Panduan Singkat Belajar Tentang Fotografi Bagi Pemula

1 Like Comment
Belajar tentang fotografi

Bagi pemula, belajar tentang fotografi mungkin adalah hal yang cukup sulit. Terlebih, bagi mereka yang belum paham cara menggunakan kamera yang baik dan juga pengetahuan mengenai teknik-teknis dasar yang ada dalam dunia fotografi.

Fotografi sama seperti ilmu praktis lain, butuh pemahaman dan keahlian yang wajib diasah terus menerus tanpa lelah. Apalagi jika anda hendak membuka studio fotografi sendiri di rumah.

Tidak jadi masalah apakah tujuan anda belajar fotografi itu untuk meningkatkan keahlian, untuk menjadikan bisnis atau sekedar menyalurkan bakat dan minat anda.

Yang paling penting disini adalah kemauan untuk belajar. Kapanpun, dimanapun dan menggunakan kamera dengan jenis apapun.

Mengapa harus belajar fotografi?

Tapi, mengapa harus belajar fotografi? Apa urgensinya? Tidak ada jawaban pasti soal ini. Karena semua orang punya alasan yang berbeda-beda.

Namun, ada beberapa alasan mengapa seorang harus belajar fotografi. Alasan-alasan ini memang cukup personal karena berkaitan dengan pilihan tiap individu. Namun, jika ditanya alasan intinya, ada beberapa hal. Antara lain:

a. Dunia fotografi adalah dunia yang dinamis

Pada awal tahun 1800-an hingga pertengahan tahun 1900-an, dunia fotografi adalah dunia yang kaku dan hanya dinikmati segelitir orang saja.

Namun, sejak ditemukannya kamera Kodak, perjalanan fotografi menjadi jauh lebih dinamis sehingga bisa dinikmati oleh semua orang dan seluruh masyarakat.

Dan kini, dalam perjalanan abad ke-21, hampir setiap orang sudah punya kamera entah itu kamera professional atau kamera smartphone. Yang berarti, setiap orang bisa menjadi seorang fotografer.

Tetapi, tidak semua orang bisa menghasilkan sebuah karya atau foto yang menarik dan disukai oleh banyak orang. Dan disinilah peran pembelajaran fotografi itu dibutuhkan.

b. Ada banyak type atau genre fotografi

Karena perkembangannya yang dinamis, ilmu fotografi juga mengalami perkembangan yang masif. Dulu, fotografi hanya dipahami sebagai cara untuk menghasilkan gambar dari cahaya.

Kini bukan lagi cara tetapi sudah dianggap sebagai seni. Seni untuk menghasilkan atau menciptakan gambar dari cahaya. Karena berbicara mengenai seni maka ada banyak aliran-alirannya.

Baca Juga : 5 Tips Memilih Foto Referensi Untuk Konten Blog

Oleh karena itu, jika anda ingin belajar fotografi, langkah paling pertama yang harus anda pilih adalah genre apa yang akan diambil.

Karena, genre yang anda pilih pada akhirnya akan menjadi simpul yang akan menjadi penentu apakah kemampuan fotografi anda meningkat atau justru sebaliknya.

c. Sudah menjadi ilmu

Tahu gak kalau fotografi kini sudah dipelajari di kampus-kampus? Mungkin beberapa dari anda belum tahu. Yang berarti, fotografi sudah masuk ranah ilmiah yang dalam penerapannya akan cenderung lebih fungsional.

Maksudnya gimana ya? Maksudnya, pada saat dipelajari, ia akan lebih mengutamakan segi penggunaannya dan manfaatnya bagi manusia dibanding sebagai suatu seni atau hobi.

d. Sebagai bisnis yang menjanjikan

Tiga hal yang dibicarakan diatas sebenarnya saling terkait satu dengan yang lain, begitu juga pada poin yang keempat ini.

Di zaman modern ini, fotografi telah menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Apalagi, jika anda punya kemampuan menggunakan kamera.

Manfaatkan kemampuan tersebut untuk menghasilkan uang. Bisa dengan membuka studio fotografi sendiri di rumah atau mungkin menjual foto-foto di situs jual beli foto.

Nah kira-kira itu empat alasan utama mengapa harus belajar fotografi. Empat alasan ini mungkin sudah cukup dan bisa mewakili pandangan banyak orang.

5 Panduan Singkat Belajar Tentang Fotografi Bagi Pemula

Seperti yang dijanjikan diatas, dalam artikel ini akan di ulas mengenai panduan singkat belajar tentang fotografi bagi pemula. Artikel ini sebenarnya tidak terlalu membahas secara teknis melainkan panduan-panduan umumnya saja.

Tidak juga menggunakan istilah-istilah asing, yang bagi orang awam mungkin terdengar aneh. Sebab, artikel ini memang dirancang untuk lebih fleksibel dan agar anda dan saya bisa berdiskusi lebih jauh mengenai dunia fotografi.

Nah berikut disajikan panduan singkat belajar fotografi untuk pemula. Apa saja panduannya? Pasti penasaran kan? Berikut ini daftarnya:

1. Kenali kamera yang anda gunakan

Hal paling pertama dan utama adalah mengenali kamera yang anda gunakan, apa saja fitur-fiturnya dan bagaimana menggunakannya.

Jika seandainya anda menggunakan kamera DSLR seperti Canon dan sebagainya maka pengenalan pada fitur yang ada sangat penting dilakukan.

Fitur-fitur ini adalah bagian penting dari sebuah kamera. Dan pengenalan yang baik pada fitur ini pada akhirnya akan menciptakan perspektif baru tentang kamera, lensa dan lain sebagainya.

Yang berarti, ada peluang bagi anda untuk menghasilkan gambar yang lebih bagus dan lebih menarik lagi. Asalkan, anda paham betul mengenai kamera anda tersebut.

Baca Juga : Cara Edit Feed Foto di Instagram Ala Selebgram Awkarin

Juga lakukan hal yang sama apabila anda menggunakan kamera smartphone atau ponsel. Meski agak berbeda, namun sebagian fitur-fitur kamera ponsel juga mirip dengan kamera professional.

Sebagian besar kamera ponsel Android atau iOS sudah mendukung fitur Mode mulai dari pengaturan kontras, suasana, HTT, filter warna dan lain sebagainya juga mendukung penggunaan blitz.

Jika anda belum ahli menggunakan fitur ini dan ogah untuk membaca buku panduan penggunaannya, cobalah bereksperimen.

Jika anda menggunakan kamera ponsel dalam proses fotografi, silahkan baca artikel saya tentang tips mengambil foto yang keren dan unik hanya dari ponsel.

2. Pilih genre fotografi yang akan diambil

Langkah kedua dan yang cukup penting adalah mengenali genre yang diambil. Soal genre ini, saya sebenarnya sudah mengulasnya pada artikel saya yang berjudul 28+ genre dalam dunia fotografi, termasuk juga beberapa genre fotografi ekstrem.

Memilih genre itu penting, agar anda bisa mengetahui spesifikasi fotografi yang hendak anda ambil. Dan jangan sikat semua genre, karena untuk bisa disebut ahli dan professional dalam fotografi anda harus berani memilih satu genre saja.

Tetapi, ada dua genre yang memiliki kedekatan satu dengan yang lain. Sehingga, bisa diterapkan secara bersamaan. Misalnya, genre wedding photography memiliki keterkaitan dengan photojournalism karena sama-sama mengabadikan momen atau peristiwa.

3. Belajar tentang angle

Angle atau sudut pandang adalah cakupan sudut bidik lensa pada objek yang hendak diambil. Terkait dengan angle ini, sebenarnya saya sudah mengulas pada salah satu artikel saya tenang cara mengambil angle yang tepat.

Cobalah melakukan eksperimen tentang angle ini. Misalnya, jika anda melakukan eksperimen pada sebuah pohon, anda bisa mengambil sudut dari bawah, atas [menggunakan drone], samping kiri dan kanan, sudut tertentu dan lain sebagainya.

Tidak semua angle yang anda pilih itu bakalan menghasilkan gambar yang bagus, tepat dan sesuai keinginan anda.

Saat bereksperimen, jangan terlalu fokus pada objek lain. Fokus pada satu objek saja, dengan pemilihan angle yang berbeda-beda.

Yang terpenting adalah, jangan mengambil satu foto pada satu angle melainkan lebih dari satu. Misalnya jika anda mengambil angle pohon, pada sudut bawah ambilah foto sebanyak mungkin.

Setelah itu pindah pada angle yang lain. Lakukan hal yang sama. Begitu seterusnya. Jika anda merasa sudah cukup, langkah selanjutnya adalah memilah foto mana yang terbaik.

4. Shuttersped, ISO dan Aperture

Tiga hal ini cukup teknis. Oleh sebab itu, simak baik-baik tulisan ini. Shutter speed atau kecepatan rana adalah pengaturan dasar kamera untuk melihat seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh sensor kamera untuk menangkap objek.

Pada dasarnya, kecepatan rana akan membantu meningkatkan komposisi gambar. Komposisi adalah elemen penting lain yang bisa membuat gambar terlihat lebih menarik.

Sementara, ISO sendiri punya keterkaitan dengan shutter speed. Pengaturan ISO yang tepat akan menciptakan efek yang spesial pada gambar sehingga hasilnya lebih bagus.

Disisi lain, yang tak kalah penting juga adalah Aperture atau bukaan. Yang berfungsi untuk membuka atau menutup katup pada lensa sehingga cahaya yang masuk pada lensa dapat diukur dan sesuai.

Tiga hal ini sangat penting untuk dipelajari, terlebih bagi anda yang ingin belajar tentang fotografi. Oh iya, pelajari juga tentang cara

Oh iya, jangan lupa juga untuk mempelajari tentang cara mengatur komposisi foto yang baik dan benar. Agar, pemahaman anda semakin lebih lengkap dan semakin mahir menggunakan kamera.

5. Gunakan perlengkapan pendukung lain

Jangan sepelekan peran pendukung lain seperti misalnya tripod atau blitz. Tripod bisa membantu anda untuk bisa memantapkan posisi kamera apalagi jika tangan anda menderita intermintent tremor.

Sementara, blitz bisa membantu anda untuk mengatasi kondisi pencahayaan yang kurang, biasanya saat melakukan sesi fotografi in-door.

Selain itu, perlengkapan pendukung lain seperti memory card dan juga baterai cadangan juga harus punya, apalagi jika anda sedang melakukan eksperimen untuk belajar tentang fotografi.

6. Teruslah belajar

Jangan pernah berhenti belajar, begitu juga dalam dunia fotografi. Proses belajar paling baik adalah dengan mempraktekannya langsung.

Pelajari juga beberapa tips fotografi yang sudah saya ulas sebelumnya agar pemahaman dan pengetahuan anda semakin bertambah.

Ada beberapa tips fotografi yang bisa anda baca dalam blog ini, antara lain:

Penutup

Belajar fotografi untuk pemula adalah hal yang gampang-gampang sulit. Sulit kalau anda tidak punya kemauan untuk belajar. Sementara, akan lebih gampang apabila kemauan belajar itu terus tumbuh.

Ingat, tidak ada kerja keras yang tidak membuahkan hasil. Apabila anda terus belajar, maka kemampuan itu bisa membantu anda di masa mendatang. Bahkan, bisa menjadi sumber penghasilan utama anda.

Nah demikian artikel tentang panduan singkat belajar fotografi untuk pemula. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *