Pengen Belajar Fotografi? Baca Panduan Lengkapnya Disini

6 Likes Comment
Dasar-dasar fotografi

Panduan singkat belajar fotografi untuk pemula yang akan dibahas dalam artikel ini sebenarnya mengulas tentang fungsi-fungsi dasar kamera dan perannya dalam proses pengambilan foto. 

Yang berarti, pembahasan dalam artikel ini akan cenderung teknis. Sehingga, butuh keseriusan dari anda yang ingin belajar fotografi.

Dengan kata lain, untuk menjadi seorang fotografer, akan ada proses belajar yang harus anda lalui. Selama proses belajar tersebut berlangsung, anda harus bisa melihat alur penggunaan kamera dan fungsinya.

Cara ini secara tidak langsung akan menambah pola pikir anda mengenai kamera. Pola pikir inilah yang harus dimiliki oleh seorang fotografer.

Disisi lain, ini juga bisa menambah pengetahuan anda tentang cara kerja kamera dan apa saja fitur-fiturnya. Juga, tahu mengenai faktor teknis yang ada, mengetahui peran setiap fitur dan juga tips-tips dasar belajar fotografi lainnya.

Sebenarnya, soal ini juga saya sudah membahas pada salah satu artikel saya tentang 5 tips menjadi seorang fotografer pemula.

Jika anda belum sempat membacanya, saya sarankan agar anda membacanya terlebih dahulu. Karena disitu sudah saya ulas beberapa poin kunci belajar fotografi untuk pemula.

Jangan lupa juga untuk membaca artikel selanjutnya tentang cara menjadi fotografer profesional dan juga panduan singkat belajar tentang fotografi untuk pemula.

Panduan Lengkap Belajar Fotografi Sampai Mahir

Nah untuk anda yang ingin belajar fotografi, dalam artikel ini akan saya ulas mengenai dasar-dasar fotografi yang harus diketahui sebelum menjadi seorang fotografer.

Panduan ini adalah panduan yang cukup lengkap meski disajikan cukup sederhana agar anda mudah untuk memahaminya.

Selain itu juga, saya juga sudah menjadi III bagian penting disini. Mulai dari cara kerja kamera, hingga 7 tips belajar fotografi. Berikut artikelnya untuk anda:

Mozaik I : Mengetahui cara kerja Kamera

cara kerja kamera

Kamera adalah pusat dari kegiatan fotografi yang dilakukan. Baik fotografer pemula atau fotografer professional, hal paling utama dan pertama yang harus anda ketahui adalah cara kerja kamera.

Entah itu kamera DSLR atau kamera VGA berkualitas rendah. Semua kamera cara kerjanya sama, yakni alat yang dapat mengkonversi cahaya menjadi sebuah gambar.

Disisi lain, jika anda ingin menjadi fotografer anda juga harus belajar visualisasi. Visuasliasai adalah soal bagaimana anda melihat subjek dan objek secara imaginer untuk menambah kedalaman bidang yang di foto.

Untuk mencapai visualisasi ini, ada beberapa elemen inti yang semuanya terdapat pada kamera. Elemen-elemen inti itu antara lain:

a. Aperture [Bukaan]

Aperture

Karena kamera bertugas untuk mengkonversi cahaya maka aperture akan bertugas mengawasi cahaya yang masuk atau yang keluar dari kamera.

Dengan pencahayaan yang tepat dan proporsional, objek yang di foto akan terlihat lebih bagus dan menarik begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu, jika anda ingin belajar menjadi seroang fotografer, pengetahuan mengenai aperture ini adalah hal yang wajib dilakukan. Pengenalan ini sifatnya mendasar dan tidak boleh dipisahkan satu dengan yang lain.

Selain aperture, kecepatan rana [shutter speed] dan juga ISO menjadi elemen penting lain yang harus anda pelajari. Tiga elemen ini akan menentukan kedalaman bidang, gerakan objek dan cahaya yang masuk yang bisa membuat gambar terlihat jernih atau blur serta gangguan teknis lain yang mungkin ada selama proses pengambilan gambar.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis dan Penemu Kamera

Setelah anda mempelajari cara kerja aperture, termasuk juga shutter speed dan juga ISO, selanjutnya anda harus bisa mengatur kamera secara manual.

Mengapa harus mengatur kamera? Bukankah sudah ada pengaturan otomatis? Ya betul, tidak semua kondisi pengambilan foto dapat disesuaikan secara otomatis.

Karena itu, mengatur kamera anda secara manual akan membantu anda menyesuaikan pada kondisi tersebut. Disini juga anda akan belajar mengendalikan kamera anda.

Untuk mempermudah pengaturan ini, ada banyak panduan saat ini entah yang disiapkan langsung oleh fotografer profesional atau dari pabrik pembuatan kamera. Panduan ini disebut dengan nama Segitiga Eksposur.

Segitiga eksposur

Saat digabungkan, segitiga eksposur akan mengontrol jumlah cahaya yang ditangkap dari setiap adegan atau proses pengambilan gambar yang anda lakukan.

Selain itu, hal ini juga membantu anda untuk memahami bahwa apabila anda mengubah satu pengaturan saja, anda juga harus menyesuaikan atau mengatur pengaturan yang lain.

Dengan catatan apabila anda mengambil gambar atau foto dengan kondisi pencahayaan yang sama. Lebih lanjut, untuk memahami tentang aperture ini ada tiga cara. Antara lain:

1. Lubang lensa

Lubang lensa adalah celah masuk cahaya ke dalam kamera. Cara kerjanya sama seperti pupil mata manusia. Yang berarti, semakin lebar aperturenya semakin banyak cahaya yang masuk begitu juga sebaliknya.

Saat aperture melebar f/no akan lebih rendah. Yang berarti, makin banyak cahaya yang masuk lewat lensa. Kondisi semacam ini cocok untuk kegiatan fotografi dengan kondisi pencahayaan rendah meski sebenarnya cukup berpengaruh pada kedalaman bidang dan tidak cocok fotografi lanskap.

2. Tetapkan terlebih dahulu aperture [bukaan]

Bukaan adalah pengaturan awal yang harus anda tetapkan terlebih dahulu sebelum mengambil gambar atau foto. Karena secara langsung akan mempengaruhi fokus kamera.

3. Ingat skalanya

Agar anda lebih mudah mengatur aperture ini sebaiknya anda mengingat skalanya. Dimulai dari skala f/stop. Secara detail, skalanya akan terlihat sebagai berikut: f/1.4, f/2, f/2.8, f/5.6, f/8, f/11, f/16, f/22.

b. Kecepatan Rana [Shutter speed]

Shutter Speed

Setelah cahaya melewati lensa, ia akan mencapai rana yang ada dibagian ujung kamera. Lihat gambar dibagian atas [pada poin a diatas].

Yang berarti, kecepatan rana akan membantu fotografer untuk mengatur berapa jumlah cahaya yang diizinkan masuk.

Misalnya begini, anda ingin agar cahaya masuk hanya sepersekian detik saja. Dalam angka, yang paling rendah bisa 1/250 dengan tujuan untuk mencegah supaya gambar tidak blur.

Baca Juga : Cara Mengambil Foto Makro Yang Baik dan Benar

Namun, kecepatan rana punya pengaturan yang berbeda sesuai dengan kondisi dan situasi tempat anda mengambil foto [kondisi cahaya yang ada].

Agar lebih mudah memahami, ada contoh sederhana untuk mengatur kecepatan rana ini. Misalnya, jika anda mengambil foto kegiatan olahraga, seperti sepakbola, tentu gerakannya akan sangat cepat kan? Karena para pemain akan berlari terus menerus.

Oleh karena itu, untuk bisa menghasilkan gambar yang gak kabur anda harus mengatur kecepatan rananya menjadi sangat cepat 1/4000 [sangat cepat] sehingga gerakan subjek akan melambat.

Yang berarti, pengaturan shutter speed ini banyak bergantung pada kondisi subjek dan cahaya yang tersedia saat proses pengambilan foto.

Artinya, mengambil foto olahraga atau street fotografi pengaturan shutter speednya berbeda. Untuk fotografi malam, pengaturan idealnya minimal lebih lambat 30 detik.

Oleh karena itu, mengetahui cara mengatur kecepatan rana kamera menjadi elemen kunci lain untuk belajar fotografi.

c. ISO

ISO

International Standar Organization [ISO] mungkin agak asing ditelinga fotografer, terlebih fotografer pemula. Namun, perannya sangat penting pada kamera.

Setelah anda mempelajari tentang kecepatan rana dan aperture, yang semuanya sudah mencapai sensor kamera, pada tahap inilah anda harus memutuskan untuk mengatur nilai ISO-nya.

Saat jumlah ISO dinaikkan berarti anda meningkatkan nilai eksposur. Cara ini baik tetapi bisa menurunkan kualitas gambar yang diambil.

Agar mudah memahami saya akan jelaskan sedikit mengenai ISO ini. Begini, pada saat saya melakukan kegiatan fotografi di sabana liar seperti di taman Lora Lindu, dengan kondisi pencahayaan yang sudah saya atur sedemikian rupa untuk menyesuaikan jumlah cahaya yang ada, tibalah saatnya saya mengatur ISO.

Yang berarti, hanya ada dua pilihan yang tersedia. Pertama, mengatur skala ISO dengan tujuan agar foto tidak kabur namun dengan risiko kualitas gambar mungkin akan sedikit kabur.

Dan kedua, untuk mengatasi hal ini saya harus melakukan eksperimen  dengan cara mengambil foto sebanyak mungkin dalam satu momen. Dengan harapan, ada 1-2 foto yang akan terlihat bagus dan menarik.

Mozaik II : Soal paparan cahaya [Exposure Summary]

Setelah memahami cara kerja aperture, kecepatan rana dan ISO, langkah selanjutnya adalah mempelajari bagaimana masing-masing elemen ini bekerja satu dengan yang lain untuk menghasilkan gambar yang sesuai dengan harapan.

Untuk belajar dasar-dasar fotografi, hal paling penting yang tidak boleh anda lewatkan adalah soal exposure summary ini. Dan inilah yang akan dibahas pada bagian II ini.

Baca Juga : 4 Hal Penting Yang Paling Dibutuhkan Fotografer

Sebab disini saya akan mengulas tentang penggunaan kamera berbasis ‘stop’ untuk mengukur paparan cahaya yang masuk.

Cara ini juga sebenanrya masih berkaitan dengan bagian I tadi. Karena, tetap membutuhkan settingan aperture, kecepatan rana, dan ISO yang tepat agar foto yang diambil lebih bagus lagi.

a. Memahami kamera yang digunakan

Mengambil foto yang keren dan menarik bagi pemula mungkin agak sulit ya. Karena memang, mengatur eksposur tidak semudah dan sesimpel mengatur aperture, kecepatan rana dan juga ISO.

Karena anda juga harus belajar tentang tentang cara kamera menangkap dan menggunakan cahaya yang ada. Dan disinilah peran mode pengukuran.

1. Mode pengukuran [Metering modes]

Mode pengukuran ada pada setiap kamera dan biasanya akan memberi tahu kamera bagaimana subjek foto akan terlihat.

Sebagai contoh, foto dibawah ini diambil menggunakan mode pengukuran spot. Dan, apabila anda mengambil foto yang sama, angle dan tempat yang sama, menggunakan mode evaluatif, akan menghasilkan eskposur yang berbeda.

Oleh karena itu, sebaiknya anda memahami fungsi eksposur ini lebih dalam lagi sebelum menggunakan kamera. Luangkan waktu untuk mempelajari berbagai sumber artikel tentang hal ini.

2. Pelajari histogram

histogram kamera

Pada kamera, histogram berfungsi sebagai tinjauan matematis dari paparan cahaya setelah foto tersebut diambil. Histogram memberi tahu anda seberapa meratanya cahaya yang ditangkap pada foto yang baru diambil.

Meskipun memang, LCD kamera tidak terlalu responsif untuk menjelaskan paparan ini namun informasi yang ditampilkan sudah lebih cukup.

Sebaiknya juga, agar lebih mahir menggunakan kamera, anda harus tahu cara membaca histogram. Histogram sendiri adalah alat yang sangat penting dalam dunia fotografi meski tidak semua fotografer mengetahui fungsinya.

b. Mode pengambilan foto [Shooting modes]

shooting mode on camera

Ada beberapa mode pemotretan yang harus anda ketahui. Mode ini adalah bagian penting lain dari panduan dasar belajar fotografi yang harus diketahui.

Mulai dari full-auto, shutter speed priority hingga mode manual. Sayangnya, banyak fotografer yang belum memahami setiap fungsi shooting modes ini.

Sementara, untuk mengetahui kapan mode tersebut harus digunakan, langkahnya cukup sederhana. Minimal, anda tahu fungsi setiap fitur tersebut dan sesuaikan dengan kondisi dan tujuan pengambilan foto. Namun, ada beberapa bagian penting dari shooting modes ini, antara lain:

1. Kedalaman bidang

Saat anda mengambil foto dengan kondisi pencahayaan yang rendah atau minim, sebaiknya perlebar aperturenya agar cahaya yang masuk cukup. Namun, hal ini memiliki satu efek samping, yakni kedalaman bidang akan dangkal.

Kabar baiknya, anda dapat mengakalinya. Sebab, kedalaman bidang terkadang bergantung pada objek yang diambil.

Sebagai contoh, misalnya saat anda mengambil fotografi lansekap, gunakan aperture yang kecil sehingga seluruh objek tetap fokus dan gambar yang dihasilkan lebih terang.

2. White Balance

pengaturan white balance pada kamera

White balance atau keseimbangan putih adalah bagian penting lain yang harus anda pelajari dengan cermat. Sebab, keseimbangan ini bisa mengubah struktur gambar secara langsung.

White balance juga dapat menentukan apakah foto yang anda hasilkan terlihat biru atau oranye, dingin atau hangat. Jadi soal apa ini? soal suhu guys.

Terkadang, white balance tidak bekerja dengan maksimal seperti saat kondisi cahaya tungsten. Oleh karena itu, sebaiknya luangkan waktu lebih untuk mempelajari pengaturan white balance ini di rumah.

3. Focal Length

Focal lenght pada kamera

Pernah gak anda bertanya-tanya, apa sih fungsi mm pada lensa kamera? Atau, mengapa harus menggunakan focal length saat mengambil foto?

Patut anda ketahui, fungsi focal length atau panjang fokus tidak hanya untuk zoom karena secara langsung akan mempengaruhi perspektif.

Jadi, sebaiknya pilih focal length yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi tempat anda mengambil foto serta kemungkinan efek sampingnya.

4. Crop faktor

Crop factor camera

Banyak dari anda yang tidak menyadari, bahwa meskipun pengaturan sudah sesuai dengan kondisi diatas namun foto yang dihasilkan tetap saja gak bagus, ada kemungkinan mode pengambilan foto menggunakan sensor crop.

Yang berarti, sensor yang digunakan memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding sensor SLR profesional lain. Karena itu, faktor crop memiliki efek khusus pada foto yang dihasilkan.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Foto dan Gambar Yang Sudah Rusak

Faktor ini juga akan membuat sudut pandang lebih sempit dan dapat akan mempengaruhi kualitas lensa anda di masa mendatang.

Oleh karena itu, saran saya, bagi anda fotografer pemula atau yang sedang belajar fotografi, teliti dulu lensa apa yang digunakan. Apakah sesuai dengan kegiatan fotografi yang anda lakukan atau tidak.

5. Filter polarisasi

filter polarisasi kamera

Filter ini berfungsi untuk mengatur cahaya yang masuk ke lensa dari arah tertentu. Karena itu, terkadang filter ini bisa menghasilkan pantulan yang silau dari logam atau benda-benda lain.

Sebagai contoh, air dan gelas adalah dua hal yang paling sering terkena dampak dari filter polarisasi ini, termasuk juga kabut di Langit. Disisi lain, apabila memotong refleksi ini ternyata bisa membuat warna jenuh terlihat lebih alami.

Hal ini tentu saja dapat membuat foto terlihat lebih bagus dan menarik, oleh karena itu, sudah sewajarnya untuk dipelajari, terlebih bagi fotografer pemula.

Mozaik III : 7 tips mengambil gambar yang unik, menarik dan tajam

tips mengambil foto yang bagus
via impactlab.net

Semua yang sudah saya paparkan diatas tak akan lengkap apabila anda tidak mempraktekannya langsung. Namun, saya juga merasa, pembahasan disini tak akan lengkap jika tak ada tips langsung dari saya.

Oleh karena itu, ada beberapa tips umum yang ingin saya bagikan untuk anda, supaya anda bisa menghasilkan gambar yang bagus meskipun anda belum menguasai semua teknik yang sudah saya jelaskan diatas.

Tips ini tetap melibatkan berbagai pengaturan mulai dari aperture, shutter speed atau kecepatan rana hingga mode pengambilan foto dengan format RAW.

Nah berikut disajikan 7 tips mengambil gambar foto yang unik, menarik dan tajam. Apa saja tipsnya? berikut daftarnya:

a. Pilih lensa Nifty Fifty

lens the Nifty Fifty

Bagi anda yang masih pemula dalam dunia fotografi, mungkin agak asing mendengar istilah ini. lensa Nifty Fifty sebenarnya menekankan pada pengaturan lima puluh per lima puluh, yang mengacu pada lensa prima 50mm f/1.8.

Lensa ini juga cukup murah dibanding harga lensa SLR digital lain. Selain itu, lensa ini juga bisa anda gunakan apabila anda masih pusing atau belum memiliki pengetahuan apa-apa soal lensa kamera.

b. Komposisi
komposisi foto
via furiouscamera.com

Selain lensa, juga penting untuk memahami paparan cahaya yang masuk. Namun, apabila anda tidak menguasai komposisi dasarnya, tentu anda akan sulit menghasilkan foto yang unik dan menarik.

Saya sendiri tidak meminta anda untuk mengikuti berbagai aturan komposisi yang lazim digunakan. Oleh karena itu, saya sarankan agar anda melakukan bereksperimen.

Sembari bereksperimen, saya sarankan agar anda juga mempelajari aturan-aturan dasar komposisi sehingga pengetahuan dan ketrampilan anda lebih terasah.

c. Aturan pertiga [rule of thirds]
rule of thirds
via companyfolders.com

Aturan pertiga mungkin adalah komposisi pertama yang harus diketahui oleh fotografer pemula. Karena, aturan ini cenderung sederhana tapi efektif.

Caranya sederhana. Untuk mengikuti aturan ini, pertama-tama anda harus membagi frame kamera menjadi tiga bagian.

Lalu, fokus pada objek utama pada bidang-bidang atau garis-garis imajiner yang ada seperti yang terlihat pada gambar diatas.

Meskipun mudah digunakan, terkadang fotografer pemula kesulitan menentukan garis-garis atau bidang-bidang imajiner ini. Beberapa kamera juga memiliki pengaturan ini sehingga anda tidak perlu lagi buat garis imajiner dalam pikiran anda.

Apabila anda masih pemula dalam dunia fotografi dan ogah belajar tentang teknik-teknik dan teori lain dalam dunia fotografi sebaiknya terapkan aturan ini supaya foto yang anda hasilkan terlihat lebih bagus.

d. Visual weight
visual weight photography
via paulipu.com

Visual weight dalam fotografi berbeda dengan berat visual yang dikenal dalam dunia nyata. Maksudnya begini, sebagai fotografer, anda harus bisa membantu orang untuk memahami apa yang ingin anda tampilkan dalam foto.

Atau, tentang bagaimana fotografer memposisikan elemen tertentu pada foto untuk mengarahkan perhatian pemirsa pada objek yang anda diinginkan.

Yang berarti, aturan visual weight ini bukan saja tentang aturan dasar fotografi tetapi tentang bagaimana mengetahui entitas seni dari foto yang anda buat.

e. Triangles
triangles photography
via pressidium.com

Ini juga termasuk bagian penting lain dalam dunia fotografi. Segitiga juga hampir mewakili semua bidang yang anda lihat dari sebagian besar foto entah secara sadar atau tidak.

Soal segitiga ini, fungsinya hampir mirip dengan poin yang sudah saya jelaskan diatas. Namun, anda harus bisa melihat bidang-bidang yang saling terhubung satu dengan yang lain.

Cara ini juga cukup efektif apabila anda ingin menggabungkan berbagai teknik komposisi yang berbeda-beda. Cara ini juga serupa membentuk garis-garis imajiner pada foto sehingga hasilnya terlihat beda dari yang biasanya.

f. Eye-lines
eye lines photography
via expertphotography.com

Apabila anda mengambil foto tentang orang, baiknya anda mengambil foto berdasarkan garis mata. Tips ini dikenal dengan istilah eye-lines.

Garis mata adalah arah mata subjek yang anda foto. Ruang negatif [ruang kosong di depan subjek] dikenal sebagai ruang depan.

Cara ini dapat membuat foto terlihat lebih emosional, menegangkan dan unik. Meskipun cara bukan menekankan pada garis fisik, namun bisa menciptakan elemen visual yang berbeda. Seolah-olah, fotografer hendak hendak membuat membuat garis segitiga dan garis vertikal secara imajiner.

g. Balance
Balance photography
via istockphoto.com

Disadari atau tidak, keseimbangan foto dapat mempengaruhi perasaan seseorang saat ia melihatnya. Sementara, foto yang tidak seimbang dapat membuat perasaan seseorang tidak nyaman.

Yang berarti, keseimbangan dalam foto bisa membantu seseorang lebih rileks, nyaman dan santai. Memang sih, tidak jadi masalah apakah foto yang anda buat terlihat seimbang atau tidak namun ada baiknya anda memikirkan emosi orang saat mengambil foto.

Sebab, keduanya dapat mempengaruhi foto dan citra gambar. Sekali lagi, ini faktor ini hanyalah sifatnya situasional. Karena itu, coba hasilkan efek khusus lain yang mungkin lebih bagus.

Penutup

Belajar fotografi sebenarnya tidak semudah yang dipikirkan. Ada banyak hal yang harus dipelajari dari mulai dari kamera yang digunakan, sejarah dan juga fitur-fitur kamera kekinian.

Disamping itu, semua upaya belajar itu tidak akan pernah membuahkan hasil apabila anda tidak mempraktekannya langsung.

Saran saya, teruslah belajar dan asah kemampuan anda dari seorang fotografer pemula menjadi seorang fotografer profesional.

Nah demikian artikel tentang panduan dasar belajar fotografi untuk pemula. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *