
  • CanStockPhoto
  • Corbis
  • DepositFoto
  • Time to Dream
  • Fotolia
  • FreeDigitalPhotos.net
  • iStockPhoto
  • ShutterPoint
  • ShutterStock
  • 500px
  • Picture Candidly
  • Clashot
  • Foap
  • Instaprints
  • Lobster.media
  • Snapwi.re
  • Twenty20

Beberapa situs web diatas bahkan berani membayar anda sampai $100 per foto yang berhasil anda unggah. Terkait dengan daftar itu, saya sudah membuatnya dalam satu artikel saya disini.

Konklusi

Memulai bisnis fotografi sendiri berdasarkan hobi adalah satu keuntungan sendiri. Coba lihat bisnis-bisnis yang sudah mapan saat ini, misalnya Facebook.

Bisnis tersebut dimulai dari Hobi [hobi coding] dan kini telah menjadi media sosial terpopuler di dunia dan pemiliknya, Mark Z, menjadi salah satu wirausaha terkaya di dunia.

Nah demikian artikel tentang Cara Memulai Bisnis Fotografi Di Rumah. Semoga artikel ini bermanfaat~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *